Tag: cuaca ekstrem

  • BMKG Prediksi Intensitas Hujan Menurun Hingga Jelang Tahun Baru

    BMKG Prediksi Intensitas Hujan Menurun Hingga Jelang Tahun Baru

    7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi intensitas hujan di seluruh wilayah Indonesia saat ini mulai menurun hingga 29 Desember nanti.  

    Deputi Bidang Meteorologi pada BMKG, Guswanto mengatakan, meski intensitas hujan mulai menurun tetapi masyarakat yang akan berlibur tetap memperhatikan kondisi cuaca.

    “Tanggal 23 sampai 29 (Desember) ini intensitas hujan mulai menurun dan agak tenang,” kata Guswanto.

    Namun setelah atanggal 29 Desember hingga 10 Januari, terjadi peningkatan intensitas hujan terutama pada sore menjelang malam hari.

    Baca: Hujan Lebat Guyur Sejumlah Wilayah, BMKG Tetapkan Status SIAGA

    Bahkan beberapa wilayah Sumatera sebelah selatan ekuator seperti Bandar Lampung, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Banten, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan, Papua Selatan dan Laut Arafuru berpotensi terjadi cuaca ekstrem.

    Sementara untuk wilayah Bali, Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan, Sulawesi puncak musim hujan diprediksi terjadi pada bulan Januari dan Februari.

    Dengan kondisi cuaca seperti ini, Guswanto mengajak masyarakat untuk memperhatikan peringatan dini cuaca yang dikeluarkan BMKG.

    Baca: Delapan Hari Sebelum Terjadi Bencana, BMKG Berkali-kali Keluarkan Peringatan Dini

    “Tolong buka peringatan dini cuaca. Kayak mau ke pantai misalnya ke Parangtritis tolong buka dulu tinggi gelombang brp sih. Itu nanti kita aman. Misalnya tinggi gelombang 0,5 meter itu aman,” jelas Guswanto.

    “Begitu juga yang liburan di perbukitan atau lereng. Kalau prediksi hujan ya pending dulu. Cari lokasi yang aman dari cuaca ekstrem,” lanjutnya.

    Sementara untuk wilayah Jabodetabek, pihaknya tetap memantau kondisi cuaca pada malam pergantian tahun.

    Bahkan jika ada potensi cuaca ekstrem, BMKG bekerjasama dengan Pemprov DKI Jakarta dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana siap melakukan modifikasi cuaca.

  • Prediksi Cuaca Tahun 2026, Lebih Bersahabat Namun Tetap Potensial Terjadi Cuaca Ekstrem

    Prediksi Cuaca Tahun 2026, Lebih Bersahabat Namun Tetap Potensial Terjadi Cuaca Ekstrem

    7cloud.asia  – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi cuaca tahun 2026 lebih bersahabat dengan sifat hujan yang normal seperti tahun-tahun sebelumnya.

    Deputi Bidang Klimatologi pada BMKG Ardhasena Sopaheluwakan menjelaskan kondisi cuaca tersebut dipengaruhi oleh Indian Ocean Dipole (IOD), yaitu fenomena iklim yang terjadi di Samudera Hindia yang mempengaruhi curah hujan di Indonesia.

    “Pada 2026 IOD akan berada pada fase netral sepanjang tahun. Jadi gangguan laut yang hangat yang berkontribusi pada lebih banyak hujan khususnya untuk wilayah Indonesia Barat. Itu tidak sekarang yang terjadi pada akhir 2025,” jelas Ardhasena dalam konferensi pers Climate Outlook 2026 via zoom pada Selasa (23/12/2025).

    Baca: Jelang Tahun Baru, Intensitas Hujan Menurun

    Selanjutnya Ardhasena mnjelaskan saat ini terjadi fenomena La Nina lemah dengan indeks sebesar -0,77 pada akhir bulan November lalu.

    Hal ini ditandai dengan mendinginnya wilayah Pasifik Tengah, Samudera Hindia sebelah barat lautnya lebih dingin dibandingkan Samudera Hindia sebelah timur atau lautan Samudera Hindia yang lebih dekat dengan wilayah Indonesia.

    “Kondisi inilah yang menyebabkan belakangan ini hujannya cukup tinggi. Tahun 2026 mendatang saat ini kondisinya masih La Nina lemah. Ini berlangsung sampai Maret 2026,” ungkapnya.

    Biasanya, lanjut Ardhasena, El Nino maupun La Nina selalu berakhir pada akhir kuartal pertama di tahun yang berjalan.

    Baca: BMKG Ingatkan Bencana Hidrometeorologi di Puncak Musim Hujan

    “Jadi kita juga prediksikan episode La Nina lemah itu akan berlangsung atau selesai pada akhir kuartal pertama 2026,” katanya.

    Dia menjelaskan curah hujan sebagian besar wilayah Indonesia pada tahun 2026 diprediksi berkisar antara 1500 mm/tahun hingga 4000 mm/tahun.  

    Curah hujan 1500mm/tahun tersebut meliputi wilayah Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, pesisir timur Sumatera, pesisir timur Kalimantan.

    Sedangkan curah hujan 4000 mm/tahun mencakup wilayah Jawa Tengah bagian tengah, Jawa Barat, sebagian besar  Kalimantan, pertengahan Sulawesi, sebagian besar Papua, sebagian besar Sumatera, pesisir bagian barat yang menghadap ke Samudera Hindia.

    Baca: BMKG Keluarkan Peringatan Dini Cuaca Ekstrem untk Wilayah Jawa Barat

    Berikut prediksi BMKG tentang curah hujan tahun 20026 setiap bulan dan wilayahnya.

    • Januari: Prediksi curah hujan menegah hingga tinggi. Curah hujan sangat tinggi berpeluang terjadi di Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Bali, Nusa Tenggara Timur dan Sulawesi Selatan.
    • Februari: Curah hujan sangat tinggi berpeluang terjadi di wilayah Jawa Tengah dan Sulawesi Selatan.
    • Maret-April: Curah hujan sangat tinggi berpeluang terjadi di wilayah Jawa Tengah dan Papua Tengah.
    • Mei-Juni: Masa transisi musim hujan ke musim kemarau. Curah hujan rendah hingga menegah. Curah hujan sangat rendah berpeluang terjadi di Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur.
    • Juli-September: Curah hujan rendah hingga menegah. Curah hujan sangat rendah berpeluang terjadi di Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur.
    • Oktober: Mulai memasuki masa transisi musim kemarau ke musim hujan. Indonesia bagian barat sudah memasuki musim hujan. Hujan dengan intensitas rendah hingga tinggi. Curah hujan sangat tinggi terjadi di Aceh.
    • November-Desember 2026: Curah hujan umumnya berada pada kategori menengah hingga tinggi. Curah hujan sangat tinggi terjadi di Aceh, Sumatera Barat, Bengkulu, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah dan Sulawesi Selatan.

     

  • BMKG: Waspada! Cuaca Ekstrem di Beberapa Wilayah Termasuk Jabodetabek

    BMKG: Waspada! Cuaca Ekstrem di Beberapa Wilayah Termasuk Jabodetabek

    7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengajak masyarakat mewaspadai potensi cuaca ekstrem di beberapa wilayah termasuk Jabodetabek hingga 16 Januari mendatang.

    Selain wilayah Jabodetabek, seluruh Pulau Jawa, Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat dan sebagian Sulawesi Selatan juga berpotensi terjadi cuaca ekstrem.  

    Wilayah tersebut pada bulan Januari kini tengah berada di puncak musim hujan dengan waktu yang berbeda-beda.

    Direktur Meteorologi Publik pada BMKG, Andri Ramdhani di Jakarta menjelaskan cuaca ekstrem tersebut dapat berupa hujan lebat hingga sangat lebat disertai angin kencang dan petir.

    Baca: Peringatan Dini BMKG, Waspada Gelombang Tinggi Hingga 6 Meter

    Dia mengatakan dampak cuaca ekstrem bermacam-macam bisa berupa genangan, banjir, tanah longsor, pohon tumbang akibat angin kencang dan petir.

    “Ini tergantung pada kondisi masing-masing wilayah seperti kondisi dataran rendah, pemukiman dengan sistem drainase terbatas kemudian sekitar aliran sungai atau Daerah Aliran Sungai (DAS), daerah perbukitan yang tanahnya telah jenuh waspada dengan hujan terus menerus,” jelasnya.

    Lebih jauh Andri menjelaskan kondisi ini dipengaruhi oleh penguatan monsun Asia yaitu angin dari daratan Asia yang membawa uap air.

    “Ini setiap tahun datang periode musim hujan dan Januari ini lagi kuat-kuatnya. Ditambah dengan dinamika atmosfer. Ada Madden-Julian Oscillation (MJO) dan Rossby Equator sedang aktif tekanan rendah di sebelah selatan NTB, di Samudera Hindia,” terang Andri.

    Baca: Cuaca Tahun 2026 Lebih Bersahabat, Meski Tetap Waspada Cuaca Ekstrem

    “Ini mempengaruhi pola sirkulasi angin sehingga terjadi konvergensi atau perlambatan pola angin. Artinya ini yang berpotensi meningkatkan terbentuknya awan-awan hujan,” lanjutnya.

    BMKG mengimbau masyarakat agara meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan jika terdapat beberapa indikator terjadinya genangan atau banjir.

    “Indikator tersebut jika masyarakat melihat hujan yang tidak berhenti biasanya di pagi hari kalau musim hujan ya dinihari, pagi hari berlangsung kemudian agak mereda kembali di siang hari lalu nanti meningkat lagi di sore hingga menjelang malam hari,” urainya.

     

  • Cuaca Hari Ini: Waspada, Cuaca Ekstrem Berpotensi Landa Wilayah Ini

    Cuaca Hari Ini: Waspada, Cuaca Ekstrem Berpotensi Landa Wilayah Ini

    7cloud.asia – Sebagian besar wilayah di Indonesia berpotensi terjadi hujan pada Selasa (20/01/2026). Bahkan berpotensi pula terjadi cuaca ekstrem berupa hujan sangat lebat disertai petir dan angin kencang.

    Dalam laman resmi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), cuaca ekstrem berpeluang melanda wilayah Nusa Tenggara Timur.

    Sedangkan wilayah Lampung, Banten, Jakarta, Jawa Barat, Yogyakarta, Bali, Nusa Tenggara Barat dan Sulawesi Selatan berpotensi terjadi hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat.

    Sementara hujan berintensitas sedang hingga lebat berpotensi mengguyur wilayah Sumatera Selatan, Bengkulu, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara.

    Kondisi cuaca seperti ini berpeluang pula terjadi di wilayah Maluku Utara, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Tengah, Papua Pegunungan, Papua dan  Papua Selatan.

    BMKG juga mengajak warga mewaspadai potensi angin kencang di wilayah Bali, Banten, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Maluku, Maluku Utara, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Papua, Papua Barat, Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara.   

     

  • Cuaca Hari Ini: Hati-hati, BMKG Keluarkan Status ”Awas” Cuaca Ekstrem untuk Jawa Barat

    Cuaca Hari Ini: Hati-hati, BMKG Keluarkan Status ”Awas” Cuaca Ekstrem untuk Jawa Barat

    7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan status ”Awas” cuaca ekstrem untuk wilayah Jawa Barat pada Rabu (21/01/2026). BMKG mengimbau masyarakat agar berhati-hati.

    Dilansir di laman resmi BMKG, cuaca ekstrem tersebut berupa hujan dengan intensitas sangat lebat disertai kilat atau petir dan angin kencang berpotensi melanda wilayah Jawa Barat.  

    BMKG juga mengeluarkan status Siaga hujan berintensitas lebat hingga sangat lebat di wilayah Bengkulu, Lampung, Banten, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan dan Papua Pegunungan.

    Sementara hujan berintensitas sedang hingga lebat berpotensi mengguyur wilayah Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat, Papua Tengah dan Papua Selatan.

    Untuk wilayah Jakarta, BMKG memprediksi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang disertai angin kencang di seluruh wilayah Jakarta dari pagi hingga sore hari.

    Malamnya hampir seluruh wilayahn Jakarta diprediksi berawan tebal hingga hujan ringan. Namun masih ada potensi hujan dengan intensitas sedang di wilayah Jakarta Selatan.

    Dengan kondisi cuaca seperti ini, BMKG mengimbau masyarakat mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor serta pohon tumbang.    

  • BMKG: Waspada Peningkatan Curah Hujan di Akhir Januari

    BMKG: Waspada Peningkatan Curah Hujan di Akhir Januari

    7cloud.asia – Sejumlah wilayah di Indonesia berpotensi terjadi peningkatan curah hujan dan cuaca ekstrem di akhir Januari 2026. Masyarakat diimbau waspada.

    Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dalam rilisnya menjelaskan, potensi cuaca ekstrem ini dipengaruhi oleh beberapa faktor.

    Di antaranya kombinasi Bibit Siklon 97S, Monsun Asia serta aktivitas gelombang atmosfer yang memicu pertumbuhan awan hujan masif serta potensi cuaca ekstrem di wilayah Indonesia bagian selatan.

    BMKG menyebut, Sumatera bagian selatan, Jawa, Bali hingga Nusa Tenggara berpotensi dilanda hujan lebat disertai kilat atau petir serta angin kencang.

    Baca: BMKG Keluarkan Status Awas Cuaca Ekstrem di Wilayah Jawa Barat

    BMKG juga mengungkapkan sejumlah wilayah yang terdampak sebagai berikut:

    • 21 Januari wilayah yang terdampak mencakup Bengkulu, Lampung, Banten, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur.

    • 22 Januari wilayah yang terdampak mencakup Bengkulu, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur.

    • 23 Januari wilayah yang terdapak meliputi Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur.

    • 24 Januari wilayah yang terdampak adalah Jawa Tengah dan Jawa Timur.

    • 25 hingga 26 Januari wilayah yang terdampak meliputi Bali, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur.

    Dengan kondisi cuaca seperti ini, BMKG mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap perubahan cuaca yang cepat, mengantisipasi dampak banjir dan longsor serta menyesuaikan perjalanan dengan kondisi cuaca.     

     

     

  • Antisipasi Cuaca Ekstrem: Pemprov DKI Jakarta Siapkan Anggaran Modifikasi Cuaca Selama Sebulan Penuh

    Antisipasi Cuaca Ekstrem: Pemprov DKI Jakarta Siapkan Anggaran Modifikasi Cuaca Selama Sebulan Penuh

    7cloud.asia – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tetap memprioritaskan upaya penanganan banjir dengan menyiapkan berbagai infrastruktur pengendali banjir.

    Tak hanya itu, alokasi anggaran penanganan banjir dan mitigasi cuaca ekstrem juga dipastikan tidak akan terdampak pengurangan APBD 2026.

    ”Jadi hal yang berkaitan dengan penekanan cuaca buruk dan juga normalisasi sungai, apakah itu Ciliwung atau Krukut, dan juga pembelian beberapa pompa-pompa baru, saya menegaskkan bahwa tidak ada pengurangan,” tegas Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (21/1/2026).

    Pramono menambahkan, kesiapan infrastruktur dan upaya penanganan banjir harus disiapkan dengan baik.

    Baca: BMKG ingatkan potensi peningkatan curah hujan di akhir Januari

    Ia melanjutkan, Pemprov DKI bahkan menyiapkan anggaran untuk pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) selama sebulan penuh. Biasanya, OMC ini hanya disiapkan untuk satu hingga tiga hari.

    Alokasi anggaran Operasi Modifikasi Cuaca untuk sebulan penuh ini disiapkan guna mengantisipasi prakiraan cuaca ekstrem yang melanda Jakarta.

    “Kami tidak ingin kemudian, karena memang cuaca-cuaca ini lagi ekstrem sekali. Hampir semua sepanjang Pantai Utara Jawa kan hari ini juga masih kebanjiran semua,” kata dia.

    Meski tengah menghadapi cuaca ekstrem, namun Pramono menyebut banjir yang terjadi di Jakarta lebih cepat surut dibandingkan daerah lainnya.

    Baca: Perubahan iklim membuat Indonesia tak lagi bebas dari siklon

    Hal ini didukung dengan adanya fasilitas infrastruktur pengendali banjir yang sudah siap beroperasi penuh.

    “Karena memang fasilitas pompanya cukup untuk melakukan itu. Walaupun, kalau kemudian curah hujannya rata-rata seperti hari Sabtu-Minggu di atas 250, itu pasti akan terjadi genangan banjir di mana-mana,” jelas Pramono.

    Terkait dampak kemacetan yang selalu terjadi saat hujan deras, Pramono membuka peluang adanya kebijakan untuk menerapkan work from home atau WFH jika curah hujan kembali tinggi. Kebijakan ini terutama diberlakukan untuk para siswa di Jakarta.

    “Kalau kemudian ada indikasi seperti itu dan di hari biasa, saya akan memutuskan untuk dilakukan Work From Home, terutama untuk anak-anak didik kita,” tandas Pramono.

  • Cuaca Hari Ini: Awas, Cuaca Ekstrem di Jakarta dan Banten

    Cuaca Hari Ini: Awas, Cuaca Ekstrem di Jakarta dan Banten

    7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat mewaspadai potensi cuaca ekstrem berupa hujan sangat lebat disertai angin kencang hingga kecepatan 20 knot di wilayah Jakarta dan Banten pada Jumat (23/1/2026).

    Dikutip dari laman resmi BMKG, pada pagi hari hujan ringan akan membasahi seluruh wilayah Jakarta, meliputi Kepulauan Seribu, Jakarta Pusat, Jakarta Utara, Jakarta Barat, Jakarta Selatan, dan Jakarta Timur.

    Pada siang hari cuaca berawan beralih menaungi Kepulauan Seribu. Sementara hujan ringan masih membasahi Jakarta Pusat dan Jakarta Utara.

    Sedangkan sebagian wilayah lainnya, yakni Jakarta Barat, Jakarta Selatan, dan Jakarta Timur diprakirakan akan diguyur hujan dengan intensitas sedang.

    Kemudian pada sore hari, hujan ringan berpotensi membasahi Kepulauan Seribu. Sementara hujan dengan intensitas sedang akan mengguyur wilayah lainnya di Jakarta Pusat, Jakarta Utara, Jakarta Barat, Jakarta Selatan, dan Jakarta Timur.

    Baca: BMKG Keluarkan Peringatan Dini Peningkatan Curah Hujan di Akhir Januari

    Begitu juga pada malam hari, hujan ringan masih akan membasahi Kepulauan Seribu. Sedangkan di Jakarta Pusat, Jakarta Utara, Jakarta Barat, Jakarta Selatan, dan Jakarta Timur diprakirakan akan diguyur hujan dengan intensitas sedang.

    Untuk wilayah Banten, hujan berintensitas sangat lebat hingga ekstrem berpotensi melanda Kota dan Kabupaten Tangerang serat Tangerang Selatan.

    Sedangkan hujan berintensitas lebat hingga sangat lebat berpotensi mengguyur Kabupaten Pandeglang bagian selatan, Kabupaten Lebak bagian utara dan timur.

    Selanjutnya hujan berintensitas sedang hingga lebat berpotensi mengguyur Kabupaten Pandeglang bagian timur, Lebak bagian tengah, Kabupaten dan Kota Serang, Kota Cilegon.

    Sementara untuk wilayah lainnya, BMKG memprediksi hujan berintensitas lebat hingga sangat lebat di wilayah Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur.

    Baca: Antisipasi Cuaca Ekstrem, DKI Siapkan Modifikasi Cuaca Sebulan Penuh

    Wilayah Sumatera Selatan, Bengkulu, Gorontalo, Maluku, Papua Tengah, Papua Pegunungan dan Papua berpotensi hujan berintensitas sedang hingga lebat.

    BMKG juga memprediksi angin kencang dengan kecepatan 20 knot atau sekitar 37km/jam melanda wilayah Aceh, Bali, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Barat.

    Angin kencang juga berpotensi terjadi di Kepulauan Bangka Belitung, Kepulauan Riau, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Utara.

    Dengan kondisi cuaca seperti ini, BMKG mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap perubahan cuaca yang cepat, mengantisipasi dampak banjir dan longsor serta menyesuaikan perjalanan dengan kondisi cuaca.     

     

     

  • Cuaca Ekstrem Landa Jabodetabek, Ini Penyebabnya

    Cuaca Ekstrem Landa Jabodetabek, Ini Penyebabnya

    7cloud.asia – BMKG merilis peringatan Awas cuaca ekstrem untuk wilayah Banten dan Jakarta. Warga di kedua wilayah ini diminta mewaspadai potensi hujan sangat lebat hingga ekstrem.

    Berdasarkan data BMKG tersebut, sejumlah wilayah Jabodetabek berpotensi dilanda hujan lebat hingga hujan ekstrem.

    Lima wilayah di Jakarta dan Tangerang Raya masuk dalam status Awas, di mana berpotensi dilanda hujan dengan intensitas sangat lebat hingga ekstrem.

    Sedangkan beberapa wilayah lainnya masuk kategori Siaga atau berpotensi hujan lebat hingga sangat lebat yaitu Kabupaten Bekasi, Kota Bekasi, Kota Depok, Kota Bogor, dan Kabupaten Bogor.

    BMKG dalam akun instagram (IG) resminya menyebut, cuaca ekstrem yang melanda wilayah Jabodetabek beberapa hari terakhir ini dipengaruhi oleh sejumlah faktor. Salah satunya Bibit Siklon Tropis 91S.

    Bibit Siklon Tropis 91S yang muncul di wilayah Samudera Hindia selatan Nusa Tenggara Barat diprakirakan meningkat intensitasnya.

    Hal ini mempengaruhi pola angin, termasuk pembentukan daerah konvergensi di Perairan Selatan Jawa hingga Pulau Timor.

    Faktor lainnya adalah aktifnya Monsun Asia yang berkontribusi terhadap peningkatan suplai massa udara lembap ke wilayah Indonesia.

    Aliran massa udara tersebut disertai dengan penguatan angin baratan yang berkontribusi pertumbuhan awan hujan di wilayah Banten.

    Aktifitas Madden-Julian Oscillation (MJO) dan gelombang Kelvin secara spasial diperkiakan aktif melintasi Banten.  

    Selain itu, adanya lalibilitas kuat juga mendukung proses konvektif dan meningkatkan potensi hujan di wilayah Banten serta Jabodetabek.

    Kombinasi faktor tersebut menyebabkan cuaca ekstrem berupa hujan berintensitas sangat lebat disertai angin kencang di wilayah Banten dan Jabodetabek selama beberapa hari.

     

  • Bibit Siklon Tropis Mengintai Selatan Indonesia: Cuaca Ekstrem Belum Usai

    Bibit Siklon Tropis Mengintai Selatan Indonesia: Cuaca Ekstrem Belum Usai

    7cloud.asia – BMKG mengingatkan potensi cuaca ekstrem di sejumlah daerah di Indonesia dalam sepekan ini.

    Hal ini dipicu oleh munculnya Bibit Siklon Tropis 91S dan 92 P yang terpantau di Samudra Hindia selatan Nusa Tenggara Barat dan Teluk Carpentaria yang memperkuat daerah konvergensi dalam skala luas di wilayah selatan Indonesia, meliputi Pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Maluku bagian Selatan hingga Papua Selatan bagian Selatan.

    Selain itu aktifnya Monsun Asia yang membawa suplai massa udara lembab dari Laut Cina Selatan, bergerak ke wilayah Indonesia melalui Selat Karimata.

    Hal ini diperkuat dengan adanya seruakan dingin (cold surge) dari dataran tinggi Siberia hingga melewati ekuator mencapai Pulau Jawa yang diindikasikan dengan signifikannya indeks surge, dan indeks CENS (Cross-Equatorial Northerly Surge) beberapa hari belakangan ini.

    Aliran monsun Asia ini berkontribusi signifikan terhadap peningkatan pertumbuhan awan hujan terutama di wilayah Indonesia bagian selatan.

    Dinamika atmosfer sepekan ke depan
    Dalam sepekan ke depan, BMKG memprakirakan pengaruh dinamika atmosfer pada skala global, regional, dan lokal masih signifikan terhadap kondisi cuaca di Indonesia.

    Pada skala global, El Niño–Southern Oscillation (ENSO) terpantau menguat pada fase negatif yang mengindikasikan La Niña lemah, dengan nilai Southern Oscillation Index (SOI) yang cenderung positif.

    Kondisi ini berpotensi meningkatkan pasokan uap air yang mendukung pembentukan awan hujan di sebagian wilayah Indonesia, terutama bagian timur.

