Berita Terpopuler Pekan Ini: Dari Demonstrans Meninggal di Tahanan hingga Prinsip Slow Living

Written by

in

7cloud.asia – Artikel mengenai kematian demonstran Aksi Agustus 2025 di Rutan Medaeng menjadi berita yang paling banyak dibaca atau berita terpopuler pekan ini di 7cloud.asia.

Artikel ini menjadi berita terpopuler bersama sejumlah artikel tentang gaya hidup ramah lingkungan di tahun 2026.

Artikel mengenai penanganan darurat sampah di Kota Tangerang Selatan juga masuk dalam daftar berita terpopuler pekan ini.

Berikut lima berita terpopuler pekan ini di 7cloud.asia:

1. Demonstran aksi Agustus 2025 meninggal di tahanan
Aliansi Mantan Tahanan dan Narapidana Politik (Tapol/Napol) Indonesia dan Papua menilai kematian Alfarisi bin Rikosen (21), seorang tahanan politik yang meninggal dunia, merupakan indikator serius kegagalan negara.

“Setiap kematian dalam tahanan merupakan indikator serius kegagalan negara dalam memenuhi kewajibannya untuk melindungi hak asasi manusia,” demikian pernyataan tertulis aliansi dalam rilis pers yang diterima 7cloud.asia pada Kamis (01/01/2026).

Alfarisi meninggal dunia sebelum dijatuhi vonis pengadilan yang berkekuatan hukum tetap dan masih berstatus sebagai terdakwa.

Baca berita selengkapnya di sini

2. 10 Prinsip slow living
Beberapa waktu belakangan makin banyak orang yang menerapkan gaya hidup slow living.

Dan, dari mereka yang telah menerapkan gaya hidup slow living mengaku, hidup mereka lebih tenang dan bermakna tanpa kehilangan tujuan.

Seperti telah dituliskan sebelumnya, gaya hidup slow living adalah menjalani hidup dengan lebih perlahan dan menikmati momen-momen dengan lebih sadar dan penuh perhatian.

Seperti namanya, gaya hidup slow living cenderung lebih santai tapi bukan berarti malas-malasan. Gaya hidup Slow living lebih menekankan pada kualitas hidup, keseimbangan, dan menghindari kesibukan yang berlebihan.

Baca berita selengkapnya di sini

3. Teror dan intimidasi terhadap kelompok kritis
Di penghujung tahun 2025 sebelum menyambut tahun baru, warga disuguhi kondisi tidak menyenangkan, yakni teror dan intimidasi terhadap warga negara yang kritis terhadap penanganan banjir Sumatera.

Serangan teror dan intimidasi diterima warga yang kritis dan pemengaruh di media sosial, antara lain Iqbal Damanik (Aktivis Greenpeace), Ramond Dony Adam (DJ Donny), Sherly Annavita, Virdian Aurellio, dan @pitengz_oposipit

Koalisi Sipil yang beranggotakan 91 lembaga dan kolektif serta 51 individu menilai, teror ini menjadi penanda yang sah untuk menyebut bahwa wajah anti demokrasi dan otoritarian benar-benar terjadi dan dipraktikkan secara telanjang.

Baca berita selengkapnya di sini

4. Resolusi tahun baru yang lebih ramah lingkungan
Sepanjang tahun 2025, kita sudah menyaksikan berbagai bencana yang dipicu perubahan iklim, maka tak ada salahnya jika awal tahun 2026 menjadi momen untuk mengubah kebiasaan menjadi lebih ramah lingkungan dan berdampak positif bagi lingkungan.

Setiap tindakan kecil, mulai dari naik kendaraan umum, membawa tumbler, memperbanyak menanam pohon, lebih bijak mengonsumsi hingga aktif dalam aksi lingkungan akan berkontribusi signifikan terhadap masa depan planet Bumi yang lebih hijau.

Dengan fokus pada keberlanjutan, kita dapat memastikan lingkungan yang lebih sehat untuk generasi mendatang.

Baca berita selengkapnya di sini

5. Penanganan darurat sampah di Tangerang Selatan
Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) meminta pengelola kawasan di Tangerang Selatan (Tangsel) agar mengelola sendiri sampahnya guna mengurangi beban sampah yang harus dikelola pemerintah daerah.

Direktur Pengurangan Sampah dan Pengembangan Ekonomi Sirkular KLH/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) Agus Rusly mengatakan hal ini sesuai Undang-undang Pengelolaan Sampah

“Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah menyatakan bahwa setiap pengelola kawasan dilarang keras lepas tangan dan menyerahkan beban sampah sepenuhnya kepada pemda,” kata dalam pernyataan tertulisnya, Jumat (2/1/2026).

Baca berita selengkapnya di sini

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *