7cloud.asia – Beberapa wilayah di Jawa Tengah akan memasuki musim kemarau pada pertengahan April 2024 yang berlangsung selama 4 hingga 7 bulan.
Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Jawa Tengah, Sukasno mengungkapkan ada beberapa wilayah di Jawa Tengah yang memasuki musim kemarau paling awal, pertengahan April 2024.
Wilayah tersebut antara lain Kabupaten Rembang bagian selatan serta sebagian Kabupaten Blora dan Pati.
“Puncak kemarau diperkirakan terjadi antara Juli hingga Agustus 2024,” ujarnya seperti dikutip Antaranews.
Baca: Musim kemarau 2024 bakal mundur
Selanjutnya Sukasno menjelaskan anomali suhu permukaan perairan Indonesia pada April hingga September 2024 diprediksi hangat.
Hal ini karena Monsun Australia diprediksi mulai aktif memasuki wilayah Indonesia pada April 2024.
“Pada masa peralihan musim hujan ke kemarau, masyarakat diimbau untuk mewaspadai cuaca ekstrem,” katanya.
Sebelumnya Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati mengatakan hasil analisa iklim awal musim kemarau akan sangat berkaitan dengan mekanisme interaksi antara El-Nino – angin Monsun Asia menjadi angin timuran Monsun Australia.
Baca: Kekeringan akibat El Nino, pemerintah siapkan dana Rp 8 triliun
Proses tersebut diprediksi akan dimulai awal April mendatang pada beberapa wilayah Indonesia timur dan Pesisir Utara Pulau Jawa (Banten, DKI Jakarta), kemudian mendominasi Pulau Jawa dan seluruh daerah Indonesia pada September.
“Juli-Agustus diprediksi menjadi puncak dari musim kemarau di bawah normal, karena akan mendekati puncak, mulai lah persiapkan embung pertanian tetap basah saat ini,” jelasnya.
Menurutnya hal ini penting dilakukan karena sifat kemarau di bawah normal itu lebih kering daripada biasanya.
Baca: Kemarau panjang biaya tanam melonjak
Ia menyebut puncak kemarau tahun ini diprediksi melanda 31- 45 persen daerah di Indonesia.
Mulai dari sebagian daerah di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Riau, Kepulauan Bangka Belitung, dan Jawa Timur.
Selanjutnya, Kalimantan Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, NTT, Maluku Utara, Papua Barat, Papua Tengah, dan Papua Selatan.
Reporter: Nurakhmayani

Leave a Reply