Pemerintah Diingatkan Pentingnya Efisiensi Anggaran dalam Kondisi Krisis

Written by

in

7cloud.asia – Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla mengingatkan pemerintah akan pentingnya efisiensi anggaran negara di tengah ancaman krisis ekonomi yang berat seperti saat ini.

Menjadi pembicara utama webinar bertajuk “Kebijakan Ekonomi dan Manajemen Krisis” Selasa (9/6/2026) di Kampus Universitas Paramadina Cipayung, Jusuf Kalla mengingatkan pemerintah perlu segera mengevaluasi berbagai pengeluaran yang tidak memberikan dampak produktif secara langsung terhadap pertumbuhan ekonomi.

“Pengeluaran yang tidak produktif harus dikurangi. Jangan terlalu lama. Langsung saja ambil keputusan mengenai beban mana yang harus dipotong dan dikurangi agar fiskal negara menjadi lebih sehat,” tegasnya.

Jusuf Kalla juga mengingatkan bahwa Indonesia akan menghadapi sejumlah tantangan besar dalam beberapa bulan ke depan. Salah satunya adalah ancaman El Nino yang berpotensi menurunkan produksi pangan nasional.

“Kalau El Nino berlangsung selama tujuh bulan, produksi padi bisa menurun. Kita harus mengimpor pangan dan tentu membutuhkan dana yang besar. Ini harus diantisipasi sejak sekarang,” ujarnya.

Baca: Pembayaran Utang dan Bunga Utang Sentuh Rp1.433 Triliun pada 2026

Selain itu, ia menyoroti potensi krisis kelistrikan akibat minimnya pembangunan infrastruktur energi dalam beberapa tahun terakhir

Selain juga meningkatnya beban subsidi yang dapat semakin membebani keuangan negara apabila tidak diimbangi dengan kebijakan yang tepat.

Menutup pemaparannya, Jusuf Kalla menjelaskan bahwa kondisi ekonomi nasional saat ini dipengaruhi oleh tiga faktor utama.

Pertama, dampak konflik global seperti perang di Timur Tengah dan konflik Rusia-Ukraina yang memicu krisis energi dunia.

Kedua, tingginya beban utang negara yang menyebabkan kewajiban pembayaran bunga terus meningkat.

Baca: Peringatan Tiga Lembaga Rating Jadi Tekanan Agar APBN Dikelola dengan Sangat Hati-hati

Ketiga, pentingnya manajemen krisis yang efektif melalui pengendalian defisit anggaran dan pengurangan pengeluaran yang tidak produktif.

“Manajemen krisis harus dilakukan dengan mengurangi utang melalui pengendalian defisit APBN. Semua pengeluaran yang tidak produktif perlu dikurangi atau dihapus agar ekonomi dapat lebih sehat dan berkelanjutan,” pungkasnya.

Kalla juga mengingatkan gejolak ekonomi yang tidak tertangani dengan baik sering kali berkembang menjadi krisis politik yang berdampak besar terhadap stabilitas nasional.

Kondisi inilah yang terjadi di saat tumbang Bung Karno di masa Orde Lama dan Pak Harto di era Orde Baru

Baca: Risiko Jangka Panjang di Balik Wacana Defisit di Atas 3 Persen

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *