Tag: kota

  • Cuaca Sebagian Besar Kota di Indonesia Cerah Berawan

    Cuaca Sebagian Besar Kota di Indonesia Cerah Berawan

    7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan cuaca di sebagian kota di Indonesia cerah berawan pada Jumat (10/05/2024).

    Meski demikian, beberapa kota masih berpeluang hujan dengan intensitas ringan hingga hujan disertai petir.

    Misalnya Kota Tanjung Pinang dan Jayapura yang diperkirakan hujan dengan intensitas ringan pada pagi hari. Kota-kota lainnya cerah berawan.

    Lalu pada siangnya Kota Banda Aceh, Gorontalo, Pontianak, Banjarmasin, Samarinda, Pekanbaru, Makassar, Palembang dan Medan berpotensi hujan dengan ntensitas ringan.

    Pada waktu yang sama, Kota Jambi, Tanjung Pinang dan Manokwari berpotensi hujan disertai petir.

    Kemudian malam harinya hujan dengan intensitas ringan berpeluang terjadi di Kota Banda Aceh, Pontianak, Samarinda, Tanjung Pinang, Manokwari, Mamuju, Pekanbaru, Padang dan Medan.

    Suhu berkisar antara 20 hingga 34 derajat celsius. Suhu terendah diprediksi terjadi di Kota Bandung dan Manokwari.

    Suhu tertinggi diperkirakan terjadi di Kota Serang, Banjarmasin, Semarang, Palangkaraya.  

    Sedangkan cuaca di DKI Jakarta diperkirakan cerah berawan seharian. Suhu udara berkisar antara 25 hingga 32 derajat celsius. Tingkat kelembaban udara antara 65 hingga 95 persen.

    Reporter: Nurakhmayani

     

     

  • Sungai Ciliwung, Sejarah dan Maknanya Bagi Warga Jakarta

    Sungai Ciliwung, Sejarah dan Maknanya Bagi Warga Jakarta

    7cloud.asia – Sungai Ciliwung merupakan salah satu sungai terbesar dari 13 sungai yang membelah Kota Jakarta.

    Hulu Sungai Ciliwung berada di dataran tinggi yang terletak di perbatasan Kabupaten Bogor dan Kabupaten Cianjur, atau tepatnya di mata air Gunung Gede, Gunung Pangrango dan Telaga Saat yang terletak di lereng Pegunungan Jonggol sebelah utara kawasan Puncak, Bogor.

    Setelah melewati bagian timur Kota Bogor, sungai Ciliwung mengalir ke utara, di sisi barat Jalan Raya Jakarta-Bogor, sisi timur Kota Depok, dan memasuki wilayah Jakarta sebagai batas alami wilayah Jakarta Selatan dan Jakarta Timur.

    Sungai Ciliwung memiliki panjang 120 kilometer dengan luas Daerah Aliran Sungai (DAS) 387 kilometer persegi.

    Di sebelah barat, DAS Ciliwung berbatasan dengan DAS Cisadane, DAS Kali Grogol dan DAS Kali Krukut. Di sebelah timurnya, DAS ini berbatasan dengan DAS Kali Sunter dan DAS Kali Cipinang.

    Baca Juga: Daerah Aliran Sungai Ciliwung dalam Kondisi Kritis, Mungkinkah Dikembalikan Ke Kondisi Normal?

    Sungai Ciliwung menyimpan sejarah bagi warga kota Bogor, Depok dan Jakarta. Namun, banyak orang yang belum tahu.

    Arti Nama Sungai Ciliwung

    Nama Sungai Ciliwung berasal dari Bahasa Sunda, “Ci” yang artinya air dan “Haliwung” memiliki arti jernih.

    Sejak dahulu sungai Ciliwung sangat dihormati masyarakat kota Batavia atau Jakarta sebagai sumber ekonomi dan air minum penduduk.

    Berkat kejernihan airnya membuat sungai mendapat julukan Ratu dari Timur di era Kerajaan. Bahkan kejernihan airnya membuat sungai mendapat julukan Ratu dari Timur di era kerajaan.

    Tidak sampai di situ, Pemerintah Kolonial Belanda juga terpukau dengan keindahan dan jernihnya Sungai Ciliwung sampai mengambil alih pengelolaan sungai ke Kolonial Belanda.

    Baca Juga: Ekowisata di Sepanjang Aliran Sungai Ciliwung, Jalan-jalan Sambil Merawat Lingkungan

    Benteng Alam Kerajaan Pajajaran
    Melansir Mongabay Indonesia, Sungai Ciliwung merupakan satu dari empat benteng pertahanan era Kerajaan Pajajaran pada tahun 1482-1567.

    Kesultanan Banten yang berseteru dengan Pajajaran memerlukan waktu 40 tahun lebih untuk bisa menaklukan ibukota Pakuan (sekarang Bogor).

    Hal ini dikarenakan adanya bentang alam yang menjadi pertahanan ibukota, yaitu dua sungai besar Ciliwung dan Cisadane, ditambah Gunung Salak dan Pangrango.

    Seusai masa kerajaan, Belanda mulai masuk ke Indonesia dan mengambil alih pengelolaan sungai kepada Kolonial Belanda.

    Saat itu, Belanda merasa bahwa Sungai Ciliwung merupakan simbol penting, sehingga mereka merawat dan menjaga Ciliwung dengan baik.

    Baca Juga: Tak Hanya Mengendalikan Banjir di Jakarta, Sodetan Kali Ciliwung Bisa Jadi Pusat Kegiatan

    Pemukiman Padat Penduduk
    Pesona keindahan Sungai Ciliwung yang dikelilingi hutan lambat laun mulai berubah secara perlahan.

    Setiap tahunnya hutan mulai digarap sebagai tujuan memperluas lahan pemukiman dan infrastuktur. HIngga akhirnya, di tahun 1689 terlihat warna air aliran sungai Ciliwung cenderung keruh dan berlumpur.

    Hilangnya Ratusan Hewan
    Dalam sejarahnya, Sungai Ciliwung tercatat lebih dari 270 ikan endemik yang hidup dan tersebar di sungai ini. Bahkan, ikan-ikan menjadi sumber konsumsi sampai pendapatan bagi masyarakat.

    Namun sayangnya, akibat perluasan pemukiman warga dan beragam aktivitas pencemaran lainnya, sekarang Sungai Ciliwung hanya memiliki 20 jenis ikan yang berada di sekitar Cianjur dan Bogor.

    Dahulu, selain ikan hewan khas bantaran seperti ular, bulus, kura-kura, dan kupu-kupu hidup di sekitar Sungai Ciliwung yang dikelilingi oleh hutan.

    Sedangkan di bagian muaranya terdapat buaya, burung bangau, dan berang-berang. Sayangnya hewan tersebut sudah mulai punah sehingga tidak bisa melihat keindahan alam dan satwa dari dekat.

    Baca Juga: Normalisasi Kali Ciliwung Belum Maksimal, Kawasan Kebon Pala Kembali Dilanda Banjir

    Hari Sungai Ciliwung
    Sejak 2012, setiap tanggal 11 November diperingati sebagai Hari Ciliwung.

    Penetapan ini didasarkan dengan ditemukannya dua ekor bulus atau sejenis kura-kura yang sebelumnya sudah dianggap punah.

    Dengan kehadiran hewan tersebut, menunjukkan eksistensi hewan endemik di sekitar Ciliwung harus dijaga habitatnya.

  • Layanan Lansia Terpadu: Cara Kota Yogyakarta Menuju Kota Ramah Lansia

    Layanan Lansia Terpadu: Cara Kota Yogyakarta Menuju Kota Ramah Lansia

    7cloud.asia – Jumlah populasi kelompok lanjut usia atau lansia di Indonesia akan terus bertambah.

    Menurut data BPS, pada 2021 populasi lansia mencapai 10,82 persen. Pada 2045 angka ini diperkirakan akan meningkat menjadi 19.90 persen.

    Ini artinya 1 dari 5 orang Indonesia termasuk kelompok lansia atau berusia di atas 60 tahun. Untuk itu fasilitas yang ramah lansia menjadi kebutuhan di setiap kota.

    Dalam rangkaian seminar Membangun Kota Ramah Lansia bertajuk Memberdayakan Komunitas untuk Masa Depan yang Lebih Baik, yang dihelat secara daring pada Kamis (16/5/2024) terungkap bahwa komunitas memegang peran penting untuk mewujudkan kota yang ramah lingkungan.

    “Kunci keberhasilan dalam membangun kota ramah lansia adalah keterlibatan dan keaktifan masyarakat,” ujar Kepala Bidang Pemerataan Pembangunan Manusia Bappeda Kota Yogyakarta, Agus Salim.

    Baca Juga: Seperti Apa Kota Ramah Lansia?

    Agus mengatakan, idealnya penanganan lansia memang sebaiknya di tempat asal atau berbasis komunitas. Hal ini untuk menghindari agar para lansia tidak tercerabut dari akarnya.

    Namun kondisi ideal ini tidak bisa selalu bisa selalu dipenuhi, sehingga perlu dicarikan jalan keluar.

    Dalam paparannya, Agus menyebut masukan dari para lansia sangat membantu identifikasi masalah sekaligus upaya untuk mencari solusinya.

    Di Yogyakarta sendiri, jumlah warga lansia mencapai 17 persen dari total jumlah penduduk. Dan, ini menjadi potensi baik dalam arti positif maupun masalah.

    Pemerintah kota Yogyakarta dengan didukung Bappenas, Bank Pembangunan Asia (ADB) telah membuat pilot project kota ramah lansia yang sesuai dengan kondisi budaya Indonesia, khususnya budaya Yogyakarta.

    Baca Juga: Sejumlah Kota Gagas Sekolah Lansia Karena Belajar Tak Dibatasi Usia

    Salah satunya adalah dengan menyelenggarakan layanan lansia terpadu di Kecamatan Wirogunan.

    Awalnya ditunjuk tiga kelurahan untuk pengembangan kota ramah lansia dengan membangun layanan lansia terpadu pada 2022. Dan kemudian ditambah dua lagi di 2024.

    Agus memaparkan, konsep dari layanan lansia terpadu ini adalah conecting atau menghubungkan.

    Agus menegaskan penyelenggaraan layanan lansia terpadu ini bukan membentuk lembaga baru tetapi memberdayakan lembaga dan fasilitas yang sudah ada.

    “Kita hanya menghubungkan, karena tidak mungkin semua fasilitas yang dibutuhkan berada di satu tempat,” ujarnya.

    Baca Juga: 8 Kota Pilihan untuk Menghabiskan Masa Pensiun di Indonesia

    Inti dari layanan lansia terpadu ini adalah mengidentifikasi kebutuhan lansia kemudian menghubungkan dengan fasilitas yang ada.

    “Bukan hanya menjembatani tapi juga menghubungkan dan membuka akses yang dibutuhkan para lansia.

    Dalam perjalanan dua tahun penyelenggaraan layanan lansia terpadu ini, kendala utama adalah biaya dan masih adanya penolakan dari sebagian masyarakat.

    Masih banyak anggota masyarakat yang berpendapat, bahwa anak berkewajiban untuk merawat orang tua.

    Atau bahkan ada yang menolak orang tua untuk tetap bekerja, yang hal ini justru bisa menghalangi para lansia untuk berdaya.

     

  • Pemerintah Kota Mojokerto Kampanyekan Bersepeda ke Sekolah untuk Kurangi Polusi Udara

    Pemerintah Kota Mojokerto Kampanyekan Bersepeda ke Sekolah untuk Kurangi Polusi Udara

    7cloud.asia – Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto,, Jawa Timur, mendorong budaya bersepeda kepada pelajar di kota itu.

    Alih-alih menggunakan motor, Pemerintah Kota Mojokerto mengajak para pelajar untuk menggunakan sepeda saat berangkat ke sekolah.

    Pasalnya, bersepeda sangat baik untuk kesehatan sekaligus menciptakan lingkungan kota yang bersih polusi dan sehat.

    Penjabat (Pj) Wali Kota Mojokerto M Ali Kuncoro di Kota Mojokerto, Jumat, mengatakan dengan bersepeda ke sekolah akan membuat para pelajar menjadi sehat dan bugar.

    “Ini adalah bagian kita mengkampanyekan bagaimana adik-adik semangat untuk berolahraga, kita ingin generasi ke depan sehat dan bugar,” ungkap Ali Kuncoro saat kampanye “Bike To School” di SMP Negeri 2 Kota Mojokerto.

    Baca: Bersepeda cara warga mengenali kotanya

    Ia mengemukakan dengan bersepeda juga dapat membantu mengurangi emisi karbon dan mendukung upaya Pemerintah Net Zero Emissions (NZE) 2060.

    “Selain itu dengan bersepeda maka bisa mengurangi kendaraan bermesin di jalan-jalan. Ketika itu berkurang maka akan mengurangi tingkat kepadatan lalu lintas serta polusi,” ucapnya.

    Apalagi, menurutnya, dengan sistem zonasi di mana penerimaan siswa didasarkan pada jarak rumah ke sekolah maka akan lebih mudah bagi siswa membudayakan bersepeda ke sekolah.

    “Dengan sistem zonasi, tidak ada siswa yang rumahnya jauh, maka biasakanlah untuk naik sepeda ke sekolah,” ujarnya.

    Baca: Daftar kota ramah untuk pesepeda dunia

    Pada kesempatan ini Wali Kota Mojokerto itu berpesan kepada para siswa agar tidak ada lagi perundungan dan persekusi di lingkungan sekolah.

    “Kampanye Bike To School ini juga menggandeng Komunitas Bike to Work (B2W) Indonesia,” ujarnya.

    Dalam kesempatan itu sejumlah siswa diajak bersepeda berkeliling Kota Mojokerto dengan pengawalan dari petugas Dinas Perhubungan (Dishub) kota setempat.

    Salah satu siswa, Wina mengaku senang dengan kegiatan tersebut karena selama ini ia selalu diantarkan oleh orang tua saat berangkat dan pulang sekolah.

    “Bisa bersepeda jadi lebih sehat,” ujarnya.

    Sumber: Antaranews.com

  • Kota Bandung Berbenah, Menanggulangi Banjir Sekaligus Memanen Air Hujan

    Kota Bandung Berbenah, Menanggulangi Banjir Sekaligus Memanen Air Hujan

    7cloud.asia – Banjir di Kota Bandung merupakan masalah kompleks yang membutuhkan sinergi dan kolaborasi dari berbagai sektor untuk mencapai solusi efektif dan berkelanjutan.

    Penjabat Wali Kota Bandung Bambang Tirtoyuliono menyebut persoalan banjir menjadi fokus untuk diselesaikan dengan kerja sama lintas sektoral.

    Masalah banjir di Kota Bandung sebenarnya sudah terpetakan cara penyelesainnya, namun Pemkot Bandung tidak bisa bekerja sendiri dalam menghadapi persoalan tersebut.

    Dibutuhkan dukungan dari lintas wilayah untuk mengatasi persoalan ini.

    “Saya merasa yakin ada solusi bersama karena simpul-simpul terjadinya banjir sudah terindentifikasi, tinggal bagaimana berkolaborasi dengan lintas wilayah,” katanya.

    Pembangunan satu kolam retensi membutuhkan dana yang tidak sedikit untuk pembebasan lahan, konstruksi, hingga pemeliharaan.

    Baca: Pembangunan kolam retensi di Kota Bandung

    Oleh karena itu, penanggulangan banjir, termasuk pembangunan kolam retensi, membutuhkan upaya bersama dari semua pihak. Kolaborasi lintas sektoral menjadi kunci mendapatkan solusi efektif dan berkelanjutan.

    Dengan sinergi lintas sektor dan wilayah, Kota Bandung bakal menjadi kota yang lebih aman dan nyaman bagi 2.693.500 warganya.

    Sejak akhir tahun 2021 (Desember), Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat telah mencanangkan program dengan konsep menahan, menyimpan dan mencadangkan air hujan yang disingkat dengan akronim “Hansip Cai”.

    Menurut Dinas Sumber Daya Air (SDA) Provinsi Jawa Barat, program ini bertujuan untuk kegiatan konservasi dan bagian dari mitigasi dengan mereduksi debit run-off air permukaan untuk penanganan banjir di Jawa Barat.

    Hansip Cai dari Pemprov Jabar ini adalah pembangunan sumur resapan yang sampai 2024 ini telah terbangun 1.000 unit.

    Sumur resapan ini dibangun di titik-titik aliran air yang bisa menggenangi beberapa kawasan seperti di Terowongan Cibaduyut, dan sekitar Cikadut.

    Baca: Pemprov Jakarta terus berupaya menambah penampung air

    Diharapkan juga dijalankan oleh semua pemangku kepentingan.

    Pasalnya, disadari juga oleh Pemprov Jabar bahwa saat ini, perbandingan resapan air dan limpasan air di sebagian besar Jabar terutama perkotaan adalah 20 persen-30 persen berbanding 70 persen.

    “Itu pun kalau ada tamannya. Jadi, intinya tujuannya adalah mengembalikan ke fungsi tata guna lahan sebelumnya sebelum ada pembangunan,” ucap Kepala Dinas SDA Jabar, Dikky Achmad Sidik.

    Sumur resapan sendiri telah diatur, di mana setiap Izin Mendirikan Bangunan (IMB) yang diterbitkan, mencantumkan adanya keharusan untuk membuat sumur resapan.

    Adapun itungannya untuk tiap 100 meter lahan terbangun, butuh sumur resapan yang bisa menampung sembilan kubik air.

    Namun diakui oleh Dinas SDA, belum semua pihak taat dalam menjalankan regulasi tersebut, sehingga butuh keterlibatan pemerintah tingkat kota/kabupaten untuk mengawasi ketentuan itu.

    Baca: Membangun waduk yang ramah lingkungan

    Apalagi izin mendirikan bangunan kini ada di kota/kabupaten.

    Di sisi lain, pemerintah bisa mulai memikirkan dan mewajibkan konsep zero run-off atau bahkan rumah memanen air hujan untuk diterapkan pada perumahan, sekolah, gedung pemerintahan, sampai pemukiman padat dengan pendekatan yang berbeda-beda.

    Langkah awalnya, pemerintah bisa membuat regulasi yang meminta pengembang kawasan perumahan, untuk membuat rancangan hunian yang tidak menimbulkan limpasan air hujan ke luar unit rumahnya, dan kawasan proyeknya.

    Kemudian, bisa dilanjutkan dengan kewajiban serupa pada kawasan perumahan, industri, pemerintahan. Serta pada kawasan padat penduduk bisa dilakukan dengan sistem komunal.

    Tujuannya, tentu mengurangi limpasan air dari bangunan-bangunan yang menutup tanah, semisal di Bandung ada 60 persen lahan yang terbangun.

    Ini artinya kalau sistem tersebut bisa diterapkan dengan baik, limpasan akan berkurang seluas yang terbangun itu sendiri.

    Baca: Sodetan Ciliwung tak hanya mencegah banjir

    Sebagai pemikat, pemerintah bisa memberikan insentif seperti pengurangan PBB. Dan jika sistem ini terbangun, dan seluruh rumah dan bangunan bisa zero run-off, akan selesai dan bisa tidak banjir.

    Tapi ini tidak bisa cepat, sedikitnya 50 persen melaksanakan baru terasa perbedaannya,” ucap Hadi yang juga merupakan pakar dalam bidang perencanaan wilayah dan perdesaan ITB ini.

    Penanganan banjir, konservasi air hujan untuk mengatasi penurunan muka air tanah di kota-kota besar, termasuk Bandung, perlu ada inovasi yang sangat efektif.

    Tapi, hal ini juga perlu ada kerja bersama antar semua pihak secara pentahelix, agar bisa terlaksana dengan baik dan terasa efeknya bagi masyarakat.

    Seperti kata Doel Sumbang dalam lagu Bandung Kusta seperti di awal: “Walikota jeung warga kota, Niatna kudu sarua. Gawe rampak babarengan, Hayang bebenah ngomean”.

    Artinya, pemerintah dan warganya harus memiliki niat sama, bekerja bersama-sama, ingin memperbaiki keadaan. Karena, apapun tidak akan ada hasilnya jika berjalan sendiri-sendiri.

    Sumber: Antaranews.com

  • Urban Farming, Jadi Cara Pemerintah Kota Makassar Wujudkan Kawasan Rendah Emisi Karbon

    Urban Farming, Jadi Cara Pemerintah Kota Makassar Wujudkan Kawasan Rendah Emisi Karbon

    7cloud.asia – Pemerintah kota Makassar dan Pusat Studi Energi Universitas Gadjah Mada atau PSE UGM menandatangan Memorandum of Understanding untuk mengembangkan komunitas net zero atau nol emisi karbon.

    Kegiatan yang berlangsung pada Selasa, (14/5/2024) ini merupakan bagian dari kegiatan Net Zero Carbon Community (NZCC) Aplication in Makassar City yang disponsori oleh U.S. National Science Foundation, U.S. Department of State.

    NZCC merupakan kerjasama lintas institusi dengan Penn State University, Colorado University at Boulder, Virginia Tech. University, PSE UGM, Sekolah, Arsitektur, Perencanaan, dan Pengembangan Kebijakan atau SAPPK ITB dan Pemerintah Kota Makassar.

    Dalam kesempatan ini, diundang sebagai pembicara pada kuliah umum, Ketua Program Studi Magister Rancang Kota dan Magister Arsitektur Lansekap, Donny Koerniawan dan Lily Tambunan dari Kelompok Keahlian Teknologi Bangunan.

    Pada acara MoU ini dimulai dengan sambutan dari Rektor UGM yang menyampaikan perlu inisiasi bersama komunitas rendah karbon di Indonesia.

    Baca Juga: Jakarta Akan Terus Perluas Kawasan Rendah Emisi

    Kepala PSE UGM, Prof. Sarjiya menyampaikan bahwa kerjasama yang sudah dilakukan 4 tahun belakangan membawa suatu pemikiran baru tentang bagaimana seharusnya kerjasama dijalin untuk menurunkan emisi karbon.

    Pengembangan komunitas, ujarnya, bisa menjadi prioritas masa depan dalam pengembangan pembangunan rendah karbon di kota-kota Indoensia.

    Pengembangan studi ini akan berusaha untuk mengintegrasikan sistem energi terbarukan ke dalam masyarakat guna mengurangi emisi karbon di Kota Makassar, melalui kolaborasi sinergis antara tim Amerika dan Indonesia serta kemitraan erat dengan Kota Makassar.

    Kota Makassar terus berupaya untuk menjadi kota kelas dunia yang layak huni bagi 1,7 juta orang dengan populasi beragam dan berkembang pesat.

    Kota Makassar telah memprakarsai pengembangan urban farming dengan mengeksplorasi pemanfaatan taman kota dalam lorong.

    Baca Juga: Kawasan Malioboro Bakal Dijadikan Kawasan Rendah Emisi, Ini Pendapat Warga Kota Yogyakarta

    Dalam visinya Kota Makassar dianggap sebagai tubuh manusia dengan setiap lorongnya sebagai sel-sel.

    Pengembangan urban farming yang sedang berlangsung di kota bertujuan untuk menciptakan sel-sel sehat melalui restorasi, keterlibatan masyarakat, dan layanan publik.

    Beberapa proyek urban farming di taman lorong mampu membangun koneksi kuat di antara masyarakat serta antara masyarakat dengan pemerintah.

    Perkembangan tersebut juga meningkatkan partisipasi masyarakat dalam lingkungan sosial dan peningkatan produktivitas.

    Proyek urban farming yang dsebut Garden Alley ini bertujuan untuk meningkatkan kelayakan huni kota yang diukur berdasarkan faktor-faktor termasuk kualitas udara, indeks panas, ketahanan pangan, dan interaksi sosial.

    Baca Juga: Kawasan Kota Tua Akan Diitegrasikan dengan Kawasan Pecinan di Pancoran/Glodok

    Proyek ini mengambil pendekatan holistik menuju komunitas nol karbon dengan mempertimbangkan konsumsi energi, emisi karbon, keterlibatan masyarakat, pariwisata, dan ekonomi lokal.

    Melalui penerapan energi terbarukan di beberapa komunitas, emisi karbon dapat dikurangi dan masyarakat dapat berkembang dengan hidup lebih berkelanjutan.

    Melalui pemodelan tingkat lanjut, diperlukan pemahaman yang lebih mendalam tentang hubungan air-energi-makanan yang berkaitan dengan pengurangan emisi karbon.

    Kolaborasi dengan Kota Makassar menunjukkan betapa pentingnya hubungan komunitas-ke-pemerintah untuk memperluas komunitas net zero menjadi kota net zero.

    Sementara Wali kota Makassar, Ramdan Pomato menyampai detail program-program yang sudah dilakukan di Kota Makassar terkait program rendah karbon.

    Baca Juga: Mungkinkah Dunia Mewujudkan Net Zero atau Emisi Nol pada 2050?

    Ia mengatakan, program ini tidak mungkin berjalan hanya dengan aturan semata. Pembangunan rendah karbon, ujarnya, harus mengarah pada perubahan perilaku masyarakat.

    “Di Makassar dilakukan dengan mengubah lorong menjadi lorong wisata yang lebih ramah lingkungan,” ujarnya seperti dikutip UGM TV.

    Peserta yang menghadiri acara tersebut berasal dari berbagai lembaga pemerintah daerah, badan usaha daerah, dan kalangan akademisi.

    Hasil dari kegiatan ini akan digunakan sebagai landasan untuk analisis lebih lanjut.

    Kegiatan ini merupakan bentuk kontribusi yang signifikan dari para peneliti, terutama dalam konteks pengabdian masyarakat terkait dengan isu-isu pembangunan dan pengelolaan lingkungan perkotaan yang rendah karbon.

  • Waspada, Cuaca Buruk Berpotensi Terjadi di Sejumlah Kota

    Waspada, Cuaca Buruk Berpotensi Terjadi di Sejumlah Kota

    7cloud.asia – Meski sebagian wilayah di Indonesia telah memasuki musim kemarau, namun sejumlah kota berpotensi terjadi hujan. Bahkan cuaca buruk berupa hujan lebat disertai petir berpotensi mengguyur beberapa kota.

    Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan pada Selasa (21/05/2024) siang  hujan lebat disertai petir mengguyur Kota Banda Aceh, Bandung, Pontianak, Banjarmasin, Bandar Lampung dan Palembang.

    Sedangkan Kota Tanjung Pinang, Ambon, Ternate, Kendari dan Medan berpeluang hujan dengan intensitas sedang pada Selasa siang.

    Di waktu yang sama hujan dengan intensitas ringan berpotensi terjadi di Kota Serang, Gorontalo, Jambi, Palangkaraya, Pangkal Pinang, Manokwari, Pekanbaru, Padang dan Manado.

    Kemudian malam hari hujan dengan intensitas ringan diprediksi terjadi di Kota Bandung, Palangkaraya, Samarinda, Bandar Lampung, Ambon, Pekanbaru dan Medan.

    Pada pagi hari, hujan dengan intensitas ringan diprediksi terjadi di Kota Denpasar, Pontianak, Tanjung Pinang, Ambon, Mamuju dan Kendari. Lalu Kota Samarinda berpeluang hujan dengan intensitas sedang.

    Suhu udara berkisar antara 20 hingga 4 derajat celsius. Suhu terendah diperkirakan terjadi di Kota Bandung. Suhu tertinggi diperkirakan terjadi di Kota Semarang, Surabaya dan Banjarmasin.

    Sementara untuk wilayah DKI Jakarta,mampir seluruh wilayah cerah berawan dari pagi hingga malam. Peluang hujan dengan intensitas ringan  diprediksi hanya terjadi di wilayah Jakarta Selatan pada siang hari.

    Suhu udara berkisar antara 24 hingga 32 derajat celsius dengan tingkat kelembaban udara antara 65 hingga 90 persen.

    Reporter: Nurakhmayani

     

  • Siapkan Payung, Cuaca di Beberapa Kota Ini Berpotensi Hujan Disertai Petir

    Siapkan Payung, Cuaca di Beberapa Kota Ini Berpotensi Hujan Disertai Petir

    7cloud.asia – Hujan lebat disertai petir bepotensi mengguyur beberapa kota di Indonesia pada Jumat (31/05/2024) siang atau sore.

    Berdasarkan laman resmi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) hujan lebat disertai petir berpotensi melanda Kota Pontianak, Banjarmasin, Ternate, Pekanbaru, Mamuju dan Padang.

    Sedangkan Kota Medan berpotensi diguyur hujan dengan intensitas sedang pada Jumat siang atau sore.

    Hujan dengan intensitas ringan diperkirakan terjadi di Kota Banda Aceh, Gorontalo, Bandung, Pangkal Pinang, Tanjung Pinang, Ambon, Mataram, Jayapura, Manokwari dan Makassar.

    Kemudian pada malam hari hujan dengan intensitas ringan diprediksi terjadi di Kota Pontianak, Palangkaraya, Bandar Lampung, Ambon, Mamuju,dan Medan.

    Suhu udara berkisar antara 20 hingga 35 derajat celsius. Suhu terendah diperkirakan terjadi di Kota Bandung dan suhu tertinggi diperkirakan terjadi di Kota Surabaya.

    Sementara untuk wilayah Jakarta, BMKG memperkirakan seluruh wilayah cerah dan berawan seharian.

    Suhu udara berkisar antara 24 hingga 33 derajat celcius dengan tingkat kelembaban antara 65 hingga 95 persen.

     

  • Cara Pemerintah Kota Jakarta Pusat Mendorong Bisnis yang Ramah Lingkungan

    Cara Pemerintah Kota Jakarta Pusat Mendorong Bisnis yang Ramah Lingkungan

    7cloud.asia – Pemerintah Kota Jakarta Pusat terus mendorong bisnis yang ramah lingkungan sekaligus mengembangkan usaha mikro kecil menengah (UMKM) secara berkelanjutan.

    “Kami terus sosialisasikan soal ramah lingkungan, sudah jalan. Ya diupayakanlah, kan sudah di media sosial, semua sudah tahu pasti,” kata Kepala Suku Dinas (Sudin) Lingkungan Hidup Jakarta Pusat, Slamet Riyadi dikutip Antaranews.com, Jumat (31/5/2024).

    Adapun kriteria bisnis ramah lingkungan, menurut Slamet, antara lain memiliki desain bangunan mengikut lingkungan sekitarnya,

    Juga dibangun dengan material ramah lingkungan, memiliki pengelolaan sampah, memiliki ruang terbuka hijau dan menggunakan alat yang efisien.

    Slamet mengatakan sejumlah minimarket dan gerai usaha lainnya yang sudah tidak menyediakan sedotan. Mereka juga mengurangi penggunaan plastik dan bahan yang tidak ramah lingkungan.

    “Itu kan bentuk dukungan dari pelaku usaha yang mendukung ramah lingkungan itu,” katanya.

    Baca: Tantangan pembangunan ramah lingkungan di Indonesia

    Slamet lantas mencontohkan, rumah makan yang sudah tidak menyediakan sedotan atau bahan yang tidak ramah lingkungan.

    “Seharusnya mereka sudah paham tinggal dukungannya saja mereka mau mendukung atau enggak,” ujar Slamet.

    Sama seperti Restoran cepat saji menu Jepang Hoka-Hoka Bento (HokBen) yang sudah menerapkan kepedulian terhadap masalah lingkungan.

    Hokben telah mewujudkan bisnis ramah lingkungan dengan mengelola sampah daur ulang menjadi produk yang bernilai bagi masyarakat.

    Restoran tersebut melakukan kolaborasi bersama pihak-pihak tertentu dalam mengolah sampahnya.

    Hokben antara lain mengolah sampah plastik mika bekas makanan menjadi bahan bangunan roster yang kemudian digunakan kembali untuk di beberapa gerai di Indonesia.

    Baca: Sisi gelap sepak bola bagi lingkungan

    Regional Manager HokBen, Bintang Setiadi dalam acara peresmian HokBen di kawasan Pecenongan, mengatakan bahwa saat ini sudah ada 45 gerai yang menggunakan eco-roster.

    Gerai sudah mengolah 20.380 plastik mika atau sekitar 300 kilogram sampah plastik mika.

    Menurut Bintang, pihaknya juga berkolaborasi untuk mengolah sampah sumpit sekali pakai yang menjadi barang rumah tangga yang ramah lingkungan dan berkualitas.

    Lurah Kebon Kelapa Muhammad Bellie menyebutkan, Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Pusat selalu mendorong pelaku usaha untuk terus membuka bisnis di wilayah Jakarta.

    Bellie juga mengapresiasi bagi para pelaku bisnis yang sudah mendukung Pemkot Jakarta Pusat (Jakpus) dalam mengurangi sampah plastik dan menggunakan bahan ramah lingkungan.

    “Ini yang akan kita sosialisasikan ke pelaku usaha untuk menggunakan bahan-bahan yang ramah lingkungan,” katanya.

    Diharapkan ke depannya makin banyak program dengan lingkungan hidup. “Kemudian pelaku usaha lainnya supaya sampah itu ramah lingkungan,” kata Bellie.

     

  • Cuaca Hari Ini: Waspada, Suhu Hingga 35 Derajat Celsius Landa Dua Kota Ini

    Cuaca Hari Ini: Waspada, Suhu Hingga 35 Derajat Celsius Landa Dua Kota Ini

    7cloud.asia – Cuaca panas hingga mencapai suhu 35 derajat berpotensi melanda dua kota di Indonesia, yaitu Kota Semarang dan Surabaya pada Selasa (04/06/2024).

    Meski demikian, hujan dengan intensitas ringan hingga hujan lebat disertai petir masih berpotensi melanda sejumlah kota di Indonesia.

    Berdasarkan laman resmi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) pada Selasa pagi, Kota Tarakan, Tanjung Pinag, Ternate dan Kendari berpeluang terjadi hujan dengan intensitas ringan.

    Di waktu yang sama, hujan dengan intensitas sedang berpeluang mengguyur Kota Ambon. Kota Manado berpotensi diguyur hujan lebat disertai petir.

    Kemudian pada siang atau sore hari, hujan dengan intensitas ringan diperkirakan terjadi di Kota Bandung, Jambi, Gorontalo, Banjarmasin, Samarinda, Palangkaraya,  Pangkal Pinang, Tanjung Pinang.

    Kondisi cuaca yang sama juga berpeluang mengguyur Kota Ambon, Mataram, Jayapura, Manokwari dan Makassar pada Selasa siang atau sore hari.

    Pada waktu yang sama hujan dengan intensitas sedang berpotensi mengguyur Kota Bengkulu, Mamuju dan Kendari.

    Sedangkan hujan lebat disertai petir berpeluang mengguyur Kota Ternate, Manado dan Padang.

    Kemudian malam hari hujan dengan intensitas ringan diperkirakan terjadi di Kota Bengkulu, Jambi, Bandung, Semarang,Palangkaraya, Tarakan, Pangkal Pinang, Ambon, Manokwari dan Kendari.

    Hujan dengan intensitas lebat disertai petir diperkirakan mengguyur Kota Mamuju pada Selasa malam.

    Suhu udara berkisar antara 21 hingga 35 derajat celsius. Suhu terendah diperkirakan terjadi di Kota Bandung.

    Untuk wilayah DKI Jakarta, BMKG memperkirakan cuaca cerah dan berawan pada pagi dan malam hari di seluruh wilayah.

    Peluang hujan dengan intensitas ringan diperkirakan terjadi di wilayah Jakarta Selatan pada siang atau sore hari.

    Suhu udara berkisar antara 24 hingga 31 derajat celsius dengan tingkat kelembaban udara berkisar antara 75 hingga 95 persen.