7cloud.asia – Kota Surabaya disebut sebagai salah satu kota di Indonesia yang ramah disabilitas. JIk atidka percaya mari kita simak data-data berikut ini.
Menurut data Dinas Sosial Kota Surabaya, pada tahun 2019, setidaknya terdapat 7.112 orang penyandang disabilitas.
Kondisi membuat pemerintah Kota Surabaya menata wilayahnya dengan melengkapi berbagai fasilitas yang dapat membantu penyandang disabilitas dalam kegiatan sehari-harinya.
Fasilitas pendukung untuk penyandang disabilitas dapat membantu kemandirian mereka agar tidak selalu tergantung pada bantuan dari orang/pihak lain.
Baca Juga: Pramusapa, Cara TransJakarta dan Commuter Line Melayani Disabilitas dan Penumpang Prioritas
Pembangunan fasilitas untuk penyandang disabilitas ini dilakukan sejak tahun 2016. Beberapa fasilitas untuk penyandang disablitas yang dibangun Pemerintah Kota Surabaya antara lain adalah:
Penyediaan lift di Jembatan Penyeberangan Orang (JPO)
Sejak pemerintah kota Surabaya membangun fasilitas lift di berbagai jembatan penyeberangan, penyandang disabilitas dapat menyeberang jalan dengan nyaman.
Tidak hanya bagi kaum difabel, layanan ini juga sangat bermanfaat bagi lansia yang biasanya kesulitan untuk dapat menaiki dan menuruni tangga. Biaya pembangunan fasilitas ini bekerjasama dengan pihak swasta, penyewa JPO dan tidak menggunakan APBD.
Baca Juga: Hari Ozon Sedunia, KLHK Ajak Masyarakat Bijak Gunakan Barang Perusak Ozon
Pemasangan alat berbasis sensor yang bisa berbicara
Pemasangan alat berbasis sensor yang bisa berbicara ini tidak hanya digunakan pada jalur penyeberangan pejalan kaki (Pelican Crossing Traffic Light).
Sensor juga disediakan di sejumlah taman untuk memberikan penjelasan kepada kelompok disabilitas tentang tanaman/tumbuhan di sekitar sensor.
Penyediaan sensor ini dapat membantu penyandang disabilitas untuk memberikan arah serta memberikan penjelasan kepada mereka terhadap suatu informasi.
Suroboyo Bus
Suroboyo Bus merupakan layanan transportasi umum di Surabaya. Berbeda dengan fasilitas transportasi umum lainnya, sarana transportasi ini ramah penyandang disabilitas, ibu hamil, dan lansia.
Adanya tombol khusus yang dapat memberikan bantuan tambahan bagi mereka yang membutuhkan, terutama untuk penyandang disabilitas.
Pembayaran untuk transportasi juga tidak menggunakan uang tunai dan e-money, tetapi dengan sampah plastik berupa botol air minum kemasan.
Baca Juga: Lantik Penjabat Bupati, Khofiffah Ingatkan Pentingnya Pembanngunan Berkelanjutan
Taman Bicara
Diresmikan pada bulan Mei 2017, Taman Bicara merupakan taman yang dilengkapi dengan fasilitas sensor yang dapat mengeluarkan suara ketika sensor tersebut disentuh atau ketika sensor mendeteksi keberadaan seseorang.
Sensor suara akan memberikan penjelasan mengenai tanaman yang ada di sekitar sensor sehingga taman ini dapat digunakan oleh mereka yang tuna netra.
Fasilitas ini tidak hanya membantu para penyandang disabilitas, tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk memberikan informasi/pembelajaran baru tentang tanaman di sekitar mereka.
Keberadaan fasilitas ini tidak hanya menunjukkan bahwa pembelajaran tidak hanya dilakukan di ruang kelas dengan membaca buku, tetapi pembelajaran juga dapat dilakukan di ruang terbuka dengan cara yang inovatif seperti ini.
Fasilitas ramah disabilitas juga disediakan di berbagai fasilitas publik, seperti penggunaan ramp di Museum Pendidikan, tempat wudhu, penyediaan kursi roda di Masjid Al Akbar Surabaya.
Baca Juga: PT KAI Berlakukan Harga Khusus untuk Penumpang Disabilitas mulai 17 September 2023
Trotoar khusus yang dilengkapi ubin penuntun tuna netra dan patok penghalang kendaraan bermotor, serta lift, jalur khusus, dan tempat parkir penyandang disabilitas di gedung pemerintahan Kota Surabaya.
Inisiatif untuk lebih ramah disabilitas ini berjalan dengan baik dan telah memberikan dampak yang positif bagi masyarakat di kota Surabaya.
Inisiatif yang ramah penyandang disabilitas ini juga telah membawa kota Surabaya untuk memperoleh berbagai penghargaan, seperti Penghargaan Dalam Rangka Hari Disabilitas Internasional (HDI) 2014.
Kota Surabaya jug atelah meraih Penghargaan kota inklusif di tahun 2014, Kabupaten/Kota Peduli HAM 2020 dari Kementrian KUMHAM, dan lainnya.
Keberadaan fasilitas penyandang disabilitas di Taman Bicara menjadi lokasi pembelajaran tidak hanya bagi para tuna netra tapi juga para siswa/i.
Mereka yang mungkin tidak pernah mengetahui apa nama tumbuhan di sekitar mereka serta beragam macam warna dapat memperoleh informasi itu secara langsung di Taman Bicara ini.
Baca Juga: Surat Cinta dari Penyandang Disabilitas Membuat Ganjar Pranowo Terharu
Keberadaan guru pendamping akan sangat membantu dan dapat menjadi pelengkap bagi siswa/siswi tersebut.
Banyak pihak yang belum mengetahui tentang keberadaan fasilitas JPO dan sensor di jalur penyeberangan. Selain karena kurangnya sosialisasi, jumlah pejalan kaki di Indonesia masih relatif sangat rendah.
Untuk Taman Bicara, salah satu tantangan yang dihadapi inisiatif ini yaitu perlunya anggaran pengadaan alat yang tidak murah.
Kota Surabaya membutuhkan anggaran lebih dari Rp 100 juta untuk pengadaan 14 sensor alat bicara di satu ruang terbuka hijau.
Selain itu, perlu adanya pengamanan yang lebih di lingkungan ruang terbuka hijau tersebut.Tidak sedikit fasilitas umum yang pernah diambil oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
Penyediaan fasilitas seperti ini sangat memungkinkan untuk direplikasi di kota lain. Pengadaan berbagai fasilitas ini dapat dengan mudah dilakukan oleh pemerintah daerah.
Namun, tidak dapat dipungkiri bahwa penyediaan fasilitas seperti ini membutuhkan pendanaan yang cukup besar, terutama dalam pengadaan teknologi dan system di tempat umum.
Sumber: localisesdgs








