Fenomena El Nino Belum Berakhir, 38 Persen Wilayah di Indonesia Memasuki Musim Hujan

Written by

in

 

7cloud.asia – Hujan telah mengguyur beberapa wilayah di Indonesia sejak November lalu. Tetapi sebenarnya baru 38 persen saja wilayah yang telah memasuki musim hujan. Sebab fenomena El Nino belum berakhir.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menjelaskan pada dasarian pertama bulan Desember ini, aliran massa udara di wilayah Indonesia diprediksi masih didominasi oleh angin timuran.

Angin timuran di selatan ekuator itu bergerak dengan kecepatan melemah. Angin timuran bagi Indonesia adalah salah satu indikator musim kemarau.

Baca:BMKG keluarkan peringatan dini untuk beberapa wilayah

Suhu rata-rata permukaan berkisar 23-27 derajat celcius dan diprediksi hingga Dasarian III Desember 2023 berkisar 12-29 derajat celcius.

Suhu minimum diperkirakan berkisar 9-28 derajat Celcius dan prediksi suhu maksimum berkisar 16-36 derajat celcius.

Meski baru 38 persen wilayah yang memasuki musi  hujan, namun tetap berpotensi terjadi bencana hidrometeorologi berupa banjir dan longsor di sejumlah daerah.

Selama periode 11 sampai 20 Desember 2023 daerah yang rawan banjir adalah wilayah Sanggau, Bintan, Tanjung Pinang, Bengkayang, Ketapang, Bangka Barat, Singkawang, Landak, Melawi Ambas, Sekadau.

Wilayah lainnya yang berpotensi baniir adalah Sintang, Katingan, Kepulauan Sangihe, Bone, Gowa, Makassar, Maros, dan Pangkajene Kepulauan.

Baca: Cuaca ekstrem berpotensi landa wilayah ini

Kepala Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Wilayah II-Tangerang Selatan Hartanto telah mengimbau warga waspada bencana hidrometeorologi sebagai dampak hujan deras.  

“Kami melihat bahwa potensi hujan deras di beberapa tempat sudah terjadi. Kami juga meminta pemda merapikan pohon-pohon di daerah lintasan aktivitas manusia agar tidak terjadi pohon tumbang,” jelasnya.

Sementara itu, BMKG mengungkapkan, hasil monitoring ENSO Dasarian III November 2023 menunjukkan indeks ENSO (+2.194), sedangkan IOD sebesar (+1.709).

“Kondisi IOD positif diprediksi bertahan hingga akhir tahun 2023, sedangkan El Nino diprediksi terus bertahan setidaknya hingga April 2024,” tulis BMKG.

Reporter: Nurakhmayani

 

 

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *