7cloud.asia – Meski beberapa wlayah di Jakarta pada Selasa (24/10/2023) malam diguyur hujan, tetapi tidak membuat kualitas udara membaik. Jakarta masih dalam peringkat 10 besar kualitas udara terburuk di dunia.
Dilihat dari situs IQAir pada pukul 08.45 WIB, Jakarta berada pada rangking 7 dengan indeks kualitas udara berada pada angka 165 dan status udara tidak sehat.
Di situs tersebut terpantau di Jakarta nilai konsentrasi polutan utamanya PM 2,5 yang artinya 16.4 kali panduan kualitas udara tahunan WHO.
Sementara posisi pertama ditempati kota Lahore, Pakistan dengan indeks kualitas udara 299 dan urutan kedua adalah New Delhi, India dengan indeks kualitas udara 219.
Posisi ketiga ditempati kota Hanoi, Vietnam dengan indeks kualitas udara 179. Dan posisi keenam, tepat diatas Jakarta adalah kota Beijing, China dengan indeks kualitas udara 169.
baca juga: ombudsman butuh langkah komprehensif untuk atasi polusi udara
Data kualitas udara didapat dari sejumlah kontributor, seperti KLHK, BMKG serta US Department of State.
Dengan kualitas udara seperti itu, IQAir menyarankan agar masyarakat dapat menggunakan masker saat berada diluar.
Selain itu, jika memiliki penyaring udara maka dapat menyalakan penyaring udara agar udara dapat jernih kembali.
Masyarakat juga dihimbau untuk menutup jendela agar dapat menghindari udara kotor dari luar.
Masyarakat juga dihimbau untuk tidak melakukan aktivitas di luar ruangan. Apalagi untuk kelompok usia rentan seperti anak-anak, ibu hamil dan orangtua.
baca juga: akhir pekan jakarta masuk 3 besar kota terpolusi dunia
Sementara itu, Guru Besar Bidang Pulmonologi dan Respirasi Universitas Indonesia Prof. Dr. dr. Agus Dwi Susanto, Sp. P(K), FISR, FAPSR mengajak masyarakat untuk mengenakan masker kain yang dilapisi filter untuk particulate matter (PM) 2.5 saat polusi udara.
“Ini bisa jadi solusi murah pada masyarakat yakni masker kain ditambah filter untuk PM 2.5. Ini banyak di toko daring jual filter untuk PM 2.5 harganya Rp10 ribu,” ujar Agus dalam konferensi pers daring di Jakarta, Rabu (23/08/2023).
Cara ini dianggap dapat melakukan filtrasi sebanyak 95 – 99 persen. Selain itu, masyarakat juga bisa menggunakan N95, KF94 dan masker bedah.
Reporter: Nurakhmayani

Leave a Reply