Tag: bmkg

  • Peringatan Dini BMKG, Waspada Cuaca Ekstrem Beberapa Pekan ke Depan

    Peringatan Dini BMKG, Waspada Cuaca Ekstrem Beberapa Pekan ke Depan

    7cloud.asia – Cuaca ekstrem berupa hujan sedang hingga lebat disertai kilat atau petir dan angin kencang berpotensi terjadi hampir di seluruh wilayah selama beberapa pekan kedepan. Karena itu, masyarakat diimbau waspada.

    Deputi Bidang Meteorologi pada Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Guswanto menjelaskan saat ini terdapat bibit siklon tropis 96S di Samudra Hindia sebelah barat daya Bengkulu dan Bibit Siklon Tropis 99B yang terpantau di Samudra Hindia sebelah barat Aceh.

    Kedua bibit siklon tropis tersebut memberikan dampak langsung maupun tidak langsung terhadap cuaca dan perairan di wilayah Indonesia bagian barat.

    Baca: Cuaca ekstrem dan bencana hidrometeorologi mengintai di musim hujan

    Selain itu ada beberapa fenomena lainnya yang sedang aktif yaitu MJO, Gelombang Rossby dan Kelvin.

    “Sehingga dalam beberapa pekan ke depan masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan dan antisipasi dini terhadap potensi cuaca ekstrem seperti hujan lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang,” jelas Guswanto.

    Selanjutnya Guswanto menerangkan hingga pertengahan November 2024 (Dasarian I-II), indeks ENSO (gangguan iklim dari Samudra Pasifik) menunjukkan kecenderungan La Nina lemah.

    Sementara indeks Indian Ocean Dipole (IOD) (gangguan iklim dari Samudra Hindia) menunjukkan nilai IOD negatif menuju netral.

    Baca: BMKG ingatkan cuaca ekstrem saat libur Nataru

    Sedangkan dinamika perairan Indonesia secara umum, lanjut dia, menunjukkan kondisi suhu muka laut yang lebih hangat daripada normalnya.

    Berdasarkan pada keseluruhan hasil monitoring tersebut, BMKG menyimpulkan terdapat potensi gangguan iklim basah untuk wilayah Indonesia secara umum hingga awal 2025.

    Secara umum Puncak Musim Hujan 2024/2025 diprediksi terjadi pada Bulan November 2024 hingga Februari 2025.

    Sedangkan wilayah yang diprakirakan mengalami puncak musim hujan pada November – Desember 2024 antara lain sebagian Sumatera, pesisir selatan Pulau Jawa, dan Kalimantan.

    Baca: Tips dari BMKG menghindari petir

    Kemudian wilayah yang diprakirakan mengalami puncak musim hujan pada periode Bulan Januari – Februari 2025 yaitu wilayah Lampung, Jawa bagian utara, sebagian kecil dari Sulawesi, Bali, NTB, NTT, dan sebagian besar Papua.

    “Hujan sedang hingga lebat diprediksi terjadi di hampir seluruh wilayah Indonesia. Untuk itu, kepada pemerintah daerah diharapkan meningkatkan kesiap-siagaan dengan mengecek kembali sarana dan prasarana kebencanaan yang dimiliki serta melakukan langkah antisipasi yang lebih komprehensif agar potensi bahaya bencana bisa diminimalkan,” jelasnya.

     

     

     

  • Cuaca Hari Ini: Termasuk Jakarta, Mayoritas Kota Berpotensi Hujan Disertai Petir

    Cuaca Hari Ini: Termasuk Jakarta, Mayoritas Kota Berpotensi Hujan Disertai Petir

    7cloud.asia – Hujan disertai petir berpotensi melanda sebagian besar kota di Indonesia, termasuk Kota Jakarta pada Senin (02/12/2024).  

    Dalam laman resminya, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebut hujan disertai petir berpotensi melanda wilayah Jakarta Selatan dan Jakarta Barat pada siang hingga sore hari. Wilayah lainnya diperkirakan berawan dari pagi hingga malam hari.

    Hujan disertai petir juga berpotensi melanda Kota Tanjung Pinang, Jambi, Palembang, Pangkal Pinang, Bandung, Semarang, Surabaya, Denpasar, Mataram, Tanjung Selor, Samarinda, Palangkaraya, Mamuju, Palu, Manado dan Merauke.

    Selain hujan petir, BMKG memperkirakan hujan dengan intensitas sedang berpotensi mengguyur Kota Medan, Yogyakarta, Kupang, Nabire dan Jayawijaya.

    Selanjutnya hujan dengan intensitas ringan berpeluang terjadi di Kota Banda Aceh, Pekanbaru, Bengkulu, Lampung, Pontianak, Banjarmasin, Makassar, Kendari, Ternate, Sorong dan Ambon.    

    Suhu udara rata-rata berkisar antara 16 hingga 34 derajat celsius dengan tingkat kelembaban udara antara 57 hingga 99 persen.

    Suhu terendah diprediksi akan dirasakan masyarakat yang berada di Kota Jayawijaya dan suhu tertinggi diprediksi terjadi di Kota Mataram.

     

  • BMKG Keluarkan Peringatan Dini, Waspada Cuaca Ekstrem Hingga 8 Desember

    BMKG Keluarkan Peringatan Dini, Waspada Cuaca Ekstrem Hingga 8 Desember

    7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini untuk mewaspadai bencana hidrometeorologi sebagai dampak cuaca ekstrem yang berpotensi melanda sejumlah wilayah hingga 8 Desember mendatang.

    Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati menjelaskan cuaca ekstrem tersebut dipicu oleh adanya bibit siklon tropis 91S di Samudra Hindia, sebelah barat daya Banten.

    Akibatnya hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang berpotensi melanda wilayah Lampung, Banten, Jawa Barat, Jabodetabek, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, dan Maluku.

    Baca: Cuaca ekstrem dan bencana hidrometeorologi mengintai di musim hujan

    “Kami mengimbau seluruh masyarakat untuk tetap waspada dan berhati-hati terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat terjadi, seperti puting beliung, hujan lebat disertai kilat/petir, hujan es, serta dampak yang mungkin ditimbulkan, seperti banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan air, angin kencang, pohon tumbang, dan jalan licin akibat keberadaan bibit siklon ini,” jelas Dwikorita dalam konferensi pers secara daring pada Kamis (5/12/2024) malam.

    BMKG juga mengelompokkan daerah yang masuk dalam kategori WASPADA meliputi sebagian wilayah Bengkulu, Lampung, Banten, Jabodetabek.

    Wilayah Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur juga termasuk dalam kategori WASPADA. Sementara itu, wilayah dengan kategori SIAGA adalah Jawa Barat.

    Baca: La Nina hingga april 2025 berpotensi picu bencana hidrometeorologi

    Selain itu, bibit siklon tropis ini tersebut berdampak di perairan selatan Selat Sunda berupa angin kencang yang mencapai kisaran 15-25 knot (27-46 km/jam).

    Tak hanya itu, gelombang laut setinggi 1,25 hingga 2,5 meter diprediksi terjadi di kawasan Samudra Hindia, khususnya di selatan Bali hingga Nusa Tenggara Timur.

    Gelombang yang lebih tinggi, dengan ketinggian antara 2,5 hingga 4,0 meter, berpotensi terjadi di perairan Bengkulu – Enggano, Perairan Barat Lampung, Samudra Hindia barat Bengkulu – Lampung, Selat Sunda bagian barat dan selatan, Perairan Selatan Banten, Perairan Garut – Pangandaran, hingga Samudra Hindia di barat daya Banten dan selatan Jawa Tengah.

