Hari Spesies Terancam Punah, Kapan dan Mengapa Diperingati?

Written by

in

7cloud.asia – Setiap tahun, pada hari Jumat ketiga di bulan Mei, ribuan orang di seluruh dunia, termasuk Indonesia, berpartisipasi dalam Hari Spesies Terancam Punah. 

Di Hari Spesies Terancam Punah dirayakan dengan mempelajari, dan mengambil tindakan untuk melindungi spesies yang terancam punah. Di Indonesia, peringatan Hari Spesies Terancam Punah antara lain dihelat di Jalan Braga Bandung dengan demo.

Pada Hari Spesies Terancam Punah 2023, suaka margasatwa, taman, sekolah, perpustakaan, museum, kelompok komunitas, organisasi nirlaba, dan individu akan mengadakan program atau acara khusus. 

Orang-orang di seluruh dunia merayakan Hari Spesies Terancam Punah yang tahun ini jatuh pada hari Jumat, 19 Mei. Namun demikian peringatan Hari Spesies Terancam Punah berlangsung sepanjang bulan Mei! 

Sehingga kamu maish bisa ikut berpartisipasi dalam berbagai kegiatan terkait Hari Spesies Terancam Punah ini. 

Baca: Pendidikan yang turut memberi solusi bagi perubahan iklim

Dilansir endangered.org, Hari Spesies Terancam Punah yang kini menjadi perayaan global ini diciptakan dan didirikan oleh David Robinson dan Endangered Species Coalition pada tahun 2006, dan terus berlanjut sejak saat itu.

Bersamaan dengan Hari Spesies Terancam Punah tahunan ke-18, 2023 juga menandai HUT ke-50 Undang-Undang Spesies Terancam Punah (ESA), sebuah undang-undang penting yang melembagakan komitmen nasional kita terhadap konservasi ikan, tumbuhan, dan satwa liar serta tempat-tempat yang mereka sebut rumah.

Hari Spesies Terancam Punah diperingati untuk menahan laju kepunahan di muka bumi. Hal ini karena punahnya satu spesies akan mengganggu keseimbangan alam secara luas.

Hal yang dapat terjadi jika hewan dan tumbuhan punah antara lain adalah berkurangnya keanekaragaman hayati di bumi Hilangnya sumber makanan, terganggunya keseimbangan ekosistem di bumi, berkurangnya pasokan oksigen di bumi, terganggunya siklus biogeokimia di bumi serta memicu kepunahan massal. 

Baca: Polusi picu 7 juta kematian dini setiap tahunnya

Jika kamu bertanya seberapa buruk kondisi spesies terancam punah saat ini, data dari 
International Union for Conservation of Nature (IUCN) Red List bisa memberikan gambaran.

IUCN Red List mencatat, setidaknya 16.900 spesies terancam punah pada 2022. Jumlah tersebut meningkat 2,55% dari tahun sebelumnya yang sebanyak 16.479 spesies.

Melihat trennya dalam satu dekade terakhir, jumlah hewan spesies terancam punah terus menunjukkan peningkatan. Adapun, kenaikan terbesar terjadi pada 2020 yang sebesar 8,76%.
 
Terus meningkatnya jumlah spesies terancam punah tersebut dipicu oleh kerusakan lingkungan karena berbagai kegiatan manusia. 
 
 
Berdasarkan kelompoknya, sebanyak 10.739 spesies yang terancam punah berasal dari kelompok vertebrata. Jumlah tersebut lebih banyak 2,89% dari tahun sebelumnya yang sebanyak 10.437 spesies.
 
Secara rinci, ikan menjadi kelompok vertebrata mencatat spesies terancam punah yang paling banyak pada 2022, yakni mencapai 3.551 spesies.
 
Lalu, ada 2.606 spesies amfibi, 1.842 spesies reptil, 1.400 spesies burung, dan 1.340 spesies mamalia yang juga terancam punah.
 
Sementara, kelompok invertebrata yang terancam punah ada sebanyak 6.161 spesies pada 2022. Angkanya tercatat lebih tinggi 1,97% dari 2021 yang sebanyak 6.042 spesies.
 
 
Dari kelompok invertebrata yang paling banyak terancam punah adalah moluska, yakni mencapai 2.399 spesies.
 
Kemudian, ada 2.345 serangga, 745 krustasea, 253 koral, 251 laba-laba, 9 cacing beludru, 2 kepiting tapal kuda, dan 157 invertebrata lainnya.
 
Ternyata cukup banyak ya jumlah spesies terancam punah yang ada. Kita dapat ikut terlibat dalam aksi mencegah kepunahan antara lain dengan gaya hidup ramah lingkungan. 
 
Esti Utami, dari berbagai sumber
 
Sumber: 
https://dataindonesia.id/varia/detail/sebanyak-16900-spesies-hewan-terancam-punah-pada-2022.
 
https://www.kompas.com/skola/read/2022/08/15/143537269/bagaimana-jika-hewan-dan-tumbuhan-punah?page=all#

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *