Jumat Pagi, Kualitas Udara di Jakarta Tidak Sehat

Written by

in

7cloud.asia – Kualitas udara di Jakarta Timur dan Jakarta Barat pada Jumat (03/11/2023) pagi pukul 04.00 WIB berada dalam kategori tidak sehat.

Kategori tersebut termasuk dalam angka partikel halus (particulate matter/PM) 2,5 berdasarkan indek standar pencemar udara (ISPU) meliputi wilayah yakni Lubang Buaya Jakarta Timur (108), dan Kebon Jeruk Jakarta Barat (101).

Mengutip Sistem Informasi Lingkungan dan Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta, Lubang Buaya, Jakarta Timur memiliki angka PM2,5 yang paling tinggi sebesar 110 atau berada di antara patokan 101-199.

Angka itu termasuk kategori tidak sehat yakni kualitas udaranya yang bersifat merugikan pada manusia ataupun kelompok hewan yang sensitif atau bisa menimbulkan kerusakan pada tumbuhan ataupun nilai estetika.

baca: jakarta hujan kualitas udara tak kunjung membaik

Sedangkan ISPU di wilayah kota Jakarta lainnya terpantau sedang, yakni Bundaran HI Jakarta Pusat (87), Jagakarsa Jakarta Selatan (71) dan Kelapa Gading Jakarta Utara (95).

Di tingkat dunia, berdasarkan situs pemantauan IQ Air pada Jumat pukul 07.15 WIB, Jakarta berada pada peringkat sembilan dengan pencemaran udara tertinggi di dunia dengan indeks kualitas udara 164.

Di situs tersebut, di Jakarta nilai konsentrasi polutan utamanya PM 2,5  yang artinya 16.1 kali lebih tinggi dari nilai panduan kualitas udara Badan Kesehatan Dunia (WHO), yakni 158 AQI US.

Data kualitas udara diperoleh berdasarkan pantauan di 20 stasiun pemantau, di antaranya berada di Layar Permai (PIK), Jalan Raya Perjuangan (Kebon Jeruk) dan Jimbaran (Ancol).

baca: tekan polusi udara berbagai upaya dilakukan pemprov dki jakarta

Sedangkan peringkat pertama jatuh pada Delhi, India dengan indeks kualitas udara dalam kategori bahaya yaitu 546.

Kota terpolusi kedua di dunia adalah kota Lahore, Pakistan dengan indeks kualitas udara 382.

Kota terpolusi ketiga dunia adalah kota Baghdad, Irak yang terpantau indeks kualitas udaranya 232.  

Reporter: Nurakhmayani

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *