7cloud.asia – Pengamat ekonomi dari Universitas Indonesia, Dipo Satria Ramli mengingatkan risiko crowding out akibat dominasi belanja pemerintah.
Crowding out adalah kondisi di mana peningkatan belanja atau pinjaman pemerintah mengurangi investasi dan konsumsi sektor swasta. Penurunan ruang fiskal ini menurut Dipo berpeluang menghambat industrialisasi.
Ia mencontohkan rencana Danantara mendanai proyek peternakan Rp30 triliun untuk program MBG dan lainnya.
“Ini membuat usaha peternakan swasta berpotensi tergusur karena kalah dengan proyek yang didanai pemerintah,” kata Dipo saat berbicara di Youth Economics Summit (YES) 2025, digelar oleh Suara.com dan CORE Indonesia, akhir pekan lalu.
Menurutnya, pemerintah seharusnya fokus pada hal-hal yang tidak bisa dilakukan swasta: menciptakan iklim investasi yang baik.
Dalam kesempatan yang sama, peneliti CORE Azhar Syahida menyoroti dari sisi industrialisasi. Dia menekankan pentingnya pertumbuhan inklusif yang tak hanya bertumpu pada industri besar.
Sementara Jeany Hartriani menegaskan bahwa transisi energi dan ekonomi sirkular akan menjadi lanskap utama pasar kerja masa depan.
Dalam keynote speech, Asisten Khusus Presiden Dirgayuza Setiawan menjelaskan sejumlah program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo yang berfokus pada pengurangan kemiskinan dan peningkatan kualitas SDM.
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) disebut telah meningkatkan kualitas pendidikan melalui perbaikan gizi.
“Kita harus menghadirkan kesetaraan, bukan sekadar kesamaan,” ujarnya.
Perbaikan gizi menjadi fondasi penting untuk mengurangi kemiskinan jangka panjang. Selain MBG, program Sekolah Rakyat memperluas akses pendidikan bagi generasi muda.
Pemerintah juga mengandalkan Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) untuk memastikan bantuan sosial tepat sasaran.
“Tahun 2026, kita akan menyalurkan lebih dari 1,377 juta bantuan. DTSEN memastikan bantuan diberikan kepada yang berhak,” katanya.
Ia menambahkan pemerintah berfokus pada pembukaan lapangan kerja baru untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Forum Young Economic Summit yang mengusung tema “The New Economy Generation: Sustain, Scale, Succeed” ini memperkuat partisipasi generasi muda dalam ekonomi berkelanjutan dan membuka ruang dialog lintas sektor.
YES 2025 juga meluncurkan dokumen “Suara-suara Generasi Muda untuk Bangsa” dan memberikan apresiasi kepada peserta Youth Voice Challenge yang mengangkat isu keberlanjutan melalui konten kreatif.

Leave a Reply