7cloud.asia – Program Waste to Energy atau pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) resmi memasuki tahap lelang atau tender untuk proyek tahap pertama.
Sebanyak 24 perusahaan telah terpilih dari proses seleksi terhadap 200 perusahaan dalam dan luar negeri yang ikut mendaftar dalam proyek proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik ini.
Dalam daftar 24 perusahaan peserta tender yang dirilis Danantara, tidak ada satupun perusahaan lokal yang bisa mengikuti tender proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik ini.
Dari 24 perusahaan, mayoritas yakni lebih dari 20 peserta adalah perusahaan asal China. Tercatat hanya ada tiga perusahaan dari Jepang dan satu perusahaan asal Prancis yang lolos seleksi tender.
Atas kondisi ini, pihak Danantara beralasan hal ini karena mereka mencari pemain yang memang sudah berpengalaman.
”Kebetulan, karena memang di Indonesia kan belum ada yang incineration,” ujar Managing Director Investment Danantara, Stefanus Ade Hadiwidjaja dalam media briefing di Jakarta, 3 November lalu seperti dikutip Voice of Indonesia
Baca: Percepatan PSEL bukan solusi tepat untuk atasi krisis sampah
Pihak Danantara memastikan perusahaan yang lolos dipilih dengan mempertimbangkan penyediaan teknologi yang tepat dan terbaik bagi penanganan sampah di Tanah Air.
Nantinya, perusahaan yang menang tender akan menjadi mitra Badan Usaha Pengembang dan Pengelola (BUPP). Adapun BUPP itu berbentuk konsorsium yang melibatkan perusahaan lokal.
Lead of Waste to Energy Danantara Indonesia, Fadli Rahman menjelaskan, pembentukan konsorsium menjadi salah satu strategi utama dalam pengembangan proyek PSEL.
Dalam jumpa pers pada Selasa (17/2/2026), Fadli mengatakan, untuk tahap pertama, Danantara Indonesia memfokuskan pengembangan program ini di empat wilayah, yakni Bali, Bogor, Bekasi, dan Yogyakarta.
Keempat daerah tersebut dipilih karena memiliki volume sampah yang tinggi serta kesiapan infrastruktur pendukung.
Pengolahan sampah menjadi energi listrik ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN) dengan target 100 persen pengelolaan pada 2029 (Perpres No. 109 Tahun 2025), PSEL difokuskan di 10+ wilayah prioritas.
Baca: Hanya 40 persen sampah di Indonesia yang terkelola dengan baik
Berikut daftar perusahaan penyedia teknologi asing dalam Daftar Penyedia Terseleksi (DPT) yang akan mengikuti tender untuk menjadi mitra BUPP:
1. Mitsubishi Heavy Industries Environmental & Chemical Engineering (Jepang)
2. ITOCHU Corporation (Jepang)
3. China Everbright Environment Group Limited (China)
4. Kanadevia Corporation (Jepang)
5. PT MCC Technology Indonesia (MCC) (China)
6. China National Environmental Protection Group Co., Ltd (CECEP) (China)
7. GCL Intelligent Energy (Suzhou) Co., Ltd. (China)
8. Chongqing Sanfeng Environment Group Corp., Ltd (China)
9. Dynagreen Environmental Protection Group Co., Ltd (China)
10. SUS Indonesia Holding Limited (China)
11. Veolia Environmental Services Asia Pte. Ltd (Prancis)
12. Hunan Construction Engineering Group Co., Ltd (China)
13. CEVIA Enviro Inc. (China)
14. China Conch Venture Holding Limited (China)
15. China TianYing Inc (China)
16. PT Jinjiang Environment Indonesia (China)
17. Wangneng Environment Co., Ltd (China)
18. Zhejiang Weiming Environment Protection Co., Ltd (China)
19. Beijing China Sciences Runyu Environmental Technology Co.,Ltd. (CSET) (China)
20. Tianjin TEDA Environmental Protection Co., Ltd (China)
21. Grandblue Environment Co., Ltd (China)
22. Beijing GeoEnviron Engineering & Technology, Inc (China)
23. Wuhan Tianyuan Group Co., Ltd (China)
24. QiaoYin City Management Co., Ltd (China).

Leave a Reply