Fasilitas Pelican Crossing di Stasiun Cikini Mudahkan Pengguna Transportasi Publik

Written by

in

7cloud.asia – Fasilitas pelican crossing di sisi timur Stasiun Cikini, Jakarta Pusat yang resmi dioperasikan pada Senin (15/9/2025) mendapat apresiasi dari pengguna commuter line.

Salah seorang commuter line, adalah Zultri (63) yang menilai fasilitas pelican crossing di Stasiun Cikini ini sangat bermanfaat dan memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk mengakses pintu masuk Stasiun Cikini

Warga Cikoko, Pancoran, Jakarta Selatan yang kerap menggunakan kereta commuter line melalui Stasiun Cikini ini sebelumnya mengaku kesulitan mengakses pintu masuk stasiun karena terlalu jauh.

“Dulu kalau naik KRL, muternya jauh banget. Jadi saya ngikutin orang pada lompat pagar stasiun. Saya pernah lompat pagar karena terlalu jauh muternya, karena saya juga sudah tua dan nggak kuat napas. Sekarang Alhamdulillah ada pelican crossing,” ujar Zultri.

Meski demikian, ia berharap terdapat petugas yang ditempatkan di sekitar area penyeberangan untuk mengatur lalu lintas.

Baca: PT KAI aktifkan pelican crossing di Stasiun Cikini

Sebab, menurutnya, masih banyak kendaraan yang menerobos rambu lalu lintas dan tak memperhatikan keselamatan para penyeberang jalan.

“Dengan adanya ini senang tapi perlu tambahan petugas untuk mengatur lalu lintas agar kendaraan umum tidak menerabas lalu lintas. Harus ada yang jaga di sisi kanan kiri satu-satu biar masyarakat aman untuk menyeberang,” tandas Zultri.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung saat meninjau ke lokasi menyebutkan, pelican cross ini merupakan respons cepat Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terhadap masukan dan keluhan publik mengenai kemudahan akses untuk memasuki Stasiun Cikini.

“Jadi, ini menjadi masukan, saran dari publik. Karena memang ketika melihat begitu problemnya simpel tapi tidak segera diselesaikan, saya berkoordinasi dengan Kepala Dinas Perhubungan dan juga dengan Asisten Pembangunan untuk ini segera diselesaikan,” ujar Pramono Senin (15/9/2025).

Pramono pun menekankan pentingnya menjaga area pelican crossing tersebut agar tidak menjadi penyebab kemacetan.

Baca: Pemprov DKI Jakarta perbanyak jalur penyeberangan pejalan kaki

Ia meminta agar ojek online, taksi, atau kendaraan lainnya tidak menurukan maupun menaikkan penumpang di sekitar area penyeberangan.

“Saya tadi meminta enggak boleh ada yang parkir di sini apakah itu ojol, taksi, atau apapun. Kalau itu diizinkan pasti di sini akan menjadi tambah macet dan crowded,” kata dia.

Agar tidak menyebabkan kemacetan, nantinya akan ada petugas yang mengawasi area tersebut. Pemprov DKI, kata dia, akan berkoordinasi dengan PT KAI untuk bersama-sama menyelesaikan kendala jika ditemukan ke depannya.

“Saya berharap mudah-mudahan dari yang kecil ini bisa bermanfaat, berguna bagi masyarakat,” katanya.

Terkait rencana pembangunan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO), Pramono menyampaikan bahwa Pemprov DKI masih akan melakukan evaluasi. Namun, ia menekankan komitmen Pemprov DKI Jakarta untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat agar bisa memanfaatkan fasilitas publik dengan baik.

“Pemerintah Jakarta berkomitmen untuk memberikan kemudahan bagi semua warga memanfaatkan fasilitas publik,” ucap dia.

Baca: Membangun Jakarta menjadi kota yang lebih memanusiakan

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *