Diet Makan Sekali Sehari, Sehatkah?

Written by

in

7cloud.asia – Banyak cara untuk menurunkan berat badan salah satunya dengan diet one meal a day (OMAD) atau diet makan sekali sehari. Padahal diet ini berefek buruk, salah satunya meningkatkan kolestrol jahat.

Diet makan sekali sehari termasuk jenis puasa intermiten yang disebut sebagai 23:1. Artinya 23 jam sehari untuk berpuasa dan hanya menyisakan satu jam untuk makan, minum, dan mengonsumsi kalori. 

Berbuka puasa di malam hari dengan mengonsumsi makanan sehat dan kaya nutrisi kemudian melanjutkan puasa hingga malam keesokan harinya.

Tetapi kenyataannya, sebagian besar orang menjalani diet ini dengan mengonsumsi apa pun ketika waktu makan tiba.

Baca: sering menatap ponsel atau komputer ini tipsnya agar mata tetap sehat

Berdasarkan hasil penelitian di jurnal Nutrition Reviews pada tahun 2015, puasa intermiten dapat membantu menurunkan berat badan. Tetapi risiko berat badan kembali seperti semula juga tinggi.

Melansir dari klikdokter, diet makan satu kali sehari ini dapat menimbulkan masalah kesehatan, yaitu:

  1. Peningkatan Kadar Kolesterol Jahat

Sebuah studi dalam jurnal Metabolism tahun 2007, membandingkan efek makan sekali sehari untuk diet dengan makan tiga kali sehari selama 6 bulan.

Hasilnya, partisipan yang diet makan sehari sekali mengalami penurunan massa lemak dan peningkatan kadar low-density lipoprotein (LDL) alias kolesterol jahat.

  1. Memperlambat Respons Insulin

Diet makan sehari sekali justru dapat meningkatkan kadar gula darah puasa, memperlambat respons tubuh terhadap insulin, dan meningkatkan kadar hormon ghrelin. 

baca: manfaat teh hijau untuk kesehatan

Kondisi ini dapat menyebabkan kamu merasakan lapar yang ekstrem.

  1. Meningkatkan Risiko Hipoglikemia 

Bagi penderita diabetes tipe 2 yaitu meningkatkan risiko hipoglikimea alias kadar gula darah rendah. Hal ini dibuktikan melalui penelitian yang dimuat jurnal Diabetic Medicine pada tahun 2018. 

  1. Mual dan Pusing Berputar

Masalah kesehatan lainnya adalah dapat menyebabkan mual, muntah, pusing berputar, tidak berenergi, hingga susah buang air besar. 

Alih-alih mengurangi makanan tinggi kalori makan sekali sehari justru lebih rentan mengonsumsi makanan yang tidak sehat, seperti makanan tinggi kalori dan makanan berlemak ketika waktu makan tiba.

baca: riset usia 16-24 tahun adalah masa kritis untuk kesehatan mental

Diet makan seperti ini belum terbukti secara ilmiah. Berbagai penelitian menyebut bahwa pola makan tiga kali sehari lebih sehat bagi tubuh dibandingkan makan sehari sekali saja.

Nah, jika ingin menurunkan berat badan, biasakan mengonsumsi makanan sehat dan bergizi dalam porsi kecil. Selain itu, jangan lupa olahraga secara rutin.

Reporter: Nurakhmayani

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *