7cloud.asia – Pemerintah Kota Jakarta Pusat terus mendorong bisnis yang ramah lingkungan sekaligus mengembangkan usaha mikro kecil menengah (UMKM) secara berkelanjutan.
“Kami terus sosialisasikan soal ramah lingkungan, sudah jalan. Ya diupayakanlah, kan sudah di media sosial, semua sudah tahu pasti,” kata Kepala Suku Dinas (Sudin) Lingkungan Hidup Jakarta Pusat, Slamet Riyadi dikutip Antaranews.com, Jumat (31/5/2024).
Adapun kriteria bisnis ramah lingkungan, menurut Slamet, antara lain memiliki desain bangunan mengikut lingkungan sekitarnya,
Juga dibangun dengan material ramah lingkungan, memiliki pengelolaan sampah, memiliki ruang terbuka hijau dan menggunakan alat yang efisien.
Slamet mengatakan sejumlah minimarket dan gerai usaha lainnya yang sudah tidak menyediakan sedotan. Mereka juga mengurangi penggunaan plastik dan bahan yang tidak ramah lingkungan.
“Itu kan bentuk dukungan dari pelaku usaha yang mendukung ramah lingkungan itu,” katanya.
Baca: Tantangan pembangunan ramah lingkungan di Indonesia
Slamet lantas mencontohkan, rumah makan yang sudah tidak menyediakan sedotan atau bahan yang tidak ramah lingkungan.
“Seharusnya mereka sudah paham tinggal dukungannya saja mereka mau mendukung atau enggak,” ujar Slamet.
Sama seperti Restoran cepat saji menu Jepang Hoka-Hoka Bento (HokBen) yang sudah menerapkan kepedulian terhadap masalah lingkungan.
Hokben telah mewujudkan bisnis ramah lingkungan dengan mengelola sampah daur ulang menjadi produk yang bernilai bagi masyarakat.
Restoran tersebut melakukan kolaborasi bersama pihak-pihak tertentu dalam mengolah sampahnya.
Hokben antara lain mengolah sampah plastik mika bekas makanan menjadi bahan bangunan roster yang kemudian digunakan kembali untuk di beberapa gerai di Indonesia.
Baca: Sisi gelap sepak bola bagi lingkungan
Regional Manager HokBen, Bintang Setiadi dalam acara peresmian HokBen di kawasan Pecenongan, mengatakan bahwa saat ini sudah ada 45 gerai yang menggunakan eco-roster.
Gerai sudah mengolah 20.380 plastik mika atau sekitar 300 kilogram sampah plastik mika.
Menurut Bintang, pihaknya juga berkolaborasi untuk mengolah sampah sumpit sekali pakai yang menjadi barang rumah tangga yang ramah lingkungan dan berkualitas.
Lurah Kebon Kelapa Muhammad Bellie menyebutkan, Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Pusat selalu mendorong pelaku usaha untuk terus membuka bisnis di wilayah Jakarta.
Bellie juga mengapresiasi bagi para pelaku bisnis yang sudah mendukung Pemkot Jakarta Pusat (Jakpus) dalam mengurangi sampah plastik dan menggunakan bahan ramah lingkungan.
“Ini yang akan kita sosialisasikan ke pelaku usaha untuk menggunakan bahan-bahan yang ramah lingkungan,” katanya.
Diharapkan ke depannya makin banyak program dengan lingkungan hidup. “Kemudian pelaku usaha lainnya supaya sampah itu ramah lingkungan,” kata Bellie.

Leave a Reply