BMKG Keluarkan Peringatan Dini, Waspada Cuaca Ekstrem Hingga 8 Desember

Written by

in

7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini untuk mewaspadai bencana hidrometeorologi sebagai dampak cuaca ekstrem yang berpotensi melanda sejumlah wilayah hingga 8 Desember mendatang.

Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati menjelaskan cuaca ekstrem tersebut dipicu oleh adanya bibit siklon tropis 91S di Samudra Hindia, sebelah barat daya Banten.

Akibatnya hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang berpotensi melanda wilayah Lampung, Banten, Jawa Barat, Jabodetabek, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, dan Maluku.

Baca: Cuaca ekstrem dan bencana hidrometeorologi mengintai di musim hujan

“Kami mengimbau seluruh masyarakat untuk tetap waspada dan berhati-hati terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat terjadi, seperti puting beliung, hujan lebat disertai kilat/petir, hujan es, serta dampak yang mungkin ditimbulkan, seperti banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan air, angin kencang, pohon tumbang, dan jalan licin akibat keberadaan bibit siklon ini,” jelas Dwikorita dalam konferensi pers secara daring pada Kamis (5/12/2024) malam.

BMKG juga mengelompokkan daerah yang masuk dalam kategori WASPADA meliputi sebagian wilayah Bengkulu, Lampung, Banten, Jabodetabek.

Wilayah Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur juga termasuk dalam kategori WASPADA. Sementara itu, wilayah dengan kategori SIAGA adalah Jawa Barat.

Baca: La Nina hingga april 2025 berpotensi picu bencana hidrometeorologi

Selain itu, bibit siklon tropis ini tersebut berdampak di perairan selatan Selat Sunda berupa angin kencang yang mencapai kisaran 15-25 knot (27-46 km/jam).

Tak hanya itu, gelombang laut setinggi 1,25 hingga 2,5 meter diprediksi terjadi di kawasan Samudra Hindia, khususnya di selatan Bali hingga Nusa Tenggara Timur.

Gelombang yang lebih tinggi, dengan ketinggian antara 2,5 hingga 4,0 meter, berpotensi terjadi di perairan Bengkulu – Enggano, Perairan Barat Lampung, Samudra Hindia barat Bengkulu – Lampung, Selat Sunda bagian barat dan selatan, Perairan Selatan Banten, Perairan Garut – Pangandaran, hingga Samudra Hindia di barat daya Banten dan selatan Jawa Tengah.

“Khusus kepada pengguna transportasi laut dan nelayan, kami menyarankan untuk sementara waktu menghentikan aktivitas di wilayah laut, mengingat ancaman gelombang tinggi yang dapat mencapai 4 hingga 6 meter di sekitar perairan selatan Jawa bagian barat. Kami mohon masyarakat tidak menganggap remeh keberadaan bibit siklon ini demi keselamatan bersama,” terangnya.

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *