Taman Toga di Desa Sidomulyo Boyolali Ini Diharapkan Jadi Pusat Komunitas

Written by

in

7cloud.asia – Minggu (23/7/2023) masih pagi, ketika warga RT 01 Desa Sidomulyo, Pulisen Boyolali mulai berdatangan ke salah satu rumah warga setempat. Hari ini mereka akan mulai membuat taman toga lingkungan.

Lokasi taman toga yang berlokasi di Jalan Regulo, Boyolali itu telah disiapkan sebelumnya. Sebuah bedeng kecil dari bambu dengan atap peneduh siap disulap menjadi taman toga.

Para ibu datang dengan membawa pisau dan gunting. Mereka akan menyiapkan pot untuk taman toga yang terbuat dari galon air bekas. Para ibu di bawah koordinasi Suwahyuni, Christina Sri Hartati dan Seksiati Sri Wahyuni.

Sementara para bapak membawa peralatan tukang. Mereka akan menyelesaikan bedeng taman toga.

Baca: Literasi Bintaro, tumbuhkan minat baca dengan mendongeng dan mewarnai

Kepada 7cloud.asia Suwahyuni mengatakan taman toga ini dibuat untuk mendukung anjuran pemerintah kabupaten Boyolali untuk menggalakkan taman toga dan taman gizi keluarga.

“Taman toga ini sekaligus untuk mengurangi sampah plastik dengan menggunakannya untuk pot tanaman. Tidak semua sampah plastik ini tidak berguna, kalau kita bisa mengolah maka bisa dimanfaat,” ujar Seksiati yang biasa disapai Mimin.

“Dan yang paling penting, taman toga ini untuk mengumpulkan warga agar tetap guyub dan rukun. Ke depannya, kita akan melibatkan anak muda dan juga anak-anak,” imbuh Wahyuni.

Baca: Kerja bareng pengelola bank sampah dan kader Jumantik jaga kebersihan lingkungan

Pembangunan taman toga di Sidomulyo, Boyolali ini dibiayai secara swadaya dari hasil botol sisih atau uang sisa belanja para ibu.

“Besarnya Rp 500 atau Rp 1000 sehari yang lantas dikumpulkan dan digunakan untuk membiayai  kegiatan ibu PKK, beli seragam, piknik bersama termasuk untuk membuat taman toga ini,” terang Wahyuni.

Untuk sementara taman toga ini dijalankan secara mandiri di bawah koordinasi pengrus PKK setempat. Namun jika memang dibutuhkan, dari pihak kelurahan juga menyediakan pendampingan. 

Baca: Bank sampah ini nggak punya kantor, tetapi tetap juara

Keberadaan taman toga ini diharapkan bisa dimanfaatkan warga untuk penyediaan tanaman obat ataupun menambah gizi keluarga.

Meski di Sidomulyo Boyolali saat ini belum ditemukan kasus stunting disini, lanjut Mimin, taman toga ini diharapkan bisa mencegah stunting karena di sini banyak ibu-ibu muda yang produktif, 

“Jadi nanti seandainya nanti ada yang mau mengambil tanaman di taman toga ini monggo, silakan,” ujar Wahyuni.

Christina menambahkan, taman toga ini diharapkan juga bisa menjadi sarana untuk mendidik anak-anak dan generasi muda tentang manfaat tanaman untuk pengobatan terutama untuk pertolongan pertama.

Baca: Pro kontra penggunaan ganja untuk pengobatan

Dipaparkannya, sekarang ini banyak masyarakat termasuk di Sidomulyo Boyolali ini yang menggunakan obat-obat kimia, padahal tidak semua obat kimia itu baik. 

Taman toga ini ingin mengajak masyarakat untuk tidak terlalu banyak menggunakan obat-obat kimia, terutama untuk pertolongan pertama ketika sakit ringan, seperti diare, batuk atau luka memar. 

Dulu waktu kita kecil, ujarnya, kita diajari untuk memanfaatkan obat-obatan tradisional. Di jaman modern ini banyak anak muda yang belum paham nama dan manfaat tanaman. 

“Kalau nanti hasilnya berlebih nanti bisa kita gunakan untuk tambah uang kas,” terang Christina.

Baca: Cara mudah memilah sampah

Keberadaan taman toga ini diharapkan juga dapat menghidupkan kembali bank sampah yang pernah diupayakan warga setempat, tetapi tidak berjalan dengan baik.

 

“Bank sampah pernah dicoba, tapi belum jalan dengan baik. Mungkin warga di sini mayoritas berjualan sehingga merasa repot untuk memilah dan membawa sampahnya. Selain itu petugas dan tempatnya juga belum ada,” terang Wahyuni soal bank sampah di lingkungannya.

Lebih jauh ke depan, keberadaan taman toga ini bisa menjadi awal dari usaha desa yang menghasilkan. 

“Mungkin nanti kalau hasilnya sudah melimpah kita akan buat semacam industri kecil, kunyit atau jahe bubuk yang jika kebutuhan warga sudah terpenuhi kita pasarkan ke luar,” imbuh Christina.

Baca: Penjelasan mengapa pupuk kandang lebih bagus ketimbang pupuk kimia

 

 

 

 

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *