7cloud.asia – Tema Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2024 yaitu “Our Land, Our Future, We Are #GenerationRestoration” artinya Tanah Kita, Masa Depan Kita, Kita Generasi Restorasi.
Tema Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2024 ini menekankan pada pentingnya memulihkan lahan, memerangi penggurunan dan meningkatkan ketahanan terhadap kekeringan.
Tema Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2024 ini selaras dengan UN Decade Ecosystem Restoration2021-2030 yang dicanangkan PBB beberapa waktu lalu.
UN Decade Ecosystem Restoration2021-2030 adalah seruan untuk perlindungan dan pelestarian ekosistem di seluruh dunia untuk kepentingan manusia dan alam.
UN Decade Ecosystem Restoration2021-2030 bertujuan untuk menghentikan laju degradasi ekosistem dan memulihkannya untuk mencapai tujuan global.
PBB yakin, dengan ekosistem yang sehat, dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat, mitigasi dan adaptasi perubahan iklim, sekaligus mengurangi laju kepunahan keanekaragaman hayati.
Menurut UN Decade Ecosystem Restoration 2021-2030, upaya restorasi seluas 350 juta hektar ekosistem darat dan perairan yang terdegradasi berpotensi dapat menghasilkan USD9 triliun dalam bentuk jasa ekosistem.
Selain itu, restorasi ekosistem juga dapat menghilangkan 13 hingga 26 gigaton gas rumah kaca dari atmosfer.
Di Indonesia, restorasi ekosistem berpotensi untuk menurunkan emisi gas rumah kaca sebesar 52,92 juta ton karbon ekuivalen, yang meliputi restorasi ekosistem lahan kering, gambut, dan mangrove (Griscom et al., 2020).
Salah satu aksi yang dapat dilakukan dalam upaya pemulihan lahan yang terdegradasi adalah dengan menanam dan memelihara pohon.
Dalam rangka menyemarakkan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2024, Klaster Filantropi Lingkungan Hidup dan Konservasi (KFLHK) dan sejumlah komunitas menggelar aksi menanam pohon serentak di 18 provinsi di seluruh Indonesia.
KFLHK terdiri dari Perhimpunan Filantropi Indonesia, Dompet Dhuafa, Belantara Foundation, Dompet Dhuafa Volunteer (DDV) dan Disaster Management Center Dompet Dhuafa berkolaborasi dengan komunitas Ciliwung Muara Bersama.
Adapun 18 Provinsi yang melakukan penanaman secara serentak yaitu Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Kepulauan Riau, Riau, Kalimantan Timur, Lampung, Banten, Jakarta, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Gorontalo, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur.
Baca Juga: Hari Lingkungan Hidup Sedunia: Save The Children Ingatkan Dampak Krisis Iklim pada Anak
Ditargetkan sebanyak 3,000 bibit pohon ditanam dalam gerakan ini. Jenis bibit yang ditanam antara lain mangrove, jambu, alpukat, durian, nangka dan Mangga.
Penanaman simbolis dilakukan di Bantaran Sungai Ciliwung, Tanjung Barat, Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan pada Kamis (13/6/2024).
Total ada 20 bibit loa (Ficus racemosa), jambu air (Syzigium aqueum), mangga (Mangifera indica) dan kopi (Coffea sp.).
Jenis tanaman tersebut dipilih karena dapat menghasilkan buah yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat setempat.
Tidak hanya itu, bibit pohon tersebut juga merupakan sumber pakan satwa liar sehingga dapat menarik kehadiran berbagai jenis burung, kelelawar dan tupai.
Penanaman pohon ini juga merupakan salah satu aksi untuk menanggulangi banjir dan longsor di bantaran Sungai Ciliwung.
Sehingga gerakan menanam pohon ini tak hanya memperkaya potensi keanekaragaman hayati, tapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat khususnya yang ada di sekitar Sungai Ciliwung.
Baca Juga: Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2024: Upaya Dunia untuk Merestorasi Lahan dan Melawan Penggurunan
Penanaman simbolis ini dihadiri oleh perwakilan dari Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Jakarta, organisasi filantropi,komunitas lingkungan muda dan masyarakat umum.
Melengkapi kegiatan ini juga digelar acara Talk Show dengan tema “Peran Generasi Muda dalam Pelestarian Alam” #Generation Restoration.
Kegiatan ini merupakan puncak dari rangkaian kegiatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2024 yang diselenggarakan oleh KFLHK.
Ketua Subkelompok Konservasi Sumber Daya Hutan dan Daerah Aliran Sungai Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Jakarta, Arie Fajar Septa, mengatakan
upaya untuk memulihkan ekosistem, khususnya di bantaran Sungai Ciliwung menjadi tanggung jawab bersama.
Tak hanya pemerintah, masyarakat juga harus berpartisipasi aktif dalam upaya tersebut.
“Dengan adanya pemulihan hutan, maka ekosistem hutan dapat berkontribusi untuk upaya adaptasi dan mitigasi perubahan iklim serta melestarikan keanekaragaman hayati Jakarta, ujar Arie.
Baca Juga: Dari Tragedi Teluk Minamata Lahirlah Hari Lingkungan Hidup Sedunia
Manajer Program Fundraising Belantara Foundation, Diny Hartiningtias, menekankan pentingnya meningkatkan kesadaran dan pemahaman akan pentingnya menjaga dan melestarian lingkungan di sekitar mereka.
“Kami bersama para pihak akan terus mengajak masyarakat khususnya generasi muda untuk berpartisipasi aktif dalam aksi restorasi ekosistem. Harapannya, melalui gerakan ini, kita dapat mendukung target Tujuan Pembangunan Berkelanjutan/ Sustainable Development Goals”, ujar Diny.
General Manager Respon Advokasi Dompet Dhuafa, Arif Rahmadi
Haryono memaparkan, kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat kesadaran tentang peran generasi muda terhadap upaya pelestarian lingkungan.
“Dengan membangun jaringan dan kemitraan antar organisasi pemuda, organisasi lingkungan serta pemangku kepentingan lainnya, kami percaya generasi muda memiliki potensi yang besar untuk menjadi agen perubahan dalam mewujudkan kondisi bumi yang lebih baik di masa mendatang”, kata Arif.
Kegiatan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2024 yang diinisasi KFLHK ini juga melibatkan sejumlah komunitas lingkungan muda seperti Yayasan Bangun Jakarta, Tumbuh Pohon Nusantara (Tunas), Generasi Energi Bersih, Student Care, Dompet Dhuafa Volunteer, Disaster Management Center Dompet Dhuafa.

Leave a Reply