Tag: pohon

  • Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2024: Klaster Filantropi Lingkungan Hidup dan Konservasi Tanam Pohon Serentak di 18 Provinsi

    Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2024: Klaster Filantropi Lingkungan Hidup dan Konservasi Tanam Pohon Serentak di 18 Provinsi

    7cloud.asia – Tema Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2024 yaitu “Our Land, Our Future, We Are #GenerationRestoration” artinya Tanah Kita, Masa Depan Kita, Kita Generasi Restorasi.

    Tema Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2024 ini menekankan pada pentingnya memulihkan lahan, memerangi penggurunan dan meningkatkan ketahanan terhadap kekeringan.

    Tema Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2024 ini selaras dengan UN Decade Ecosystem Restoration2021-2030 yang dicanangkan PBB beberapa waktu lalu.

    UN Decade Ecosystem Restoration2021-2030 adalah seruan untuk perlindungan dan pelestarian ekosistem di seluruh dunia untuk kepentingan manusia dan alam.

    UN Decade Ecosystem Restoration2021-2030 bertujuan untuk menghentikan laju degradasi ekosistem dan memulihkannya untuk mencapai tujuan global.

    PBB yakin, dengan ekosistem yang sehat, dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat, mitigasi dan adaptasi perubahan iklim, sekaligus mengurangi laju kepunahan keanekaragaman hayati. 

    Menurut UN Decade Ecosystem Restoration 2021-2030, upaya restorasi seluas 350 juta hektar ekosistem darat dan perairan yang terdegradasi berpotensi dapat menghasilkan USD9 triliun dalam bentuk jasa ekosistem.

    Baca Juga: Hari Lingkungan Hidup Sedunia: Sekjen PBB Kembali Serukan inggalkan Bahan Bakar Fosil untuk Hadang Krisis Iklim

    Selain itu, restorasi ekosistem juga dapat menghilangkan 13 hingga 26 gigaton gas rumah kaca dari atmosfer.

    Di Indonesia, restorasi ekosistem berpotensi untuk menurunkan emisi gas rumah kaca sebesar 52,92 juta ton karbon ekuivalen, yang meliputi restorasi ekosistem lahan kering, gambut, dan mangrove (Griscom et al., 2020).

    Salah satu aksi yang dapat dilakukan dalam upaya pemulihan lahan yang terdegradasi adalah dengan menanam dan memelihara pohon.

    Dalam rangka menyemarakkan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2024, Klaster Filantropi Lingkungan Hidup dan Konservasi (KFLHK) dan sejumlah komunitas menggelar aksi menanam pohon serentak di 18 provinsi di seluruh Indonesia.

    KFLHK terdiri dari Perhimpunan Filantropi Indonesia, Dompet Dhuafa, Belantara Foundation, Dompet Dhuafa Volunteer (DDV) dan Disaster Management Center Dompet Dhuafa berkolaborasi dengan komunitas Ciliwung Muara Bersama.

    Adapun 18 Provinsi yang melakukan penanaman secara serentak yaitu Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Kepulauan Riau, Riau, Kalimantan Timur, Lampung, Banten, Jakarta, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Gorontalo, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur.

    Baca Juga: Hari Lingkungan Hidup Sedunia: Save The Children Ingatkan Dampak Krisis Iklim pada Anak

    Ditargetkan sebanyak 3,000 bibit pohon ditanam dalam gerakan ini. Jenis bibit yang ditanam antara lain mangrove, jambu, alpukat, durian, nangka dan Mangga.

    Penanaman simbolis dilakukan di Bantaran Sungai Ciliwung, Tanjung Barat, Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan pada Kamis (13/6/2024).

    Total ada 20 bibit loa (Ficus racemosa), jambu air (Syzigium aqueum), mangga (Mangifera indica) dan kopi (Coffea sp.).

    Jenis tanaman tersebut dipilih karena dapat menghasilkan buah yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat setempat.

    Tidak hanya itu, bibit pohon tersebut juga merupakan sumber pakan satwa liar sehingga dapat menarik kehadiran berbagai jenis burung, kelelawar dan tupai.

    Penanaman pohon ini juga merupakan salah satu aksi untuk menanggulangi banjir dan longsor di bantaran Sungai Ciliwung.

    Sehingga gerakan menanam pohon ini tak hanya memperkaya potensi keanekaragaman hayati, tapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat khususnya yang ada di sekitar Sungai Ciliwung.

    Baca Juga: Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2024: Upaya Dunia untuk Merestorasi Lahan dan Melawan Penggurunan

    Penanaman simbolis ini dihadiri oleh perwakilan dari Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Jakarta, organisasi filantropi,komunitas lingkungan muda dan masyarakat umum.

    Melengkapi kegiatan ini juga digelar acara Talk Show dengan tema “Peran Generasi Muda dalam Pelestarian Alam” #Generation Restoration.

    Kegiatan ini merupakan puncak dari rangkaian kegiatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2024 yang diselenggarakan oleh KFLHK.

    Ketua Subkelompok Konservasi Sumber Daya Hutan dan Daerah Aliran Sungai Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Jakarta, Arie Fajar Septa, mengatakan
    upaya untuk memulihkan ekosistem, khususnya di bantaran Sungai Ciliwung menjadi tanggung jawab bersama.

    Tak hanya pemerintah, masyarakat juga harus berpartisipasi aktif dalam upaya tersebut.

    “Dengan adanya pemulihan hutan, maka ekosistem hutan dapat berkontribusi untuk upaya adaptasi dan mitigasi perubahan iklim serta melestarikan keanekaragaman hayati Jakarta, ujar Arie.

    Baca Juga: Dari Tragedi Teluk Minamata Lahirlah Hari Lingkungan Hidup Sedunia

    Manajer Program Fundraising Belantara Foundation, Diny Hartiningtias, menekankan pentingnya meningkatkan kesadaran dan pemahaman akan pentingnya menjaga dan melestarian lingkungan di sekitar mereka.

    “Kami bersama para pihak akan terus mengajak masyarakat khususnya generasi muda untuk berpartisipasi aktif dalam aksi restorasi ekosistem. Harapannya, melalui gerakan ini, kita dapat mendukung target Tujuan Pembangunan Berkelanjutan/ Sustainable Development Goals”, ujar Diny.

    General Manager Respon Advokasi Dompet Dhuafa, Arif Rahmadi
    Haryono memaparkan, kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat kesadaran tentang peran generasi muda terhadap upaya pelestarian lingkungan.

    “Dengan membangun jaringan dan kemitraan antar organisasi pemuda, organisasi lingkungan serta pemangku kepentingan lainnya, kami percaya generasi muda memiliki potensi yang besar untuk menjadi agen perubahan dalam mewujudkan kondisi bumi yang lebih baik di masa mendatang”, kata Arif.

    Kegiatan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2024 yang diinisasi KFLHK ini juga melibatkan sejumlah komunitas lingkungan muda seperti Yayasan Bangun Jakarta, Tumbuh Pohon Nusantara (Tunas), Generasi Energi Bersih, Student Care, Dompet Dhuafa Volunteer, Disaster Management Center Dompet Dhuafa.

  • Penanaman Ratusan Pohon Hijaukan Bantaran Kali Sentiong

    Penanaman Ratusan Pohon Hijaukan Bantaran Kali Sentiong

    7cloud.asia – Pemerintah Kota Jakarta Pusat bersama pihak terkait menanam ratusan pohon di bantaran Kali Sentiong, RT 03/02 Kelurahan Galur, Kecamatan Johar Baru.

    Penanaman ratusan pohon ini dilakukan untuk meredam polusi udara di kawasan pusat kota tersebut.

    “Ada tiga pilar Kecamatan Johar Baru melakukan penanaman pohon produktif di jalur hijau Jalan Galur Selatan sebanyak 125 pohon diharapkan akan semakin mengurangi dampak polusi,” kata Kepala Satpol PP Kecamatan Johar Baru, Abdul Rahman Hakim dikutip Antaranews.com, Jumat (28/6/2024).

    Ratusan pohon yang ditanam adalah tanaman keras jenis buah-buahan seperti jambu air, jeruk, alpukat, belimbing dan jambu klutuk.

    Baca: Ribuan pohon ditanam di hari jadi Kota Madiun

    Abdul menyebut, kegiatan penanaman pohon ini merupakan inisiasi pihak Kepolisian dalam rangka peringatan Hari Bhayangkara ke-78 tahun 2024.

    “Inisiasinya dari pihak Kepolisian. Kami dari jajaran pemerintahan mendukung dan mengapresiasi,” ujar Abdul.

    Abdul menjelaskan, penanaman pohon di wilayah Kecamatan Johar Baru ini diharapkan akan bermanfaat bagi lingkungan.

    Hal ini mengingat kawasan Johar Baru sebagai kawasan yang padat penduduk dan lalu lintas, sehingga keberadaan pohon-pohon ini tak hanya akan menjadi peneduh tetapi juga menyerap polusi udara.

    Baca: Gerakan menanam pohon di kawasan Pulogadung

    Sekretaris Lurah Galur, Nurpandi memastikan, pohon yang ditanam akan dirawat agar bisa tumbuh besar dan produktif.

    Perawatan tidak hanya melibatkan jajaran Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU), tetapi dilakukan bersama dengan warga.

    “Kami sudah minta jajaran RT/RW dan warga setempat untuk juga aktif merawat. Nantinya kalau sudah berbuah kan juga bisa dimanfaatkan warga,” kata Nurpandi.

    Kegiatan serupa juga dilaksanakan di jalur hijau Jalan Kartini Raya sebanyak 85 pohon produktif di Bantaran Kali Ciliwung Lama.

    Sumber:Antaranews.com

  • Ratusan Bibit Pohon Alpukat Hass Hijaukan Daerah Hulu Sungai Brantas

    Ratusan Bibit Pohon Alpukat Hass Hijaukan Daerah Hulu Sungai Brantas

    7cloud.asia – Perum Bulog menanam 413 bibit pohon alpukat jenis hass demi menghijaukan wilayah hulu Sungai Brantas di Batu, Jawa Timur (Jatim).

    Penanaman bibit pohon alpukat jenis hass di hulu Sungai Brantas merupakan salah satu wujud tanggung jawab sosial Bulog Hijau untuk menjaga kelestarian lingkungan dan keberlanjutan ekosistem.

    Direktur Human Capital Perum Bulog Sudarsono Hardjosoekarto di sela penanaman bibit pohon alpukat hass di Kota Batu, Jatim, Sabtu (14/12/2024) mengatakan reboisasi hulu Sungai Brantas ini adalah langkah awal untuk mengatasi permasalahan lingkungan yang serius akibat alih fungsi lahan.

    Alih fungsi lahan di hulu Sungai Brantas menyebabkan penurunan daya serap air, pengurangan debit mata air, serta risiko bencana, seperti longsor dan banjir.

    Baca: Kapan Hari Sungai Ciliwung diperingati?

    Sebagai sungai terpanjang kedua di Pulau Jawa setelah Bengawan Solo, Sungai Brantas merupakan salah satu sumber kehidupan utama masyarakat Jawa Timur.

    Hingga tahun 2015, terdapat 18,166 juta orang yang tinggal di wilayah sungai Brantas atau 46,7 persen dari total penduduk Jawa Timur.

    Sungai Brantas tidak hanya penting sebagai sumber air bersih, tetapi juga mendukung irigasi pertanian, pembangkit listrik tenaga air (PLTA), dan keseimbangan keanekaragaman hayati.

    “Kami berharap penanaman bibit pohon ini dapat menjadi simbol komitmen bersama dalam menjaga alam untuk generasi yang akan datang,” ujarnya.

     

    Baca: Daerah aliran Sungai Ciliwung dalam kondisi kritis

    Selain itu, lanjut dia, juga untuk ketahanan pangan, di mana air irigasi pertanian tidak terhambat jika sumber airnya tetap dijaga keberlanjutannya.

    Sebelumnya, Bulog juga melakukan penanaman mangrove di Bali dan bibit pohon di sejumlah hulu sungai di beberapa wilayah.

    Sementara itu, Kepala Divisi Wilayah Sungai Brantas Perum Jasa Tirta I Hermawan Cahyo Nugroho mengatakan, dari 413 bibit pohon alpukat jenis hass tersebut ditanam di area Arboretum Batu sebanyak 32 batang dan selebihnya didistribusikan kepada masyarakat sekitar kawasan tersebut.

    “Selain untuk menjaga lingkungan, khususnya sumber air yang menjadi titik nol Sungai Brantas di kawasan arboretum, juga memberikan manfaat secara ekonomi kepada masyarakat sekitar,” ujarnya.

  • Bakti Lingkungan Djarum Foundation Tanam 2 Juta Pohon

    Bakti Lingkungan Djarum Foundation Tanam 2 Juta Pohon

    7cloud.asia – Bakti Lingkungan Djarum Foundation melalui program Djarum Trees for Life telah menanam lebih dari 2 juta pohon yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia.

    Direktur Komunikasi Djarum Foundation Mutiara Diah Asmara menjelaskan penanaman pohon itu mulai dari pohon trembesi di pinggir jalan, pohon peneduh di kawasan candi, penanaman mangrove sampai reboisasi kawasan hutan gundul, termasuk di Kabupaten Kudus itu.

    Di sela kegiatan penanaman pohon di Bukit Patiayam, Kudus, Jateng, Rabu (5/2/2025), Mutiara menjelaskan, di sepanjang pantai utara (Pantura) Pulau Jawa, Pulau Lombok, Trans Jawa serta jalur Trans Sumatera telah ditanami trembesi.

    Di samping itu, Bakti Foundation juga melakukan konservasi mangrove, konservasi di lereng gunung dan bukit yang gundul, dan penanaman pohon di situs-situs bersejarah Indonesia.

    Pada bagian lain, Diah Asmara menjelaskan, pihaknya juga menginisiasi #OneActionOneTree atau OAOT yang merupakan sebuah digital campaign sejak Desember 2020 melalui kanal Siap Darling (Siap Sadar Lingkungan).

    Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka menyambut Bulan Menanam Pohon pada bulan Desember dan Hari Satu Juta Pohon pada 10 Januari.

    Baca: Ratusan bibit pohon Alpukat Hass hijaukan daerah hulu Sungai Brantas

    Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran akan lingkungan masyarakat melalui kegiatan sehari-hari yang memiliki dampak baik bagi lingkungan.

    BLDF mengonversikan jumlah kilometer peserta sepeda dan lari serta unggahan sosial media menjadi bibit pohon yang ditanam di lereng Gunung Muria dan Perbukitan Patiayam, Kudus.

    Gerakan digital yang bersifat tahunan itu mengonversi aktivitas sehari-hari individu itu menjadi bibit multi purpose tree species (MPTS) seperti mangga, alpukat, petai dan durian.

    Ia mengungkapkan, setengah dekade berselang, dampak dari gerakan #OAOT semakin signifikan bagi pelestarian alam dan peningkatan kesejahteraan petani, khususnya di Desa Gondoharum, Kudus, yang menjadi penerima bibit.

    Terbukti, panen pertama mangga di tahun 2024 telah menghasilkan 30 ton mangga dan tahun 2025 diperkirakan menghasilkan 60 ton mangga.

    “Kini, mereka bahkan mulai memiliki target jangka panjang untuk mendirikan agroforestri dan menjadikan daerahnya sebagai salah satu produsen mangga terbesar di Provinsi Jawa Tengah,” katanya.

    Baca: Lebih 25.000 bibit pohon trembesi hijaukan lima ruas Tol Trans Jawa

    Bakti Lingkungan Djarum Foundation tidak hanya membantu bibit pohon, tetapi juga mengadakan pelatihan dan pendampingan kepada para petani sehingga tanaman tetap hidup.

    Pada Rabu (5/2/2025) Bakti Lingkungan Djarum Foundation memberikan bantuan 26.000 bibit pohon serta sarana dan prasarana seperti gazebo kepada Kelompok Tani Wonorejo agar bisa dimanfaatkan untuk kegiatan musyawarah kelompok.

    Sementara Ketua Kelompok Tani Wonorejo, Mashuri mengaku tergerak menanami Bukit Patiayam agar terhindar dari bencana, mengingat lahan hutan di bukit itu pada tahun 2020 tinggal 10 persen yang berupa tanaman keras sehingga rentan longsor.

    “Sejak 2020, kami berkolaborasi dengan BLDF yang memberikan bantuan bibit untuk menanam dengan sistem tumpang sari agar bernilai ekonomi.

    Namun, Mashuri meminta kepada dinas pertanian setempat agar mereka diberi bimbingan untuk bisa melakukan dua kali panen mangga dalam setahun seperti yang sudah diterapkan petani mangga di daerah lain.

    “Kami ini masih belajar soal tanaman mangga, dan ingin dapat teknologi agar bisa panen dua kali sehingga makin meningkatkan kesejahteraan mereka,” katanya yang mendapat izin hutan pemasyarakatan seluas 300 hektare untuk kelompoknya yang beranggota 377 anggota.*

  • Ribuan Pohon di Jakarta Pusat Rawan Tumbang Tapi Tak Semua Bisa Ditebang, Ini Penjelasannya

    Ribuan Pohon di Jakarta Pusat Rawan Tumbang Tapi Tak Semua Bisa Ditebang, Ini Penjelasannya

    7cloud.asia – Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota (Sudin Tamhut) Jakarta Pusat mencatat ribuan pohon di wilayahnya rawan tumbang.

    Dan, selama Januari hingga Juni 2025, Sudin Tamhut Jakarta Pusat telah memangkas 6.805 pohon rawan tumbang yang tersebar di delapan wilayah kecamatan.

    Kepala Sudin Tamhut Jakarta Pusat, Mila Ananda mengatakan, dari 6.805 pohon rawan tumbang tersebut, sebanyak 1.419 pohon dipangkas ringan, 3.898 pangkas sedang dan 1.425 pangkas berat, serta 63 pohon ditebang.

    “Sebanyak 63 pohon ditebang karena kondisi batang lapuk dan akarnya sudah tidak kuat menyangga,” ungkap Mila, Selasa (1/7/2025).

    Baca: Pemkot Jakarta Pusat rapikan kabel udara di sejumlah titik

    Menurut Mila, pemangkasan pohon ini menindaklanjuti permohonan warga melalui surat maupun aplikasi Cepat Respon Masyarakat (CRM) dan pelayanan terpadu satu pintu (PTSP).

