7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperpanjang peringatan cuaca ekstrem di wilayah Jabodetabek hingga 15 Desember mendatang. Masyarakat diimbau waspada.
Hal ini diungkapkan oleh Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati di Jakarta beberapa hari yang lalu. Menurutnya curah hujan menjelang 15 Desember justru akan meningkat.
“Ini akan berlanjut tanggal 15 (Desember). Terutama yang perlu diwaspadai menjelang tanggal 15 itu akan meningkat secara bertahap. Nah kemudian puncaknya itu sekitar 15 bisa mencapai 100 milimeter per hari hujannya. Sehingga perlu diwaspadai,” jelasnya.
Baca: Waspada, cuaca ekstrem saat libur Nataru
Selanjutnya Dwikorita menerangkan, ada beberapa hal yang menyebabkan peningkatan curah hujan di wilayah Jabodetabek pada pertengahan Desember nanti.
Salah satu penyebabnya adalah adanya adanya siklon tropis atau bibit siklon tropis. Selain itu juga adanya Madden Julian Osciliation (MJO) atau gerombolan awan-awan hujan dari Samudera Hindia Barat.
Apalagi wilayah Jabodetabek saat ini tengah dalam kondisi cuaca menjelang puncak musim hujan, pada Januari 2025.
Baca: BMKG sebut La Nina hingga April 2025 berpotensi bencana hidrometeorologi
Saat ini, lanjut Dwikorita, pihaknya bersama Bada Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) juga terus melakukan modifikasi cuaca untuk meminimalisir intensitas hujan.
Meski demikian pihaknya mengajak masyarakat untuk mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi yang akan terjadi sebagai dampak curah hujan yang tinggi.
Selain itu, pihaknya mengajak pemerintah daerah untuk melakukan mitigasi bencana hidrometeorologi.
Salah satunya mengintensifkan pengecekan pada kawasan aliran sungai, perbukitan, tebing curam, mempersiapkan peralatan, anggaran dan termasuk menetapkan status tanggap darurat bencana.

Leave a Reply