Tag: gaza

  • Hamas Tegaskan Tidak Akan Mundur Sampai Berdirinya Negara Palestina Merdeka

    Hamas Tegaskan Tidak Akan Mundur Sampai Berdirinya Negara Palestina Merdeka

    7cloud.asia – Kelompok perlawanan Palestina, Hamas menegaskan pihaknya tidak akan menyerah sampai Negara Palestina resmi berdiri dan berdaulat.

    Pernyataan Hamas yang dirilis pada Sabtu (2/8/2025) itu disampaikan sebagai respons atas pernyataan Utusan Khusus Amerika Serikat (AS) untuk Timur Tengah Steve Witkoff.

    Hamas mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa perlawanan tidak akan berhenti dan senjata tidak akan diturunkan sampai hak-hak nasional kami sepenuhnya dipulihkan, terutama pendirian negara Palestina yang merdeka dan berdaulat penuh.

    Sebelumnya, saat bertemu dengan keluarga warga Israel yang disandera Hamas dalam sebuah unjuk rasa di Tel Aviv pada Sabtu, Witkoff mengatakan, Hamas telah menyatakan bahwa mereka siap untuk didemiliterisasi.

    Baca: Mewujudkan Negara Palestina yang merdeka dan berdaulat

    “Beberapa pemerintah Arab kini sedang menuntut Hamas untuk didemiliterisasi… Jadi, kita sangat, sangat dekat dengan solusi untuk mengakhiri perang ini,” tambah Witkoff, sebagaimana dikutip dari surat kabar Israel, Haaretz.

    Dalam pernyataan terpisah, Hamas menuduh kunjungan Witkoff ke pusat-pusat distribusi bantuan di Jalur Gaza sebagai pertunjukan sandiwara yang dirancang untuk menyesatkan opini publik.

    Hamas juga menyebut kunjungan Witkoff untuk menutupi citra pendudukan, dan memberikan kedok politik atas kebijakan kelaparan dan pembunuhan sistematis terhadap anak-anak dan warga sipil tak berdosa di Gaza.

    Baca: Sidang DK PBB serukan pengakuan untuk Palestina yang merdeka

    Pernyataan Hamas itu mengatakan pemerintah AS sepenuhnya terlibat dalam masalah kelaparan di Gaza yang disengaja ini.

    Witkoff mengunjungi Jalur Gaza pada Jumat (1/8/2025). Dalam kunjungan tersebut, dia menginspeksi sebuah pusat distribusi bantuan yang kontroversial milik Gaza Humanitarian Foundation di Kota Rafah di Jalur Gaza selatan.

    Di lokasi Gaza Humanitarian Foundation ini, lebih dari 100 warga Palestina meninggal saat mengantri bantuan makanan. Kelaparan akut melanda Gaza sejak beberapa waktu terakhir akibat blokade yang diterapkan tentara Israel. 

    Sumber: Antaranews.com/Xinhua

  • Jurnalis Internasional Teken Petisi Desak Izin Peliputan di Gaza

    Jurnalis Internasional Teken Petisi Desak Izin Peliputan di Gaza

    7cloud.asia – Lebih dari 100 jurnalis menandatangani petisi yang meminta akses langsung tanpa hambatan ke Jalur Gaza. Demikian diberitakan Sky News pada Senin (4/8/2025).

    Petisi untuk izin peliputan di Gaza tersebut mendapat dukungan dari jurnalis terkemuka dari media internasional.

    Jika pihak-pihak yang bertikai mengabaikan permohonan tersebut, para jurnalis akan memasuki Jalur Gaza tanpa persetujuan mereka “dengan cara apa pun yang sah, secara mandiri, kolektif”.

    “Para jurnalis juga akan berkoordinasi dengan organisasi kemanusiaan atau masyarakat sipil,” demikian bunyi petisi tersebut.

    Baca: Jumlah jurnalis yang gugur di perang Gaza mencapai 232 orang

    Petisi ini dibuat menyusul adanya upaya untuk menghalangi peliputan di wilayah konflik di Gaza. Meski korban tewas di kalangan jurnalis terus berjatuhan, kehadiran jurnalis di lokasi bisa memberikan laporan berimbang.

    Hingga pekan ini, tercatat 232 jurnalis dan pekerja media yang tewas saat menjalankan tugas jurnalistik di Gaza.

    Konflik di Gaza pecah setelah serangan Hamas pada 7 Oktober 2023 di Israel berhasil menembus wilayah perbatasan dan menyandera sekitar 200 warga Israel.

    Serangan ini memicu dilancarkannya Operasi Pedang Besi oleh Israel. Operasi tersebut mencakup serangan terhadap sasaran sipil.

    Baca: Anugerah Guillermo Cano 2024 untuk jurnalis Palestina peliput perang Gaza

    Tentara Israel juga melakukan blokade total atas pasokan air, listrik, bahan bakar, makanan, dan obat-obatan di Jalur Gaza

    Pertempuran, yang diselingi oleh gencatan senjata jangka pendek itu telah merenggut nyawa lebih dari 60.000 warga Palestina dan sekitar 1.500 warga Israel.

    Konflik juga meluas ke Lebanon dan Yaman, serta memicu pertukaran serangan rudal antara Israel dan Iran.

    Sumber: Antaranewscom/Sputnik

  • Israel Izinkan Barang-barang Tertentu Masuk ke Jalur Gaza

    Israel Izinkan Barang-barang Tertentu Masuk ke Jalur Gaza

    7cloud.asia – Militer Israel pada Selasa (5/8/2025) mengatakan bahwa pihaknya akan mengizinkan masuknya barang-barang tertentu ke Jalur Gaza melalui pedagang swasta lokal.

    Langkah ini dilakukan saat Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperingatkan bahwa bencana kelaparan terus meluas di daerah kantong Palestina tersebut.

    “Sebuah mekanisme telah disetujui untuk pembaruan secara bertahap dan terkendali atas masuknya barang-barang melalui sektor swasta di Gaza,” demikian menurut sebuah pernyataan dari kantor Koordinasi Kegiatan Pemerintah di Wilayah (Coordination of Government Activities in the Territories/COGAT).

    Baca: Jurnalis internasional teken petisi desak izin peliputan di Gaza

    Ini merupakan unit Kementerian Pertahanan Israel yang bertanggung jawab atas urusan sipil di wilayah Palestina yang diduduki. Langkah itu telah disetujui oleh kabinet Israel.

    “Sebagai bagian dari perumusan mekanisme ini, sejumlah pedagang lokal yang terbatas telah disetujui, dengan kriteria khusus dan melalui pemeriksaan keamanan,” lanjut pernyataan tersebut.

    Barang-barang yang akan diizinkan masuk ke Gaza meliputi produk makanan pokok, makanan bayi, buah-buahan dan sayur-sayuran, serta perlengkapan kebersihan.

    Pembayaran untuk barang-barang ini hanya akan dilakukan melalui transfer bank dan akan diawasi melalui mekanisme pemantauan, papar COGAT, seraya menambahkan bahwa “semua barang akan menjalani pemeriksaan menyeluruh.”

    Baca: Kelaparan di Gaza karena kesengajaan Israel

    Israel melancarkan serangan militernya di Gaza pada Oktober 2023 dan memberlakukan blokade total pada 2 Maret tahun ini.

    Blokade tersebut secara parsial dilonggarkan pada Mei untuk mengizinkan sebuah perusahaan swasta, yang didukung oleh Israel dan Amerika Serikat (AS), membuka pusat-pusat distribusi makanan yang kontroversial.

    Konvoi bantuan dan pengiriman via udara oleh negara-negara Arab dan Eropa dilanjutkan pada akhir Juli, namun para pakar PBB memperingatkan bahwa kelaparan masih berlangsung di wilayah itu.

    Menurut kabar terkini dari otoritas kesehatan yang berbasis di Gaza pada Senin (4/8/2025), jumlah korban tewas akibat serangan Israel sejak Oktober 2023 telah bertambah menjadi 60.933 orang.

    Sumber: Antaranews.com/Xinhua

  • Truk Pembawa Bantuan Kemanusiaan Terbalik di Gaza, 20 Orang Tewas

    Truk Pembawa Bantuan Kemanusiaan Terbalik di Gaza, 20 Orang Tewas

    7cloud.asia – Insiden mewarnai hari pertama diizinkannya truk pengangkut bantuan kemanusiaan masuk ke wilayah Gaza, Palestina pada Rabu (6/8/2025)

    Sebuah truk pengangkut bantuan kemanusiaan terbalik dan menimpa warga Palestina di Jalur Gaza bagian tengah pada Rabu dini hari.

    Kejadian ini mengakibatkan, 20 orang tewas dan puluhan lainnya luka-luka, menurut laporan otoritas setempat.

    Baca: Israel izinkan bantuan kemanusiaan tertentu masuk ke Gaza

    Insiden itu terjadi ketika para korban berusaha mendapatkan bantuan kemanusiaan “di tengah situasi bencana di Gaza dan kekacauan yang dipicu oleh pendudukan” Israel.

    Otoritas Gaza menuding pasukan Israel sengaja mengarahkan truk tersebut melewati jalan-jalan yang tidak aman dan sulit dilalui karena sebelumnya telah dibombardir.

    Sejak bantuan kembali disalurkan sebagian, otoritas di wilayah kantong Palestina itu berulang kali menuduh Israel berupaya menyabotase distribusi bantuan dan “menciptakan kekacauan” di lapangan.

    Baca: Israel sengaja membuat warga Gaza kelaparan

    Menurut mereka, Israel gagal menjamin keselamatan selama pembagian bantuan kepada penduduk Gaza.

    Pada Senin (4/8/2025), otoritas Gaza menyebut bahwa sejak pengiriman bantuan dilanjutkan pada 27 Juli, Israel hanya mengizinkan 674 truk masuk ke wilayah itu — hanya mencukupi sekitar 14 persen dari kebutuhan penduduk.

    Untuk memenuhi kebutuhan minimum warga Gaza akan makanan, bahan pokok, bahan bakar, dan obat-obatan, dibutuhkan sekitar 600 truk bantuan per hari, menurut otoritas setempat.

    Sumber: Antaranews.com/Sputnik-RIA Novosti-OANA

  • Rencana Israel Mengambilalih Gaza Mendapat Tentangan dari Banyak Negara

    Rencana Israel Mengambilalih Gaza Mendapat Tentangan dari Banyak Negara

    7cloud.asia – Rencana Israel untuk menguasai sepenuhnya Kota Gaza, Palestina menuai penolakan dari banyak negara di dunia.

    Seperti diberitakan, otoritas Israel menyatakan bahwa kabinet keamanan telah menyetujui usulan Benjamin Netanyahu untuk mengalahkan Hamas dan kini tentara Israel bersiap untuk menguasai Kota Gaza.

    Dalam pernyataan yang dirilis Kamis (7/8/2025), Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengatakan Israel bermaksud untuk melanjutkan perampasan penuh atas seluruh Gaza.

    Dia berdalih bahwa tujuannya adalah untuk melenyapkan Hamas dan memastikan keamanan serta makanan bagi warga sipil di wilayah kantong Palestina yang dilanda konflik tersebut.

    “Pada saat yang sama, Israel tidak berencana untuk mempertahankan kendali atas seluruh Jalur Gaza, tujuannya hanyalah untuk membangun “perimeter keamanan,” kata Netanyahu.

    Baca: Hamas tidak akan mundur hingga berdirinya negara Palestina

    Israel berjanji memberikan bantuan kemanusiaan kepada warga sipil di luar zona perang, kata kabinet Netanyahu, menambahkan bahwa lima syarat harus dipenuhi sebagai imbalan untuk mengakhiri konflik dengan Hamas.

    Adapun kelimanya adalah pelucutan senjata Hamas, pengembalian seluruh 50 sandera Israel, demiliterisasi Jalur Gaza, kendali penuh Israel atas keamanan di Jalur Gaza,

    Israel juga mensyaratkan pembentukan pemerintahan alternatif ketiga yang bukan Hamas atau Otoritas Palestina (PA).

    Kelompok perlawanan Palestina, Hamas bereaksi keras atas rencana tersebut dan menyebut ini merupakan sebuah bentuk kejahatan perang baru.

    Baca: Sidang Dewan Keamanan PBB serukan kemerdekaan Palestina

    “Persetujuan kabinet Zionis (Israel) atas rencana untuk menduduki Kota Gaza dan mengevakuasi penduduknya merupakan kejahatan perang baru, yang direncanakan tentara penjajah terhadap kota tersebut dan sekitar satu juta penduduknya,” kata Hamas.

    Penolakan juga datang dari sejumlah negara termasuk Indonesia. Kementerian Luar Negeri China menegaskan bahwa negaranya menolak dan meminta agar Israel segera menghentikan rencana untuk mengambil alih Kota Gaza.

    China sangat prihatin dengan keputusan Israel, dan mendesak Israel untuk segera menghentikan langkah berbahaya tersebut.

    “Kota Gaza adalah milik rakyat Palestina dan merupakan bagian integral dari wilayah Palestina,” kata Juru Bicara Kemlu China Guo Jiakun dalam pernyataan tertulis di Beijing, Jumat (8/8/2025)

    Baca: Mungkinkah mewujudkan berdirinya negara Palestina?

    Kemlu Prancis juga menegaskan, “penentangan tegas” Paris terhadap rencana apa pun untuk menduduki Jalur Gaza dan menggusur paksa penduduknya.

    Dalam pernyataan yang dirilis Jumat, pihak Kemlu Prnacis menggarisbawahi tindakan tersebut sebagai langkah menuju “pelanggaran serius hukum internasional” dan “kebuntuan mutlak.”

    Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI mengutuk keputusan sepihak Israel untuk mengambil alih Jalur Gaza karena tindakan tersebut merupakan pelanggaran berat atas hukum internasional dan Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa.

    Tindakan Israel itu juga akan memperkeruh prospek perdamaian di Timur Tengah dan krisis kemanusiaan di Gaza, kata Kemlu RI dalam pernyataan resmi media sosial X dipantau di Jakarta, Sabtu (9/8/2025).

    Sumber: Antaranews.com/Sputnik-RIA Novosti-OANA

    ​​​​

  • Indonesia Kecam Rencana Israel Mengambilalih Gaza

    Indonesia Kecam Rencana Israel Mengambilalih Gaza

    7cloud.asia – Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia mengutuk keputusan sepihak Israel untuk mengambil alih Jalur Gaza.

    Dalam pernyataan yang dirilis di akun resmi X, Kemlu RI menilai tindakan tersebut merupakan pelanggaran berat atas hukum internasional dan Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa.

    “Tindakan Israel itu juga akan memperkeruh prospek perdamaian di Timur Tengah dan krisis kemanusiaan di Gaza,” demikian pernyataan Kemlu RI di media sosial X dipantau di Jakarta, Sabtu (9/8/2025)

    Dalam pernyataannya, Kemlu juga menyebut Mahkamah Internasional (ICJ) menegaskan bahwa pendudukan Israel atas wilayah Palestina adalah ilegal.

    “Israel tidak memiliki kedaulatan terhadap wilayah tersebut sehingga tindakan apa pun yang diambil Israel tidak dapat mengubah status hukum dari wilayah Palestina,” kata Kemlu RI.

    Baca: Rencana Israel mengabilalih Gaza ditentang banyak negara

    Indonesia juga mendesak Dewan Keamanan PBB dan masyarakat internasional segera mengambil langkah konkret untuk menghentikan tindakan ilegal Israel tersebut.

    Kemlu RI menyatakan bahwa Indonesia terus konsisten memberikan dukungan penuh terhadap Negara Palestina yang merdeka dan berdaulat sejalan dengan Solusi Dua Negara yang secara kolektif harus diwujudkan melalui tiga langkah utama.

    Langkah pertama adalah pengakuan atas negara Palestina oleh semua negara; melaksanakan penghentian kekerasan dan gencatan senjata; serta penentuan masa depan Palestina oleh rakyat Palestina.

    Selain Indonesia, penolakan terhadap rencana Israel mengambialih Gaza juga datang dari sejumlah negara seperti China dan Prancis. Sementara kelompok perlawanan Hamas menyebut tindakan Israel ini sebagai kejahatan perang baru.

    Baca: Hamas tak akan mundur hingga terwujudnya negara Palestina

    Sebelumnya, kabinet Israel memutuskan mendukung rencana Benjamin Netanyahu untuk melakukan operasi militer yang baru di Jalur Gaza, sebut laporan media setempat.

    Mengutip sumber di pemerintahan Israel, surat kabar Jerusalem Post menyebutkan bahwa rapat kabinet kemungkinan akan menyetujui keputusan untuk kembali menduduki Gaza, di tengah kebuntuan dalam negosiasi dengan kelompok perlawanan Palestina, Hamas.

    Rencana itu didukung oleh pemimpin Israel Benjamin Netanyahu dan akan melibatkan pengerahan lima divisi militer IDF.

    Operasi militer tersebut diperkirakan berlangsung lima bulan dan mencakup pemindahan sekitar satu juta warga Palestina dari Kota Gaza.

    Sumber: Antaranews.com

  • Sekjen PBB Khawatirkan Keputusan Israel Kuasai Gaza, DK PBB Gelar Rapat Darurat Hari Ini

    Sekjen PBB Khawatirkan Keputusan Israel Kuasai Gaza, DK PBB Gelar Rapat Darurat Hari Ini

    pbb

    7cloud.asia – Sekretaris Jenderal PBB António Guterres dilaporkan “sangat khawatir” dengan keputusan Israel untuk “menguasai” Kota Gaza di Jalur Gaza, Palestina.

    Menurut dia, keputusan itu merupakan eskalasi berbahaya yang berisiko memperburuk konsekuensi bencana yang sudah dihadapi jutaan warga Palestina dan kian membahayakan banyak nyawa.

    Dalam sebuah pernyataan dari Stephanie Tremblay, Juru Bicara Asosiasi Sekjen PBB, menyebutkan bahwa warga Palestina di Gaza terus mengalami “bencana kemanusiaan berskala mengerikan.”

    Disebutkan pula bahwa Guterres “memperingatkan bahwa eskalasi lebih lanjut ini akan meningkatkan pengungsian paksa, jatuhnya korban jiwa, dan kehancuran besar-besaran di Gaza.

    “Kondisi ini akan menambah penderitaan tak terbayangkan bagi warga Palestina di Gaza,” demikian pernyataan tersebut.

    Baca: Sejumlah negara menentang rencana Israel menguasai Gaza

    Sekjen PBB menyerukan lagi gencatan senjata permanen, akses kemanusiaan tanpa hambatan di seluruh Gaza, serta pembebasan segera dan tanpa syarat bagi semua sandera dan tahanan.

    Dia juga kembali mendesak Israel untuk mematuhi kewajiban berdasarkan hukum internasional. Guterres mengutip Mahkamah Internasional (ICJ), dalam Opini Penasehatnya pada 19 Juli 2024.

    Opini itu antara lain menyatakan bahwa Israel berkewajiban untuk segera menghentikan semua aktivitas permukiman baru dan memindahkan seluruh pemukim dari wilayah Palestina yang mereka duduki — Gaza dan Tepi Barat, termasuk Yerusalem Timur — secepat mungkin.

    “Tidak akan ada solusi berkelanjutan untuk konflik ini tanpa diakhirinya pendudukan ilegal dan tercapainya solusi dua negara yang layak. Gaza adalah dan harus tetap menjadi bagian integral dari Negara Palestina,” kata Sekjen PBB.

    Baca: Indonesia mengutuk rencana Israel menguasai Gaza

    Sementara Dewan Keamanan PBB akan bersidang mengenai keputusan Israel untuk menduduki Kota Gaza pada pada Minggu (10/8/2025).

    Menurut keterangan sumber diplomatik kepada Anadolu, Sidang tersebut, akan mulai dilaksanakan pada pukul 10.00 waktu setempat, namun tidak ada pemberitahuan mengenai alasan perubahan jadwal tersebut.

    Sejumlah sumber mencatat bahwa Inggris, Denmark, Yunani dan Slovenia meminta sidang darurat, menyusul keputusan Israel untuk menduduki Kota Gaza.

    Sidang tersebut didukung oleh seluruh anggota dewan Keamanan kecuali Panama, yang saat ini mengetuai dewan dan AS.

    Pada Kamis (7/8/2025) Kabinet Keamanan Israel menyetujui rencana pendudukan Kota Gaza di bagian utara wilayah kantung tersebut.

    Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan keapada Fox News bahwa pemerintahnya ingin mengambil alih secara penuh kendali di Gaza menjelang sidang Kabinet.

    Sumber: Antaranews.com/WAFA-Anadolu

  • Rusia: Rencana Israel untuk Menguasai Gaza Akan Perburuk Situasi

    Rusia: Rencana Israel untuk Menguasai Gaza Akan Perburuk Situasi

    7cloud.asia – Pemerintah Rusia memperingatkan, rencana Israel untuk memperluas operasi militernya di Jalur Gaza akan memperburuk situasi di wilayah kantong Palestina.

    Dalam pernyataan yang dirilis pada Sabtu (9/8/2025) itu, Rusia juga menyebut rencana Israel terhadap Gaza tersebut akan berdampak serius bagi seluruh kawasan Timur Tengah.

    Peringatan itu disampaikan setelah pada Kamis (7/8/2025), pemimpin Israel Benjamin Netanyahu mengumumkan rencana untuk menguasai seluruh Jalur Gaza guna membentuk perimeter keamanan.

    Pendudukan oleh Israel terhadap akan dilakukan, sebelum menyerahkan Gaza kepada “pemerintahan sipil” yang baru.

    Baca: Sekjen PBB soroti keputusan Israel kuasai Gaza

    Sehari kemudian, kantor Netanyahu menyatakan bahwa kabinet keamanan Israel telah menyetujui usulannya untuk menumpas Hamas dan merebut kendali atas Kota Gaza.

    “Pelaksanaan keputusan dan rencana semacam itu, yang memicu kecaman dan penolakan, berisiko memperparah situasi yang sudah sangat dramatis di wilayah Palestina itu, yang menunjukkan semua tanda-tanda bencana kemanusiaan,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova dalam pernyataannya.

    Menurut dia, langkah itu akan sangat merusak upaya internasional untuk meredakan konflik dan menimbulkan konsekuensi negatif yang serius bagi stabilitas kawasan.

    Baca: Sejumlah negara menentang keputusan Israel kuasai Gaza

    Selain Rusia, sejumlah negara (termasuk Indonesia) juga menentang rencana Israel untuk menduduki Gaza. Sekjen PBB juga mengecam rencana Israel ini

    Israel menghadapi gelombang kemarahan dunia atas perang genosida di Gaza, yang telah menewaskan lebih dari 61.000 warga Palestina sejak Oktober 2023.

    Operasi militer rezim Zionis telah menghancurkan wilayah itu dan menimbulkan bencana kemanusiaan, termasuk kelaparan.

    Sumber: Antaranews.com/Sputnik-RIA Novosti-OANA

  • Israel Serang Tenda Jurnalis, Empat Wartawan Tewas Salah Satunya Koresponden Al Jazeera

    Israel Serang Tenda Jurnalis, Empat Wartawan Tewas Salah Satunya Koresponden Al Jazeera

    7cloud.asia – Tujuh warga sipil Palestina, termasuk empat wartawan, tewas pada Ahad malam (10/8) akibat serangan artileri Israel yang sengaja menyasar tenda jurnalis di depan Rumah Sakit Al-Shifa yang berada di bagian barat Kota Gaza.

