Beda dengan Indonesia, Filipina Perpanjang Larangan Impor Beras

Written by

in

7cloud.asia – Pemerintah Filipina di bawah kepemimpinan Presiden Ferdinand Romualdez Marcos berencana memperketat kebijakan impor beras negara tersebut.

Dalam pernyataan yang dirilis pada Rabu (24/9/2025), Kementerian Pertanian Filipina menyatakan impor beras yang saat ini sedang berlangsung akan diperpanjang hingga dua bulan ke depan.

Pernyataan itu juga menyebutkan, pemerintah akan menaikkan tarif impor beras asing ke Filipina

Menteri Pertanian Filipina Francisco Tiu Laurel mengatakan, Marcos telah menginstruksikan kementerian itu untuk menyiapkan perintah yang diperlukan guna memperpanjang penangguhan impor beras.

Baca: Indonesia tercatat sebagai pengimpor beras terbesar di dunia

“Durasi pembekuan impor dan kemungkinan kenaikan pajak atas beras impor akan ditentukan setelah kami memiliki data yang lebih akurat tentang pasokan dan harga gabah di tingkat petani,” kata Tiu Laurel usai bertemu dengan Marcos.

Pada 6 Agustus 2025, Presiden Filipina Ferdinand R. Marcos Jr. mengumumkan penangguhan impor beras selama 60 hari, mulai 1 September 2025 dan dijadwalkan berakhir pada 2 November.

Kebijakan ini awalnya diberlakukan untuk membantu petani pulih dari penurunan harga gabah yang dipicu oleh lonjakan beras impor yang lebih murah.

Filipina merupakan salah satu pengimpor beras terbesar di dunia, mengambil langkah-langkah untuk sementara membatasi impor beras dari Vietnam di tengah panen besar di dalam negeri.

Baca: Perubahan iklim mengancam produksi pangan global

Dilansir FDA, produksi beras domestik Filipina pada paruh pertama tahun 2025 meningkat lebih dari 6 persen dibandingkan tahun lalu.

Namun, pertumbuhan ini diperkirakan tidak sepenuhnya dapat mengimbangi permintaan yang diantisipasi selama larangan impor beras.

Dalam dua tahun terakhir (2023 hingga 2024), impor beras Filipina dalam periode pertengahan September hingga pertengahan November rata-rata mencapai lebih dari 750.000 metrik ton (MT).

Pewarta: Antaranews.com/Xinhua

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *