Tag: kualitas udara

  • Kualitas Udara Jakarta Membaik, Angka PM 2,5 Berada di Kisaran 51-100

    Kualitas Udara Jakarta Membaik, Angka PM 2,5 Berada di Kisaran 51-100

    7cloud.asia – Dinas Lingkungan Hidup (LH) DKI Jakarta menyebutkan, kualitas udara di Jakarta pada Kamis (14/9/2023) masuk kategori sedang.

    Dari pantauan pada Kamis pagi hingga pukul 06.00 WIB, jumlah partikel halus (particulate matter/PM) 2,5 berdasar indek standar pencemar udara (ISPU) di Jakarta berada pada angka 51-100 

    Laman resmi Sistem Informasi Lingkungan dan Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta, menyebutkan di antara lima wilayah, Lubang Buaya Jakarta Timur memiliki angka PM2,5 sebesar 99.

    Baca: Tilang uji emisi dibatalkan, ini sebabnya

    Angka itu memiliki penjelasan tingkat kualitas udaranya sedang karena tidak berpengaruh pada kesehatan manusia ataupun hewan tetapi berpengaruh pada tumbuhan yang sensitif, dan nilai estetika.

    Sedangkan kategori baik yakni tingkat kualitas udara yang tidak memberikan efek bagi kesehatan manusia atau hewan dan tidak berpengaruh pada tumbuhan, bangunan ataupun nilai estetika dengan rentang PM2,5 sebesar 0-50.

    Kemudian, kategori sangat tidak sehat dengan rentang PM2,5 sebesar 200-299 atau kualitas udaranya dapat merugikan kesehatan pada sejumlah segmen populasi yang terpapar.

    Baca: DPRD minta hasil uji emisi dibuka ke publik

    Terakhir, kualitas udara disebut berbahaya  jika PM2,5 berada di angka 300-500 atau secara umum kualitas udaranya dapat merugikan kesehatan yang serius pada populasi.

    Selain Jakarta Timur, ISPU di wilayah kota Jakarta lainnya terpantau sedang, yakni Bunderan HI Jakarta Pusat (80), Kelapa Gading Jakarta Utara (85), Jagakarsa Jakarta Selatan (73) dan Kebon Jeruk Jakarta Barat (73).

    Sementara itu, pada situs pemantauan IQ Air, Kamis, pukul 06.00 WIB, Jakarta, diklasifikasikan sebagai kota nomor 11 dengan pencemaran udara tertinggi di dunia dengan nilai 84.

    Baca: Seperti ini rencan atilang uji emisi

    Untuk kota paling tercemar yakni Dubai, UEA (172), kedua Lahore, Pakistan (169), ketiga Delhi, India (157), keempat Sydney, Australia (156) dan kelima Doha, Qatar (152).

    Indeks kualitas udara (IKU) di Jakarta tinggi karena konsentrasi PM2.5 saat ini sudah 5,6 kali lebih tinggi dari nilai panduan kualitas udara organisasi kesehatan dunia (World Health Organization/WHO).

    Data kualitas udara diperoleh berdasarkan pantauan di 20 stasiun pemantau, di antaranya berada di Layar Permai (PIK), Jalan Raya Perjuangan (Kebon Jeruk), dan Jimbaran (Ancol).

    Sumber: Antaranews

     

     

  • Menghijaukan Jakarta lewat Ruang Terbuka Hijau, Upaya Mengembalikan Kualitas Udara Jakarta

    Menghijaukan Jakarta lewat Ruang Terbuka Hijau, Upaya Mengembalikan Kualitas Udara Jakarta

    7cloud.asia – Beberapa bulan terakhir, pencemaran udara di Jakarta menjadi topik hangat di tengah masyarakat.

    Polusi udara membuat kualitas udara Jakarta masuk dalam kategori tidak sehat, salah satunya ditandai dengan langit yang berwarna abu-abu.

    Melihat kondisi polusi udara tersebut, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pun tak tinggal diam. Berbagai upaya dilakukan untuk memperbaiki kualitas udara Jakarta.

    Mulai dari pengurangan emisi, hingga peningkatan ruang terbuka hijau (RTH). Pemprov DKI Jakarta menargetkan akan menambah 800 ruang terbuka hijau di seluruh wilayah Jakarta.

    Bicara soal ruang terbuka hijau, Jakarta yang memiliki luas 664 kilometer persegi masih punya banyak “pekerjaan rumah” alias PR. 

    Baca: Pemprov DKI Jakarta akan buka 800 ruang terbuka hijau

    Berbeda dengan Jakarta tempo dulu yang hijau dan asri, Jakarta kini telah berubah jadi metropolitan yang penuh gedung pencakar langit.

    Kini, luas RTH di Jakarta hanya 9 persen dari luas wilayah. Padahal, menurut Undang-undang (UU) Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang, proporsi RTH setidaknya 30 persen dari luas wilayah.

    Ruang terbuka hijau ini terdiri dari 20 persen RTH publik yang disediakan pemerintah dan 10 persen RTH di lahan privat yang dikelola oleh swasta atau masyarakat.

    Pengkampanye Polusi dan Perkotaan Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Abdul Ghofar mengatakan ruang terbuka hijau berpotensi mengurangi pencemaran udara di Jakarta.

    Hal ini karena vegetasi di ruang terbuka hijau dapat menyerap polutan dan mengubahny amenjadi oksigen.

    Namun, menurutnya, ruang terbuka hijau ini harus tetap didukung dengan strategi pengurangan emisi dari sumbernya, seperti kendaraan bermotor dan aktivitas industri.

    Baca: taman kota, jadi resep Surabaya atasi polusi udara

    Secara terpisah, pengamat tata kota sekaligus Direktur Eksekutif Pusat Studi Perkotaan Nirwono Joga menambahkan bahwa ruang terbuka hijau juga memiliki ragam fungsi ekologis lain, seperti penyerap air alami atau pengendali banjir, penyejuk iklim mikro, hingga sebagai habitat satwa.

    Tentu saja, penghijauan di Jakarta menjadi hal yang penting dilakukan. Meski agak sedikit terlambat untuk mengimbangi buruknya kualitas udara saat ini, tapi ada banyak hal positif lain yang bisa didapatkan demi mewujudkan masa depan Jakarta yang lebih baik.

    Ada beberapa strategi yang dapat dilakukan Pemprov DKI Jakarta untuk memperluas RTH, salah satunya pengembalian fungsi kawasan.

    Sebab saat ini, tak dapat dipungkiri bahwa banyak RTH yang sudah terkonversi menjadi kawasan bisnis maupun kawasan permukiman.

    Ini adalah hal yang paling sulit, tapi tentu harus ada penegakan hukum. Untuk wilayah-wilayah lindung atau kawasan RTH yang sudah beralih fungsi, harusnya bisa didorong untuk pengembalian fungsi kawasan.

    Baca: Pemprov DKI Jakarta galakkan penanaman pohon langka

    Selain pengembalian fungsi kawasan, peningkatan kualitas ruang terbuka hijau yang ada juga sangat penting.

    Jika dilihat lebih seksama, ruang terbuka hijau yang ada saat ini masih minim pohon dan terlalu banyak beton, sehingga belum cukup memadai untuk menjalankan fungsinya sebagai penyerap air dan polutan.

    Oleh karenanya, dengan menambah vegetasi dan mengurangi betonisasi, ruang terbuka hijau diharapkan dapat lebih baik dalam menjalankan fungsi ekologisnya.

    Sementara itu, strategi perluasan ruang terbuka hijau di Jakarta dapat dilakukan dengan penghijauan di bantaran 13 sungai utama.

    Penghijauan di 13 koridor bantaran rel kereta api, penghijauan di kolong jalan atau jembatan layang, penyediaan taman antarbangunan gedung, pengembangan hutan pantai atau mangrove, hingga pembangunan taman kota baru.

    Kemudian, ruang terbuka hijau berupa taman atap atau rooftop garden dan taman dinding atau vertical garden juga bisa dipertimbangkan sebab memiliki fungsi ekologis, seperti penyerap polutan dan penyejuk iklim mikro.

    Baca: RTH Kalijodo selesai direnovasi, warga diajak turut merawatnya

    Di samping itu, RTH taman atap juga memiliki fungsi sosial bagi penghuni bangunan.

    Namun, perlu dicatat bahwa pembangunan taman atap dan taman dinding tidak menambah ruang terbuka hijau kota secara signifikan karena luasnya yang sangat terbatas. Selain itu, taman tersebut juga tidak dapat membantu menyerap air secara alami.

    Saat ini, Pemprov DKI Jakarta terus berupaya menghijaukan kembali Jakarta guna mencapai target RTH seluas 30 persen.

    Pada 2023, Dinas Pertamanan dan Hutan Kota (Distamhut) DKI Jakarta telah membangun taman seluas 67.327 meter persegi di empat wilayah.

    Rinciannya, tiga lokasi dengan total luas 12.319 meter persegi di Jakarta Barat, tujuh lokasi dengan total luas 16.568 meter persegi di Jakarta Timur, 11 lokasi dengan total luas 32.587 meter persegi di Jakarta Selatan, dan dua lokasi dengan total luas 5.853 meter persegi di Jakarta Utara.

    Kemudian, Pemprov DKI Jakarta juga menanam sebanyak total 10.474 pohon di RTH dan jalur hijau.

    Baca: Pemkot Jakarta Timur siapkan 8,5 hektare lahan untuk hutan kota

    Sebagai contoh, pada Agustus 2023, sebanyak 1.000 pohon ditanam di jalur hijau Kali Mookervart Jakarta Barat.

    Terbaru, pada Jumat (15/9/2023), Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono menanam ratusan pohon buah di lahan terbuka di kawasan Ciganjur, Jagakarsa, Jakarta Selatan.

    Bagaimana pun, dalam menghijaukan kembali Jakarta, dibutuhkan kolaborasi dari berbagai pihak.

    Sebab berdasarkan mandat undang-undang, masyarakat dan swasta diamanahi untuk menyediakan RTH privat seluas 10 persen dari target 30 persen luas wilayah.

    Pemprov DKI Jakarta pun telah berkali-kali menggaungkan agar masyarakat dan swasta dapat turut berkontribusi dalam menghijaukan Jakarta.

    Walaupun tidak memiliki ladang, masyarakat Jakarta tetap dapat berkontribusi dalam penghijauan dengan cara lain, seperti menyisihkan sebagian lahan tempat tinggal untuk dijadikan pekarangan atau taman.

    Baca: Mengenal taman Bungkul, salah satu taman terbaik di Asia

    Sementara itu, para pengembang perumahan harus mengalokasikan 30 persen dari luas lahannya untuk dijadikan kawasan hijau, sesuai peraturan yang ada.

    Penyediaan RTH juga dapat dimaksimalkan ketika membangun fasilitas umum (fasum) dan fasilitas sosial (fasos) di area perumahan.

    Selain itu, perluasan RTH oleh pihak swasta juga dapat dilakukan dengan membangun halaman atau taman di area perkantoran atau kawasan industri.

    Swasta juga dapat memanfaatkan program tanggung jawab sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility/CSR) dalam melakukan upaya-upaya penghijauan.

    Menghijaukan kembali Jakarta memang tidak semudah membalikkan telapak tangan, namun perlu upaya ekstra.

    Bukan hanya sekadar membangun RTH baru dan menanam pohon, tapi juga butuh perawatan yang berkelanjutan serta kesadaran seluruh lapisan masyarakat agar tidak mengalihfungsikan lahan hijau menjadi tempat yang berpotensi mengancam keberlangsungan lingkungan dan kehidupan.

    Penulis: Suci Nurhaliza diedit Masuki M Astro

     

  • Kondisi Udara Jakarta Rabu Malam Tidak Sehat

    Kondisi Udara Jakarta Rabu Malam Tidak Sehat

    7cloud.asia – Kondisi udara di Jakarta pada Rabu (20/09/2023) masih tidak sehat bagi kelompok sensitif. Dilihat dari situs IQAir pada pukul 20.20 WIB, Jakarta berada di posisi ke delapan dengan indeks kualitas udara 102.

    Peringkat ini berada di bawah kota Lahore, Pakistan dengan indeks kualitas udara berada pada angka 104 dengan status yang sama dengan Jakarta.

    Di situs tersebut terpantau di Jakarta nilai konsentrasi polutan PM 2,5 di Jakarta saat ini 7.2 kali nilai panduan kualitas udara tahunan WHO. Posisi pertama indeks kualitas udara terburuk adalah kota Kuching, Malaysia IQAir 157.

    Humas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta, Yogi Ikhwan menjelaskan dengan kualitas udara seperti ini setiap orang masih dapat beraktivitas di luar tanpa masker.

    Tetapi untuk kelompok sensitif diimbau untuk mengurangi aktivitas di luar serta tetap menggunakan masker saat di luar ruangan.  

    “Artinya, tingkat kualitas udara yang tidak berpengaruh pada kesehatan manusia ataupun hewan tetapi berpengaruh pada tumbuhan yang sensitif dan nilai estetika,” ungkap Yogi.

    Selanjutnya Yogi menjelaskan Pemprov DKI Jakarta telah melakukan berbagai usaha untuk memperbaiki kualitas udara di Jakarta.

    Diantaranya melakukan razia emisi yang harus memenuhi baku mutu pada emisi bergerak.

    Pemprov DKI Jakarta juga menyediakan tempat pelaksanaan uji emisi di 333 bengkel untuk kendaraan roda empat dan 107 bengkel untuk kendaraan roda dua.

    Selain itu, Pemprov DKI Jakarta juga melakukan penertiban kepada industri yang tidak melaksanakan perawatan dan pengelolaan pada cerobong untuk emisi tidak bergerak.

    Berdasarkan data Satgas Pengendalian Pencemaran Udara DKI Jakarta per 15 September 2023 Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan maupun DLH Provinsi DKI Jakarta telah menertibkan enam perusahaan stockpile batu bara.

    Selain itu, tiga perusahaan juga telah dilakukan legal sampling pengukuran emisi cerobong serta dilakukan penyegelan karena belum sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

    Upaya lain yang dilakukan untuk mengurangi polusi udara adalah melakukan Teknik Modifikasi Cuaca (TMC) dengan melakukan hujan buatan.

    Pemprov DKI Jakarta juga mengimbau gedung-gedung tinggi di Jakarta memasang pompa air bertekanan tinggi (water mist generator).

    Penyiraman jalan-jalan protokol juga masih dilakukan sejak pertengahan Agustus lalu. Hingga kini sudah 215 lokasi yang disiram, melibatkan 270 mobil dan personel sekitar 800 orang.

    Tak hanya itu, Pemprov DKI juga masih menerapkan kebijakan 50 persen WFH bagi pegawai di lingkungan kerja Pemprov DKI Jakarta selama dua bulan ini.

    “Kebijakan ini diterapkan dalam menyikapi masalah polusi udara di Jakarta,” kata Yogi.

    Repoter: Nurakhmayani

     

     

     

  • Kebakaran Lahan Akibatkan Kualitas Udara Kotawaringin Timur Bahaya, Masyarakat Diimbau Kenakan Masker

    Kebakaran Lahan Akibatkan Kualitas Udara Kotawaringin Timur Bahaya, Masyarakat Diimbau Kenakan Masker

     

    7cloud.asia – Kebakaran lahan di wilayah Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah telah membuat kualitas udara berstatus bahaya. Masyarakat diimbau untuk menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah.

    Imbauan ini disampaikan oleh Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah  Multazam.

    “Sejak pukul 05.00 wib (Minggu, 01/10/2023) tadi status ini menghitam (berbahaya),” ujar Multazam menjelaskan kualitas udara di Kotawaringin seperti yang dikutip Antaranews.

    Aplikasi pemantau pencemaran udara ISPUNET milik Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) Kotawaringin Timur menunjukkan kualitas udara Berbahaya.

    Baca: Ombudsman sebut butuh langkah komprehensif untuk atasi polusi udara di Indonesia

    Angka pencemaran PM 2.5 mencapai 309. Status diberi penanda warna hitam. Artinya tingkat kualitas yang dapat merugikan kesehatan serius pada populasi dan perlu penanganan cepat.

    Pada hari Minggu kemarin, kualitas udara terpantau terus memburuk. Pukul 09.00 WIB, angka pencemaran PM 2.5 menunjukkan angka menjadi 313 dan pada pukul 10.00 WIB meningkat menjadi 317.

    Asap pekat juga terlihat pada Sabtu malam hingga Minggu pagi sehingga cukup mengganggu jarak pandang.

    Sebagian warga terlihat menggunakan masker untuk mencegah terhirup asap bercampur debu kebakaran lahan.

    Baca: Lima gas pencemar yang bikin kualitas udara berbahaya

    Kualitas udara semakin memburuk ini dipicu oleh kebakaran lahan yang kembali marak terjadi.

    Tidak hanya di Kota Sampit, kebakaran lahan juga marak di wilayah selatan yang memang mengalami tingkat kekeringan lebih tinggi.

    Berdasarkan data BPBD, jumlah hot spot pada dua bulan terakhir meningkat tajam.

    Titik panas pada Agustus sebanyak 1.345 titik dan September sebanyak 1.994 titik. Jumlah ini naik berkali-kali lipat dibanding biasanya yang hanya berkisar maksimal 100 titik.

    Baca: Kebakaran lahan dampak El Nino yang harus dibayar mahal

    Sebaran hot spot terbanyak terkonsentrasi di wilayah selatan yaitu Kecamatan Mentaya Hilir Selatan dan Teluk Sampit.

    Selama September, hot spot di Mentaya Hilir Selatan tercatat 683 titik dan Teluk Sampit 424 titik.

    Berbagai upaya pemadaman kebakaran terus dilakukan oleh tim gabungan bersama relawan dari berbagai kelompok.

    Termasuk pemadaman melalui udara dengan water bombing atau pengeboman air menggunakan helikopter milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

    Baca: Kebakaran lahan hanguskan ratusan hektare hijauan di Gunung Arjuno

    Pemerintah setempat memberlakukan status tanggap darurat bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Bahkan status itu sudah satu kali diperpanjang selama tujuh hari.

    “Senin (hari ini) akan dilakukan rapat evaluasi kembali terkait kondisi saat ini untuk penetapan status dengan melibatkan semua pihak terkait,” jelas Multazam.

    Reporter: Nurakhmayani

     

  • Titik Panas di Sumatera Bertambah Picu Kabut Asap di Singapura

    Titik Panas di Sumatera Bertambah Picu Kabut Asap di Singapura

    7cloud.asia – Kualitas udara Singapura turun ke kisaran tidak sehat sejak Sabtu (7/10/2023), diduga dipicu oleh meningkatnya kebakaran lahan di Indonesia yang membawa kabut asap ke negara kota tersebut.

    Badan Lingkungan Hidup Nasional Singapura mengatakan kabut asap yang mengakibatkan buruknya kualitas udara ini tak lepas dari kebakaran lahan di Sumatera.

    Disebutkan, ada 212 titik panas terdeteksi di Sumatra pada Jumat (6/10/2023), naik dari 65 pada Kamis (5/10/2023) dan 15 pada hari sebelumnya.

    Pergeseran arah angin pada Jumat (6/10/2023) petang meniupkan sebagian kabut asap tipis ke arah Singapura, sehingga memperburuk kualitas udara di negara kepulauan tersebut, katanya.

    Baca: Pemerintah lakukan modifikasi cuaca di daerah rawan kebakaran lahan

    Pada pukul 14.00 waktu setempat, Indeks Standar Pencemaran 24 jam di bagian timur dan tengah Singapura berada di atas 100, Buruknya kualitas udara ini, masyarakat disarankan untuk mengurangi aktivitas berat di luar ruangan dalam waktu lama.

    Kabut asap lintas batas merupakan masalah menahun di Asia Tenggara karena adanya celah peraturan yang menyulitkan pihak berwenang untuk menghilangkan praktik pembukaan lahan dengan cara tebang dan bakar di Indonesia.

     

    Perkebunan kelapa sawit dan bubuk kertas sering kali membuka lahan di Tanah Air dengan cara tradisional, yaitu membakar lahan.

    Menurut catatan publik, perusahaan-perusahaan itu dimiliki oleh perusahaan dalam dan luar negeri atau perusahaan yang terdaftar di luar negeri

    Baca: Siti Nurbaya bantah RI ekspor kabut asap ke Malaysia

    Pemerintah sering kali memadamkan kebakaran hutan dengan air yang disemprotkan dari helikopter dan menyebabkan hujan melalui penyemaian awan, kata Menteri Lingkungan Hidup Siti Nurbaya pada Jumat (6/10).

    Ia menepis kabut asap domestik melintasi perbatasan antarnegara. Malaysia Tuding Indonesia Sebagai Penyebab Kabut Asap dan Polusi Udara.

    Pada awal minggu ini Kuala Lumpur mendesak Jakarta untuk mengambil tindakan terhadap kebakaran di wilayah Indonesia karena kualitas udara di Malaysia mencapai tingkat yang tidak sehat.

    Pada 2015 dan 2019, kebakaran serupa menghanguskan jutaan hektar lahan di Indonesia dan menyebabkan kabut asap menyebar ke beberapa negara Asia Tenggara.

    Baca: Ratusan ribu hektare lahan terbakar imbas El Nino

    Kebakaran lahan ini menghasilkan emisi yang mencapai rekor tertinggi, menurut para ilmuwan.

    Kondisi kabut asap paling parah yang tercatat di Singapura terjadi pada bulan September 2015, ketika indeks 24 jam melampaui angka 300 hingga mencapai tingkat berbahaya.

    Akibat kabut asap ini, negara kota tersebut memutuskan untuk menutup sekolah-sekolah.

    Sumber: VOA Indonesia

  • Kebakaran Lahan di Sumsel Meningkat, Kualitas Udara Kota Palembang Masuk Kategori Membahayakan

    Kebakaran Lahan di Sumsel Meningkat, Kualitas Udara Kota Palembang Masuk Kategori Membahayakan

    7cloud.asia – Kebakaran lahan di sejumlah wilayah di Sumatera Selatan mengakibatkan kualitas udara Kota Palembang kembali memburuk.

    Dipantau dari IQAir pada Rabu (18/10/2023) pagi indeks standar pencemar udara atau ISPU di kota Palembang tercatat di angka 474 dan menjadi kota dengan kualitas udara terburuk di Indonesia.

    Dengan kualitas udara seperti ini maka kondisi udara di Kota Palembang masuk dalam kategori berbahaya untuk kesehatan. 

    Baca: Kebakaran lahan di Sumatera sempat picu kabut asap di Singapura

    Dilansir rri.co.id,  memburuknya kualitas udara di Palembang setelah jumlah titik api karhutla Sumsel naik hampir delapan kali lipat hingga 1.100 titik dibandingkan sebelumnya hanya sekitar 150 titik. 

    Pada hari Senin, ISPU sempat berada di bawah angka 200. ISPU Kota Palembang kembali naik antara lain terjadi di lahan kosong di Jalan Kol H Burlian KM 8 Palembang, yang terjadi sejak Senin (16/10/2023).

    Kabut asap yang disebabkan kebakaran lahan ini menyebabkan banyak warga kesulitan bernafas dan mata perih.

    Baca:  Pemerintah lakukan modifikasi cuaca di daerah rawan kebakaran lahan

    Kepala Seksi (Kasi) Pengendalian Pencemaran Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sumsel Rezawal Selasa (17/10/2023) mengatakan, karhutla wilayah paling dekat dengan Kota Palembang yaitu Kabupaten Ogan Komering Ilir dan Banyuasin.

    Ia mengimbau kepada masyarakat jangan terlalu banyak aktivitas di luar rumah dan gunakan masker apabila harus beraktivitas di luar rumah.

    “Dan tetap jaga kesehatan kemudian perbanyak minum air putih,” ujarnya seperti dikutip republika.co.id.

    Baca: Setidaknya 276 ribu hektare lahan terbakar akibat kemarau panjang

    Ia menambahkan, kabut asap tebal kemungkinan masih akan mengepung udara Kota Palembang karena potensi hujan masih belum akan terjadi dalam waktu dekat.  

    Sebelumnya Koordinator Bidang Observasi dan Informasi BMKG Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang Sinta Andayani mengatakan hujan merupakan hal yang paling efektif untuk memadamkan karhutla yang terjadi saat ini.

    Dia mengatakan, berdasarkan prakiraan cuaca, hujan, dengan intensitas deras dan durasi yang lama di Sumsel baru akan terjadi di tanggal 20 Oktober ke atas.

    “Dengan turunnya hujan diharapkan ISPU bisa diatasi,” katanya.

    Baca: BRIN perkirakan El Nino akan berlangsung hingga Mei 2024

    Berikut indeks kualitas udara di sejumlah kota di Indonesia pada Rabu (18/10/2023).

    1. Palembang, Sumatera Selatan 474

    2. Jakarta, Jakarta 171

    3. Kota Pekanbaru, Riau 170

    4. Kota Bandung, Jawa Barat 166

    5. Jambi, Jambi 160

    6. Kota Bogor, Jawa Barat 133

    7. Kabupaten Serang, Provinsi Banten 104

    8. Kota Surabaya, Jawa Timur 78

    9. Kota Denpasar, Provinsi Bali 61

  • Asap Menyelimuti Kota Padang, Masyarakat Diimbau Gunakan Masker  

    Asap Menyelimuti Kota Padang, Masyarakat Diimbau Gunakan Masker  

     

    7cloud.asia – Kabut asap menyelimuti Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar) sejak beberapa hari terakhir membuat kualitas udara menjadi tidak sehat. Masyarakat diimbau menggunakan masker saat diluar ruangan.

    “Kualitas udara sudah menurun sejak beberapa hari terakhir. Namun statusnya masih sedang. Hari ini kembali menurun kembali menjadi tidak sehat,” urai Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sumbar, Asben Hendri.

    Melansir Antaranews, pada Rabu (18/10/2023) siang kualitas udara di Kota Padang menurun dengan nilai PM2.5 berdasarkan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) mencapai 105, akibat kabut asap.

    baca juga: https://www.7cloud.asia/nasional/243059815/mahfud-bantah-indonesia-kirim-kabut-asap-ke-negara-tetangga

    ISPU yang mencapai 105 masuk kategori tidak sehat. Kualitas udara tersebut dinilai merugikan bagi kesehatan manusia, hewan, dan tumbuhan.

    Selanjutnya Asben menerangkan kabut asap di Kota Padang diduga berasal dari provinsi tetangga yang terbawa angin hingga ke Sumbar.

    Sebab menurut BMKG, prakiraan angin secara umum bertiup dari arah tenggara dengan kecepatan 10 – 20 km/jam.

    Asben juga mengimbau masyarakat untuk tidak membakar sampah atau jerami di sawah agar kabut asap tidak semakin pekat serta memperburuk kondisi udara.

    baca juga: https://www.7cloud.asia/daerah/243086188/kebakaran-lahan-di-sumsel-meningkat-kualitas-udara-kota-palembang-masuk-kategori-membahayakan

    Sementara itu, Dinas Kehutanan Sumbar hari ini terpantau sejumlah titik panas dan titik api pada beberapa daerah di Sumbar.

    Kepala Dinas Kehutanan Sumbar Yozarwardi menyebut berdasarkan aplikasi SiPongi milik Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI, terpantau belasan titik panas (hotspot) di Sumbar.

    Belasan titik panas tersebut berada di Pesisir Selatan, Sijunjung, dan Solok Selatan. Sedangkan titik api (fire spot) terpantau di perbatasan Kabupaten Pesisir Selatan dengan Provinsi Bengkulu.

    baca juga: https://www.7cloud.asia/daerah/243032110/palembang-diselimuti-kabut-asap-jam-sekolah-berubah

    Ia menyebut petugas telah turun ke lapangan untuk memastikan titik panas tersebut berupa kebakaran lahan/hutan atau tidak.

    Seperti yang diwartakan sebelumnya, kebakaran hutan dan lahan terjadi di beberapa wilayah di Sumatera Selatan, yaitu Kabupaten Ogan Ilir, Ogan Komering Ilir, dan Kabupaten Musi Banyuasin.

    Selain itu, kebakaran hutan dan lahan juga terjadi di sekitar lokasi pemegang izin berbasis lahan lainnya seperti di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Muara Enim, Lahat, dan Musirawas.

    Akibat kebakaran hutan dan lahan tersebut, asap mengepung wilayah tersebut hingga ke provinsi lainnya.

    Reporter: Nurakhmayani

     

     

     

     

     

  • Jakarta Hujan, Kualitas Udara Tak Kunjung Membaik

    Jakarta Hujan, Kualitas Udara Tak Kunjung Membaik

    7cloud.asia – Meski beberapa wlayah di Jakarta pada Selasa (24/10/2023) malam diguyur hujan, tetapi tidak membuat kualitas udara membaik. Jakarta masih dalam peringkat 10 besar kualitas udara terburuk di dunia.

    Dilihat dari situs IQAir pada pukul 08.45 WIB, Jakarta berada pada rangking 7 dengan indeks kualitas udara berada pada angka 165 dan status udara tidak sehat.

    Di situs tersebut terpantau di Jakarta nilai konsentrasi polutan utamanya PM 2,5  yang artinya 16.4 kali panduan kualitas udara tahunan WHO.

    Sementara posisi pertama ditempati kota Lahore, Pakistan dengan indeks kualitas udara 299 dan urutan kedua adalah New Delhi, India dengan indeks kualitas udara 219.

    Posisi ketiga ditempati kota Hanoi, Vietnam dengan indeks kualitas udara 179. Dan posisi keenam, tepat diatas Jakarta adalah kota Beijing, China dengan indeks kualitas udara 169.

    baca juga: ombudsman butuh langkah komprehensif untuk atasi polusi udara

    Data kualitas udara didapat dari sejumlah kontributor, seperti KLHK, BMKG serta US Department of State.

    Dengan kualitas udara seperti itu, IQAir menyarankan agar masyarakat dapat menggunakan masker saat berada diluar.

    Selain itu, jika memiliki penyaring udara maka dapat menyalakan penyaring udara agar udara dapat jernih kembali.

    Masyarakat juga dihimbau untuk menutup jendela agar dapat menghindari udara kotor dari luar.

    Masyarakat juga dihimbau untuk tidak melakukan aktivitas di luar ruangan. Apalagi untuk kelompok usia rentan seperti anak-anak, ibu hamil dan orangtua.

    baca juga: akhir pekan jakarta masuk 3 besar kota terpolusi dunia

    Sementara itu, Guru Besar Bidang Pulmonologi dan Respirasi Universitas Indonesia Prof. Dr. dr. Agus Dwi Susanto, Sp. P(K), FISR, FAPSR mengajak masyarakat untuk mengenakan masker kain yang dilapisi filter untuk particulate matter (PM) 2.5 saat polusi udara.

    “Ini bisa jadi solusi murah pada masyarakat yakni masker kain ditambah filter untuk PM 2.5. Ini banyak di toko daring jual filter untuk PM 2.5 harganya Rp10 ribu,” ujar Agus dalam konferensi pers daring di Jakarta, Rabu (23/08/2023).

    Cara ini dianggap dapat melakukan filtrasi sebanyak 95 – 99 persen. Selain itu, masyarakat juga bisa menggunakan N95, KF94 dan masker bedah.

    Reporter: Nurakhmayani

     

  • Jumat Pagi, Kualitas Udara di Jakarta Tidak Sehat

    Jumat Pagi, Kualitas Udara di Jakarta Tidak Sehat

    7cloud.asia – Kualitas udara di Jakarta Timur dan Jakarta Barat pada Jumat (03/11/2023) pagi pukul 04.00 WIB berada dalam kategori tidak sehat.

    Kategori tersebut termasuk dalam angka partikel halus (particulate matter/PM) 2,5 berdasarkan indek standar pencemar udara (ISPU) meliputi wilayah yakni Lubang Buaya Jakarta Timur (108), dan Kebon Jeruk Jakarta Barat (101).

    Mengutip Sistem Informasi Lingkungan dan Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta, Lubang Buaya, Jakarta Timur memiliki angka PM2,5 yang paling tinggi sebesar 110 atau berada di antara patokan 101-199.

    Angka itu termasuk kategori tidak sehat yakni kualitas udaranya yang bersifat merugikan pada manusia ataupun kelompok hewan yang sensitif atau bisa menimbulkan kerusakan pada tumbuhan ataupun nilai estetika.

    baca: jakarta hujan kualitas udara tak kunjung membaik

    Sedangkan ISPU di wilayah kota Jakarta lainnya terpantau sedang, yakni Bundaran HI Jakarta Pusat (87), Jagakarsa Jakarta Selatan (71) dan Kelapa Gading Jakarta Utara (95).

    Di tingkat dunia, berdasarkan situs pemantauan IQ Air pada Jumat pukul 07.15 WIB, Jakarta berada pada peringkat sembilan dengan pencemaran udara tertinggi di dunia dengan indeks kualitas udara 164.

    Di situs tersebut, di Jakarta nilai konsentrasi polutan utamanya PM 2,5  yang artinya 16.1 kali lebih tinggi dari nilai panduan kualitas udara Badan Kesehatan Dunia (WHO), yakni 158 AQI US.

    Data kualitas udara diperoleh berdasarkan pantauan di 20 stasiun pemantau, di antaranya berada di Layar Permai (PIK), Jalan Raya Perjuangan (Kebon Jeruk) dan Jimbaran (Ancol).

    baca: tekan polusi udara berbagai upaya dilakukan pemprov dki jakarta

    Sedangkan peringkat pertama jatuh pada Delhi, India dengan indeks kualitas udara dalam kategori bahaya yaitu 546.

    Kota terpolusi kedua di dunia adalah kota Lahore, Pakistan dengan indeks kualitas udara 382.

    Kota terpolusi ketiga dunia adalah kota Baghdad, Irak yang terpantau indeks kualitas udaranya 232.  

    Reporter: Nurakhmayani

  • Usai Hujan, Kualitas Udara di Jakarta Membaik

    Usai Hujan, Kualitas Udara di Jakarta Membaik

    7cloud.asia – Usai diguyur hujan deras pada Sabtu (4/11/2023) malam, kualitas udara di DKI Jakarta membaik pada Minggu (05/11/2023) pagi.

    Dilihat dari situs pemantau kualitas udara IQAir pada pukul 06.56 WIB, Jakarta berada pada rangking 18 terburuk dunia dengan indeks kualitas udara berada pada angka 89.

    Angka ini masuk dalam kategori sedang dengan angka partikel halus (Particulate Matter/PM) 2.5.

    Jika dibandingkan dengan Sabtu (4/11/2023) kemarin ada peningkatan kualitas udara yang signifikan, yaitu dengan IQAir berada pada angka 169 dan terburuk kelima dunia.

    Sementara itu, pantauan IQAir pada Minggu pagi, kota dengan kualitas udara terburuk di dunia Delhi (India) dengan indeks kualitas udara di angka 469, diikuti Lahore (India) di angka 356 dan Dhaka (Banglades) di angka 194.

    baca: seperti ini langkah pemerintah atasi polusi udara di jakarta dan sekitarnya

    Meski secara keseluruhan kualitas udara di Jakarta membaik, namun ada beberapa wilayah di Jakarta yang tercatat memiliki kualitas udara dengan kategori tidak sehat, yakni Pasir Putih, Jeruk Purut dan Kemang V.

    Sebelumnya pemprov DKI Jakarta bersama pemerintah pusat melakukan berbagai upaya untuk memperbaiki kualitas udara di Jakarta-Bogor-Depok-Tangerang-Bekasi (Jabodetabek).

    Langkah untuk mengatasi polusi udara di Jakarta dan sekitarnya tersebut dibagi dalam jangka pendek, menengah, dan panjang.

    Presiden kemudian memerintahkan kementerian/lembaga terkait untuk melakukan intervensi yang bisa meningkatkan kualitas udara di Jabodetabek.

    Jokowi meminta rekayasa cuaca untuk dilakukan.

    baca: cuaca hari ini jakarta berpotensi hujan sore hingga malam

    “Kemudian juga rekayasa cuaca untuk memancing hujan di kawasan Jabodetabek,” ujarnya, seperti dilaporkan Detikcom.

    Jokowi lantas meminta agar regulasi untuk percepatan penerapan batas emisi khususnya di Jabodetabek untuk segera ditetapkan. Kemudian memperbanyak ruang terbuka hijau.

    Untuk jangka menengah, Jokowi meminta agar kebijakan mengurangi penggunaan kendaraan berbasis fosil segera diterapkan. Jokowi meminta agar warga beralih ke moda transportasi massal.

    “Saya kira bulan ini LRT segera dioperasionalkan, MRT juga sudah beroperasi, kemudian kereta cepat bulan depan juga sudah beroperasi dan juga percepatan elektrivikasi kendaraan umum dengan bantuan pemerintah,” papar Jokowi.

    baca: jumat pagi kualitas udara di jakarta tidak sehat

    Sementara untuk jangka panjang, Jokowi menekankan pentingnya memperkuat aksi mitigasi dan adaptasi perubahan iklim.

    Dia meminta pengawasan kepada sektor industri dan pembangkit listrik terutama di sekitar Jabodetabek untuk dilakukan.

    “Dan yang terakhir mengedukasi publik yang seluas-luasnya,” tandas Jokowi

    Sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat, Pemprov DKI juga akan memperketat pelaksanaan uji emisi bagi kendaraan bermotor.

    Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta juga akan kembali memperketat izin pembangunan dan mengusulkan penggunaan Pertamax Turbo bagi kendaraan berkapasitas 2.400 cc.

    Reporter: Nurakhmayani