7cloud.asia – Pemerintah Rusia memperingatkan, rencana Israel untuk memperluas operasi militernya di Jalur Gaza akan memperburuk situasi di wilayah kantong Palestina.
Dalam pernyataan yang dirilis pada Sabtu (9/8/2025) itu, Rusia juga menyebut rencana Israel terhadap Gaza tersebut akan berdampak serius bagi seluruh kawasan Timur Tengah.
Peringatan itu disampaikan setelah pada Kamis (7/8/2025), pemimpin Israel Benjamin Netanyahu mengumumkan rencana untuk menguasai seluruh Jalur Gaza guna membentuk perimeter keamanan.
Pendudukan oleh Israel terhadap akan dilakukan, sebelum menyerahkan Gaza kepada “pemerintahan sipil” yang baru.
Baca: Sekjen PBB soroti keputusan Israel kuasai Gaza
Sehari kemudian, kantor Netanyahu menyatakan bahwa kabinet keamanan Israel telah menyetujui usulannya untuk menumpas Hamas dan merebut kendali atas Kota Gaza.
“Pelaksanaan keputusan dan rencana semacam itu, yang memicu kecaman dan penolakan, berisiko memperparah situasi yang sudah sangat dramatis di wilayah Palestina itu, yang menunjukkan semua tanda-tanda bencana kemanusiaan,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova dalam pernyataannya.
Menurut dia, langkah itu akan sangat merusak upaya internasional untuk meredakan konflik dan menimbulkan konsekuensi negatif yang serius bagi stabilitas kawasan.
Baca: Sejumlah negara menentang keputusan Israel kuasai Gaza
Selain Rusia, sejumlah negara (termasuk Indonesia) juga menentang rencana Israel untuk menduduki Gaza. Sekjen PBB juga mengecam rencana Israel ini
Israel menghadapi gelombang kemarahan dunia atas perang genosida di Gaza, yang telah menewaskan lebih dari 61.000 warga Palestina sejak Oktober 2023.
Operasi militer rezim Zionis telah menghancurkan wilayah itu dan menimbulkan bencana kemanusiaan, termasuk kelaparan.
Sumber: Antaranews.com/Sputnik-RIA Novosti-OANA

Leave a Reply