Awas! Kesepian Dapat Mempengaruhi Kesehatan Otak

Written by

in

7cloud.asia – Banyak orang menganggap sepele kesepian, dan memandangnya sebagai tantangan emosional yang mudah diatasi. Padahal dampak kesepian cukup serius dan dapat melampaui kesehatan otak dan kesejahteraan mental.

Dilansir Hindustan Times beberapa waktu lalu, Kepala Unit Neurologi Rumah Sakit Yatharth di India Dr. Kunal Bahrani mengatakan, kesepian kronis dan isolasi sosial bisa mempengaruhi kesehatan otak.

Kesepian juga dapat berdampak pada memori, fungsi kognitif, dan kondisi neurologis jangka panjang. Karena itu Kunal menekankan peran penting koneksi sosial bagi kesehatan otak.

Ia mengatakan bahwa interaksi sosial teratur bisa membantu merangsang kognisi, mengatur emosi, dan menjaga respons stres yang sehat.

“Ketika seseorang mengalami kesepian yang berkepanjangan, otak dapat tetap dalam keadaan kewaspadaan tinggi, yang menyebabkan peningkatan kadar hormon stres seperti kortisol,” katanya.

“Seiring waktu, ini dapat memengaruhi kualitas tidur, konsentrasi, memori, dan suasana hati,” imbuhnya

Baca: Konsumsi Vitamin C Meningkatkan Fungsi dan Kesehatan Otak

Sejumlah penelitian juga telah menghubungkan kesepian kronis dengan perubahan di area otak yang bertanggung jawab atas emosi, pembelajaran, dan pengambilan keputusan.

Kurangnya interaksi sosial juga dapat membatasi stimulasi mental yang dibutuhkan untuk mempertahankan fleksibilitas dan ketahanan kognitif seiring dengan bertambahnya usia.

“Hubungan sosial bagi otak sama pentingnya dengan olahraga bagi tubuh,” kata Dr. Bahrani.

“Percakapan, pengalaman bersama, dan hubungan terus menerus mengaktifkan berbagai jaringan kognitif. Ketika interaksi tersebut berkurang, otak menerima lebih sedikit stimulasi,” ia menambahkan.

Ahli neurologi dari Apollo Speciality Hospitals di Chennai, Dr. Sreenivas UM, mengatakan bahwa penelitian baru menunjukkan kaitan kesepian dengan faktor risiko demensia.

“Studi-studi terbaru menunjukkan bahwa kesepian dapat menghasilkan perubahan struktural di otak, khususnya di wilayah yang terlibat dalam memori, penalaran, berpikir, dan pengambilan keputusan,” katanya.

Baca: Asupan Vitamin D Dapat Menurunkan Risiko Alzheimer

Menurut Sreenivas, isolasi sosial juga dapat memperburuk gejala, menunda pemulihan, dan meningkatkan risiko kambuh pada orang dengan kondisi neurologis seperti stroke, epilepsi, penyakit Parkinson, multiple sclerosis, atau demensia.

Selain itu, dia mengatakan, pencitraan fungsional menunjukkan bahwa area yang dipengaruhi oleh kesepian mirip dengan area yang diaktifkan selama nyeri fisik, memberikan dasar ilmiah bagi istilah “sakit hati.”

Kesepian yang berkepanjangan dapat mengurangi aktivitas di jalur penghargaan otak, membuat interaksi sosial terasa kurang memuaskan.

Ini dapat menciptakan siklus setan di mana individu semakin menarik diri, menyebabkan peningkatan isolasi dan penurunan kesehatan otak.

Namun demikian, kesepian bukanlah kondisi permanen dan otak memiliki kemampuan untuk beradaptasi dan berubah.

Para ahli menyampaikan bahwa mengenali dan mengatasi kesepian sejak dini penting menjaga kesejahteraan mental dan kesehatan neurologis jangka panjang.

Membangun hubungan sosial yang bermakna, mempelajari keterampilan baru, menekuni hobi, berolahraga secara teratur, dan berpartisipasi dalam kegiatan komunitas dapat membantu mendukung kesehatan kognitif.

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *