Terowongan Stasiun Tugu Difungsikan, Perjalanan ke Yogyakarta dengan Kereta Makin Nyaman

Written by

in

7cloud.asia – PT KAI baru-baru ini telah memfungsikan kembali terowongan bawah tanah atau underpass yang menghubungkan peron utara dan peron selatan Stasiun Tugu Yogyakarta. 

Terowongan sepanjang 65,8 meter di Stasiun Tugu ini, sebenarnya sudah ada sejak 1959. Setelah beberapa kali dibuka-tutup, terowongan Stasiun Tugu dibuka kembali dengan sejumlah perbaikan, guna memudahkan pengguna kereta yang datang dan meninggalkan Kota Yogyakarta.

Selain pemasangan eskalator, bagian dalam terowongan Stasiun Tugu yang berada di pusat kota Yogyakarta ini dipercantik dengan ornamen-ornamen apik.

Baca: Kenali gaya hidup alon-alon waton kelakon warga Yogyakarta

Sejumlah foto Stasiun Tugu di masa lalu melengkapi renovasi terowongan stasiun yang menjadi kebanggaan warga Kota Yogayakarta ini. 

Saat renovasi mulai dilakukan pada Maret lalu, Manajer Humas KAI Daop 6 Yogyakarta Franoto Wibowo mengatakan revitalisasi Stasiun Tugu telah dilakukan sejak 2019. 

Pengembangan Stasiun Tugu dilakukan dengan berkoordinasi dengan stakeholder, termasuk Dinas kebudayaan Kota Yogyakarta.

Baca: Slow city, konsep tata kelola kota yang lebih ramah lingkungan

“Kami pasang eskalator (di terowongan Stasiun Tugu) dari peron tengah menuju ke arah selatan, ketika akan naik kereta jarak jauh tidak melewati jalur KA 1,2 dan 3,” katanya dikutip Harian Jogja. 

Sementara, Kepala Bappeda DIY, Beny Suharsono mengatakan bahwa penataan kawasan Stasiun Tugu perlu integrasi dari kawasan sekitarnya.

Menurut Benny, kawasan Stasiun Tugu tidak dapat dipandang hanya area stasiun, tetapi terintegrasi pula dengan sejumlah titik di kota Yogyakarta, seperti Taman Parkir Abu Bakar Ali, area Malioboro, serta kawasan Kotabaru.

Baca: Peran sumbu filosofi dalam penataan Kota Yogyakarta

Benny menegaskan Stasiun Tugu adalah bagian yang tidak terpisahkan dari penataan kawasan Sumbu F tersebut.

Sehingga penataan Stasiun Tugu mesti terintegrasi dengan penataan kawasan tujuan wisata di Yogyakarta tersebut. 

Penataan kawasan Stasiun Tugu yang dilakukan PT KAI juga harus dikoordinasikan agar tidak berbenturan dengan penataan kawasan Sumbu Filosofi yang jadi acuan tata kelola Kota Yogyakarta.

“Konsepnya memang boleh dari PT KAI [terkait penataan Stasiun Tugu], boleh dan tidak masalah. Saling terintegrasi antara penataan Sumbu Filosofi (dengan penataan Stasiun Tugu) supaya lalu tidak benturan,” katanya.

Baca: Separuh dari ribuan bahasa di dunia terancam punah

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *