Layanan Lansia Terpadu: Cara Kota Yogyakarta Menuju Kota Ramah Lansia

Written by

in

7cloud.asia – Jumlah populasi kelompok lanjut usia atau lansia di Indonesia akan terus bertambah.

Menurut data BPS, pada 2021 populasi lansia mencapai 10,82 persen. Pada 2045 angka ini diperkirakan akan meningkat menjadi 19.90 persen.

Ini artinya 1 dari 5 orang Indonesia termasuk kelompok lansia atau berusia di atas 60 tahun. Untuk itu fasilitas yang ramah lansia menjadi kebutuhan di setiap kota.

Dalam rangkaian seminar Membangun Kota Ramah Lansia bertajuk Memberdayakan Komunitas untuk Masa Depan yang Lebih Baik, yang dihelat secara daring pada Kamis (16/5/2024) terungkap bahwa komunitas memegang peran penting untuk mewujudkan kota yang ramah lingkungan.

“Kunci keberhasilan dalam membangun kota ramah lansia adalah keterlibatan dan keaktifan masyarakat,” ujar Kepala Bidang Pemerataan Pembangunan Manusia Bappeda Kota Yogyakarta, Agus Salim.

Baca Juga: Seperti Apa Kota Ramah Lansia?

Agus mengatakan, idealnya penanganan lansia memang sebaiknya di tempat asal atau berbasis komunitas. Hal ini untuk menghindari agar para lansia tidak tercerabut dari akarnya.

Namun kondisi ideal ini tidak bisa selalu bisa selalu dipenuhi, sehingga perlu dicarikan jalan keluar.

Dalam paparannya, Agus menyebut masukan dari para lansia sangat membantu identifikasi masalah sekaligus upaya untuk mencari solusinya.

Di Yogyakarta sendiri, jumlah warga lansia mencapai 17 persen dari total jumlah penduduk. Dan, ini menjadi potensi baik dalam arti positif maupun masalah.

Pemerintah kota Yogyakarta dengan didukung Bappenas, Bank Pembangunan Asia (ADB) telah membuat pilot project kota ramah lansia yang sesuai dengan kondisi budaya Indonesia, khususnya budaya Yogyakarta.

Baca Juga: Sejumlah Kota Gagas Sekolah Lansia Karena Belajar Tak Dibatasi Usia

Salah satunya adalah dengan menyelenggarakan layanan lansia terpadu di Kecamatan Wirogunan.

Awalnya ditunjuk tiga kelurahan untuk pengembangan kota ramah lansia dengan membangun layanan lansia terpadu pada 2022. Dan kemudian ditambah dua lagi di 2024.

Agus memaparkan, konsep dari layanan lansia terpadu ini adalah conecting atau menghubungkan.

Agus menegaskan penyelenggaraan layanan lansia terpadu ini bukan membentuk lembaga baru tetapi memberdayakan lembaga dan fasilitas yang sudah ada.

“Kita hanya menghubungkan, karena tidak mungkin semua fasilitas yang dibutuhkan berada di satu tempat,” ujarnya.

Baca Juga: 8 Kota Pilihan untuk Menghabiskan Masa Pensiun di Indonesia

Inti dari layanan lansia terpadu ini adalah mengidentifikasi kebutuhan lansia kemudian menghubungkan dengan fasilitas yang ada.

“Bukan hanya menjembatani tapi juga menghubungkan dan membuka akses yang dibutuhkan para lansia.

Dalam perjalanan dua tahun penyelenggaraan layanan lansia terpadu ini, kendala utama adalah biaya dan masih adanya penolakan dari sebagian masyarakat.

Masih banyak anggota masyarakat yang berpendapat, bahwa anak berkewajiban untuk merawat orang tua.

Atau bahkan ada yang menolak orang tua untuk tetap bekerja, yang hal ini justru bisa menghalangi para lansia untuk berdaya.

 

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *