7cloud.asia – Hari Museum Nasional yang diperingati setiap tanggal 12 Oktober, menyimpan tujuan yang mulia.
Hari Museum Nasional ditetapkan pada tahun 2015 di Musyawarah Museum se-Indonesia di Malang sedangkan tanggal 12 Oktober dipilih berdasarkan tanggal Musyawarah Museum se-Indonesia yang pertama di Yogyakarta, 12 Oktober 1962.
Pada awalnya, beberapa tokoh sejarawan dan budaya Indonesia berkumpul untuk membahas penentuan Hari Museum Nasional di Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman di Jakarta pada Mei 2015.
Beberapa tokoh yang hadir adalah arkeolog Agus Aris Munandar, penulis Djulianto Susantio, dan budayawan Nunus Supardi dengan masing-masing tokoh tersebut mengusulkan tanggal yang berbeda-beda.
Aris Munandar mengusulkan tanggal 9 Maret, yaitu tanggal pendirian Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen. Djulianto mengusulkan tanggal 5 Maret, yang merupakan tanggal lahir Mohammad Amir Sutaarga. Nunus mengusulkan tanggal 12 Oktober.
Baca: Museum di Jakarta yang dapat dikunjungi
Pemungutan suara melibatkan peserta lainnya di dalam pertemuan, yang kemudian menghasilkan tanggal 12 Oktober sebagai tanggal peringatan yang terpilih.
Hari Museum Nasional ditetapkan untuk mengajak masyarakat tertarik mengunjungi museum. Berkunjung ke museum bisa menjadi cara menarik untuk menikmati akhir pekan sekaligus menelusuri jejak sejarah bangsa.
Tak hanya menyimpan koleksi artefak berharga, museum kini tampil lebih modern dan interaktif, menawarkan pengalaman edukatif yang menyenangkan bagi semua kalangan.
Berkunjung ke museum bermanfaat untuk menambah wawasan dan pengetahuan sejarah dan budaya, melestarikan warisan bangsa, menginspirasi kreativitas, serta meningkatkan pemikiran kritis dan keterampilan sosial, terutama bagi anak-anak.
Selain itu, museum juga dapat memberikan efek positif pada kesehatan mental dan memperkuat rasa ingin tahu.
Baca: Belajar budaya Betawi Pesisir di museum Rumah si Pitung
Manfaat utama berkunjung ke museum:
1. Menambah wawasan dan pengetahuan
Museum adalah sumber belajar yang kaya akan sejarah, budaya, seni, dan ilmu pengetahuan. Mengamati langsung koleksi museum dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam dibandingkan hanya membaca buku.
2. Melestarikan budaya
Dengan mengunjungi museum, Anda secara tidak langsung mendukung pelestarian warisan budaya dan sejarah bangsa. Anda juga bisa lebih mengenal budaya lokal maupun mancanegara lebih dekat.
3. Sumber inspirasi
Pameran seni, teknologi, atau sejarah dapat memicu ide-ide baru dan memberikan perspektif yang berbeda. Ini sangat bermanfaat bagi Anda yang sedang mencari inspirasi atau ingin menyegarkan pikiran.
Baca: Kenali lima museum batik yangvada di Indonesia
4. Mengembangkan pemikiran kritis
Museum mendorong pengunjung untuk bertanya, menganalisis, dan memahami konteks suatu objek atau peristiwa di masa lalu, yang pada gilirannya dapat mempertajam pemikiran kritis.
5. Meningkatkan keterampilan sosial dan emosional
Terutama bagi anak-anak, interaksi di museum dapat membantu perkembangan sosial, emosional, dan kognitif mereka.
Museum juga bisa menjadi sarana untuk mengurangi rasa kesepian dan membangun koneksi dengan orang lain.
6. Menjaga kesehatan mental
Mengunjungi museum seni dapat mengurangi stres, memberikan efek relaksasi, dan meningkatkan suasana hati. Hal ini karena paparan seni dapat memberikan ketenangan dan memicu perasaan positif.

Leave a Reply