    Bibit Siklon Tropis 91S terpantau berada di wilayah Samudra Hindia selatan Sumbawa dengan tekanan udara minimum sekitar 1004 hPa, kecepatan angin maksimum mencapai 30 knot, serta bergerak ke arah selatan–tenggara. Dalam 48 – 72 jam ke depan, berpotensi menjadi siklon tropis dalam kategori tinggi.

    Bibit Siklon Tropis tersebut menyebabkan peningkatan kecepatan angin >25 knot di Wilayah Samudra Hindia Selatan Jawa Timur hingga Pulau Sumba, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, dan Perairan Utara Pulau Madura hingga Pulau Flores,

    Bibit siklon tropis ini juga dapat membentuk daerah pertemuan angin (konfluensi) dan perlambatan angin (konvergensi) di Perairan Selatan Jawa Timur hingga Pulau Timor, dan sekitar Bibit Siklon Tropis tersebut.

    Selain itu, Bibit Siklon 92P saat ini juga terpantau berada di Teluk Carpentaria dengan tekanan udara minimum sebesar 1008 hPa, kecepatan angin sebesar 15 knot, serta bergerak ke arah selatan – tenggara.

    Secara umum, potensi bibit 92P menjadi siklon tropis dalam 24-72 jam dalam kategori rendah. Bibit siklon tropis 92 P dapat meningkatan kecepatan angin >25 knot di Wilayah Laut Banda, Laut Arafuru, Maluku bagian Selatan hingga Tenggara, dan Papua Selatan bagian Selatan.

    Kemudian membentuk pertemuan (konfluensi) dan perlambatan angin (konvergensi) di Laut Timor hingga Papua Selatan bagian Selatan, dan sekitar Bibit Siklon Tropis tersebut.

    Dalam sepekan ke depan, terdapat potensi peningkatan aktivitas monsun Asia disertai dengan Cross Equatorial Northerly Surge (CENS) yang diprediksi menguat, sehingga massa udara lembap lebih cepat dan mudah melewati ekuator menuju wilayah selatan Indonesia.

    Hal ini memberikan dampak pada peningkatan kejadian cuaca ekstrem di beberapa wilayah di selatan Indonesia, khususnya Sumatera Bagian Selatan, Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara.

    Dengan memperhatikan faktor-faktor pendukung tersebut, potensi terjadi cuaca ekstrem diprediksi masih tinggi.

    Oleh karena itu, masyarakat diharapkan tetap waspada dan melakukan mitigasi diri, keluarga, dan lingkungannya terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat memicu bencana hidrometeorologi seperti genangan, banjir, banjir bandang dan longsor.

    Prospek cuaca periode 23–25 Januari 2026
    Cuaca di Indonesia umumnya didominasi oleh kondisi hujan ringan hingga hujan lebat.

    Perlu diwaspadai adanya peningkatan hujan dengan intensitas sedang-lebat yang terjadi di Sumatera Selatan, Bengkulu, Jawa Barat, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Maluku, Papua Tengah, Papua Pegunungan dan Papua.

    Selain itu, hujan dengan intensitas lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang dapat terjadi, dengan kategori tingkat peringatan dini dan wilayah potensi kejadian sebagai berikut:

    Siaga (Hujan lebat – sangat lebat): Lampung, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur.

    Awas (Hujan sangat lebat – hujan ekstrem): Banten, dan DK Jakarta.

    Angin Kencang: Kep. Riau, Kep. Bangka Belitung, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur.

    Prospek cuaca periode 26 – 29 Januari 2026
    Cuaca di Indonesia umumnya didominasi oleh kondisi hujan ringan hingga hujan lebat.

    Perlu diwaspadai adanya peningkatan hujan dengan intensitas sedang-lebat yang terjadi di Aceh, Bengkulu, Lampung, DK Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Tengah, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Maluku Utara, Maluku, Papua Tengah dan Papua.

    Selain itu, hujan dengan intensitas lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang dapat terjadi, dengan kategori tingkat peringatan dini dan wilayah potensi kejadian sebagai berikut:

    Siaga (Hujan lebat – sangat lebat): Banten, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat dan Papua Pegunungan.

    Angin Kencang: Banten, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur.