Kemenkes: Kasus Covid-19 Meningkat, Tapi Masih Terkendali

Written by

in

 

 

7cloud.asia – Jumlah kasus Covid-19 varian JN.1 di Indonesia memang tengah meningkat. Namun, kenaikan ini masih terkendali karena belum banyak pasien yang dirawat diruang ICU.

Penjelasan ini disampaikan oleh Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Imran Pambudi pada Selasa (19/12/2023).

“Jumlah yang dirawat di ICU masih enggak banyak, orang yang sakit saat ini masih belum membutuhkan ICU, karena untuk melihat seberapa berbahaya Covid-19 ini kita melihat tiga aspek, mulai jumlah kasus, jumlah orang yang perlu rawat inap, dan jumlah orang yang perlu masuk ke ICU,” jelas Imran seperti dikutip Antaranews.

Baca: Kasus Covid-19 naik, masyarakat diimbau kenakan masker

Walau kenaikannya masih terkendali, pemerintah tetap akan melakukan mitigasi. Hal ini untuk menghindari lonjakan kasus Covid-19 seperti yang terjadi pada tahun 2020.

Memang ini akhir tahun, pihaknya terus memitigasi penyebaran Covid-19 karena biasanya akhir tahun meningkat. Selain itu, perusahaan-perusahaan pengiriman kan juga ditutup,

“Kita sudah sampaikan ke rumah sakit-rumah sakit kalau harus menyiapkan oksigen dan obat-obatannya, itu sudah kami lakukan, sehingga kalau terjadi lonjakan, kita enggak gagap,” urainya.

Selain itu Imran juga mengatakan hingga kini belum ada mutasi baru virus CovD-19, karena varian JN.1 sebenarnya adalah galur (turunan) dari varian Omicron.

Baca: Tiga faktor penyebab Covid-19 naik

Selanjutnya Imran menjelaskan bahwa pihaknya melakukan berbagai upaya untuk menghindari lonjakan kasus Covid-19.

Diantaranya pihaknya akan terus bersinergi dengan pemerintah daerah untuk melakukan penjagaan di tempat-tempat wisata mewaspadai lonjakan kasus.

Sebab, jumlah pengunjung pada libur natal dan tahun baru biasanya meningkat.

Potensi (peningkatan kasus Covid-19) pasti ada karena orang kan mobilitas ya, tempat-tempat wisata juga penuh, tetapi yang dijaga itu,

“Kita terus memonitor apakah ada kasus baru dengan galur baru selain Omicron, kita selalu memantau tingkat keterisian ICU nya, berapa yang membutuhkan perawatan serius, kalau di rumah sakit itu masih cukup banyak ketersediaan, berarti masih terkendali,” jelasnya.

Upaya lainnya adalah dengan membuat surat edaran kepada pemerintah daerah untuk memastikan fasilitas kesehatan (faskes) siap dari segi obat-obatan, tenaga kesehatan, maupun logistik.

Baca: Penyebaran Covid-19 di 21 propinsi

“Dari Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan (Dirjen Yankes) juga sudah memberikan perhatian, menyampaikan kepada faskes-faskes agar logistik, tenaga kesehatan disiapkan di akhir tahun ini,” katanya.

Selain itu, Imran juga mengimbau kepada masyarakat agar tetap menerapkan protokol kesehatan seperti memakai masker, mencuci tangan dengan benar, dan mengurangi mobilitas yang tidak penting.

Imran mengimbau masyarakat yang belum mendapatkan vaksin penguat atau booster juga agar segera menuju ke fasilitas kesehatan terdekat untuk divaksin. 

Reporter: Nurakhmayani

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *