7cloud.asia – Cuaca panas terik di Jakarta beberapa pekan terakhir ini tidak serta merta membuat para pedagang minuman ramai pembeli.
Banyaknya pedagang minuman membuat para pedagang harus berebut pelanggan. Salah satunya Sylvi, pedagang minuman teh manis di daerah Tanah Kusir, Jakarta Selatan.
Kepada 7cloud.asia, Sylvi mengungkapkan saat ini omsetnya turun. Hal ini lantaran banyaknya pedagang minuman di sekitarnya.
“Turun malah nih. Tadinya bisa (dapat omset) Rp 1 juta, sekarang cuma Rp 700 ribu,” kata Sylvi.
Baca: Banjir Kanal Timur, menjadi pusat keramaian
Padahal 2 bulan lalu, Sylvi mengaku omsetnya selalu di atas Rp 1 juta. Saat itu, lanjut Sylvi, tak banyak pedagang yang menjual minuman.
Omset ini ia peroleh dari berdagang sejak pukul 10 pagi hingga pukul 9 malam. Kini, untuk mendapatkan omset diatas Rp i juta Sylvi hanya mengharapkan penjualan saat malam minggu saja.
“Iya, kalau malam minggu bisa dapat Rp 1.100.000. tapi saya juga sampai jam 11 malam,” ungkap Sylvi.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi suhu panas di Indonesia akibat fenomena El Nino akan berlangsung hingga akhir Oktober dan kan menurun di bulan November 2023 .
Baca: Ada juga sodetan Kali Ciliwung
Kepala Pusat Meteorologi Publik BMKG, Andri Ramdhani beberapa waktu lalu menjelaskan ada beberapa faktor yang menyebabkan suhu panas terjadi selama beberapa pekan terakhir di Jakarta dan sejumlah daerah lainnya.
Di antaranya adalah pertumbuhan awan, peralihan musim hingga posisi Matahari. Andri menjelaskan saat ini kondisi cuaca cerah di sebagian besar wilayah Indonesia terutama di Jawa hingga Nusa Tenggara.
Kondisi ini menyebabkan pertumbuhan awan pada siang hari minim.
“Kondisi ini tentunya menyebabkan penyinaran Matahari pada siang hari ke permukaan Bumi tidak mengalami hambatan signifikan, sehingga suhu pada siang hari di luar ruangan terasa sangat terik,” jelasnya.
Reporter: Nurakhmayani

Leave a Reply