7cloud.asia – Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan pendidikan vokasi naik daun setelah Putri Ariani meraih golden buzzer di gelaran America’s Got Talent.
Ini karena, penyanyi difabel netra ini merupakan lulusan sekolah menengah musik atau yang sekarang lebih dikenal dengan nama SMK Negeri 2 Kasihan Bantul. Usai keberhasilan Putri, orang pun ramai-ramai menengok SMK yang sebenarnya sudah berdiri sejak 1952 itu.
Tapi sebenarnya, SMK Negeri 2 Kasihan Bantul ini bukan satu-satunya SMK atau pendidikan vokasi di Indonesia yang berhasil mencetak bintang atau siswa berprestasi.
Kita tentu belum lupa dengan lulusan sebuah SMK di Kudus, Jawa Tengah yang berhasil mengikutkan karyanya di gelaran Paris Fashion Week.
Atau SMK Sadar Wisata Ruteng Nusa Tenggara Timur yang sukses menyuplai tenaga wiasata di Kasawan wisata Labuhan Bajo. Ada lagi SMK Negeri 8 Surakarta yang fokus ke pertunjukan/tari ikut pentas di mancanegara.
Baca: Ratusan ribu anak di Papua tidak sekolah, mengurai kompleksnya pendidikan di Papua
Pendidikan vokasi kini makin dilirik, karena di sana para siswa bisa belajar sesuai passion dan bakatnya.
Jadi, tak ada lagi cerita kalau siswa berprestasi adalah siswa yang nilai akademiknya bagus.
Kisah-kisah inspiratif sejumlah SMK atau pendidikan vokasi di tanah air ini dirangkum dalam buku “Mendobrak Mitos: 20 Kisah Inspiratif Pendidikan Vokasi” yang diluncurkan pada Senin (26/6/2023) pekan lalu di Gedung Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, Jakarta.
Mendikbudristek, Nadiem Makarim berkesempatan membacakan salah satu kisah inspiratif pendidikan vokasi atau SMK di buku tersebut bersama Wakil Ketua Umum Bidang Pendidikan dan Kebudayaan, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Heru Dewanto, serta Ketua Tim Strategi dan Perencanaan Pengusaha Peduli Sekolah Vokasi, Agustina Tutik
Nadiem membacakan kisah tentang Dermina, anak Kampung Sakartemin, Distrik Fakfak Tengah yang berjuang menjadi mandiri dengan keahlian di bidang tata busana yang ia pelajari di SMK Yapis Fakfak, Papua Barat.
Baca: Riset mengungkap pendidikan yang berfokus pada siswa tak bisa diterapkan di semua tingkatan
Usai membacakan kisah inspiratif dari pendidikan vokasi di Papua Barat, Nadiem mengungkapkan optimistismenya akan masa depan pendidikan vokasi di SMK di seluruh Tanah Air.
“Saya merasa bangga. Saya juga semakin optimistis akan masa depan pendidikan vokasi sebagai solusi menghadapi berbagai tantangan bangsa hingga mampu memberikan kesejahteraan bagi lulusannya,” ujar Menteri Nadiem.
Ia berharap tulisan di buku ini bisa mengubah persepsi publik terhadap pendidikan vokasi. Sehingga semakin banyak masyarakat Indonesia yang terlibat mendukung transformasi pendidikan vokasi yang dilakukan beberapa waktu terakhir.
Nadiem yakin, hasil liputan para jurnalis Tempo ini akan memberikan makna tersendiri bagi satuan pendidikan vokasi yang diliput.
Buku ini juga akan memacu semangat satuan pendidikan vokasi lainnya untuk terus melakukan transformasi.
Baca: Pendidikan montessori makin diminati
Direktur Tempo Institute, Qaris Tajudin mengatakan pendidikan vokasi seolah “terlahir” kembali sejak tiga tahun terakhir.
“Pendidikan Vokasi terus berproses lewat SMK, dan menjadi lebih baik. Oleh karena itu, jangan heran, mitos bahwa pendidikan vokasi masih dipandang sebelah mata dan menjadi nomor dua, kini mendobrak,” ucap Qaris Tajudin.
Qaris berharap 20 kisah inspiratif pendidikan vokasi ini akan memberikan inspirasi dari kemajuan pendidikan vokasi yang terus berbenah sejalan dengan semangat Revitalisasi Vokasi dari Presiden Jokowi.
Buku Mendobrak Mitos: 20 Kisah Inspiratif Pendidikan Vokasi sejumlah kisah inspiratif yang merupakan praktik baik dari transformasi sejumlah satuan pendidikan vokasi, baik di sekolah menengah kejuruan (SMK) maupun di perguruan tinggi vokasi di berbagai wilayah.
Baca: PKBM, alternatif bagi mereka yang putus sekolah
Dua puluh cerita di dalam buku tersebut mampu menggambarkan berbagai dimensi dalam dunia pendidikan vokasi di Indonesia saat ini.
“Selain memperoleh pemahaman utuh mengenai transformasi pendidikan vokasi yang tengah kita gencarkan melalui gerakan Merdeka Belajar, di dalam buku ini kita juga bisa melihat semangat perjuangan dan nilai-nilai kemanusiaan yang dibawa oleh para pelajar, guru, dan pelaku pendidikan vokasi di berbagai daerah di Indonesia,” ungkap Mendikbudristek.
Lebih lanjut, Mendikbudristek berharap pendidikan vokasi dapat terus melakukan transformasi demi lahirnya sumber daya manusia unggul yang siap bersaing secara global.
Nadiem yakin, masih banyak kisah-kisah inspiratif tentang pendidikan vokasi ataupun tentang sekolah-sekolah penggerak di pelosok Tanah Air. Kisah para guru penggerak ataupun kisah para mahasiswa peserta program Kampus Merdeka yang menarik dan menggugah semangat.
“Cerita tentang keberhasilan-keberhasilan tersebut masih terpencar di berbagai daerah di Indonesia dan belum mendapat kesempatan untuk digaungkan secara luas agar bisa menjadi contoh praktik baik,” pungkas Nadiem.
Baca: Cara Presiden Jokowi dukung sekolah vokasi

Leave a Reply