    Koresponden WAFA melaporkan serangan biadab militer Zionis itu menewaskan tujuh warga sipil, termasuk koresponden Al Jazeera Anas Al-Sharif dan Mohammed Qreiqea; wartawan foto Ibrahim Daher dan Mohammed Nofal serta sopir kru.

    Jurnalis lain bernama Mohammed Sobh juga terluka akibat serangan artileri militer Israel tersebut.

    Baca: Serangan Israel kembali tewaskan jurnalis, total 232 orang.

    Sejak 7 Oktober 2023, Israel melancarkan perang genosida terhadap rakyat Palestina di Jalur Gaza menyusul serangan lintas batas para pejuang Hamas yang menguasai Gaza ke wilayah yang diduduki.

    Perang genosida Israel itu telah menewaskan 61.430 warga Palestina dan melukai 153.213 lainnya. Mayoritas anak-anak dan kaum perempuan.

    Angka korban tewas akibat kebiadaban militer Zionis itu masih terus bertambah. Sejumlah korban masih tertimbun reruntuhan dan tergeletak di jalanan. Sementara, ambulans dan tim penyelamat masih belum dapat menjangkau mereka.

    Sumber: WAFA/Antaranews

  • Korban Meninggal Akibat Kelaparan di Gaza Terus Bertambah, Total Mencapai 227 Orang

    Korban Meninggal Akibat Kelaparan di Gaza Terus Bertambah, Total Mencapai 227 Orang

    7cloud.asia – Otoritas kesehatan di Gaza melaporkan lima orang tewas dalam 24 jam terakhir akibat malanutrisi dan kelaparan, menjadikan jumlah total kematian akibat malanutrisi mencapai 227 orang

    Juru Bicara Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Stephane Dujarric pada Selasa (12/8/2025) mengatakan dalam taklimat pers harian bahwa kematian akibat malanutrisi mencakup 103 anak sejak Oktober 2023.

    Sementara, Program Pangan Dunia (WFP) memperingatkan kelaparan dan malanutrisi di Gaza telah mencapai tingkat tertinggi sejak konflik dimulai pada bulan yang sama.

    Baca: Rencana Israel kuasai Gaza ditentang banyak negara

    Dalam konteks tersebut, Stephane mengatakan bahwa pasokan bantuan kemanusiaan yang masuk ke Gaza masih jauh di bawah batas minimum yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

    Dia menambahkan, “pergerakan bantuan kemanusiaan masih menghadapi penundaan yang signifikan dan hambatan lain yang menghalangi PBB untuk menyalurkan bantuan dalam skala yang dibutuhkan”.

    Pada Senin (11/8/2025), PBB mengajukan permintaan untuk berkoordinasi dengan otoritas Israel terkait 16 misi, termasuk pengumpulan makanan, pasokan medis, dan bahan bakar.

    Baca: Warga Gaza kelaparan karena kondisi yang disengaja Israel

    Namun, kata Dujarric, hanya empat misi yang difasilitasi, dan tiga misi lainnya ditolak. Empat misi sempat terhambat, tetapi akhirnya berhasil diselesaikan sepenuhnya.

    Ia mengungkapkan dari lima misi yang tersisa, dua di antaranya dibatalkan oleh organisasi masing-masing, dua lainnya mengalami hambatan dan tidak dapat diselesaikan. Sementara, satu misi lainnya juga terhambat tetapi masih diupayakan.

    “Upaya-upaya untuk mengoordinasikan pergerakan bantuan kemanusiaan kerap memakan waktu selama berjam-jam akibat perizinan yang tidak terprediksi dari otoritas Israel, sehingga menyia-nyiakan waktu yang berharga,” tuturnya.

    Pewarta: Antaranews.com/Xinhua