7cloud.asia – Petani Milenial merupakan program untuk mendorong generasi muda Jawa Barat supaya turut berkegiatan ekonomi pada sektor pertanian.
Petani milenial mendorong peran generasi muda Jawa Barat yang memiliki karakter inovatif, kreatif dan adaptif terhadap teknologi untuk terjun di sektor pangan.
Program Petani Milenial ini merupakan sebuah terobosan untuk menciptakan pertanian yang maju, mandiri dan modern guna mendorong produktivitas pangan.
Hingga saat ini terdapat 5.000 petani milenial aktif di sektor pertanian hortikultura, petani beras, peternakan dan perikanan.
Program Petani Milenial ini turut didukung oleh pendanaan APBD Provinsi Jawa Barat dan kesiapan lahan pertanian yang digarap mencapai 100,52 hektare.
Baca: Perjuangan petani Kaltim ekpor pisang kepok
Berbagai teknologi dan digitalisasi yang telah diimplementasikan lewat program Petani Milenial, di antaranya adalah automatic smart feeder, fish finder, sistem irigasi mikro hingga green house.
Anggota Komisi XI DPR Siti Mufattahah berharap program petani milenial dapat berdampak secara jangka pendek maupun jangka panjang dalam meraih ketahanan pangan di Jawa Barat.
Ia mendorong para Petani Milenial kepada peran generasi muda Jawa Barat yang memiliki inovasi, gagasan, kreativitas dan adaptif terhadap teknologi untuk terjun di sektor pangan.
“Program tersebut dapat menciptakan pertanian maju, mandiri dan modern guna mendorong produktivitas pangan dan meraih ketahanan pangan di Jawa Barat,” ujar Siti Mufattahah usai pertemuan dengan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jabar dan Pemprov Jabar di Bandung, Jawa Barat, Jumat (16/06/2023).
Baca: Dari tembakau, petani Magelang beralih ke ubi Cilembu
Dalam rangka hilirisasi sekaligus mendorong nilai tambah produk pertanian, Bank Indonesia Jawa Barat dan Pemerintah Daerah juga menginisiasi Program Ekosistem Ketahanan Pangan Terintegrasi (Pangsi).
“Melalui ekosistem pangsi ini, kelompok masyarakat seperti pondok pesantren dan kelompok tani pada sisi hulu pada produk pertanian, perikanan budidaya perikanan tangkap, pembenihan dan pembibitan didorong untuk dapat memiliki produk kemasan atau produk olahan turunan yang bernilai tambah,” urai Siti Mufattahah.
Selain itu, guna mendorong efisiensi dan efektivitas proses bisnis sekaligus meningkatkan daya saing diterapkan sistem digitalisasi secara end-to-end mulai dari sisi produksi, pasca produksi, pemasaran, pembayaran dan pembiayaan dengan program tersebut smart farming, smart fishery, packing house, refrigerated logistic dan digital banking services.
Baca: Kontroversi sawit, antara alternatif ketahanan pangan dan ancaman pada lingkungan
Atas inovasi tersebut, melalui program Petani Milenial, TPID Provinsi Jawa Barat berhasil meraih penghargaan TPID Terbaik Provinsi pada gelaran Rakornas Pengendalian Inflasi Daerah 2022.
“Program Petani Milenial tersebut juga memiliki andil dalam pencapaian outcome capaian inflasi Jawa Barat 2021 yang rendah dan stabil sebesar 1,69 persen (yoy),” ujar Siti Mufattahah.
Salah satu cerita sukses ekosistem Pangsi adalah terintegrasinya produk perikanan olahan dari hulu di PP Al-Hikmah Sukabumi yang produksi ikan budidaya dan cabai.
“Hasil penennya kemudian diserap menjadi bahan baku utama olahan ikan oleh PP Al-Umanaa dan Kelompok Tani Tamara Sukabumi,” tutupnya.

Leave a Reply