Rencana Israel Mengambilalih Gaza Mendapat Tentangan dari Banyak Negara

Written by

in

7cloud.asia – Rencana Israel untuk menguasai sepenuhnya Kota Gaza, Palestina menuai penolakan dari banyak negara di dunia.

Seperti diberitakan, otoritas Israel menyatakan bahwa kabinet keamanan telah menyetujui usulan Benjamin Netanyahu untuk mengalahkan Hamas dan kini tentara Israel bersiap untuk menguasai Kota Gaza.

Dalam pernyataan yang dirilis Kamis (7/8/2025), Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengatakan Israel bermaksud untuk melanjutkan perampasan penuh atas seluruh Gaza.

Dia berdalih bahwa tujuannya adalah untuk melenyapkan Hamas dan memastikan keamanan serta makanan bagi warga sipil di wilayah kantong Palestina yang dilanda konflik tersebut.

“Pada saat yang sama, Israel tidak berencana untuk mempertahankan kendali atas seluruh Jalur Gaza, tujuannya hanyalah untuk membangun “perimeter keamanan,” kata Netanyahu.

Baca: Hamas tidak akan mundur hingga berdirinya negara Palestina

Israel berjanji memberikan bantuan kemanusiaan kepada warga sipil di luar zona perang, kata kabinet Netanyahu, menambahkan bahwa lima syarat harus dipenuhi sebagai imbalan untuk mengakhiri konflik dengan Hamas.

Adapun kelimanya adalah pelucutan senjata Hamas, pengembalian seluruh 50 sandera Israel, demiliterisasi Jalur Gaza, kendali penuh Israel atas keamanan di Jalur Gaza,

Israel juga mensyaratkan pembentukan pemerintahan alternatif ketiga yang bukan Hamas atau Otoritas Palestina (PA).

Kelompok perlawanan Palestina, Hamas bereaksi keras atas rencana tersebut dan menyebut ini merupakan sebuah bentuk kejahatan perang baru.

Baca: Sidang Dewan Keamanan PBB serukan kemerdekaan Palestina

“Persetujuan kabinet Zionis (Israel) atas rencana untuk menduduki Kota Gaza dan mengevakuasi penduduknya merupakan kejahatan perang baru, yang direncanakan tentara penjajah terhadap kota tersebut dan sekitar satu juta penduduknya,” kata Hamas.

Penolakan juga datang dari sejumlah negara termasuk Indonesia. Kementerian Luar Negeri China menegaskan bahwa negaranya menolak dan meminta agar Israel segera menghentikan rencana untuk mengambil alih Kota Gaza.

China sangat prihatin dengan keputusan Israel, dan mendesak Israel untuk segera menghentikan langkah berbahaya tersebut.

“Kota Gaza adalah milik rakyat Palestina dan merupakan bagian integral dari wilayah Palestina,” kata Juru Bicara Kemlu China Guo Jiakun dalam pernyataan tertulis di Beijing, Jumat (8/8/2025)

Baca: Mungkinkah mewujudkan berdirinya negara Palestina?

Kemlu Prancis juga menegaskan, “penentangan tegas” Paris terhadap rencana apa pun untuk menduduki Jalur Gaza dan menggusur paksa penduduknya.

Dalam pernyataan yang dirilis Jumat, pihak Kemlu Prnacis menggarisbawahi tindakan tersebut sebagai langkah menuju “pelanggaran serius hukum internasional” dan “kebuntuan mutlak.”

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI mengutuk keputusan sepihak Israel untuk mengambil alih Jalur Gaza karena tindakan tersebut merupakan pelanggaran berat atas hukum internasional dan Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Tindakan Israel itu juga akan memperkeruh prospek perdamaian di Timur Tengah dan krisis kemanusiaan di Gaza, kata Kemlu RI dalam pernyataan resmi media sosial X dipantau di Jakarta, Sabtu (9/8/2025).

Sumber: Antaranews.com/Sputnik-RIA Novosti-OANA

​​​​

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *