Poster Dicopoti dan Pengundang Ganjar Dapat Tekanan, TPN Ganjar Mahfud Minta Aparat Netral

Written by

in

7cloud.asia – Pencopotan alat kampanye capres yang diusung PDIP, Ganjar Pranowo kembali terjadi. Kali ini pencopotan poster Ganjar Pranowo, terjadi di  Sumatera Utara.

Video pencopotan poster Ganjar Pranowo itu beredar luas di media sosial.

Dalam video berdurasi 40 detik itu seseorang yang mengenakan kaos aparat keamanan tampak mengoyak dan mendongkel poster Ganjar Pranowo dengan linggis.

Laki-laki berkaus Satpol PP dengan lengan pendek itu terlihat membersihkan poster-poster Ganjar Pranowo yang dipasang di tiang-tiang listrik di jalanan.

Usai mencongkel, laki-laki itu berlari kecil dengan tangan kiri memegang poster dan tangan kanan memegang linggis menuju truk yang berjalan pelan untuk diangkut.

Baca: Tanggapan Ganjar Pranowo atas pencopotan balihonya

Di lokasi yang sama, juga ada seorang laki-laki lainnya, berbadan tegap dengan mengenakan pakaian preman yang juga mencopoti poster Ganjar Pranowo. 

Poster dengan wajah Ganjar Pranowo dan bertuliskan  “Ganjar untuk Semua: Tuanku, ya, Rakyat” itu lalu dimasukkan ke mobil truk pelat merah dengan nomor polisi BK 8130 W.

 

Berdasarkan kejadian itu diduga terjadi di wilayah Medan, Sumatera Utara.

Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Deddy Yevri Hanteru Sitorus mengatakan pihaknya mendapat informasi pihak-pihak yang akan didatangi Ganjar Pranowo di Sumatera Utara mendapat tekanan.

Dilansir Tempo.co, Deddy menyebut kejadian itu terjadi di dua kota seperti Deli Serdang dan Pematangsiantar.

Deddy menyebut dirinya mendapat informasi awal bahwa desa dan tempat yang sedianya akan menjadi tempat menginap Ganjar Pranowo mendapat tekanan. 

“Sehingga akhirnya ada pondok pesantren yang pasang badan mengizinkan tempat menginap,” kata Deddy seperti dilansir Tempo.co, Sabtu, (11/11/2023) 

 

Baca: Pemasangan baliho Prabowo Gibran diduga libatkan aparat kepolisian

Deddy menyebut di Pematangsiantar, pimpinan salah satu kampus membatalkan agenda kuliah umum yang akan diisi Ganjar Pranowo.

Menurut dia, aparat juga tiba-tiba melakukan operasi pembersihan baliho Ganjar-Mahfud.

“Pemimpin kampus yang direncanakan tempat memberi kuliah juga mendapat tekanan sehingga dibatalkan,” kata Deddy.

Meski demikian, politikus PDIP itu tidak menyebut spesifik nama kampus terkait.

Dia mengatakan Tim Pemenangan Ganjar-Mahfud akan memberikan informasi keterangan kepada wartawan soal fenomena ini.

Baca: Aparat intimidasi opsisi, mulai dari Ketua BEM UI hingga kantor DPC PDIP

Di Jakarta, Divisi Hukum TPN Ganjar Mahfud, Todung Mulya Lubis mengatakan akan melaporkan kejadian ini ke pihak berwenang. 

“Jika laporan ini tidak ditanggapi, kejadian yang kasat mata ini tidak ditanggapi, ini bisa memicu kemarahan rakyat,” ujar Todung dalam jumpa pers yang disiarkan langsung oleh Inews.tv

Todung meminta aparat yang bertanggung jawab atas penyelenggaraan Pemilu 2024 bersikap netral. Karena kecurangan akan menghasilkan ketidakpercayaan masyarakat. 

Sebelumnya, pencopotan baliho Ganjar Mahfud juga terjadi di Bali. Pencopotan ini terjadi sesaat sebelum Jokowi melakukan kunjungan ke Bali.  

 

Dalam video yang beredar, pencopotan baliho Ganjar Mahfud juga dilakukan aparat kepolisian dan TNI. 

 

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *