Rusunawa Madiun, Contoh Sukses Penyediaan Pemukiman Vertikal Atasi Kawasan Kumuh

Written by

in

7cloud.asia – Pemerintah kota (Pemkot) Madiun berhasil merelokasi masyarakat di kawasan kumuh, ke tempat yang layak huni seperti rumah susun sederhana sewa (rusunawa)

Namun demikian keberhasilan Pemkot Madiun memindahkan warga ke rusunawa ini bukan berarti menuntaskan kewajiban pemerintah dalam menyediakan pemukiman untuk warganya.

Pemkot Madiuan diminta untuk terus memberikan edukasi dan sosialisasi kepada para penghuni rusunawa, karena beda kondisi tempat tinggal beda pula cara hidupnya.

Anggota Komisi V DPR Sri Rahayu menyampaikan hal tersebut sembari meminta Pemkot Madiun beserta jajarannya untuk terus mengedukasi penghuni rusunawa. 

“Makanya tadi saya sampaikan warga harus diberikan edukasi, karena kebiasaan hidup di rusunawa tidak berdiri sendiri dan ditempati oleh banyak orang. Sehingga perlu edukasi terhadap mereka, yang lebih penting lagi adalah bagaimana menjaga kebersihan,” ujarnya seperti dikutip Parlementaria.

Baca: Cara warga rusun Marunda bincangkan masalah kota

Selain edukasi soal kebersihan, Anggota Komisi V DPR, Mulyadi mengingatkan agar aspek keamanan dan psikis tidak luput dari perhatian pemerintah kota Madiun.

Mengingat tinggal di bangunan tinggi seperti rusunawa ini juga termasuk berisiko tinggi. apalagi warga belum biasa tinggaldi pemukiman vertikal. 

Di forum terutama Dirjen Perumahan, Mulyadi menyampaikan bahwa mindset masyarakat nya harus di-reset. Ini kan harus dijaga kebersihan, kenyamanan, keindahan tetapi juga aspek keamanan.

“Karena dinamika keluarga beda-beda, jangan sampai ada kejadian orang bunuh diri, loncat, dan lain sebagainya,” ujar Mulyadi. 

Rusunawa di Kota Madiun termasuk salah satu pusat relokasi masyarakat berpenghasilan rendah yang selama ini hidup di kawasan kumuh wilayah Kota Madiun.

Baca: Konsep rumah separo, solusi perumahan di lahan sempit  

Rusunawa Madiun ini merupakan proyek pemerintah pusat untuk membantu masyarakat yang kesulitan mendapatkan tempat tinggal. 

Wali kota Madiun berharap ada penambahan unit Rusunawa lagi, karena Rusunawa yang dibangunkan di Kota Madiun termanfaatkan dengan baik.
 
Bahkan, antusias masyarakat cukup besar. Terbukti masyarakat yang mendaftar selalu lebih banyak dari jumlah unit yang tersedia. 

 

‘’Responnya cukup positif. Karenanya, sekalian kita sampaikan kekurangan-kekurangan kota kita yang sesuai dengan tupoksi Komisi V,’’ terangnya.

 

Di antaranya, pembangunan Ring Road Timur, Jembatan Manguharjo, hingga pengadaan bus sekolah.
 
Proposal pengajuan pun telah disodorkan kepada para wakil rakyat di tataran pusat tersebut. Wali kota berharap usulan dari Kota Madiun tersebut bisa direalisasikan suatu saat nanti.
 

 

Pimpinan Kunjungan Kerja Spesifik Komisi V DPR RI, Sadarestuwati mengaku bakal membawa usulan dari Kota Madiun tersebut dalam rapat kerja komisi dan rapat dengar pendapat dengan Kementerian terkait.
 
Hal itu sebagai wujud apresiasi Komisi V atas kinerja Kota Madiun. Menurutnya, Kota Madiun cukup berhasil mengoptimalkan infrastruktur dari pemerintah pusat.

 

‘’Daerah lain juga mengusulkan tetapi banyak yang kemudian terbelengkalai. Tentu akan kita prioritaskan seperti di Kota Madiun yang memang terbukti termanfaatkan dengan baik. Apalagi, lahannya sudah ada dan cukup luas. Mungkin bisa kita usulkan 2-3 Rusunawa lagi,’’ katanya.

Ia mengatakan salah satu permasalahan di perkotaan adalah banyaknya kawasan kumuh, karena pembangunan pemukiman yang tidak tertata dengan baik. 

”Makanya salah satu solusinya kita bangunkan rusun jadi saya mendukung perencanaan dari awal untuk bisa menata kota Madiun lebih cantik lagi,” ujar Sadarestuwati yang akrab disapa Estu. 

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *