7cloud.asia – Dana Keanekaragaman Hayati Kunming (Kunming Biodiversity Fund/KBF) telah mengumumkan dukungan terhadap 22 proyek sebagai proyek skala penuh pertama inisiatif tersebut.
Proyek-proyek Dana Keanekaragaman Hayati Kunming ini akan mendukung 34 negara di seluruh kawasan dan ekosistem yang beragam untuk mencapai komitmen keanekaragaman hayati global.
Sejak diluncurkan pada Mei 2024, Dana Keanekaragaman Hayati Kunming telah berkembang pesat sebagai dana yang lengkap.
Dana Keanekaragaman Hayati Kunming bertujuan untuk mendukung negara-negara dalam mempercepat implementasi Kerangka Kerja Keanekaragaman Hayati Global Kunming-Montreal (KMGBF) dalam upaya konservasi dunia.
Dana ini memprioritaskan penerapan pendekatan yang melibatkan seluruh masyarakat untuk mengatasi hilangnya alam dan keanekaragaman hayati,
Juga mendorong peningkatan kebijakan keanekaragaman hayati di semua tingkat nasional dan subnasional, memperkuat kapasitas dan kerja sama, serta memobilisasi sumber daya tambahan.
Baca: Daftar hewan purba yang sudah punah
Menteri Ekologi dan Lingkungan Hidup Republik Rakyat China, Huang Runqiu mengatakan, Beijing secara konsisten memajukan agenda konservasi keanekaragaman hayati global dengan tekad terkuat dan pendekatan paling proaktif.
Dana Keanekaragaman Hayati Kunming, imbuhnya, harus mematuhi prinsip-prinsip operasional internasional dan multilateralisme, menjunjung tinggi keadilan, keterbukaan, dan transparansi.
Dana Keanekaragaman Hayati Kunming, memperkuat pengawasan dan manajemen pelaksanaan proyek, serta terus memantau kemajuan dan mengevaluasi efektivitas proyek yang telah disetujui,” ujarnya seperti dikutip di laman resmi UNEP.
Menurut Platform Sains-Kebijakan Antarpemerintah tentang Keanekaragaman Hayati dan Jasa Ekosistem (IPBES), satu juta spesies terancam punah, sebagian besar disebabkan oleh aktivitas manusia.
Ekosistem di darat dan di laut telah menurun drastis dengan tiga perempat lingkungan darat dan dua pertiga lingkungan laut berubah secara signifikan.
Hilangnya keanekaragaman hayati yang semakin cepat ini mengancam fondasi ekonomi, mata pencaharian, ketahanan pangan, dan kesehatan. KMGBF menyediakan peta jalan untuk menghentikan dan membalikkan penurunan ini.
Baca: Dana konservasi hutan global banyak yang salah sasaran
Direktur Eksekutif UNEP, Inger Andersen mengatakan, secara global, keanekaragaman hayati menghilang dengan kecepatan yang mengkhawatirkan. Karena alasan ini, Dana Keanekaragaman Hayati Kunming menyetujui proyek-proyek dan menyalurkan pembiayaan ke negara-negara berkembang yang paling membutuhkannya.
Sebanyak 22 proyek yang baru disetujui, yang akan menguntungkan setidaknya 34 negara, akan mempercepat upaya untuk menghentikan dan memulihkan hilangnya alam sejalan dengan tujuan global.
“Ini merupakan awal yang baik, tetapi dengan masih banyak yang harus dilakukan, kami mengundang mitra lain untuk bergabung dengan kami dan membantu memobilisasi pendanaan tambahan,” kata Inger Andersen.
Sekretaris Eksekutif Konvensi Keanekaragaman Hayati, Astrid Schomaker mengatakan, dukungan terhadap proyek-proyek skala penuh pertama ini merupakan langkah signifikan dalam implementasi Kerangka Kerja Keanekaragaman Hayati Global Kunming-Montreal.
Melalui Dana Keanekaragaman Hayati Kunming, ujarnya, negara-negara akan lebih siap untuk menyelaraskan strategi nasional mereka dan memperkuat implementasi untuk mewujudkan komitmen menjadi tindakan.
“Investasi dan dukungan yang berkelanjutan akan sangat penting untuk mempertahankan momentum dan mengatasi hilangnya keanekaragaman hayati,” pungkas Astrid Schomaker.
Baca: Masyarakat dunia diingatkan untuk mempercepat upaya konservasi

Leave a Reply