Prediksi Cuaca Tahun 2026, Lebih Bersahabat Namun Tetap Potensial Terjadi Cuaca Ekstrem

Written by

in

7cloud.asia  – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi cuaca tahun 2026 lebih bersahabat dengan sifat hujan yang normal seperti tahun-tahun sebelumnya.

Deputi Bidang Klimatologi pada BMKG Ardhasena Sopaheluwakan menjelaskan kondisi cuaca tersebut dipengaruhi oleh Indian Ocean Dipole (IOD), yaitu fenomena iklim yang terjadi di Samudera Hindia yang mempengaruhi curah hujan di Indonesia.

“Pada 2026 IOD akan berada pada fase netral sepanjang tahun. Jadi gangguan laut yang hangat yang berkontribusi pada lebih banyak hujan khususnya untuk wilayah Indonesia Barat. Itu tidak sekarang yang terjadi pada akhir 2025,” jelas Ardhasena dalam konferensi pers Climate Outlook 2026 via zoom pada Selasa (23/12/2025).

Baca: Jelang Tahun Baru, Intensitas Hujan Menurun

Selanjutnya Ardhasena mnjelaskan saat ini terjadi fenomena La Nina lemah dengan indeks sebesar -0,77 pada akhir bulan November lalu.

Hal ini ditandai dengan mendinginnya wilayah Pasifik Tengah, Samudera Hindia sebelah barat lautnya lebih dingin dibandingkan Samudera Hindia sebelah timur atau lautan Samudera Hindia yang lebih dekat dengan wilayah Indonesia.

“Kondisi inilah yang menyebabkan belakangan ini hujannya cukup tinggi. Tahun 2026 mendatang saat ini kondisinya masih La Nina lemah. Ini berlangsung sampai Maret 2026,” ungkapnya.

Biasanya, lanjut Ardhasena, El Nino maupun La Nina selalu berakhir pada akhir kuartal pertama di tahun yang berjalan.

Baca: BMKG Ingatkan Bencana Hidrometeorologi di Puncak Musim Hujan

“Jadi kita juga prediksikan episode La Nina lemah itu akan berlangsung atau selesai pada akhir kuartal pertama 2026,” katanya.

Dia menjelaskan curah hujan sebagian besar wilayah Indonesia pada tahun 2026 diprediksi berkisar antara 1500 mm/tahun hingga 4000 mm/tahun.  

Curah hujan 1500mm/tahun tersebut meliputi wilayah Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, pesisir timur Sumatera, pesisir timur Kalimantan.

Sedangkan curah hujan 4000 mm/tahun mencakup wilayah Jawa Tengah bagian tengah, Jawa Barat, sebagian besar  Kalimantan, pertengahan Sulawesi, sebagian besar Papua, sebagian besar Sumatera, pesisir bagian barat yang menghadap ke Samudera Hindia.

Baca: BMKG Keluarkan Peringatan Dini Cuaca Ekstrem untk Wilayah Jawa Barat

Berikut prediksi BMKG tentang curah hujan tahun 20026 setiap bulan dan wilayahnya.

  • Januari: Prediksi curah hujan menegah hingga tinggi. Curah hujan sangat tinggi berpeluang terjadi di Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Bali, Nusa Tenggara Timur dan Sulawesi Selatan.
  • Februari: Curah hujan sangat tinggi berpeluang terjadi di wilayah Jawa Tengah dan Sulawesi Selatan.
  • Maret-April: Curah hujan sangat tinggi berpeluang terjadi di wilayah Jawa Tengah dan Papua Tengah.
  • Mei-Juni: Masa transisi musim hujan ke musim kemarau. Curah hujan rendah hingga menegah. Curah hujan sangat rendah berpeluang terjadi di Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur.
  • Juli-September: Curah hujan rendah hingga menegah. Curah hujan sangat rendah berpeluang terjadi di Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur.
  • Oktober: Mulai memasuki masa transisi musim kemarau ke musim hujan. Indonesia bagian barat sudah memasuki musim hujan. Hujan dengan intensitas rendah hingga tinggi. Curah hujan sangat tinggi terjadi di Aceh.
  • November-Desember 2026: Curah hujan umumnya berada pada kategori menengah hingga tinggi. Curah hujan sangat tinggi terjadi di Aceh, Sumatera Barat, Bengkulu, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah dan Sulawesi Selatan.

 

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *