Harga Pangan dan Biaya Kuliah Memicu Inflasi di September 2025

Written by

in

7cloud.asia

Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan Indeks Harga Konsumen (IHK) September 2025 tercatat sebesar 108,74. Sedangkan inflasi secara bulanan (month to month) 0,21 persen dan secara tahunan (year on year) terjadi 2,65 persen.

Deputi Bidang Statistik Produksi M. Habibullah mengatakan inflasi tahun kalender 2025 (year to date/ytd) tercatat sebesar 1,82 persen

Kenaikan inflasi di bulan September 2025 terutama dipicu oelh harga pangan seperti daging ayam dan cabai merah.

“Inflasi September 2025 (mtm) utamanya didorong oleh inflasi komponen inti. Komponen inti mengalami inflasi sebesar 0,18 persen dengan andil 0,11 persen,” terang Habibullah dalam konferensi pers di kantor pusat BPS, Jakarta, Rabu (1/10/2025).

Komoditas penyumbang inflasi inti yaitu emas perhiasan dan biaya kuliah. Menurut Habibullah, inflasi September ini adalah inflasi tertinggi kedua pada 2025. Inflasi tertinggi sebelumnya terjadi pada April 2025.

Inflasi provinsi y-on-y tertinggi terjadi di Provinsi Sumatera Utara sebesar 5,32 persen dengan IHK sebesar 111,11 dan terendah terjadi di Provinsi Papua sebesar 0,99 persen dengan IHK sebesar 104,94.

Sedangkan deflasi provinsi y-on-y terjadi di Provinsi Maluku Utara sebesar 0,17 persen dengan IHK sebesar 108,48.

Sementara inflasi kabupaten/kota y-on-y tertinggi terjadi di Kabupaten Deli Serdang sebesar 6,81 persen dengan IHK sebesar 111,99 dan terendah terjadi di Kota Ternate sebesar 0,06 persen dengan IHK sebesar 108,70.

Sedangkan deflasi kabupaten/kota y-on-y terjadi di Kabupaten Halmahera Tengah sebesar 1,21 persen dengan IHK sebesar 107,51.

Perkiraan konsensus ini lebih tinggi dibanding kondisi Agustus yang mengalami deflasi 0,08 persen, sementara secara tahunan inflasi diproyeksi mencapai 2,51 persen (yoy) dengan inflasi inti stagnan di 2,17 persen.

Data inflasi yang terkendali dan tetap berada dalam target Bank Indonesia dipandang positif karena memberi ruang bagi bank sentral menjaga kebijakan moneter yang akomodatif tanpa menekan stabilitas Rupiah.

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *