Sehari Setelah Dikunjungi Presiden, Hunian Liar di Stasiun Senen Dibongkar: Pemprov Siap Dukung Program Pusat

Written by

in

7cloud.asia – Usai blusukan di bantaran rel kereta api di kawasan Stasiun Senen, Jakarta Pusat, Kamis (26/3/2026), Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan pembangunan hunian baru bagi warga yang masih tinggal di pinggir rel kereta.

Dilansir laman resmi, Seskab Teddy Indra WiJaya mengatakan, Prabowo langsung memerintahkan Menteri Perumahan (Maruarar Sirait), Menteri Pekerjaan Umum, Dirut Perumnas dan KAI (Kereta Api Indonesia) dan pejabat terkait untuk membangun hunian bagi warga yang masih tinggal di pinggir rel kereta api.

Teddy menjelaskan bahwa saat ini sudah ada tim dari pemerintah yang bergerak menyiapkan proses pembangunan hunian baru yang letaknya tidak jauh dari kawasan asal masyarakat itu tinggal.

Adapun nantinya masyarakat yang sudah tinggal puluhan tahun di pinggir rel itu akan dibuatkan tempat tinggal khusus beserta MCK agar bisa hidup lebih layak.

“Menurut penyampaian warga, mereka sudah tinggal puluhan tahun di pinggir rel dengan hunian serta atap terbatas. Dan Bapak Presiden ingin agar warga tersebut dapat dibuatkan tempat tinggal dan MCK yang layak untuk ditempati sesegera mungkin,” tutur Teddy.

Baca: Masih ada 49 RW kumuh di Jakarta Pusat

Sehari usai Prabowo blusukan ke lokasi, hunian di bantaran rel Senen yang berada di seberang barat Stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat tersebut telah dibongkar. 

Dilansir Kompas.com, puluhan rumah yang ada di sana sudah rata dengan tanah. Satiah yang sudah tujuh tahun tinggal di kawasan itu pun terdampak penggusuran.

“Rumah kami sudah tidak ada. Ya rumah liar sih. Kami terpaksa hidup di sini bangun gubuk dari papan, dari terpal,” tutur Satiah.

Sebelumnya, rumah liar warga berada sekitar tiga meter dari titik rel kereta api di perlintasan Senen. Lokasi rumah liar itu menempel dengan dinding bangunan Pasar Gaplok.

Sebelum digusur, rumah-rumah liar warga berjajar sepanjang 300 meter di bantaran rel tepatnya di sisi barat Stasiun Senen.

Baca: Pembangunan ruang terbuka hijau mikro di kawasan kumuh

Dimintai tanggapannya atas instruksi ini, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan, Pemprov DKI Jakarta mendukung rencana Pemerintah Pusat membangun hunian baru bagi warga yang tinggal di bantaran rel kereta api.

“Pemerintah DKI Jakarta akan memberikan support sepenuhnya apa yang dilakukan pemerintah pusat untuk penanganan perumahan warga yang ada di sepanjang rel kereta api,” kata Pramono Jumat (27/3/2026).

Untuk masalah pemukiman tak layak, sebut Pramono, Pemprov DKI sebelumnya telah merelokasi warga yang tinggal di kawasan Tempat Pemakaman Umum (TPU) untuk direlokasi ke rumah susun (rusun).

“Warga yang menempati lahan TPU kita pindahkan ke rumah susun yang ada. Ini untuk mengembalikan fungsi lahan TPU dan memberikan hunian lebih sehat bagi warga,” ujarnya.

 

 

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *