7cloud.asia – Nama Mia Khalifa menjaid perbincangan, setelah majalan dewasa Playboy mengumumkan telah memecat model tersebut terkait postingan di media sosialnya.
“Jika Anda melihat situasi di Palestina dan Anda tidak berada di pihak Palestina, Anda berada di pihak yang salah, berada di pihak [pendukung] apertheid dan sejarah akan menunjukkan hal ini.” demikian salah satu unggahan Mia Khalifa di akun X miliknya.
Tapi siapakah Mia Khalifa dan apa hubungannya dengan Palestina, sehingga ia getol membela Palestina?
Baca: Playboy pecat Mia Khalifa karena hal ini
Mia Khalifa lahir di Beirut, Lebanon pada 10 Februari 1993. Keluarganya kemudian berimigrasi ke Maryland di Amerika Serikat ketika dia berusia 10 tahun.
Mia Khalifa meraih gelar sarjana bidang sejarah dari Universitas Texas, Amerika Serikat.
Industri pornografi “menemukan” Mia pada 2014, dan film porno pertamanya dirils pada Oktober tahun itu.
Baca: Simpati Gigi Hadid untuk Palestina
Pada Desember di tahun yang sama, Mia Khalifa berada di daftar aktris teratas pada situs pornografi Pornhub.
Setelah berkecimpung selama tiga bulan dalam industri pornografi, Mia Khalifa memutuskan pensiun dari profesi ini pada 2015.
Meski kariernya di industri pornografi terbilang singkat, bukan berarti jejak Mia Khalifa tanpa kontroversi.
Baca: Atta Halilintar ingin selesaikan pendidikan SMA nya
Adegan porno paling terkenal yang diperankan perempuan yang menggunakan nama panggung Mia Callista adalah saat dia melakukan hubungan badan dengan mengenakan hijab.
Akan tetapi, setelah mengundurkan diri Mia Khalifa mengritik perusahaan-perusahaan di industri pornografi yang disebutnya “menjebak perempuan muda yang rentan”.
Mia Khalifa mengatakan perusahaan-perusahaan ini “menjebak perempuan ke dalam kontrak hukum ketika mereka rentan atau berada dalam situasi yang buruk”.
Baca: Mengenal sosok Cinta Laura Kiehl
Mia Khalifa juga diundang menjadi pembicara membagikan kisah masa lalunya. Seperti pada Juni lalu, dia diundang Persatuan Mahasiswa Oxford Inggris
Dilansir okezone, Mia khalifa mengatakan sangat bangga bisa berbicara di depan Persatuan Mahasiswa Oxford adalah salah satu pengalaman hidup, di mana saya sepenuhnya menyadari betapa beruntungnya saya menjalaninya sepanjang waktu.
“Berusaha sebaik mungkin untuk tidak membiarkan momen tunggal berlalu begitu saja. Terima kasih banyak kepada @theoxfordunion untuk kesempatan berbicara di gedung dan organisasi bersejarah,” jelas Mia Khalifa.
Baca: Alam Ganjar, idola baru anak muda Indonesia
Dalam kesempatan itu, Mia Khalifa berbagi kisah selama masih menjadi bintang film dewasa. Ia mengakui bahwa The Imposter Syndrome itu benar adanya dan turut merasakannya.
Diketahui, The Imposter Syndrome adalah perilaku di mana seseorang akan meragukan atau merasa tak pantas meraih pencapaian dan kesuksesannaya sendiri.
Seseorang dengan gangguan psikologis ini akan merasa pencapaiannya hanya karena keberuntungan. Dirinya akan merasa tidak cerdas, kreatif maupun berbakat seperti orang lainnya.

Leave a Reply