7cloud.asia – Timnas U-23 Indonesia gagal meraih posisi ketiga Piala Asia U-23 setelah ditekuk Irak dengan skor tipis 2-1.
Dengan hasil ini untuk bisa lolos ke Olimpiade Paris, Timnas U-23 Indonesia harus menjalani laga playoff melawan juara 4 Piala Afrika U-23 2023, Guinea, pada 9 Mei pekan depan di Prancis.
Sedangkan Irak sebagai peringkat ketiga Piala Asia U-23 menyusul Jepang dan Uzbekistan lolos ke Olimpiade Paris 2024 bersama juara 1-3 dari masing-masing benua,
Bermain di Stadion Abdullah bin Khalifa, Doha, Qatar, Irak berinisiatif menyerang usai kick off babak pertama berlangsung. Namun serangan kejutan Irak berhasil dipatahkan lini pertahanan Timnas Indonesia.
Total Indonesia sedikit mendominasi dalam penguasaan bola dengan angka 52 persen, namun kalah dalam penciptakan peluang.
Baca Juga: Gagal ke final Piala Asia U-23 2024, Timnas Indonesia U-23 Tetap Berpeluang Lolos ke Olimpiade
Indonesia menciptakan 17 peluang yang dua di antaranya tepat sasaran, sedangkan Irak membuat 22 peluang yang 7 di antaranya tepat sasaran, termasuk dua gol yang bersarang ka gawang Ernando Ari.
Pada waktu normal, Garuda Muda memimpin terlebih dahulu melalui gol Ivar Jenner pada menit ke-19, sebelum Zaid Tahseen Hantoosh menyamakan kedudukan untuk Irak pada menit ke-27.
Irak membalikkan keadaan saat gol Ali Jasim mencetak gol pada tambahan waktu, untuk mengubah skor menjadi 2-1.
Sampai selama 90 menit waktu normal kedua tim seri 1-1 sehingga laga dilanjutkan ke 2×15 menit babak perpanjangan waktu.
Irak langsung tancap gas sejak awal perpanjangan waktu pertama. Dua peluang emas mereka dapatkan melalui tembakan Muntadheer yang masih melambung, serta sundulan Amin Rafaat yang mengarah ke atas gawang Indonesia.
Baca Juga: Gagal Antar Timnas U-23 Indonesia ke Final Piala Asia, Ini Fokus Shin Tae-yong Selanjutnya
Gawang Indonesia kemasukan pada menit ke-95. Gol ini tercipta lewat umpan matang yang ditujukan kepada Ali Jasim yang berhasil lepas dari kawalan Hubner.
Dia kemudian mengakhiri serangan dengan melepaskan tembakan kaki kanan yang bersarang ke sudut bawah gawang Indonesia.
Pelatih Shin kemudian memasukkan Ramadhan Sananta menggantikan Witan untuk mempertajam lini serang Indonesia. Sayang, sampai perpanjangan waktu pertama usai, Indonesia gagal menyamakan kedudukan.
Indonesia berusaha keras menyamakan kedudukan pada perpanjangan waktu kedua. Marselino mencoba melepaskan tembakan dari luar kotak penalti pada menit ke-106, tetapi usahanya tidak berbuah gol.
Meski telah berusaha keras, Indonesia tetap tidak mampu menyamakan kedudukan dan harus mengakui keunggulan Irak.
Susunan pemain kedua tim:
Indonesia: Ernando Ari, Rio Fahmi, Muhammad Ferarri, Justin Hubner, Nathan Tjoe-A-on, Pratama Arhan, Marselino Ferdinan, Ivar Jenner, Witan Sulaeman, Rafael Struick, Jeam Kelly Sroyer
Pelatih: Shin Tae-yong
Irak: Hussein Hasan Rasetim, Josef Baiz Al-Imam, Ahmed Hasan Al-Reeshawee, Zaid Tahseen Hantoosh, Mustafa Saadoon Al-Korji, Ali Jazim Elaibi, Muntadher Mohammed Maslookhi, Karrar Mohammed Ali, Blnd Azad Klouri, Nihad Mohammed Watifi, Ridha Fadhil Mayali
Pelatih: Radhi Swadi Al-Elayawi

Leave a Reply