7cloud.asia – Lima bulan jelang pelaksanaan Pemilu 2024, peta politik makin dinamis. Belakangkan bahkan muncul wacana untuk menduetkan Bakal calon presiden PDIP Ganjar Pranowo dengan Prabowo Subianto.
Dengan memasangkan Ganjar Pranowo dengan Prabowo maka hanya akan ada dua pasangan capres yang akan berlaga di Pemilu 2024.
Bagaimana sebenarnya peluang duet Ganjar Pranowo dengen Prabowo Subianto?
Semua tergantung PDI Perjuangan, termasuk ketua umumnya, Megawati Soekarnoputri, kata peneliti politik dari CSIS, Arya Fernandes.
“Pak Ganjar Pranowo mau diposisikan cawapres atau nggak? Karena Pak Prabowo, hampir besar kemungkinan tidak mau jadi nomor dua,” katanya kepada BBC News Indonesia.
Baca Juga: Ganjar Pranowo di Mata Alam Ganjar Putra Tunggalnya
Menurut Arya, saat ini Prabowo tetap ingin menjadi bakal capres karena “pencapaian elektoralnya sedang bagus”. Selain itu, tambahan dukungan dari Partai Demokrat membuat koalisinya semakin besar dibandingkan kubu PDI Perjuangan.
“Dalam beberapa simulasi survei dari lembaga survei. Bisa terjadi dua putaran, kemungkinan Prabowo menang di putaran kedua itu lebih besar dibandingkan Pak Ganjar,” kata Arya.
Di tengah situasi ini, menurut Arya, PDI Perjuangan sangat menentukan apakah akan dua atau tiga poros pada Pilpres 2024.
Baca Juga: Kebakaran TPA Sarimukti Hampir Padam, Aktivis Lingkungan Ingatkan Pembenahan Manajemen Sampah
Pilihannya: menjadi petarung atau pengikut.
“Tapi kalau PDI Perjuangan memilih bertarung, akan ada tiga pasang,” ujarnya.
Sementara itu, analis politik dari Universitas Negeri Jakarta, Ubedillah Badrun, mengatakan, “Faktor kuncinya ada di Megawati Soekarnoputri.”
“Tapi kalau Megawati enggak setuju, ya enggak mungkin terjadi. Itu hanya ilusi politik,” kata Ubed — panggilan Ubedillah Badrun.
Di sisi lain, senior PDI Perjuangan, Hendrawan Supratikno ,mengatakan semua kemungkinan yang bisa dibayangkan biarlah tetap dibuka.
“Bila tidak mewujud pun tetap bisa hidup dalam alam angan,” katanya dalam keterangan kepada BBC News Indonesia.
Baca Juga: Jawaban Ganjar Pranowo Soal Tudingan Politik Identitas dan Petugas Partai
Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Habiburokhman mengatakan, pihaknya tidak akan memaksakan diri. “Enggak mungkin dalam satu koalisi ada dua capres,” katanya seperti dikutip dari Antara.
Pernyataan ini merujuk pada masing-masing kubu sudah memutuskan nama bakal capres yang akan diusung pada Pilpres mendatang.
Siapa yang menghembuskan duet Ganjar dan Prabowo?
Menurut Ubed, niat mengawinkan Ganjar dan Prabowo dalam Pilpres 2024 sudah ada sejak Kolisi Indonesia Bersatu (KIB) berdiri.
Saat itu koalisi yang ia sebut “diinisasi oleh Joko Widodo”, dimaksudkan untuk mempertemukan kekuatan politik antara parpol pendukung Jokowi dan parpol pendukung Megawati.
Baca Juga: Partai Demokrat Resmi Dukung Prabowo Subianto, SBY Siap Turun Gunung untuk Kampanye
Langkah PDI Perjuangan disebut menentukan jumlah poros pada pilpres 2024 mendatang.
“Tapi peristiwa itu kemudian menjadi persoalan, ketika Megawati mendeklarasikan Ganjar lebih dulu. Kemudian, mereka sedikit mengalami ketegangan politik antara Megawati dengan Jokowi pada waktu itu,” kata Ubed.
Gagasan duet Prabowo dan Ganjar juga berkali-kali mengemuka, tapi kali ini memang lebih kritis karena sudah mendekati masa tenggat pendaftaran capres-cawapres.
BBC News Indonesia mencatat sejumlah momentum politik yang memperlihatkan tarik ulur menduetkan Ganjar dengan Prabowo:
12 Maret 2023
Duet Prabowo dan Ganjar mengemuka. Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Hashim Djojohadikusumo menyebut syarat pertama adalah Ganjar harus bersedia menjadi calon wakil presiden, sedangkan Prabowo menjadi calon presidennya.
Baca Juga: Ditinggal Partai Demokrat, Anies-Cak Imin Bentuk Tim Pemenangan Bernama Baja AMIN
23 Mei 2023
Pertemuan antara Megawati dan Prabowo terjadi setelah Presiden Jokowi menggelar pertemuan tertutup dengan para ketua umum partai politik.
11 Juli 2023
Puan Maharani mengutarakan rencana pertemuan Megawati dengan Prabowo. “Namun, tentunya ini waktunya yang sedang kita jadwalkan. Tinggal waktu, teknis saja,” kata Puan.
24 Juli 2023
Sekjen Partai Gerindra, Ahmad Muzani mengatakan isu duet Prabowo-Ganjar sulit terwujud.
26 Juli 2023
Mantan politikus PDI Perjuangan, Budiman Sujatmiko mengutarakan keinginan agar Ganjar bersatu dengan Prabowo menjadi pasangan Pilpres 2024.
13 Agustus 2023
Relawan Pro Jokowi (Bali) menyerukan duet Prabowo-Ganjar.

Leave a Reply