7cloud.asia – Artikel mengenai usulan penerapan pajak tinggi untuk rumah tapak menjadi berita yang paling banyak dibaca atau berita terpopuler pekan ini di 7cloud.asia.
Artikel ini menjadi berita terpopuler bersama sejumlah artikel mengenai gelaran Indonesia Fashion Parade 2025 yang dihelat akhir pekan lalu.
Selain itu artikel mengenai film Believe yang diadaptasi dari biografi Panglima TNI, Agus Subiyanto juga masuk dalam daftar berita terpopuler pekan ini.
Berikut lima berita terpopuler pekan ini di 7cloud.asia:
1. Pajak tinggi pada rumah tapak bisa picu krisis hunian
Anggota Komisi V DPR, Irine Yusiana Roba Putri, menolak tegas usulan Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Fahri Hamzah soal penerapan pajak tinggi untuk rumah tapak di kawasan perkotaan.
Menurut Irine, kebijakan tersebut berpotensi membebani masyarakat serta melemahkan industri properti nasional yang tengah berusaha bangkit pasca-pandemi.
Pajak tinggi, ujarnya, justru akan menciptakan biaya tinggi bagi pembeli. Akhirnya, penjualan rumah tapak anjlok.
Baca berita selengkapnya di sini.
2. Film Believe
Diadaptasi dari buku biografi Panglima TNI, Agus Subiyanto: Believe: Faith, Dream, and Courage, film ini mengangkat kisah Operasi Seroja pada empat periode yang berbeda yakni 1975, 1980, 1995 dan 1999.
Disutradarai oleh Rahabi Mandra dan Arwin Tri Wardhana, serta diproduksi oleh Bahagia Tanpa Drama, Believe disebut sebagai gebrakan baru film perang dalam perfilman Indonesia, dengan mengangkat kisah nyata.
Celerina Judisari selaku produser mengatakan, Believe sebagai produk sinematografi akan menghadirkan adegan pertempuran yang dibuat serealistis mungkin.
Baca berita selengkapnya di sini.
3. Komunitas Perempuan Berkebaya tampil di Indonesia Fashion Parade
Komunitas Perempuan Berkebaya turut tampil di atas catwalk saat pembukaan Indonesia Fashion Parade 2025, Sabtu (28/6/2025).
Sepuluh anggota Komunitas Perempuan Berkebaya tampil dengan mengenakan beragam gaya kebaya yang dipadu dengan aneka wastra Nusantara.
Ketua Komunitas Perempuan Berkebaya, Lia Nathalia menjelaskan ragam kebaya dan wastra yang dikenakan oleh anggotanya. Kebaya yang dikenakan seperti kebaya kutubaru, kebaya bali, kebaya Jawa, kebaya Labuh (Melayu) dan kebaya Basiba (Sumatra Barat).
Baca berita selengkapnya di sini.
4. Risiko jika pemimpin juga kreator konten
Keterkaitan erat antara media sosial dan populisme merupakan bentuk elective affinity (keterikatan). Sebab media sosial menyediakan ruang ideal bagi narasi populis untuk menargetkan masyarakat umum (yang secara aktif menentang institusi liberal karena dianggap elitis).
Namun, sejumlah studi menunjukkan bahwa, tiga pola penggunaan media sosial oleh pemimpin populis bisa berdampak buruk bagi proses pembuatan kebijakan dan demokrasi.
Pola tersebut antara lain penyebaran narasi kebijakan secara berlebihan, pola komunikasi satu arah, dan melahirkan kebijakan yang tidak substantif.
Baca berita selengkapnya di sini.
5. Potensi cuaca ekstrem saat libur sekolah
BMKG mengimbau masyarakat waspada potensi cuaca ekstrem yang masih dapat terjadi di sejumlah daerah tujuan wisata selama liburan panjang sekolah.
Hal ini dipengaruhi oleh kondisi atmosfer yang masih labil. Bahkan sejumlah daerah juga masih mengalami hujan lebat disertai angin kencang dan petir.
Kepala BMKG Dwikorita Karnawati menjelaskan musim kemarau tahun ini belum merata karena angin Monsun Australia, yang menjadi pendorong utama kemarau, masih relatif lemah.
Baca berita selengkapnya di sini.

Leave a Reply