7cloud.asia – Perum Bulog menanam 413 bibit pohon alpukat jenis hass demi menghijaukan wilayah hulu Sungai Brantas di Batu, Jawa Timur (Jatim).
Penanaman bibit pohon alpukat jenis hass di hulu Sungai Brantas merupakan salah satu wujud tanggung jawab sosial Bulog Hijau untuk menjaga kelestarian lingkungan dan keberlanjutan ekosistem.
Direktur Human Capital Perum Bulog Sudarsono Hardjosoekarto di sela penanaman bibit pohon alpukat hass di Kota Batu, Jatim, Sabtu (14/12/2024) mengatakan reboisasi hulu Sungai Brantas ini adalah langkah awal untuk mengatasi permasalahan lingkungan yang serius akibat alih fungsi lahan.
Alih fungsi lahan di hulu Sungai Brantas menyebabkan penurunan daya serap air, pengurangan debit mata air, serta risiko bencana, seperti longsor dan banjir.
Baca: Kapan Hari Sungai Ciliwung diperingati?
Sebagai sungai terpanjang kedua di Pulau Jawa setelah Bengawan Solo, Sungai Brantas merupakan salah satu sumber kehidupan utama masyarakat Jawa Timur.
Hingga tahun 2015, terdapat 18,166 juta orang yang tinggal di wilayah sungai Brantas atau 46,7 persen dari total penduduk Jawa Timur.
Sungai Brantas tidak hanya penting sebagai sumber air bersih, tetapi juga mendukung irigasi pertanian, pembangkit listrik tenaga air (PLTA), dan keseimbangan keanekaragaman hayati.
“Kami berharap penanaman bibit pohon ini dapat menjadi simbol komitmen bersama dalam menjaga alam untuk generasi yang akan datang,” ujarnya.
Baca: Daerah aliran Sungai Ciliwung dalam kondisi kritis
Selain itu, lanjut dia, juga untuk ketahanan pangan, di mana air irigasi pertanian tidak terhambat jika sumber airnya tetap dijaga keberlanjutannya.
Sebelumnya, Bulog juga melakukan penanaman mangrove di Bali dan bibit pohon di sejumlah hulu sungai di beberapa wilayah.
Sementara itu, Kepala Divisi Wilayah Sungai Brantas Perum Jasa Tirta I Hermawan Cahyo Nugroho mengatakan, dari 413 bibit pohon alpukat jenis hass tersebut ditanam di area Arboretum Batu sebanyak 32 batang dan selebihnya didistribusikan kepada masyarakat sekitar kawasan tersebut.
“Selain untuk menjaga lingkungan, khususnya sumber air yang menjadi titik nol Sungai Brantas di kawasan arboretum, juga memberikan manfaat secara ekonomi kepada masyarakat sekitar,” ujarnya.

Leave a Reply