7cloud.asia – Lebih dari 100 jurnalis menandatangani petisi yang meminta akses langsung tanpa hambatan ke Jalur Gaza. Demikian diberitakan Sky News pada Senin (4/8/2025).
Petisi untuk izin peliputan di Gaza tersebut mendapat dukungan dari jurnalis terkemuka dari media internasional.
Jika pihak-pihak yang bertikai mengabaikan permohonan tersebut, para jurnalis akan memasuki Jalur Gaza tanpa persetujuan mereka “dengan cara apa pun yang sah, secara mandiri, kolektif”.
“Para jurnalis juga akan berkoordinasi dengan organisasi kemanusiaan atau masyarakat sipil,” demikian bunyi petisi tersebut.
Baca: Jumlah jurnalis yang gugur di perang Gaza mencapai 232 orang
Petisi ini dibuat menyusul adanya upaya untuk menghalangi peliputan di wilayah konflik di Gaza. Meski korban tewas di kalangan jurnalis terus berjatuhan, kehadiran jurnalis di lokasi bisa memberikan laporan berimbang.
Hingga pekan ini, tercatat 232 jurnalis dan pekerja media yang tewas saat menjalankan tugas jurnalistik di Gaza.
Konflik di Gaza pecah setelah serangan Hamas pada 7 Oktober 2023 di Israel berhasil menembus wilayah perbatasan dan menyandera sekitar 200 warga Israel.
Serangan ini memicu dilancarkannya Operasi Pedang Besi oleh Israel. Operasi tersebut mencakup serangan terhadap sasaran sipil.
Baca: Anugerah Guillermo Cano 2024 untuk jurnalis Palestina peliput perang Gaza
Tentara Israel juga melakukan blokade total atas pasokan air, listrik, bahan bakar, makanan, dan obat-obatan di Jalur Gaza
Pertempuran, yang diselingi oleh gencatan senjata jangka pendek itu telah merenggut nyawa lebih dari 60.000 warga Palestina dan sekitar 1.500 warga Israel.
Konflik juga meluas ke Lebanon dan Yaman, serta memicu pertukaran serangan rudal antara Israel dan Iran.
Sumber: Antaranewscom/Sputnik

Leave a Reply