    “Khusus kepada pengguna transportasi laut dan nelayan, kami menyarankan untuk sementara waktu menghentikan aktivitas di wilayah laut, mengingat ancaman gelombang tinggi yang dapat mencapai 4 hingga 6 meter di sekitar perairan selatan Jawa bagian barat. Kami mohon masyarakat tidak menganggap remeh keberadaan bibit siklon ini demi keselamatan bersama,” terangnya.

  • BMKG Ingatkan Curah Hujan Tinggi pada Akhir Desember Bisa Memicu Banjir Besar seperti Tahun 2020 di Jakarta

    BMKG Ingatkan Curah Hujan Tinggi pada Akhir Desember Bisa Memicu Banjir Besar seperti Tahun 2020 di Jakarta

    7cloud.asia – Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati mengingatkan kemungkinan terjadinya banjir besar seperti yang terjadi pada tahun 2020 di Jakarta.

    Dwikorita Karnawati menjelaskan potensi banjir besar di Jakarta tersebut terjadi sebagai imbas pergerakan seruak udara dingin dari dataran tinggi Siberia yang bisa memicu cuaca ekstrem.

    “Sejak minggu lalu BMKG mendeteksi adanya potensi masuknya seruak udara dingin dari dataran tinggi Siberia. Kemudian diprediksi mulai Desember ini sudah bergerak mengarah ke wilayah Indonesia,” ungkap Dwikorita dalam Raker Kesiapan Nataru dengan Komisi V DPR beberapa waktu lalu.

    “Diprediksi landing-nya ini kira-kira sekitar tanggal 20 Desember sampai sekitar 29 Desember,” lanjutnya.

    Akibat pergerakan seruak udara dingin tersebut, beberapa wilayah terjadi angin kencang, gelombang tinggi, dan peningkatan curah hujan termasuk wilayah Jakarta.

    Baca: Peringatan Dini BMKG, cuaca ekstrem hingga 8 Desember

    Selanjutnya Dwikorita menjelaskan skenario terburuk yang terjadi di Jakarta adalah cuaca ekstrem yang memicu banjir besar seperti tahun 2020 lalu.

    Kemudian kalau saat landing ke Indonesia bagian barat yaitu Jawa Barat, Lampung, kemudian Banten, DKI. Skenario terburuk itu meningkatkan curah hujan dengan intensitas yang ekstrem.

    “Contoh yang sudah terjadi di tahun 2020 di bulan Januari kondisi terparah adalah Jabodetabek banjir saat itu,” terang mantan rektor Universitas Gadjah Mada ini.

    Sedangkan skenario paling ringan, menurutnya, adalah terganggunya aktivitas pelayaran seperti yang pernah terjadi sekitar 2 tahun lalu.

    “Saat itu penyeberangan di Merak-Bakauheni, tiba-tiba kapal yang sudah parkir ini oleng. Karena seruak angin itu kapalnya oleng, sementara masih ada yang menyeberang. Jadi waktu itu satu truk masuk ke laut, kemudian satu mobil juga masuk ke laut,” jelasnya.

    Baca: Pemprov DKI lakukan modifikasi cuaca hingga akhir tahun

    Sebelumnya banjir besar pernah melanda wilayah Jakarta beberapa kali. Terakhir banjir besar terjadi pada Januari 2020. Saat itu ratusan wilayah Jakarta tergenang 350 cm.

    Sebanyak 390 RW di 151 kelurahan dari 35 kecamatan Jakarta terendam banjir dengan durasi empat hari hingga air benar-benar surut.

    Kemudian sebanyak 83.406 orang terdampak dan 19 orang meninggal dunia. Cuaca ekstrem terjadi di Jakarta saat itu dengan curah hujan mencapai 377 mm/hari.

    Merespons hal ini, Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Ima Mahdiah meminta peringatan BMKG tersebut harus menjadi perhatian serius bagi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

    “Potensi banjir besar seperti tahun 2020 harus menjadi peringatan serius bagi Pemprov DKI Jakarta, terutama dengan prediksi puncak musim hujan dan cuaca ekstrem selama periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) yang telah disampaikan oleh BMKG,“ ujarnya kepada wartawan, Kamis (5/12/2024)

    Dia menegaskan, Pemprov tidak boleh hanya mengandalkan retorika atau menunggu situasi memburuk sebelum bertindak.

     

  • BMKG: Operasi Modifikasi Cuaca Sukses Kurangi Potensi Bencana Hidrometeorologi

    BMKG: Operasi Modifikasi Cuaca Sukses Kurangi Potensi Bencana Hidrometeorologi

    7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan keberhasilan pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) pada 7-8 Desember 2024.

    Operasi yang bertujuan mengurangi potensi bencana hidrometeorologi di wilayah Jakarta ini terbukti mampu mengurangi intensitas hujan hingga 67 persen di beberapa wilayah, sehingga menurunkan risiko banjir dan genangan.

    Sebagai informasi, sebelumnya pada tanggal 5 Desember 2024 yang lalu, BMKG mengeluarkan Peringatan Dini Cuaca Ekstrem yg diprediksi akan terjadi pada tanggal 6 – 8 Desember 2024 dan dapat berlanjut hingga 9 Desember 2024.

    Dampaknya, berupa hujan lebat, yang dapat disertai kilat-petir, dan angin kencang. Cuaca ekstrem yang dipicu oleh beberapa fenomena atmosfer yang terjadi dalam waktu yg bersamaan ini diprakirakan dapat terjadi di sejumlah wilayah di Indonesia, terutama di Jawa Barat, Banten Selatan dan Jakarta.

    Situasi tersebut diprakirakan berlangsung selama 3 hingga 4 hari setelah Peringatan Dini dikeluarkan.

    Operasi modifikasi cuaca yang dilakukan merupakan bagian dari mitigasi lanjut terhadap hasil prakiraan dan Peringatan Dini yang dikeluarkan oleh BMKG.

    Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati menjelaskan, bahwa upaya ini dilakukan dengan melakukan penyemaian awan selama dua hari berturut-turut.

    Sebanyak lima sorti penerbangan dilakukan menggunakan empat ton bahan semai untuk mengendalikan distribusi hujan di wilayah Jakarta.

    Modifikasi cuaca ini, imbuh Dwikora, bertujuan untuk mengurangi potensi bencana hidrometeorologi, seperti banjir, yang sering melanda Jakarta akibat intensitas hujan yang tinggi.

    Hasilnya, kami berhasil menurunkan curah hujan di sejumlah wilayah dengan intensitas pengurangan mencapai 13% hingga 67% pada tanggal 7 dan 8 Desember, berdasarkan data satelit Global Satellite Mapping of Precipitation (GSMaP),” ujar Dwikorita.

    Sementara itu, Deputi Modifikasi Cuaca BMKG, Tri Handoko Seto, memaparkan, merujuk pada data satelit, pada 7 Desember 2024, operasi ini berhasil mengurangi curah hujan di sisi timur Jakarta.

    Sementara itu, curah hujan di sisi tengah dan barat Jakarta meningkat. Namun pada 8 Desember, pengurangan hujan terjadi hampir di seluruh wilayah Jakarta.

    Menurutnya, hal tersebut menunjukkan keberhasilan teknik modifikasi cuaca dalam mendistribusikan hujan ke lokasi yang lebih aman dan mengurangi tekanan pada daerah-daerah rawan banjir, khususnya di Wilayah Jakarta

    “Melalui teknologi modifikasi cuaca ini, kami dapat mengarahkan hujan agar tidak menumpuk di satu lokasi. Sebagai contoh, pada 8 Desember, hampir seluruh wilayah Jakarta mengalami pengurangan curah hujan, sehingga risiko genangan berkurang secara signifikan,” jelas Seto.

    Selanjutnya, Kepala BMKG Dwikorita juga menyebutkan bahwa OMC menjadi salah satu langkah strategis BMKG untuk mendukung upaya mitigasi bencana di musim penghujan, terutama untuk mengurangi potensi terjadinya bencana hidrometeorologi.

    Modifikasi cuaca yang dilakukan di awal bulan Desember dinilai masih cukup efektif dalam membantu mengendalikan intensitas hujan di daerah-daerah rawan, khususnya di perkotaan padat seperti Jakarta.

    Namun saat menjelang puncak musim hujan yang diprediksi bersamaan dengan terjadinya beberapa fenomena dinamika atmosfer, kemampuan modifikasi cuaca masih relatif terbatas.

    “Meskipun masih ada keterbatasan dengan mempertimbangkan kuatnya intensitas hujan akibat beberapa fenomena labilitas atmosfer yang terjadi bersamaan, kami akan terus melakukan upaya ini selama musim penghujan berlangsung, terutama di wilayah-wilayah yang memiliki risiko tinggi terhadap bencana hidrometeorologi, untuk mengurangi intensitas hujan guna melindungi masyarakat dari dampak buruk cuaca ekstrem,” tambah Dwikorita.

    Dalam kesempatan tersebut, Dwikorita juga mengimbau masyarakat tetap terus waspada terhadap potensi cuaca ekstrem, meskipun upaya mitigasi terus dilakukan. Informasi terkini mengenai prakiraan cuaca dan potensi bencana dapat diakses melalui kanal resmi BMKG untuk memastikan masyarakat dapat mempersiapkan diri dengan baik. 

  • Cuaca Hari Ini: Waspada, Hujan Sangat Lebat Disertai Angin Kencang di Sejumlah Wilayah Hingga Seminggu Kedepan

    Cuaca Hari Ini: Waspada, Hujan Sangat Lebat Disertai Angin Kencang di Sejumlah Wilayah Hingga Seminggu Kedepan

    7cloud.asia – Hujan berintensitas lebat hingga sangat lebat disertai angin kencang berpotensi melanda sejumlah wilayah di Indonesia hingga seminggu kedepan.

    Dalam laman resmi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) hujan lebat hingga sangat lebat berpotensi mengguyur wilayah Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Maluku Bagian Selatan,Tenggara, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur.

    Sementara hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpotensi mengguyur wilayah Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Lampung.

    Baca: Waspada cuaca ekstrem hingga beberapa pekan kedepan

    Selain itu wilayah Banten, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara juga berpotensi hujan sedang hingga lebat.

    Kondisi cuaca serupa juga berpotensi terjadi di wilayah Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Tengah, Papua Pegunungan, Papua dan Papua Selatan.

    Sedangkan potensi angin kencang diperkirakan terjadi di wilayah Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Pesisir Barat Sumatera Barat hingga Lampung, Banten, Jawa Barat.

    Angin kencang juga berpeluang melanda wilayah Jakarta, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, dan Maluku.

    Baca: Pulau Jawa waspada bencana alam hingga Maret 2024

    Dengan kondisi seperti ini, maka berpotensi terjadi bencana hidrometeorologi, seperti banjir, genangan air, tanah longsor, dan angin kencang, terutama di wilayah rawan.

    BMKG menjelaskan kondisi cuaca seperti ini dipicu oleh Madden-Julian Oscillation (MJO) saat ini berada di fase 5 dan aktif bergerak melintasi wilayah Indonesia.

    Fenomena ini mendukung pembentukan awan hujan secara intensif di beberapa wilayah utama, termasuk Sumatra bagian utara, Jawa, Kalimantan, Bali-Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua.

    Aktivitas MJO berperan penting dalam meningkatkan pertumbuhan awan hujan di wilayah-wilayah tersebut.

    Selain itu, fenomena atmosfer lainnya, seperti Gelombang Rossby, Kelvin, dan Low Frequency, juga turut meningkatkan peluang pembentukan awan hujan.

    Baca: BMKG sebut potensi cuaca ekstrem saat libur Nataru

    Dampaknya meluas di wilayah barat, tengah, dan timur Indonesia, mencakup beberapa daerah strategis yang rawan hujan lebat dan bencana hidrometeorologi.

    Kombinasi dari fenomena-fenomena ini menciptakan kondisi atmosfer yang sangat mendukung peningkatan intensitas curah hujan di sejumlah wilayah.

    Dalam menghadapi potensi cuaca ekstrem ini, BMKG mengimbau masyarakat untuk mengantisipasi risiko bencana hidrometeorologi, seperti banjir, tanah longsor, dan genangan air, terutama di wilayah rawan.

    Selain itu membersihkan saluran air dan lingkungan sekitar untuk mengurangi risiko banjir serta menghindari aktivitas di wilayah rawan bencana serta mempersiapkan perlengkapan darurat.

  • Curah Hujan Meningkat, BMKG Perpanjang Peringatan Cuaca Ekstrem di Jabodetabek Hingga 15 Desember

    Curah Hujan Meningkat, BMKG Perpanjang Peringatan Cuaca Ekstrem di Jabodetabek Hingga 15 Desember

    7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperpanjang peringatan cuaca ekstrem di wilayah Jabodetabek hingga 15 Desember mendatang. Masyarakat diimbau waspada.

    Hal ini diungkapkan oleh Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati di Jakarta beberapa hari yang lalu. Menurutnya curah hujan menjelang 15 Desember justru akan meningkat.

    “Ini akan berlanjut tanggal 15 (Desember). Terutama yang perlu diwaspadai menjelang tanggal 15 itu akan meningkat secara bertahap. Nah kemudian puncaknya itu sekitar 15  bisa mencapai 100 milimeter per hari hujannya. Sehingga perlu diwaspadai,” jelasnya.

    Baca: Waspada, cuaca ekstrem saat libur Nataru

    Selanjutnya Dwikorita menerangkan, ada beberapa hal yang menyebabkan peningkatan curah hujan di wilayah Jabodetabek pada pertengahan Desember nanti.

    Salah satu penyebabnya adalah adanya adanya siklon tropis atau bibit siklon tropis. Selain itu juga adanya Madden Julian Osciliation (MJO) atau gerombolan awan-awan hujan dari Samudera Hindia Barat.

    Apalagi wilayah Jabodetabek saat ini tengah dalam kondisi cuaca menjelang puncak musim hujan, pada Januari 2025.

    Baca: BMKG sebut La Nina hingga April 2025 berpotensi bencana hidrometeorologi

    Saat ini, lanjut Dwikorita, pihaknya bersama Bada Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) juga terus melakukan modifikasi cuaca untuk meminimalisir intensitas hujan.

    Meski demikian pihaknya mengajak masyarakat untuk mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi yang akan terjadi sebagai dampak curah hujan yang tinggi.

    Selain itu, pihaknya mengajak pemerintah daerah untuk melakukan mitigasi bencana hidrometeorologi.

    Salah satunya mengintensifkan pengecekan pada kawasan aliran sungai, perbukitan, tebing curam, mempersiapkan peralatan, anggaran dan termasuk menetapkan status tanggap darurat bencana.

     

     

  • Cuaca Hari Ini: Hujan Berpotensi Menguyur Sebagian Besar Wilayah Indonesia

    Cuaca Hari Ini: Hujan Berpotensi Menguyur Sebagian Besar Wilayah Indonesia

    7cloud.asia – Dalam prakiraan cuaca yang dirilis Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebut cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi di sejumlah daerah pada Minggu (15/12/2024).

    Kondisi cuaca hujan dari intensitas ringan hingga sangat lebat berpeluang mengguyur di sebagian besar wilayah Indonesia.

    Imbauan BMKG soal potensi cuaca ekstrem BMKG menyebutkan, sekitar 19 persen wilayah Indonesia terpantau memasuki puncak musim hujan pada Desember 2024.

    BMKG dalam laporan Prospek Cuaca Mingguan Periode 13-20 Desember 2024 menjelaskan, ada beberapa fenomena yang berkontribusi signifikan terhadap peningkatan pembentukan awan hujan di barat, tengah, dan timur Indonesia.

    Pertama, Madden-Julian Oscillation (MJO) yang saat ini masih berada di fase 5 dan aktif bergerak melintasi wilayah Indonesia, dari barat ke timur.

    Ada pula Gelombang Rossby, Kelvin, dan Low Frequency, yang aktif di sebagian besar wilayah Indonesia, serta potensi pembentukan bibit siklon tropis di selatan Jawa dan Laut Natuna-Laut Andaman.

    Dengan diprediksinya MJO dan gelombang atmosfer yang masih cukup signifikan, potensi cuaca ekstrem di Indonesia pun akan tetap terjadi.

    Kondisi tersebut berdampak pada potensi bencana hidrometeorologi, seperti banjir, genangan air, atau tanah longsor, yang menjadi ancaman bagi sebagian penduduk.

    Risiko banjir lahar juga masih ada akibat hujan sangat lebat di sekitar aliran sungai wilayah gunung berapi aktif.

    Oleh karena itu, BMKG mengimbau masyarakat untuk terus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang ditandai dengan curah hujan tinggi.

    Berikut perkiraan cuaca BMKG pada hari Minggu besok di mana hujan sangat lebat berpotensi terjadi di wilayah Nusa Tenggara Barat.

    Hujan lebat berpotensi terjadi di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Bengkulu, Lampung, Banten, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Timur, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Papua Barat dan Papua.

    Sementara wilayah Sumatera Barat, Riau, Jambi, Kepulauan Riau, dan Kepulauan Bangka Belitung berpotensi diguyur hujan dengan intensitas sedang.

    Demikian juga DKI Jakarta, Jawa Barat, Daerah Istimewa Yogyakarta, Bali, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Utara, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara dan Maluku juga berpotensi diguyur hujan dengan intensitas sedang.

    Hujan dengan intensitas ringan berpotensi terjadi di Sulawesi Utara dan Gorontalo.

    Guna menghadapi potensi cuaca ekstrem ini, BMKG mengimbau masyarakat menerapkan langkah-langkah berikut ini:

    1. Mengantisipasi risiko bencana hidrometeorologi, seperti banjir, tanah longsor, dan genangan air, terutama di wilayah rawan

    2. Membersihkan saluran air dan lingkungan sekitar untuk mengurangi risiko banjir

    3. Menghindari aktivitas di wilayah rawan bencana serta mempersiapkan perlengkapan darurat

    4. Memantau informasi cuaca terkini melalui kanal resmi BMKG, seperti situs www.bmkg.go.id, media sosial @infobmkg, atau aplikasi infoBMKG.

  • BMKG Ingatkan Potensi Cuaca Ekstrem di Jawa Tengah pada 16-23 Desember 2024

    BMKG Ingatkan Potensi Cuaca Ekstrem di Jawa Tengah pada 16-23 Desember 2024

    bmkg

    7cloud.asia – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengingatkan potensi terjadinya cuaca ekstrem di sejumlah daerah di Jawa Tengah atau Jateng pada 16-23 Desember mendatang.

    “Kami sengaja ke Jateng karena eskalasinya (cuaca ekstrem, red) menguat. Ini berarti tanggul-tanggul yang ada itu harus diperkuat,” kata Kepala BMKG Dwikorita Karnawati, di Semarang, Jumat (13/12/2024).

    Hal tersebut disampaikannya saat berkoordinasi dengan Penjabat Gubernur Jateng Nana Sudjana di Kantornya Gubernur Jateng, Semarang.

    Menurut Dwikorita, sejumlah daerah di Jateng yang diperkirakan mengalami cuaca ekstrem, di antaranya Jepara, Pemalang, Pekalongan, Tegal, hingga Brebes.

    Baca: Cuaca ekstrem picu bencana hidrometeorologi di sejumlah daerah

    Ia mengatakan bahwa sejumlah tanggul di Jateng memang sudah diperkuat konstruksinya, namun koordinasi dengan sejumlah balai wilayah sungai harus tetap dilakukan sebagai upaya pencegahan banjir.

    Meskipun berbagai upaya mitigasi telah dilakukan oleh pemerintah, Dwikorita meminta masyarakat diminta tetap waspada dan mematuhi apa yang disampaikan oleh pemerintah.

    Sementara itu, Pj Gubernur Jateng Nana Sudjana menyampaikan terimakasih kepada BMKG yang telah memberi peringatan atas situasi yang dialami wilayah tersebut dalam sepekan ke depan.

    “Kami banyak berterima kasih kepada BMKG dengan adanya ‘warning’ saat ini. Kami telah mempersiapkan antisipasi berbagai hal yang akan terjadi,” katanya.

    Baca: Pemanasan Bumi hingga 2°C picu cuaca ekstrem makin sering terjadi

    Beberapa langkah yang telah dilakukan, antara lain memastikan kesiapan relawan melalui apel siaga yang digelar oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jateng beberapa waktu lalu.

    Selain itu, kata dia, memastikan kondisi peralatan yang digunakan ketika menghadapi bencana melalui langkah koordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

    “Kami sudah minta bantuan untuk TMC (teknologi modifikasi cuaca) dengan BMKG dan BNPB guna melakukan modifikasi cuaca. Sekarang sudah hari ketiga,” katanya.

    Dengan modifikasi cuaca, ia berharap dapat memecah potensi cuaca ekstrem yang diprediksi terjadi di sejumlah wilayah karena tak ingin kejadian banjir, seperti di Demak dan Grobogan tahun lalu tak terulang.

  • Cuaca Hari Ini: Sebagian Besar Kota di Pulau Jawa Berpotensi Diguyur Hujan Lebat

    Cuaca Hari Ini: Sebagian Besar Kota di Pulau Jawa Berpotensi Diguyur Hujan Lebat

    7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dalam prakiraan cuaca yang dirilis di laman resminya menyebut hujan berpotensi mengguyur sejumlah wilayah di Indonesia pada Senin (16/12/2024).

    BMKG memantau sejumlah fenomena atmosfer yang diperkirakan akan mempengaruhi polacuaca di Indonesia selama sepekan ke depan.

    Fenomena ini berkontribusi signifikan terhadap peningkatan pembentukan awan hujan di berbagai wilayah, terutama di bagian barat, tengah, dan timur Indonesia.

    Baca: Potensi cuaca ekstrem di Jawa Tengah pada 16-23 Desember 2024

    Dengan fakta itu BMKG memprakirakan kondisi cuaca pada Senin (16/12/2024) sebagai berikut hujan dengan intensitas ringan akan turun di Gorontalo.

    Sementara kondisi cuaca hujan dengan intensitas sedang berpotensi turun di sejumlah wilayah antara lain Aceh, Sumatra Barat, Riau, Jambi dan Kep. Bangka Belitung.

    Di pulau Jawa, hujan dengan intensisitas sedang berpotensi terjadi di Jakarta dan Jawa Timur.

    Daerah lain yang juga berpotensi diguyur hujan sedang adalah Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara dan Sulawesi Tengah.

    Baca: Cuaca ekstrem memicu bencana hidrometeorologi di sejumlah daerah

    Sedangkan hujan lebat diprakirakan akan mengguyur sebagian Pulau Sumatra, yakni Sumatra Utara, Kepulauan Riau, Sumatra Selatan, Bengkulu dan Lampung.

    Sebagian besar Pulau Jawa yakni Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, juga Bali dan Nusa Tenggara Barat juga berpotensi diguyur hujan lebat.

    Hujan lebat juga berpotensi terjadi di Kalimantan Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Maluku Utara, Papua Barat dan Papua.