    Selain melakukan pemangkasan, lanjut Mila, selama Januari hingga Juni 2025 pihaknya juga telah menangani 243 pohon sempal dan 188 pohon yang tumbang diterjang angin.

    Penebangan pohon di Jakarta, diatur dalam peraturan daerah atau Perda Nomor 8 Tahun 2007 tentang Ketertiban Umum, Perda Nomor 3 Tahun 2007 tentang Pemakaman dan Pergub Nomor 24 Tahun 2021 tentang Pengelolaan dan Perlindungan Pohon

    Pergub nomor 24 tahun 2021 menyebutkan bahwa orang, badan atau perangkat daerah dapat mengajukan permohonan izin penebangan pohon kepada Dinas PMPTSP yang didasari rekomendasi teknis dari Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta.

    Baca: Cara pemerintah kota Jakarta Pusat mendorong bisnis ramah lingkungan

    Pergub tersebut mengatur tentang kriteria pohon dan mekanisme tentang perizinan penebangan pohon, baik di ruang privat maupun di tempat publik. Ada tim teknis yang menyatakan boleh dan tidaknya pohon itu ditebang.

    Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta terus mensosialisasikan aturan tentang perlindungan pohon kepada masyarakat, baik melalui media sosial atau berbagai acara maupun kegiatan formal dan informal.

    Penebangan tanpa izin dapat dikenai sanksi pidana berupa kurungan penjara dan denda.

    Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta memiliki wewenang untuk melakukan pemangkasan dan penebangan pohon, terutama untuk mengantisipasi pohon tumbang.

  • UNEP Dorong Kota-kota di Dunia Memperbanyak Hutan Kota

    UNEP Dorong Kota-kota di Dunia Memperbanyak Hutan Kota

    7cloud.asia – Program Lingkungan PBB (UNEP) mendorong kota-kota di dunia mengurangi risiko panas dengan “meningkatkan secara radikal” ruang terbuka hijau dan alam.

    Data UNEP menunjukkan bahwa menanam pohon di jalan-jalan kota saja dapat memberikan 77 juta orang penurunan suhu hingga 1°C di hari-hari panas.

    Pada hari cerah normal, sebatang pohon dapat mentranspirasikan beberapa ratus liter air, yang setara dengan efek pendinginan dua alat pengkondisian udara rumah tangga yang menyala selama 24 jam.

    Hutan kota dan taman-taman besar juga memberikan manfaat pendinginan hingga hampir 1 kilometer di luar batasnya dengan mengangkat udara hangat di atas permukaan tanah dan menyebarkan udara dingin.

    Ruang terbuka hijau yang saling terhubung menciptakan koridor angin yang mengurangi suhu lokal.

    Selain itu, menjaga keberadaan badan air, seperti danau, kanal, kolam, dan lahan basah di wilayah perkotaan, dapat memberikan efek pendinginan yang signifikan.

    Di ibu kota Yunani, Athena – yang sering merasakan dampak parah oleh kenaikan suhu dan kebakaran hutan di dekatnya– para pejabat kota menggunakan saluran air dari era Romawi untuk mendinginkan kota.

    Saluran air ini mengairi koridor pendingin hijau sepanjang 24 kilometer yang mengarah ke pusat kota.

    Solusi alami sangat penting karena membantu menurunkan suhu tanpa berkontribusi terhadap perubahan iklim. Hal ini sangat berbeda dengan pendingin ruangan (AC), yang merupakan sumber emisi gas rumah kaca yang potensial.

    Alam di perkotaan membantu meningkatkan konektivitas dan ketahanan habitat alami serta mendukung keanekaragaman hayati, sebagaimana diakui oleh Kerangka Kerja Keanekaragaman Hayati Global yang diadopsi tahun lalu.

    Selain solusi alami, kota-kota perlu menemukan cara lain untuk mendinginkan diri tanpa memperparah krisis iklim, kata para ahli.

    Hal ini dapat mencakup transisi ke energi terbarukan, menggabungkan pendinginan pasif ke dalam bangunan, dan membuat perubahan pada jalan dan bangunan yang memantulkan panas dan mendorong angin sepoi-sepoi.

    UNEP sedang mengembangkan pedoman bagi pemerintah daerah, yang akan dirilis akhir tahun ini, untuk merancang lingkungan yang lebih tahan panas dan memastikan akses yang setara terhadap manfaat alam di dalam kota.

    UNEP juga bermitra dengan Arsht-Rock dalam Heat Action Platform, sebuah alat bagi pejabat kota untuk mengurangi dampak manusia dan ekonomi dari panas ekstrem.

    Para ahli mengatakan sangat penting bagi kota-kota untuk mulai merencanakan masa depan yang sarat dengan panas ekstrem. Menurut Organisasi Meteorologi Dunia, Juni adalah bulan terpanas yang pernah tercatat.

    Cool Coalition, sebuah upaya global untuk pendinginan yang efisien dan ramah iklim yang dibentuk oleh UNEP, mengatakan suhu ekstrem telah membunuh 5 juta orang per tahun, dengan kematian terkait panas yang terus meningkat.

    “Ini adalah tantangan global yang memengaruhi miliaran orang,” kata Stone dari UNEP. “Dan kenyataannya, kita perlu bertindak secara langsung untuk menjaga kota-kota kita tetap layak huni.”

  • Puluhan Pohon Hijaukan Kawasan Waduk Cilangkap

    Puluhan Pohon Hijaukan Kawasan Waduk Cilangkap

    7cloud.asia – Penghijauan kawasan Waduk Cilangkap di Kelurahan Cilangkap, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur terus dilakukan dengan penanaman 50 batang pohon.

    Penanaman pohon di Waduk Cilangkap dipimpin oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan (Ekbang), Fauzi dan melibatkan para kepala suku dinas, camat dan lurah, kader TP PKK, petugas PPSU, ketua RT/RW, LMK, dan warga setempat.

    Fauzi mengatakan, penanaman pohon ini sudah menjadi program rutin setiap hari Jumat dengan lokasi berpindah-pindah.

    “Area Waduk Cilangkap seluas kurang lebih 19,5 hektare ini kita tanami pohon secara bertahap agar terlihat lebih hijau dan sejuk,” ujarnya,” ujarnya, Jumat (25/7/2025).

    Baca: DKI Jakarta andalkan 147 waduk dan embung untuk konservasi air

    Menurutnya, penanaman pohon ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah untuk memenuhi kebutuhan ruang terbuka hijau (RTH).

    “Pohon ini tidak hanya penting untuk menghijaukan lingkungan, tapi juga bisa mereduksi polusi udara,” terangnya.

    Sementara itu, Kepala Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Jakarta Timur, Dwi Ponangsera menjelaskan 50 pohon yang ditanam terdiri lima pohon Tabebuya Ungu, 25 pohon Flamboyan, dan 20 pohon Kigelia.

    “Sebelumnya, kami sudah menanam 200 pohon di sini dan akan terus ditambah,” tandasnya.

    Baca: DKI Jakarta terancam krisis air bersih

    Sebelumnya Waduk Cilangkap telah selesai direvitalisasi merapikan turap dan membangun panggung.

    Waduk Cilangkap ini bermanfaat untuk menahan debit air dari sejumlah saluran atau kali di wilayah Cipayung sehingga mengurangi genangan di wilayah tersebut

    Area Waduk Cilangkap terdiri dari Waduk Cilangkap 1 dan 2 dan Long Storage Agro Wisata Cilangkap. Selain badan air, juga tersedia area jogging track sehingga kawasan ini bisa menjadi pusat kegiatan masyarakat

  • Menanam Pohon Terbukti Efektif Menurunkan Efek Pulau Panas Perkotaan

    Menanam Pohon Terbukti Efektif Menurunkan Efek Pulau Panas Perkotaan

    7cloud.asia – Saat gelombang panas dan cuaca panas yang makin sering terjadi memecahkan rekor kerap menjadi berita utama, kebutuhan untuk mengatasi pulau panas perkotaan menjadi sorotan utama.

    Dilansir onetreeplanted.org, efek pulau panas memperparah kondisi kota-kota di seluruh dunia sehingga mengalami paparan panas ekstrem selama berhari-hari dengan frekuensi 3 kali lipat dibandingkan tahun 1980an.

    Seiring dengan makin menguatnya efek pulau panas ini terjadi peningkatan tajam penyakit terkait panas, yang kadang sangat mematikan.

    Data NOAA menunjukkan bahwa panas telah membunuh lebih banyak orang di Amerika Serikat daripada badai, tornado, dan peristiwa cuaca ekstrem lainnya. Sebuah studi oleh Duke University memperkirakan bahwa cuaca panas menyebabkan sekitar 12.000 kematian dini per tahun.

    Ruang terbuka hijau dan memperbanyak menanam pohon disebut sebagai solusi tepat untuk mengatasi efek pulau panas perkotaan ini.

    Baca: Alam menawarkan cara berkelanjutan untuk menurunkan suhu perkotaan

    Jika dilakukan dengan cermat, menanam pohon perkotaan, menumbuhkan hutan di perkotaan, dan meningkatkan kanopi hijau perkotaan dapat menurunkan suhu udara di lingkungan perkotaan hingga 10 derajat.

    Dan di dunia yang memanas dengan cepat, hal itu dapat berarti perbedaan antara hidup dan mati bagi penduduk kota yang rentan.

    Mungkin Anda bertanya-tanya, apa itu pulau panas perkotaan? Secara sederhana, pulau panas perkotaan adalah area di lingkungan perkotaan dan pinggiran kota yang mengalami peningkatan suhu — terutama jika dibandingkan dengan daerah pedesaan.

    Pulau panas perkotaan terbentuk karena bangunan –baik rumah, bisnis, dan bangunan industri dibangun berimpitan– sehingga menghasilkan, memerangkap, dan menyimpan panas. Hal ini mengakibatkan suhu udara di sekitarnya meningkat secara signifikan.

    Sumber panas lain yang mungkin mengejutkan? Manusia. Baik itu mengendarai mobil atau menyalakan pabrik, setiap kali orang membakar energi, mereka kemungkinan besar menghasilkan panas.

    Baca: Kota-kota di belahan Bumi Selatan rentan alami panas ekstrem

    Ketika banyak orang melakukan banyak aktivitas berdekatan, “panas buangan” ini dapat bergabung dengan sumber panas lain untuk menciptakan peningkatan suhu yang signifikan.

    Di daerah padat penduduk dengan jalan raya yang ramai dan gedung-gedung tinggi yang berdekatan, hanya ada sedikit peluang bagi udara panas untuk keluar, sehingga menciptakan Pulau Panas Perkotaan.

    Menurut Badan Perlindungan Lingkungan AS (EPA), “suhu udara rata-rata tahunan kota dengan satu juta penduduk atau lebih, bisa 1,8 hingga 5,4°Fahrenheit (1 hingga 3°C) lebih hangat daripada suhu di sekitarnya.

    Sedangkan pada malam yang cerah dan tenang, perbedaan suhu ini bisa mencapai 22°F (12°C).” Mengingat meningkatnya prevalensi gelombang panas dan suhu yang mencapai rekor, hal itu merupakan masalah besar.

  • Simak Cara Pohon Menurunkan Suhu Panas Perkotaan

    Simak Cara Pohon Menurunkan Suhu Panas Perkotaan

    7cloud.asia – Menanam pohon disebut sebagai solusi tepat untuk mengatasi efek pulau panas perkotaan dan menurunkan suhu panas di perkotaan

    Dilansir onetreeplanted.org, jika dilakukan dengan cermat, menanam pohon perkotaan, menumbuhkan hutan perkotaan, dan meningkatkan kanopi hijau perkotaan dapat menurunkan suhu udara di lingkungan perkotaan hingga 10 derajat.

    Lantas bagaimana caranya, penanaman pohon dan memperbanyak ruang terbuka hijau dapat membantu menurunkan suhu panas perkotaan?

    Pohon, dalam pengertian tumbuhan menahun berkayu dengan batang yang tumbuh memanjang guna mendukung cabang dan daun, dapat menurunkan suhu perkotaan dalam tiga cara, yakni:

    1. Pohon memberikan keteduhan
    Jika Anda pernah menikmati keteduhan pohon di hari musim panas yang terik, Anda pasti sudah memahami pentingnya ruang terbuka hijau perkotaan!

    Pohon dan vegetasi mengurangi suhu permukaan dan udara panas dengan memberikan keteduhan — faktanya, permukaan yang teduh, misalnya, bisa mencapai 20–45°F lebih dingin daripada area yang tidak teduh saat puncak panas.

    Baca: Menanam pohon terbukti efektif menurunkan efek pulau panas perkotaan

    Bagaimana bisa? Selama musim yang lebih cerah, daun dan cabang pohon perkotaan hanya memungkinkan sekitar 10-30 persen radiasi matahari melewati kanopinya. Sisa energi matahari diserap oleh daun pohon atau dipantulkan kembali ke atmosfer.

    Untuk memanfaatkan manfaat yang luar biasa ini, pohon sebaiknya ditanam di lokasi strategis di sekitar bangunan atau area beraspal seperti jalan dan tempat parkir.

    2. Pohon membantu evapotranspirasi
    Sederhananya, evapotranspirasi adalah proses perpindahan uap air dari bumi ke atmosfer melalui penguapan.

    Pohon dan tumbuhan melakukan hal ini dengan menyerap air melalui akarnya dan melepaskannya melalui daun. Air juga dilepaskan sebagai gas uap dari permukaan tumbuhan seperti batang pohon dan tanah di sekitarnya.

    Evapotranspirasi —apakah hanya sendiri maupun dikombinasikan dengan penurunan suhu akibat naungan— dapat membantu mengurangi suhu puncak musim panas sekitar 1–5°C.

    Proses ini menurunkan suhu dengan mengambil panas dari udara dan menggunakannya untuk menguapkan air di dalam pohon, serupa dengan bagaimana keringat membantu mendinginkan kulit kita.

    Baca: Alam menawarkan cara berkelanjutan untuk menurunkan suhu panas perkotaan

    3. Pohon mengurangi penggunaan energi dan menurunkan emisi
    Menurut Departemen Energi AS, pohon yang ditempatkan dengan cermat dapat mengurangi biaya energi rumah hingga 25 persen, termasuk penggunaan alat pengkondisian udara (AC).

    Meskipun beralih ke energi terbarukan juga akan membantu, hal ini mengurangi tekanan pada jaringan listrik kita selama gelombang panas, sehingga membantu mencegah pemadaman listrik yang parah.

    Bagaimana caranya? Penelitian menunjukkan bahwa menanam pohon peluruh di lokasi strategis di sekitar bangunan membantu mengurangi jumlah energi matahari yang diserap ke dalam material bangunan.

    Hal ini terjadi terutama jika pohon-pohon ini ditanam sedemikian rupa sehingga menaungi jendela dan sebagian atap bangunan.

    Saat suhu panas ekstrem memaksa penduduk perkotaan bergantung pada AC yang mahal demi keselamatan, peran pohon-pohon di perkotaan menjadi lebih penting dari sebelumnya.

    Manfaat lainnya? Ketika kipas angin dan AC tidak perlu sering dinyalakan, maka akan semakin sedikit “udara panas” yang dibuang ke atmosfer.

    Baca: Mitigasi atasi suhu panas perkotaan tak hanya dengan menanam pohon

  • Pohon Matoa, Nangka dan Cempedak Bakal Hijaukan Wilayah Kelurahan Rawa Terate, Jakarta Timur

    Pohon Matoa, Nangka dan Cempedak Bakal Hijaukan Wilayah Kelurahan Rawa Terate, Jakarta Timur

    7cloud.asia – Berbagai tanaman produktif, seperti matoa dan nangka cempedak bakal menghijaukan wilayah RW 05, Kelurahan Rawa Terate, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur.

    Penanaman pohon produktif ini salah satunya dilakukan di sepanjang jalur hijau Jalan Krama Yudha.

    Bendahara RW 05, Kelurahan Rawa Terate, Nurhasan mengatakan bahwa penanaman pohon ini tak hanya akan memperbanyak ruang hijau, tapi juga melestarikan tanaman endemi nusantara

    “Pohon matoa dan nangka cempedak sudah tergolong jarang ditemui. Padahal, ini merupakan bagian dari tanaman khas Indonesia,” ujarnya, Senin (13/4/2026) dikutip beritajakarta.id

    Baca: Pembangunan ruang terbuka hijau mikro di kawasan kumuh

    Nurhasan menjelaskan, saat ini sudah sebanyak 10 pohon ditanam di Jalan Krama Yudha. Warga berharap pohon-pohon ini dapat tumbuh besar agar mampu menghadirkan lingkungan yang lebih hijau sekaligus memberikan manfaat ekonomi melalui hasil buahnya.

    “Sebelumnya, warga juga telah melakukan penghijauan dengan menanam tanaman hias pucuk merah yang merupakan bantuan dari PT Jakarta Industrial Estate Pulogadung (JIEP),” terangnya.

    Ia menambahkan, program penghijauan akan terus dilanjutkan secara bertahap agar kawasan RW 05, Kelurahan Rawa Terate semakin asri dan nyaman bagi masyarakat.

    “Kami ingin lingkungan ini tidak hanya hijau, tetapi juga memberikan rasa aman dan sejuk bagi warga,” ungkapnya.

    Baca: Ruang terbuka hijau bagus untuk kesehatan mental warga kota

    Sementara itu, salah seorang warga RT 03/05 Kelurahan Rawa Terate, Oman (48) mengapresiasi upaya pengurus lingkungan yang dinilai terus berinovasi dalam membangun wilayahnya.

    “Kami sangat mendukung program ini. Apalagi yang ditanam pohon buah, sehingga hasilnya nanti bisa dinikmati bersama,” ucapnya.

    Ia menambahkan, warga turut berkontribusi dalam merawat tanaman yang telah ditanam. Setiap hari, ia menyirami pohon-pohon tersebut agar dapat tumbuh dengan baik.

    “Saya biasa mangkal di pangkalan ojek di ujung jalan, jadi sekalian ikut merawat tanaman agar tetap subur,” tandasnya.

    Penghijauan dan penanaman pohon di jalur hijau terus digalakkan pemerintah provinsi (Pempro) DKI Jakarta untuk menyiasati keterbatasan lahan untuk ruang terbuka hijau.