Tag: kemarau

  • Atasi Kemarau Dampak El Nino: 60 Persen Embung Masih Aman

    Atasi Kemarau Dampak El Nino: 60 Persen Embung Masih Aman

     

     

    7cloud.asia – Menghadapi kemarau panjang dampak El Nino, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengidentifikasi 60 hingga 80 persen embung, danau dan sumber-sumber air masih aman.

    Hal ini disampaikan dalam Rapat Terbatas tentang Mitigasi Dampak Fenomena El Nino yang memicu kemarau panjang, dipimpin langsung oleh Presiden Joko Widodo Selasa (03/10/29023) , di Istana Merdeka, Jakarta.

    Presiden Jokowi meminta jajarannya untuk melakukan pemetaan secara komprehensif persoalan yang terkait dengan dampak kemarau panjang akibat fenomena El Nino di tanah air.

    Baca: Sebagian wilayah Indonesia sudah masuk musim hujan

    Kamarau panjang yang dipicu El Nino mengakibatkan kekeringan, kekurangan air bersih, gagal panen, hingga kebakaran hutan dan lahan.

    Menteri PUPR Basuki Hadimuljono melaporkan bahwa dari kurang lebih 114 danau, kemudian 323 situ/ranu, maupun embung, itu kira-kira antara 60 sampai 80 persen masih efektif.

    “Jadi masih bisa teratasi untuk menyuplai air terutama untuk lahan pertanian selama musim kemarau panjang akibat El Nino” ujar Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya dalam keterangan pers, usai mengikuti Ratas.

    Baca: BRIN sebut El Nino akan berlansgung hingga Mei 2024

    Siti menambahkan, intinya arahan yang disampaikan Presiden ada tiga hal, yaitu pertama, pemetaan persoalan secara komprehensif; yang kedua, fokus untuk strategi tersedianya air;

    “Dan yang ketiga, daerah sentra produksi pangan agar dicek terus-menerus untuk kecukupan air,” ujar Menteri Siti. 

    Sementara itu, Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Harvick Hasnul Qolbi mengatakan bahwa saat ini persediaan pangan di tanah air masih dalam kondisi cukup stabil.

    Baca: BMKG ingatkan potensi kebakaran lahan di sejumlah wilayah

    Mennurutnya, ada beberapa penurunan produksi utamanya di sektor tanaman pangan yang sangat terdampak sekali dengan adanya El Nino dan musim kemarau yang lebih panjang dari perkiraan sebelumnya.

    “Cuma situasi peternakan, perkebunan kita, pertanian kita, baik itu tanaman pangan maupun hortikultura sementara ini cukup baik,” ujar Harvick.

    Untuk mengantisipasi dampak dari penurunan produksi beras, kata Harvick, pemerintah telah melakukan sejumlah upaya di antaranya dengan melakukan impor beras untuk cadangan beras pemerintah (CBP).

    Baca: Pemanasan global mengakibatkan separuh danau di dunia mengering

    Jadi, ujarnya, untuk menekan harga di pasar kita coba siasati dengan membanjiri produk, mudah-mudahan ini cukup efektif menjaga agar harga beras tidak melonjak.

    “Kita lakukan bersinergi dengan kementerian/lembaga lain, utamanya Kemendag [Kementerian Perdagangan] juga dengan Bapanas [Badan Pangan Nasional],” tandas Harvick.

  • Dampak El Nino, 267 Ribu Hektar Lahan Hangus Terbakar

    Dampak El Nino, 267 Ribu Hektar Lahan Hangus Terbakar

    7cloud.asia – Kebakaran hutan dan lahan masih terus terjadi. Hingga 2 Oktober kemarin, tercatat 267 ribu hektar lahan terbakar. Diperkirakan jumlah ini akan bertambah.

    Hal ini disampaikan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya, di Komplek Istana Kepresidenan Jakarta, usai mengikuti rapat terbatas (ratas) di istana presiden, Selasa (03/10/2023).

    “Areal yang terbakar sudah terekam 267 ribu hektare dan perkiraan saya dengan situasi bulan September kemarin dan Oktober, kelihatannya masih akan bertambah,” urai Siti.

    Selanjutnya Siti memaparkan berdasarkan data per 2 Oktober 2023, terdapat 6.659 titik panas (hot spot) dengan peluang 80 persen menjadi titik api atau fire spot.

    Karena itu, pemerintah melakukan berbagai upaya untuk mengatasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

    Diantaranya pemadaman dan teknik modifikasi cuaca (TMC) di sejumlah provinsi yang menjadi titik rawan terjadinya karhutla tersebut.

    “Kita sekarang ini sejak tanggal 28 September sedang berjibaku di Sumatra Selatan, di Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, sambil juga memonitor yang di Riau, Jambi dan lain-lain,” jelasnya.

    Pada kesempatan yang sama, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Suharyanto mengatakan pihaknya ikut melaksanakan operasi darat maupun udara dalam mengatasi karhutla.

    Operasi pemadaman lewat udara pihaknya mengerahkan 35 helikopter terdiri 13 helikopter patroli dan 22 helikopter water bombing.

    “Jadi ada enam provinsi prioritas yaitu Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Sumatra Selatan, Riau, dan Jambi. Itu menjadi enam provinsi prioritas kebakaran hutan dan lahan,” jelas Suharyanto.

    Upaya lainnya adalah melakukan TMC sebanyak 244 kali dengan jumlah garam yang disebar mencapai 341.580 kilogram.

    Selanjutnya Suharyanto menjelaska pihaknya melakukan TMC di beberapa provinsi diantaranya Riau, Kalimantan Barat, Nusa Tenggara Timur, Jawa Barat, Jambi, DKI Jakarta, Kalimantan Selatan, dan Sumatra Selatan.

    Sementara itu, Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati menjelaskan puncak El Nino masih akan bertahan hingga akhir Oktober.

    Masa transisi dari kemarau ke musim hujan diperkirakan terjadi di bulan November.

    Menurutnya, El Nino diprediksi moderat hingga akhir tahun, melemah di Februari-Maret hingga berakhir di bulan Maret.

    “Namun, alhamdulillah karena adanya angin monsun dari arah Asia sudah masuk ini mulai November, jadi kita akan insyaallah mulai turun hujan di bulan November,” jelasnya.

    Artinya lanjut Dwikorita, pengaruh El Nino mulai tersapu hujan. Dengan demikian kemarau kering secara bertahap akan berakhir.

    “Ada yang sebelum November tapi sebagian besar mulai November, ada yang lebih mundur lagi,” kata Dwikorita. 

    Reporter: Nurakhmayani

     

     

     

     

  • Beberapa Wilayah di Bengkulu Masuk Musim Hujan Pada Oktober Ini

    Beberapa Wilayah di Bengkulu Masuk Musim Hujan Pada Oktober Ini

    7cloud.asia – Musim kemarau masih melanda sebagian besar wilayah di Indonesia sebagai dampak El Nino.

    Namun, memasuki bulan Oktober beberapa wilayah diprediksi memasuki musim hujan. Misalnya Bengkulu yang diperkirakan pada Oktober ini akan turun hujan.

    Hal ini diungkapkan Kasi Data dan Informasi pada Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Pulau Baai Bengkulu, Anang Anwar.

    “Kami prediksi hujan akan terjadi pada Oktober di Bengkulu, sebab pada awal November telah memasuki musim hujan,” ujar Anang seperti dikutip Antaranews.

    Baca: BMKG perkirakan musim hujan 2023 akan mundur

    Meski hujan, namun hal ini tidak terjadi secara serentak di seluruh wilayah Bengkulu dan Indonesia.

    Sebab, lanjut Anang, terjadi pergerakan awan hujan bergerak dari wilayah barat Sumatera menuju Pulau Jawa dan Nusa Tenggara. Selain itu juga adanya transisis dari musim kemarau kering ke musim hujan.

    Hujan diperkirakan dimulai dari daerah pegunungan ke daerah dataran rendah seperti Kabupaten Kepahiang, Kabupaten Rejang Lebong.

    Juga Kabupaten Bengkulu Utara, Kabupaten Mukomuko, Kabupaten Bengkulu Tengah, dan Kota Bengkulu.

    Baca: 10 persen wilayah Indonesia mulai masuk musim hujan

    Puncak musim hujan diprediksi akan terjadi pada Januari – Februari 2024 dan awal musim hujan ditandai dengan peralihan Monsun Australia menjadi Monsun Asia.

    Sebelumnya sejumlah di Bengkulu beberapa hari ini diselimuti kabut pagi yang pekat.

    Menurut BMKG Bengkulu hal ini akibat masa udara di permukaan belum mengalami penguapan. Kemudian penguapan atau masa udara naik ke atas terjadi pada siang hari.

    Hal ini bisa terjadi karena partikel basah atau uap air dan bisa juga karena partikel kering alias asap tergantung dengan kondisi di sekitar.

    Baca: El Nino akan berlangsung sampai Mei 2024, kapan mulai musim hujan

    “Kabut pagi yang terjadi di sejumlah wilayah Bengkulu disebabkan karena masa udara di permukaan belum mengalami penguapan atau udara masih stabil,” kata Anang.

    Semakin banyak uap air yang dihasilkan, maka pertumbuhan awan semakin besar.

    Kondisi ini membuat wilayah Provinsi Bengkulu berpeluang besar terjadinya hujan. 

    Reporter: Nurakhmayani

  • Danau Sentarum Mengering, Ratusan Warga Kesulitan Air Bersih

    Danau Sentarum Mengering, Ratusan Warga Kesulitan Air Bersih

    7cloud.asia – Kemarau panjang yang dipicu fenomena alam El Nino mengakibatkan mengeringnya air Danau Sentarum, Kapuas Hulu, Kalimantan Barat.

    Akibatnya masyarakat Kecamatan Batang Lupar yang tinggal di sekitar kawasan Taman Nasional Danau Sentarum kesulitan air bersih, karena sumber air bersih berkurang dan kondisi danau saat ini mengering akibat kemarau.

    Menurut Camat Batang Lupar Aleksius Bulin, krisis air bersih yang dialami warga di sekitar Danau Sentarum ini sudah berlangsung hampir satu bulan.

    “Masyarakat di sekitar Danau Sentarum hanya mengalirkan secara manual dengan selang dari sungai yang ada di bukit secara berkelompok,” katanya kepada ANTARA, di Putussibau Kapuas Hulu, Rabu (11/10/2023)

    Baca: Berkat sumur artesis bantuan Ganjar, warga Muncang lebih mudah akses air bersih

    Bulin mengatakan, untuk mencegah hal serupa kembali terjadi, perlu tempat penampungan air secara permanen agar bisa membantu mengatasi kesulitan air bersih yang tentunya memperhatikan juga sisi kesehatan.

    Ia berharap agar pemerintah dan pihak Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (TNBKDS) Kapuas Hulu dapat membangun sumber air bersih bagi masyarakat.

     

    Menurut Bulin, pembangunan untuk air bersih itu bisa berupa sumur bor dan tempat penampungan air sebagai cadangan ketika musim kemarau melanda.

    “Belum ada PDAM, selama ini swadaya masyarakat secara kelompok dan manual mengalirkan air dari sumber air bukit langsung ke rumah warga tanpa adanya penyaringan dan tidak ada bendungan di tempat sumber air,” tutur Bulin.

    Baca: Indonesia bakal menjadi tuan rumah Forum Air Dunia

    Hal senada disampaikan Kepala Desa Sungai Senunuk Kecamatan Batang Lupar Jahransyah Sanjan mengatakan kesulitan air bersih di daerah itu akibat musim kemarau panjang yang menyebabkan sejumlah sumber air mengering.

    “Kami yang berada di bawah bukit yang ada sumber air saja kesulitan mendapatkan air bersih, apalagi warga yang tinggal di Danau Sentarum karena saat ini air danau pun mengering akibat kemarau,” kata Sanjan.

    Terkait persoalan ini, Ketua Komisi V DPR Lasarus mengatakan pihaknya pernah mendorong Kementerian PUPR untuk membangun sarana air bersih di sekitar kawasan Danau Sentarum di wilayah Kabupaten Kapuas Hulu.

    Bahkan, pihaknya sempat ingin menganggarkan, akan tetapi pihak Kementerian PUPR tidak berani melaksanakan karena terbentur aturan terkait kawasan lindung.

    Baca: Pemanasan global akibatkan separuh danau di dunia mengering

    Dikatakan Lasarus, untuk mengatasi persoalan air bersih tersebut perlu ada solusi menyatukan persepsi dari berbagai pihak terkait terutama kepolisian, kejaksaan serta Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

    Menurut dia, air bersih salah satu kebutuhan masyarakat di sekitar kawasan Danau Sentarum apalagi ketika musim kemarau, air mengering di sekitar danau.

    “Sebetulnya sudah dilakukan koordinasi dengan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), namun belum ada sinkronisasi di jajaran bawah, maka perlu duduk satu meja untuk mencari solusi kasihan masyarakat,” kata Lasarus.

    Sementara itu, Bupati Kapuas Hulu Fransiskus Diaan mengatakan kondisi air bersih saat kemarau memang cukup sulit terutama masyarakat yang berada di danau-danau salah satunya di Danau Sentarum.

    Baca: Di balik maraknya air minum kemasan ada krisis air global

    Untuk menyikapi hal tersebut, kata Fransiskus, pemerintah akan mengkaji, sumber air dari pegunungan atau sumur bor yang memungkinkan untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan air bersih ketika musim kemarau.

    “Memang menjadi persoalan kebanyakan pemukiman warga masuk dalam kawasan Taman Nasional Danau Sentarum, kami harapkan ada solusi karena ini menyangkut kepentingan hajat hidup masyarakat banyak,” katanya.

    Fransiskus juga berharap agar pihak Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum dapat memberdayakan masyarakat yang berada di kawasan tersebut.

    “Harapan kita persoalan masyarakat di kawasan lindung ada solusinya dan kami akan lakukan komunikasi dengan pihak terkait terutama pihak Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup (KLHK),” kata Fransiskus.

    Sumber: Antaranews

  • BMKG: Musim Kemarau 2024 Bakal Mundur

    BMKG: Musim Kemarau 2024 Bakal Mundur

    7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim kemarau pada tahun 2024 bakal mundur dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

    Dalam konferensi persnya di Jakarta (15/3/2024), Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati menjelaskan musim kemarau 2024 akan mencapai puncaknya pada bulan Juli dan Agustus 2024.

    “Jika dibandingkan terhadap rerata klimatologinya (periode 1991-2020), maka awal musim Kemarau 2024 di Indonesia diprediksi mundur pada 282 ZOM (40%), sama pada 175 ZOM (25%), dan maju pada 105 ZOM (15%),” ungkap Dwikorita.

    Dia memaparkan sejumlah wilayah yang awal kemaraunya diprediksikan mundur adalah sebagian wilayah Sumatra Utara, sebagian wilayah Riau, Lampung, Banten, Jakarta, Jawa Barat, DIY, Jawa Timur.

    Baca: El nino berlanjut hingga Mei 2024

    Selain itu, sebagian besar Kalimantan, sebagian Bali, NTB, sebagian NTT, sebagian Sulawesi Tenggara, sebagian Sulawesi Barat, sebagian besar Sulawesi Tengah, Gorontalo, sebagian Sulawesi Tengah dan sebagian Maluku.

    Selanjutnya, perempuan yang akrab disapa Rita ini menjelaskan jika dibandingkan terhadap rata-rata klimatologinya (periode 1991-2020), maka secara umum musim kemarau 2024 diprediksi bersifat normal dan atas normal.

    Yaitu masing-masing sebanyak 359 ZOM (51,36%) dan 279 ZOM (39,91%). Namun, terdapat 61 ZOM (8,73%) yang diprediksikan akan bersifat bawah normal.

    Adapun wilayah yang diprediksi mengalami sifat musim kemarau di bawah normal yaitu di sebagian kecil Aceh, sebagian kecil Sumatra Utara, sebagian kecil Riau, sebagian Kepulauan Bangka belitung.

    Baca: Suhu bumi cetak rekor pada November 2023

    Sebagian Jawa Timur, sebagian Kalimantan Barat, sebagian Sulawesi Selatan, sebagian Sulawesi Selatan, sebagian Sulawesi Tenggara, sebagian Sulawesi Tengah, sebagian NTT juga diprediksi dibawah normal.

    Selain itu musim kemarau dibawah normal diperkirakan terjadi di wilayah Maluku Utara, sebagian Papua Barat, sebagian Papua Tengah dan sebagian Papua Selatan.

    Sedangkan, wilayah yang diprediksi mengalami sifat musim kemarau di atas normal yaitu sebagian kecil pesisir selatan Sumatera Barat, Bengkulu, Sumatra Selatan, Lampung.

    Sebagian besar Pulau Jawa, Bali, NTB, NTT, sebagian Kalimantan Barat, sebagian Kalimantan Tengah, sebagian Kalimantan Selatan, sebagian Kalimantan Timur, sebagian kecil Kalimantan Utara juga diperkirakan diatas normal.

    Baca: Emisi karbon global cetak rekor pada 2023

    Demikian juga bagian selatan Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara, Sulawesi Barat, bagian utara dari Gorontalo dan Sulawesi Utara, sebagian Maluku, sebagian Papua Barat dan sebagian besar Papua Selatan.

    “Sebagian besar wilayah Indonesia sebanyak 317 ZOM (45,61%) akan mengalami puncak musim kemarau pada bulan Agustus 2024 yaitu meliputi sebagian Sumatra Selatan, Jawa Timur, sebagian besar Pulau Kalimantan, Bali, NTB, NTT, sebagian besar Pulau Sulawesi, Maluku dan sebagian besar Pulau Papua,” urainya.

    “Namun demikian, terdapat beberapa wilayah yang mengalami puncak musim kemarau pada bulan Juli 2024 sebanyak 217 ZOM (31,22%) dan September 2024 sebanyak 68 ZOM (9,78%),” sambungnya lagi.

    Pada kesempatan itu, Rita menjelaskan hingga awal Maret 2024, pemantauan terhadap anomali iklim global di Samudra Pasifik menunjukkan El Nino moderat masih berlangsung dengan nilai indeks 1,59.

    Baca: 5 kabar baik untuk lingkungan pada 2023

    Sedangkan di Samudra Hindia, pemantauan suhu muka laut menunjukkan kondisi IOD Netral.

    Fenomena El Nino tersebut, lanjutnya diprediksi akan segera menuju netral pada periode Mei-Juni-Juli 2024 dan setelah triwulan ketiga (Juli-Agustus-September) 2024 berpotensi beralih menjadi La Nina-Lemah.

    Sementara itu, kondisi Indian Ocean Dipole (IOD) diprediksi akan tetap netral setidaknya hingga September 2024.

    Sedangkan kondisi suhu muka laut di Indonesia, diprediksikan berada dalam kondisi yang lebih hangat, dengan kisaran +0.5 – +2.0 derajat celcius lebih hangat dari kondisi normalnya.

    Karena itu BMKG menyampaikan sejumlah rekomendasi kepada pemerintah dan masyarakat untuk menghadapi musim kemarau 2024.

    Baca: Disayangkan, COP 28 berakhir tanpa mandat pengurangan energi fosil

    BMKG mengimbau Kementerian/Lembaga, Pemerintah Daerah, institusi terkait, dan seluruh masyarakat agar mewaspadai dan antisipasi terhadap dampak musim kemarau.

    Terutama di wilayah yang mengalami sifat musim kemarau bawah normal (lebih kering dibanding biasanya).

    Menurutnya wilayah tersebut diprediksi dapat mengalami peningkatan risiko bencana kekeringan meteorologis, kebakaran hutan dan lahan, dan kekurangan sumber air.

    Salah satu cara mengantisipasinya dengan melakukan penyimpanan air pada akhir musim hujan ini untuk memenuhi danau, waduk, embung, kolam retensi, dan penyimpanan air buatan lainnya di masyarakat melalui gerakan memanen air hujan.

    Untuk wilayah yang diprediksi mengalami musim kemarau atas normal (lebih basah dari biasanya) warga dapat mengantisipasi dengan menanam atau hortikultura yang sensitif terhadap curah hujan tinggi.

    Reporter: Nurakhmayani

     

  • Musim Kemarau di Jawa Tengah Diperkirakan Pertengahan April, Bisa Hingga 7 Bulan Lamanya

    Musim Kemarau di Jawa Tengah Diperkirakan Pertengahan April, Bisa Hingga 7 Bulan Lamanya

    7cloud.asia – Beberapa wilayah di Jawa Tengah akan memasuki musim kemarau pada pertengahan April 2024 yang berlangsung selama 4 hingga 7 bulan.

    Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Jawa Tengah, Sukasno mengungkapkan ada beberapa wilayah di Jawa Tengah yang memasuki musim kemarau paling awal, pertengahan April 2024.

    Wilayah tersebut antara lain Kabupaten Rembang bagian selatan serta sebagian Kabupaten Blora dan Pati.

    “Puncak kemarau diperkirakan terjadi antara Juli hingga Agustus 2024,” ujarnya seperti dikutip Antaranews.

    Baca: Musim kemarau 2024 bakal mundur

    Selanjutnya Sukasno menjelaskan anomali suhu permukaan perairan Indonesia pada April hingga September 2024 diprediksi hangat.

    Hal ini karena Monsun Australia diprediksi mulai aktif memasuki wilayah Indonesia pada April 2024.

    “Pada masa peralihan musim hujan ke kemarau, masyarakat diimbau untuk mewaspadai cuaca ekstrem,” katanya.

    Sebelumnya Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati mengatakan hasil analisa iklim awal musim kemarau akan sangat berkaitan dengan mekanisme interaksi antara El-Nino – angin Monsun Asia menjadi angin timuran Monsun Australia.

    Baca: Kekeringan akibat El Nino, pemerintah siapkan dana Rp 8 triliun

    Proses tersebut diprediksi akan dimulai awal April mendatang pada beberapa wilayah Indonesia timur dan Pesisir Utara Pulau Jawa (Banten, DKI Jakarta), kemudian mendominasi Pulau Jawa dan seluruh daerah Indonesia pada September.

    “Juli-Agustus diprediksi menjadi puncak dari musim kemarau di bawah normal, karena akan mendekati puncak, mulai lah persiapkan embung pertanian tetap basah saat ini,” jelasnya.

    Menurutnya hal ini penting dilakukan karena sifat kemarau di bawah normal itu lebih kering daripada biasanya.

    Baca: Kemarau panjang biaya tanam melonjak

    Ia menyebut puncak kemarau tahun ini diprediksi melanda 31- 45 persen daerah di Indonesia. 

    Mulai dari sebagian daerah di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Riau, Kepulauan Bangka Belitung, dan Jawa Timur.

    Selanjutnya, Kalimantan Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, NTT, Maluku Utara, Papua Barat, Papua Tengah, dan Papua Selatan.

    Reporter: Nurakhmayani

  • Mei Hingga Agustus, Sebagian Besar Wilayah Indonesia Memasuki Musim Kemarau

    Mei Hingga Agustus, Sebagian Besar Wilayah Indonesia Memasuki Musim Kemarau

    7cloud.asia – Sebagian besar wilayah Indonesia, 63,66% zona musim akan memasuki musim kemarau pada Mei hingga Agustus 2024.

    Dalam siaran pers nya, Deputi Bidang Meteorologi pada BMKG, Guswanto menjelaskan wilayah lainnya akan mengalami musim pancaroba atau peralihan musim.

    “Memasuki periode Mei, sebagian wilayah Indonesia mulai mengalami awal kemarau dan sebagian wilayah lainnya masih mengalami periode peralihan musim atau pancaroba, sehingga potensi fenomena suhu panas dan kondisi cerah di siang hari masih mendominasi cuaca secara umum di awal Mei 2024,” jelas Guswanto

    Meski sebagian besar wilayah memasuki musim kemarau, Guswanto memastikan Indonesia aman dari gelombang panas yang terjadi di sebagian wilayah Asia dalam sepekan terakhir ini.

    Baca: Gelombang panas landa sejumlah negara Asia, bagaimana Indonesia?

    Menurutnya fenomena gelombang panas tersebut tidak terkait dengan kondisi suhu panas yang terjadi di wilayah Indonesia.

    Selanjutnya Guswanto menjelaskan fenomena udara panas yang terjadi di Indonesia belakangan merupakan fenomena yang bersiklus terjadi setiap tahun sebagai akibat dari adanya gerak semu matahari dan kondisi cuaca cerah pada siang hari.

    Dia menerangkan istilah gelombang panas menurut World Meteorological Organization (WMO) merupakan fenomena kondisi udara panas yang berkepanjangan selama 5 hari atau lebih secara berturut-turut.

    Selama 5 hari atau lebih tersebut, suhu maksimum harian lebih tinggi dari suhu maksimum rata-rata hingga 5°C atau lebih.

    Fenomena gelombang panas ini umumnya terjadi di wilayah lintang menengah-tinggi seperti wilayah Eropa, Amerika, dan sebagian wilayah Asia.

    Baca: Sekolah tutup karena gelombang panas

    Secara meteorologis, hal tersebut dapat terjadi karena adanya udara panas yang terperangkap di suatu wilayah dekat permukaan akibat anomali dinamika atmosfer.

    Sehingga aliran udara tidak bergerak dalam skala yang luas, misalnya pada sistem tekanan tinggi skala luas dalam periode cukup lama.

    Kondisi atmosfer tersebut sulit terjadi di wilayah Indonesia yang berada di wilayah ekuator.

    Data BMKG kondisi suhu panas di wilayah Indonesia dengan nilai di atas 36°C tercatat pada beberapa wilayah, seperti di Deli Serdang (Sumatera Utara) 37,1 °C, Medan (Sumatera Utara) 36,6 °C, Kapuas Hulu (Kalimantan Barat) 36,6 °C, Sidoarjo (Jawa Timur) 36,6 °C dan Bengkulu sebesar 36,6 °C.

    Reporter: Nurakhmayani

  • BMKG Ingatkan Masyarakat Potensi Hujan Lebat Sepekan ke Depan

    BMKG Ingatkan Masyarakat Potensi Hujan Lebat Sepekan ke Depan

    7cloud.asia – Sejumlah wilayah mulai memasuki musim kemarau pada Mei 2024. Namun, masih ada sebagian wilayah di Indonesia yang berpotensi hujan sedang hingga lebat sepekan kedepan.

    Hal ini diungkapkan oleh Kepala Pusat Meteorologi Publik pada Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Andri Ramdhani dalam siaran persnya.  

    Dia menjelaskan beberapa wilayah yang berpotensi hujan sedang hingga lebat diantaranya sebagian Sumatra Barat, Riau, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan.

    Selain itu, wilayah Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku, Maluku Utara, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua, Papua Tengah, Papua Pegunungan, dan Papua Selatan.

    Baca: Curah hujan tinggi akibatkan longsor, 8 orang tewas

    Menurut Andri, kondisi ini dipicu adanya aktivitas gelombang atmosfer, yaitu gelombang ekuatorial Rossby dan gelombang Kelvin, Madden-Julian Oscillation (MJO).

    Selain itu adanya sirkulasi siklonik yang membentuk daerah perlambatan dan pertemuan angin, khususnya di wilayah Indonesia bagian tengah dan timur.

    “Mengingat potensi cuaca ekstrem berupa hujan lebat masih dapat terjadi di Indonesia, sedangkan sebagian wilayah lain masih berpotensi mengalami fenomena suhu panas, maka masyarakat diimbau untuk tetap tenang namun selalu waspada terhadap potensi bencana,” jelas Andri.

    Baca: Musim banjir, waspada penyakit

    “Serta terus memantau informasi peringatan dini cuaca melalui aplikasi infoBMKG untuk mendapatkan informasi yang lebih detail,” lanjutnya.

    Sementara itu, Deputi Bidang Meteorologi pada BMKG, Guswanto menjelaskan dalam sepekan terakhir bulan April 2024, hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat masih terjadi di beberapa wilayah.

    Seperti di Kerinci (Jambi) 83,8 mm/hari, Manado (Sulawesi Utara) 80mm/hari, Aceh Besar (Aceh) 130mm/hari, Sorong (Papua Barat) 91.0 mm/hari, Minangkabau (Sumatera Barat) 84 mm/hari, Kufar (Maluku) 83 mm/hari, dan Indragiri (Riau) sebesar 92 mm/hari.

    Reporter: Nurakhmayani

  • Pasca Lebaran, Harga Kebutuhan Pokok Terus Merangkak Naik

    Pasca Lebaran, Harga Kebutuhan Pokok Terus Merangkak Naik

    7cloud.asia – Sejumlah harga kebutuhan pokok hingga kini masih tinggi. Bahkan harga ayam potong kini mencapai Rp. 53.000 per kilogram. Padahal sebelumnya ayam potong di jual Rp 42.000 per kilogram.

    Berdasarkan pantauan 7cloud.asia di Pasar Kebayoran Lama, Jakarta Selatan pada Rabu (15/05/2024), selain ayam potong kenaikan juga terjadi pada bawang merah.

    Di pasar ini harga bawang merah dibanderol Rp. 55.000 per kilogram. Padahal sebelumnya harga bawang merah Rp 50.000 per kilogram. Sementara harga bawang putih stabil di kisaran Rp 50 ribu per kilogram

    Harga cabe merah keriting kini Rp 50.000 per kilogram. Harga ini naik Rp 5000 dari harga sebelumnya Rp 45.000 per kilogram.

    Baca: Harga Bawang merah melonjak hingga Rp 70 ribu

    Kenaikan harga juga terjadi pada cabe rawit yang kini dipatok dengan harga Rp 40.000 per kilogram. Padahal sebelumnya cabe rawit berada pada harga Rp 35.000 per kilogram.

    Kenaikan harga ini dikeluhkan sejumlah pedagang. Narti, salah satunya. Sejak bulan Mei, jumlah pembeli menurun. Tentu saja kondisi ini berpengaruh pada omset yang ia dapat.

    Tanpa bersedia menyebutkan omset yang ia peroleh dalam sehari, namun ia menyebut omsetnya dalam sehari bisa turun hingga 50 persen.

    “Iya, berkurang banyak (omsetnya). Ini lebih sepi, sejak awal bulan juga sepi,” kata Narti kepada 7cloud.asia.

    Baca: Harga buah pepaya anjlok, pedagang kecewa

    Selanjutnya Narti menjelaskan harga sayur mayur berangsur naik sejak seminggu terakhir ini.

    Dia menduga kenaikan harga ini dipicu oleh kondisi cuaca yang mulai memasuki musim kemarau.

    “Kan di Jawa mulai kemarau, jadi banyak petani yang mau menanam ya susah. Atau udah nanam nih terus kering karena nggak ada hujan ya gagal,” jelas Narti.

    Kenaikan harga juga dikeluhkan oleh pembeli. Haryanti, salah satunya. Saat ia akan membeli bawang merah ia kaget dengan harga bawang merah yang melonjak.

    Baca: Harga beras jelang Ramadhan turun sedikit

    “Sekarang belinya dikurangi. Dicukup-cukupi aja masaknya nanti,” kata Haryanti sambil memilih bawang.

    Dia menjelaskan biasanya membeli bawang paling sedikit setengah kilogram. Namun kini kenaikan harga 5 ribu rupiah membuatnya terpaksa membeli seperempat kilogram bawang.

    Baik Haryanti dan Narti, mereka berharap harga kebutuhan pokok kembali stabil. Apalagi menjelang Idul Adha dimana banyak konsumen yang membutuhkan bumbu-bumbu masakan.

    Reporter: Nurakhmayani  

  • Mulai Kemarau, Suhu Udara di Kota Ini Capai 35 Derajat Celsius

    Mulai Kemarau, Suhu Udara di Kota Ini Capai 35 Derajat Celsius

    7cloud.asia – Sejumlah Kota di Indonesia mulai memasuki musim kemarau. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan suhu udara meningkat,

    Bahkan di Kota Serang, Banten suhu udara diperkirakan mencapai 35 derajat Celsius pada Rabu (29/05/2024).

    Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan cuaca di Kota Serang cerah pada pagi hari.

    Kemudian diprediksi terjadi hujan ringan pada siang hari. Lalu malam harinya diperkirakan berawan.

    Baca Juga: Beragam Dampak Positif Program Kampung Iklim

    Memang memasuki musim kemarau BMKG memperkirakan sebagian besar kota di Indonesia cerah berawan.

    Namun demikian, peluang hujan dengan intensitas ringan masih saja terjadi di sejumlah kota.

    Seperti Kota Bengkulu, Banjarmasin, Tanjung Pinang, Ambon, Jayapura, Kendari, Manado dan Padang yang diperkirakan terjadi hujan dengan intensitas ringan.

    Kondisi cuaca serupa juga diperkirakan terjadi di Kota Bengkulu, Jayapura, Padang dan Medan pada malam hari.

    Baca Juga: Perubahan Iklim Bebani Penduduk Miskin di Pesisir Jakarta

    Suhu udara berkisar antara 20 hingga 35 derajat celsius. Suhu terendah diperkirakan terjadi di Kota Bandung.

    Sementara di wilayah Jakarta, BMKG memperkirakan seluruh wilayah cerah berawan seharian.

    Suhu udara berkisar antara 24 hingga 32 derajat celsius dengan tingkat kelembaban antara 65 hingga 95 persen.