Atasi Kemarau Dampak El Nino: 60 Persen Embung Masih Aman

Written by

in

 

 

7cloud.asia – Menghadapi kemarau panjang dampak El Nino, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengidentifikasi 60 hingga 80 persen embung, danau dan sumber-sumber air masih aman.

Hal ini disampaikan dalam Rapat Terbatas tentang Mitigasi Dampak Fenomena El Nino yang memicu kemarau panjang, dipimpin langsung oleh Presiden Joko Widodo Selasa (03/10/29023) , di Istana Merdeka, Jakarta.

Presiden Jokowi meminta jajarannya untuk melakukan pemetaan secara komprehensif persoalan yang terkait dengan dampak kemarau panjang akibat fenomena El Nino di tanah air.

Baca: Sebagian wilayah Indonesia sudah masuk musim hujan

Kamarau panjang yang dipicu El Nino mengakibatkan kekeringan, kekurangan air bersih, gagal panen, hingga kebakaran hutan dan lahan.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono melaporkan bahwa dari kurang lebih 114 danau, kemudian 323 situ/ranu, maupun embung, itu kira-kira antara 60 sampai 80 persen masih efektif.

“Jadi masih bisa teratasi untuk menyuplai air terutama untuk lahan pertanian selama musim kemarau panjang akibat El Nino” ujar Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya dalam keterangan pers, usai mengikuti Ratas.

Baca: BRIN sebut El Nino akan berlansgung hingga Mei 2024

Siti menambahkan, intinya arahan yang disampaikan Presiden ada tiga hal, yaitu pertama, pemetaan persoalan secara komprehensif; yang kedua, fokus untuk strategi tersedianya air;

“Dan yang ketiga, daerah sentra produksi pangan agar dicek terus-menerus untuk kecukupan air,” ujar Menteri Siti. 

Sementara itu, Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Harvick Hasnul Qolbi mengatakan bahwa saat ini persediaan pangan di tanah air masih dalam kondisi cukup stabil.

Baca: BMKG ingatkan potensi kebakaran lahan di sejumlah wilayah

Mennurutnya, ada beberapa penurunan produksi utamanya di sektor tanaman pangan yang sangat terdampak sekali dengan adanya El Nino dan musim kemarau yang lebih panjang dari perkiraan sebelumnya.

“Cuma situasi peternakan, perkebunan kita, pertanian kita, baik itu tanaman pangan maupun hortikultura sementara ini cukup baik,” ujar Harvick.

Untuk mengantisipasi dampak dari penurunan produksi beras, kata Harvick, pemerintah telah melakukan sejumlah upaya di antaranya dengan melakukan impor beras untuk cadangan beras pemerintah (CBP).

Baca: Pemanasan global mengakibatkan separuh danau di dunia mengering

Jadi, ujarnya, untuk menekan harga di pasar kita coba siasati dengan membanjiri produk, mudah-mudahan ini cukup efektif menjaga agar harga beras tidak melonjak.

“Kita lakukan bersinergi dengan kementerian/lembaga lain, utamanya Kemendag [Kementerian Perdagangan] juga dengan Bapanas [Badan Pangan Nasional],” tandas Harvick.

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *