Bibit Siklon 92S Menjauhi Wilayah RI: Warga Pulau Jawa Diminta Mewaspadai Hujan Deras dalam 2 Hari ke Depan

Written by

in

7cloud.asia – Bibit Siklon 92S yang muncul di Samudra Hindia barat daya Banten/Lampung per 14 April 2026, telah memicu curah hujan tinggi di wilayah barat Sumatra hingga Pulau Jawa

Ketua Tim Prediksi dan Peringatan Dini Cuaca BMKG, Miming Saepudin, menyampaikan meski bibit siklon 925 diprediksi menjauhi wilayah Indonesia, masyarakat diimbau untuk tetap meningkatkan kewaspadaan karena potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih berpeluang terjadi dalam dua-tiga hari ke depan.

Melalui program Teropong Bencana BNPB, yang disiarkan melalui kanal Youtube BNPB_Indonesia pada Rabu (15/4/2026) sore, Miming mengatakan, wilayah yang perlu meningkatkan kesiapsiagaan di antaranya Sumatra bagian tengah dan selatan hingga lampung, kemudian Banten, Jawa Barat, DKI Jakarta dan Jawa bagian tengah dan selatan.

“Meski semakin menjauh, tapi yang harus dipahami bahwa dampak fenomena ini dapat mempengaruhi kondisi cuaca ekstrem secara lokal,” jelas Miming.

“Sumatera bagian tengah, selatan hingga lampung, kemudian Jawa bagian barat dan tengah hingga DKI Jakarta ini curah hujan tinggi di sore hari sangat berpotensi terjadi,” imbuhnya.

Menyikapi kondisi tersebut, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi basah.

Baca: Indonesia tak lagi bebas dari siklon tropis

Warga yang berada di wilayah rawan banjir diharapkan rutin memantau kondisi tinggi muka air, membersihkan saluran drainase, serta segera melakukan evakuasi mandiri apabila terjadi peningkatan debit air secara signifikan.

Selain itu, masyarakat di sekitar lereng atau bantaran sungai perlu mewaspadai potensi longsor susulan. Pemerintah daerah juga didorong memastikan kesiapan logistik, jalur evakuasi, serta sistem peringatan dini agar risiko bencana dapat diminimalkan.

BNPB terus berkoordinasi dengan BPBD setempat untuk memantau perkembangan situasi dan memastikan penanganan darurat berjalan optimal.

Banjir di sejumlah daerah
Dalam pernyataannya, BNPB menyebut bahwa banjir antara lain terjadi di Kota Solo, Jawa Tengah.

Berdasarkan data per Rabu (15/4) pukul 17.40 WIB, sebanyak 1.083 kepala keluarga (KK) terdampak yang tersebar di sejumlah kelurahan, antara lain Pajang, Joyosuran, Tipes, Bumi, Joyontakan, Panularan, Sondakan, Laweyan, Sangkrah, Kedung Lumbu, Jebres, serta Mojosongo.

Sebagian besar wilayah terdampak dilaporkan sudah mulai surut, meskipun proses pendataan masih berlangsung di beberapa titik.

Baca: Perubahan iklim memicu siklon tropis di Khatulistiwa

Banjir juga dilaporkan terjadi di Kabupaten Bandung, Jawa Barat yang dipicu hujan dengan intensitas tinggi dan peningkatan debit Sungai Cisunggalah hingga menyebabkan tanggul jebol pada Selasa (14/4/2026).

Banjir berdampak pada dua kecamatan, yaitu Majalaya dan Bojongsoang, mencakup empat desa yakni Bojong, Bojongsoang, Bojongsari, dan Tegalluar.

Data sementara mencatat sekitar 95 KK atau 250 jiwa terdampak serta 95 unit rumah terdampak. Hingga Rabu (15/4/2026), kondisi di Kecamatan Majalaya dilaporkan telah surut total, sementara di Kecamatan Bojongsoang tinggi muka air (TMA) masih berkisar antara 10 hingga 150 cm.

BPBD Kabupaten Bandung bersama unsur terkait terus melakukan asesmen, pendataan, serta mengimbau masyarakat untuk mengungsi ke tempat aman saat hujan deras.

Upaya pembersihan sisa material lumpur juga dilakukan secara gotong royong oleh petugas dan masyarakat.

Saat ini, wilayah Kabupaten Bandung masih berada dalam status siaga darurat bencana hidrometeorologi sesuai keputusan kepala daerah dan gubernur setempat.

Baca: Perubahan iklim membuat bencana alam makin sering terjadi 

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *