Tag: kota

  • Solusi Kota untuk Mengatasi Perubahan Iklim: Dari Desain Biophilic hingga Gedung Bertenaga Alga

    Solusi Kota untuk Mengatasi Perubahan Iklim: Dari Desain Biophilic hingga Gedung Bertenaga Alga

    7cloud.asia – Deretan fakta mengingatkan, saat ini kita hidup dalam krisis karena perubahan iklim yang sangat nyata. Di seluruh dunia, suhu di kota-kota di Eropa, Asia, dan Amerika telah mencapai rekor tertinggi Kota-kota yang dahulu dianggap tidak mungkin.

    Selain suhu panas, kota-kota di dunia juga mengalami banjir bandang, naiknya permukaan air laut, dan kegagalan infrastruktur sebagai akibat dari kondisi ekstrem yang tidak mampu mereka hadapi.

    Mengingat 56 persen populasi bumi tinggal di wilayah kota dan perkotaan, sudah saatnya kita memikirkan kembali kota-kota kita dan mengubah cara kota dirancang, dibangun, dan dikelola.

    Berikut adalah beberapa solusi inovatif yang dilakukan sejumlah kota di dunia dalam mengatasi perubahan iklim.

    1. Gedung bertenaga alga di Hamburg, Jerman
    Sebuah bangunan yang ditenagai oleh tanaman? Ini bukan lagi fiksi ilmiah, seperti yang ditunjukkan oleh gedung apartemen Bio Intelligent Quotient (B.I.Q.) yang berlokasi di Hamburg, Jerman.

    Fasad biomassa alga yang mencolok menghasilkan energi terbarukan dari biomassa dan panas matahari terintegrasi sepenuhnya dengan layanan bangunan, kelebihan panas dari fotobioreaktor dapat digunakan untuk membantu memasok air panas dan memanaskan bangunan.

    Alternatifnya, panas tersebut dapat disimpan untuk digunakan nanti. Sembilan tahun setelah B.I.Q dibangun, integrasi biomassa ke dalam arsitektur terus dikembangkan.

    Meskipun masih dalam tahap awal, proyek ini telah membuktikan bahwa mikro-alga mampu mengungguli sumber daya terbarukan lainnya dalam hal potensinya dalam menyerap karbon dioksida, mendaur ulang air limbah, dan melepaskan oksigen.

    Bangunan alga yang hidup ini memberikan prospek menarik bagi kota-kota hijau di masa depan.

    Baca: Seharusnya atap hijau menjadi norma di kota-kota dunia

    2. Jalur Trem Hijau
    Sebuah lokasi umum di banyak kota di Eropa seperti Bordeaux, Frankfurt, dan Barcelona, ​​​​jalur trem hijau memberikan banyak manfaat.

    Vegetasi mengurangi potensi banjir bandang dengan menyerap air hujan, selain juga mendinginkan daerah sekitarnya saat vegetasi terjadi.

    Jika frekuensi dan intensitas banjir semakin meningkat akibat perubahan iklim, jalur trem hijau merupakan langkah kecil penting yang dapat diambil oleh kota-kota untuk melindungi diri mereka sendiri.

    Lebih dari sekadar mengurangi risiko banjir: jalur trem hijau juga menyediakan zona layak huni bagi banyak serangga dan invertebrata, dan permukaannya yang lembut juga mengurangi getaran dan kebisingan roda trem.

    3. Pohon di Paris
    Setelah mencatat suhu 43°C pada tahun 2019, Prancis berusaha keras mencari cara untuk mendinginkan ibu kota mereka yang terik, Paris. Solusi yang dilakukan adalah penanaman 160.000 pohon pada musim panas ini.

    Suhu 56°C tercatat memantul dari permukaan salah satu jalan tanpa pohon; angka ini dua kali lipat dari suhu 28°C yang ditemukan di bawah naungan jalan raya yang dikelilingi pepohonan.

    Kenaikan suhu seperti ini dikenal sebagai efek pulau panas perkotaan (urban heat island effect), yang mengacu pada situasi di mana kurangnya tutupan pepohonan dan penghijauan membuat wilayah perkotaan jauh lebih panas dibandingkan wilayah pedesaan.

    Pepohonan merupakan solusi terbaik bagi kota dalam mengurangi suhu di dalam kota, serta melawan perubahan iklim.

    Baca: Mengenal konsep desain biophilic

    4. Bangunan putih Yunani
    Di antara solusi perkotaan paling inovatif di seluruh dunia, kita tidak bisa mengabaikan bangunan berwarna putih yang mendominasi lanskap pulau seperti Santorini di Yunani.

    Ternyata rumah berwarna putih ini tidak hanya memiliki tujuan estetika.Sebuah penelitian baru-baru ini terhadap bangunan yang menggunakan cat barium sulfat menunjukkan bahwa cat ini mampu menjaga suhu internal sekitar 4,5°C lebih rendah daripada suhu udara luar.

    Cara ini berpotensi menurunkan biaya pendinginan gedung secara signifikan dengan mengurangi ketergantungan pada AC.

    5. Menghadirkan alam dalam bangunan
    Kunci untuk menegosiasikan perubahan iklim di kota-kota adalah dengan memasukkan alam ke dalam infrastruktur.

    Solusi ini diterapkan di The Valley, gedung pencakar langit serba guna di distrik keuangan Amsterdam. Bisa dikatakan, The Valley merupakan proyek inovatif yang merupakan contoh cemerlang bagaimana biofilia dapat berperan.

    Sebanyak 13.000 tanaman, pohon, dan semak yang dimasukkan ke dalam fasad bangunan memberikan peningkatan kualitas udara, peningkatan kesejahteraan, dan manfaat pendinginan lokal.

    Integrasi alam ke dalam kota seperti seharusnya harus menjadi prinsip desain standar perkotaan terus berkembang dalam perubahan iklim.

    Artikel ini pertama kali diterbitkan di earth.org

  • BMKG: Generasi Muda Perlu Mitigasi Bahaya Peningkatan Suhu di Kota

    BMKG: Generasi Muda Perlu Mitigasi Bahaya Peningkatan Suhu di Kota

    7cloud.asia – Suhu di wilayah perkotaan kini meningkat jika dibandingkan dengan pedesaan. Karena itu generasi muda perlu melakukan mitigasi terhadap bahaya fenomena ini.

    Hal ini diungkapkan oleh Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati dalam acara Workshop Urban Heat Island (UHI) 2024.

    Urban Heat Island merupakan fenomena alam berupa tingginya temperatur daerah perkotaan dibandingkan pedesaan.

    “UHI ini harus kita mitigasi bersama. Perlu kesadaran dan aksi nyata untuk menghadapi UHI ini,” ungkap Dwikorita.

    Baca: Emisi gas rumah kaca memicu gelombang panas ekstrem

    Selanjutnya dia menjelaskan peningkatan suhu yang terkait dengan fenomena UHI perkotaan bervariasi tergantung pada tutupan lahan.

    Fenomena ini, kata dia, dipicu oleh beberapa faktor, diantaranya struktur geometris kota yang rumit, sedikitnya vegetasi, hingga efek rumah kaca.

    Selain itu, perubahan tutupan lahan yang menjadi lahan terbangun juga memperparah terjadinya UHI.

    Dwikorita menyebut dalam kurun waktu 30 tahun terakhir, efek UHI relatif cukup kuat dirasakan.

    Baca: Waspada panas menyengat di perkotaan

    Sejumlah kota besar di Indonesia seperti Jabodetabek, Medan, Surabaya, Makassar, dan Bandung, lanjut dia, termasuk dalam 20% kota dengan nilai Land Surface Temperature (LST) terbesar.

    Menurutnya, permukaan yang kedap air dan lebih sedikit vegetasi menambah efek dari UHI tersebut.

    Badan Meteorologi Dunia (WMO) baru saja menyatakan bahwa tahun 2023 tercatat sebagai tahun terpanas sepanjang pengamatan instrumental. Anomali suhu rata-rata global mencapai 1,45 derajat celcius di atas zaman pra industri.

    Baca: Hampir setengah juta orang meninggal per tahun akibat panas ekstrem

    Dwikorita menyebut angka ini nyaris menyentuh batas yang disepakati dalam Paris Agreement tahun 2015 bahwa dunia harus menahan laju pemanasan global pada angka 1,5 derajat celcius.

    Pada tahun 2023, terjadi rekor suhu global harian baru dan terjadi bencana heat wave ekstrem yang melanda berbagai kawasan di Asia dan Eropa.

    “Rekor iklim yang terjadi di tahun 2023 bukanlah kejadian acak atau kebetulan, melainkan tanda-tanda jelas dari pola yang lebih besar dan lebih mengkhawatirkan yaitu perubahan iklim yang semakin nyata. Maka dari itu, perlu langkah atau gerak bersama seluruh komponen masyarakat, tidak hanya pemerintah, namun juga sektor swasta, akademisi, media, LSM, dan lain sebagainya termasuk anak-anak muda,” jelasnya.

     

  • Upaya Menerapkan Sistem Guna Ulang di Sejumlah Kota di Eropa

    Upaya Menerapkan Sistem Guna Ulang di Sejumlah Kota di Eropa

    7cloud.asia – Bulan Maret 2024 lalu menjadi akhir salah satu pertarungan kebijakan yang paling kontroversial soal kemasan plastik di Eropa dalam beberapa tahun terakhir, yakni antara daur ulang versus guna ulang. 

    Banyak yang berharap Peraturan Pengemasan dan Limbah Pengemasan (PPWR) akan  mengakhiri era kemasan plastik sekali pakai di Uni Eropa dan mendorong sistem guna ulang.

    Apa yang dilakukan Uni Eropa untuk mendorong sistem guna ulang adalah dengan melakukan upaya-upaya nyata yang berbasis komunitas dan menghasilkan dampak nyata.

    Cerita selanjutnya adalah cetak biru sistem guna ulang yang dibuat oleh Reuse Vanguard Project (RSVP) yang memberikan peluang nyata bagi kota-kota di Eropa untuk melokalisasi kebijakan lingkungan hidup, dan meningkatkan keterlibatan masyarakat.

    Sistem guna ulang telah coba diterapkan sejumlah kota di Eropa, seperti di Paris (Prancis), Rotterdam dan Aarhus (Belanda).

    Baca: Perdebatan guna ulang vs daur ulang di Eropa

    Di Paris, Florentin Letissier, Wakil Walikota Paris, mengatakan bahwa kota tersebut berfokus pada penerapan praktik berkelanjutan untuk acara berskala besar, termasuk Olimpiade Paris.

    Paris juga merencanakan pusat penyimpanan untuk mengelola bahan-bahan yang dapat digunakan kembali di tingkat regional.

    Paris juga untuk menargetkan untuk menggunakan kursi plastik daur ulang, namun hal ini belum mencapai standar ekonomi sirkular dibandingkan dengan masalah limbah besar lainnya.

    Olimpiade Paris menjadi ajang uji coba praktik berkelanjutan ini, dengan penggunaan sistem cangkir yang dapat digunakan kembali untuk pertama kalinya di acara olahraga terbesar di dunia.

    Meski menimbulkan pertanyaan tentang kelanggengan dan peningkatan inisiatif ini pasca-Olimpiade, dunia pantas merayakan inisiatif besar ini dan memastikan semua pembelajaran dipusatkan untuk mempersiapkan landasan bagi Olimpiade berikutnya guna meraih skor lebih tinggi lagi.

    Baca: KTT Plastik Ottawa tak hasilkan kesepakatan kurangi produksi plastik

    Guna ulang di Belanda
    Pada 2021, Belanda memajukan agenda lingkungannya dengan menerapkan sistem pengembalian deposit (DRS) baru sebesar 15 sen pada semua botol plastik di bawah satu liter.

    Langkah ini dilakukan Menteri Lingkungan Hidup Stientje van Veldhoven untuk melawan tindakan sukarela yang tidak efektif selama beberapa dekade oleh industri engemasan.

    Sistem ini telah memposisikan Belanda sebagai pemimpin dalam praktik pengelolaan sampah Eropa.

    Berdasarkan momentum ini, inisiatif “Evernew” di Rotterdam kini memelopori peralihan menuju praktik perkotaan berkelanjutan dengan uji coba inovatif yang bertujuan mengurangi sampah melalui ekosistem guna ulang yang terukur.

    Inovasi ini dilakukan inovator lingkungan Packback, didukung oleh Kementerian Infrastruktur & Waterstaat dan investor swasta seperti Invest NL, proyek ini mengembangkan ekosistem guna ulang yang mulai diuji-cobakan di Stasiun Pusat Rotterdam.

    Baca: Mengapa guna ulang lebih dianjurkan ketimbang daur ulang

    Di kota-kota lain seperti Aarhus, pejabat kota sedang mendiskusikan penyesuaian cetak biru proyek agar selaras dengan tujuan keberlanjutan kota yang lebih luas.

    Menghadapi biaya pengelolaan sampah tahunan sekitar 5 juta euro, yang 48 persen di antaranya berasal dari kemasan makanan dan minuman, pemerintah kota memandang inisiatif ini sebagai sebuah kegagalan.

    Didukung oleh investasi dari Tomra, proyek pertama dalam skala dan pendekatan ini memanfaatkan partisipasi sukarela dan insentif yang menarik secara ekonomi, termasuk sistem simpanan yang terintegrasi dengan perusahaan kartu kredit besar untuk pengembalian dana instan.

    Dalam waktu beberapa bulan, sistem yang dirancang dengan baik dan nyaman ini telah mencatat pengembalian hampir 300.000 cangkir melalui sistem dan tingkat pengembalian keseluruhan di atas 80 persen. Hasil yang cukup signifikan.

    Artikel ini diterjemahkan dari earth.org, Penulis: Nathan Dufour, kepala Zero Waste Europe’s.

  • Cuaca Hari Ini: Hujan Ringan Bakal Mengguyur Jakarta

    Cuaca Hari Ini: Hujan Ringan Bakal Mengguyur Jakarta

    7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan hujan dengan intensitas ringan akan mengguyur wilayah Jakarta pada Minggu (11/08/2024).

    Laman resmi BMKG menyebut hujan dengan intensitas ringan berpeluang terjadi pada pagi hari di wilayah Jakarta Selatan dan Jakarta Timur. Wilayah lainnya diperkirakan cerah dan berawan.

    Pada siang hari hujan dengan intensitas ringan diprediksi terjadi di wilayah Kepulauan Seribu, Jakarta Timur dan Jakarta Selatan. Wilayah lainnya diperkirakan cerah dan berawan tebal.

    Kemudian malamnya, hujan dengan intensitas ringan berpotensi terjadi di wilayah Kepulauan Seribu dan Jakarta Timur. Sementara wilayah lainnya diprediksi cerah dan berawan tebal.

    Sedangkan sebagian wilayah di Indonesia diperkirakan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat. Seperti sebagian wilayah Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Bengkulu.

    Kondisi cuaca serupa berpotensi mengguyur sebagian Jawa Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Maluku Utara, Papua Barat, Papua Tengah, Papua Pegunungan dan Papua Selatan.

    Tak hanya di daratan, BMKG memperkirakan hujan lebat akan mengguyur sejumlah perairan seperti Laut Andaman, Laut Cina Selatan, Laut Sulu, Laut Filipina, Teluk Tomini, Teluk Bone, Selat Makassar, Laut Halmahera.

    Selain itu wilayah Laut Arafuru, Laut Seram, Teluk Cendrawasih, Samudra Pasifik timur Filipina dan Samudra Pasifik utara Papua juga berpotensi terjadi hujan lebat.

  • Perubahan Iklim Memicu Panas Perkotaan, Ini Dampaknya Bagi Kehidupan Kota dan Warganya

    Perubahan Iklim Memicu Panas Perkotaan, Ini Dampaknya Bagi Kehidupan Kota dan Warganya

    7cloud.asia – Ketika perubahan iklim semakin cepat dan urbanisasi meningkat, kota-kota di seluruh dunia menghadapi ancaman yang semakin besar: cuaca panas ekstrem.

    Meningkatnya suhu, yang diperburuk oleh efek pulau panas perkotaan, membahayakan kesehatan masyarakat, membebani infrastruktur, dan merugikan perekonomian sehingga mengancam keberlanjutan perkotaan di seluruh dunia..

    Di tengah krisis yang dipicu perubahan iklim ini, kota-kota berupaya memberikan solusi inovatif untuk mendinginkan jalanan dan melindungi penduduknya.

    Panas perkotaan mengacu pada konsekuensi gabungan dari pemanasan global dan efek pulau panas perkotaan (urban heat island/UHI), yang membuat perkotaan lebih panas dibandingkan wilayah pedesaan di sekitarnya.

    Panas perkotaan dapat menghancurkan kehidupan manusia, infrastruktur, ekosistem, dan perekonomian, terutama selama gelombang panas dan peristiwa cuaca panas ekstrem.

    Dalam artikel ini, kita akan melihat penyebab panas perkotaan, tantangannya bagi perkotaan, serta solusi dan kisah sukses apa yang ada untuk mengatasi masalah ini.

    Baca: Emisi gas rumah kaca memicu gelombang panas yang ekstrem

    Apa Penyebab Panas Perkotaan? Panas perkotaan terutama disebabkan oleh dua faktor: perubahan iklim dan urbanisasi.

    Perubahan iklim meningkatkan frekuensi, intensitas, dan durasi gelombang panas serta kejadian panas ekstrem, yang dapat meningkatkan suhu perkotaan beberapa derajat.

    Misalnya, gelombang panas tahun 2021 yang melanda Pacific Northwest menewaskan sekitar 1.200 orang setelah suhu mencapai rekor 116F (46,6°C) di Portland, Oregon dan 108F (42,2°C) di Seattle, Washington.

    Urbanisasi adalah faktor lain yang berkontribusi terhadap panas perkotaan, selain perubahan iklim.

    Semakin banyak orang pindah ke kota, maka vegetasi alami dan tanah akan diubah menjadi bangunan, jalan, dan permukaan kedap air lainnya yang menyerap dan mengeluarkan kembali lebih banyak panas, sehingga menciptakan efek rumah kaca.

    Efek rumah kaca dapat meningkatkan suhu perkotaan hingga 7°C pada siang hari dan 12°C pada malam hari dibandingkan di pedesaan.

    Efek rumah kaca juga dapat memperburuk kualitas udara, karena suhu yang lebih tinggi meningkatkan pembentukan ozon di permukaan tanah dan polutan lainnya.

    Baca: Perubahan iklim dan gelombang panas ekstrem

    Panas perkotaan menimbulkan banyak tantangan bagi perkotaan, seperti di bawah ini:

    Risiko kesehatan masyarakat:
    Panas perkotaan dapat menyebabkan tekanan panas, kelelahan akibat panas, serangan panas, dehidrasi, serta penyakit kardiovaskular dan pernapasan.

    Kondisi ini terutama terjadi di kalangan kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, masyarakat berpenghasilan rendah, dan populasi minoritas.

    Panas perkotaan juga dapat memperburuk kondisi kesehatan yang sudah ada, seperti diabetes, hipertensi, dan asma. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), lebih dari 166.000 orang meninggal karena penyebab terkait panas antara tahun 1998 dan 2017.

    Kerusakan infrastruktur:
    Panas perkotaan dapat merusak infrastruktur penting seperti jalan raya, jembatan, rel kereta api, jaringan listrik, dan pipa air dengan menyebabkan infrastruktur tersebut retak, tertekuk, meleleh, atau pecah.

    Misalnya, pada tahun 2019, gelombang panas di Perancis menyebabkan pembangkit listrik tenaga nuklir mati karena panas berlebih pada air yang digunakan untuk pendinginan.

    Panas perkotaan juga dapat meningkatkan risiko kebakaran hutan, menghancurkan bangunan dan tumbuh-tumbuhan, serta melepaskan emisi berbahaya.

    Kerugian ekonomi:
    Panas perkotaan dapat menurunkan produktivitas dan kinerja pekerja, terutama mereka yang bekerja di luar ruangan, seperti pekerja konstruksi, pertanian, dan transportasi.

    Hal ini juga dapat meningkatkan permintaan dan biaya energi untuk pendinginan, yang dapat membebani jaringan listrik dan menyebabkan pemadaman listrik

    Panas perkotaan juga dapat mengurangi daya tarik dan kelayakan hidup kota, yang dapat mempengaruhi pariwisata, rekreasi, dan aktivitas bisnis pada tingkat global.

    Sumber:earth.org

  • Kurangi Sampah, Kota Denpasar Akan Mewajibkan Warga untuk Memilah Sampah

    Kurangi Sampah, Kota Denpasar Akan Mewajibkan Warga untuk Memilah Sampah

    7cloud.asia – Berbagai cara dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Denpasar untuk mengurangi sampah. Salah satunya dengan memilah sampah.

    Pemilahan sampah ini harus dimulai dari tingkat rumah tangga dahulu. “Intinya, kami ingin mengedukasi masyarakat bagaimana seminimal mungkin mengeluarkan sampah dan kalau bisa sampah sudah terpilah dengan baik,” jelas Wali Kota Denpasar, Bali, I Gusti Ngurah Jaya Negara.

    Melansir Antaranews, mulai 1 Oktober nanti Pemkot Denpasar rencananya mewajibkan warganya untuk memilah sampah secara mandiri dengan jadwal pengangkutan yang akan ditentukan.

    Baca: Dana lingkungan KLHK untuk pengelolaan bank sampah

    “Di TPS 3R (Tempat Pengelolaan Sampah Reuse, Reduce dan Recycle) sudah disiapkan pengaturannya terkait mana sampah yang sudah dipilah, mana yang sampah plastik, mana yang organik, dan mana yang akan menjadi residu,” terangnya.

    Saat ini, lanjut Jaya Negara, dari 43 desa/kelurahan di Kota Denpasar terdapat 23 TPS 3R yang dilengkapi mesin gibrig. Rencananya pada tahun 2025 mendatang akan ditambah enam unit mesin gibrig.

    Selanjutnya Jaya Negara menjelaskan sampah organik akan dicacah melalui mesin gibrig dan sampah plastik dapat bekerja sama bank sampah. Sedangkan residu akan diselesaikan dengan mesin insinerator.

    Baca: Warga yang memilah sampah di Jakarta Pusat meningkat

    pihaknya juga bekerjasama dengan Komunitas Malu Dong untuk pembuatan lubang Teba Modern dalam pengelolaan sampah.

    Komunitas Malu Dong yang menggunakan sistem daring juga telah menyiapkan plastik mengangkut residu sampah yang sudah terkumpul.

    “Mudah-mudahan dengan berbagai pola seperti ini, kami bisa mempercepat dalam penanganan sampah,” ujarnya.

    “Selain itu memperbanyak kualitas yang bisa dikerjakan di hulu karena sampai saat ini di hilirnya dalam proses pembenahan. Harapannya di hilir juga bisa dikerjakan secara maksimal,” lanjutnya lagi.

    Baca: Pulau sampah akan segera direalisasikan pada tahun 2027

    Memang, dia mengakui sebenarnya pemerintah yang harus menyiapkan layanan maksimal dalam menangani dan mengelola sampah.

    “Tetapi tidak ada salahnya jika meminta dukungan masyarakat untuk mengedukasi dengan mulai pemilahan dari rumah masing-masing,” ujarnya.

    Dengan begitu, dia berharap setidaknya 30 persen dari sampah di Denpasar dapat diselesaikan. Produksi sampah di Denpasar rata-rata mencapai 800 ton per hari.

     

  • Cuaca Akhir Pekan, Hujan Disertai Petir Bakal Melanda Beberapa Kota

    Cuaca Akhir Pekan, Hujan Disertai Petir Bakal Melanda Beberapa Kota

    7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan cuaca hujan disertai petir bakal melanda beberapa kota pada Minggu (18/08/2024).

    Dalam akun youtube resmi BMKG, prakirawan BMKG, Yohannes menjelaskan hujan disertai petir berpotensi melanda Kota Padang dan Banda Aceh, Pangkal Pinang, Palu dan Sorong.

    Sedangkan hujan lebat berpotensi mengguyur Kota Pontianak dan Jayawijaya. Hujan dengan intensitas sedang berpeluag mengguyur Kota Medan, Mamuju dan Nabire.

    BMKG memperkirakan hujan dengan intensitas ringan berpeluang terjadi di Kota Pekanbaru, Tanjung Pinang, Bengkulu, Palembang, Palangkaraya, Samarinda, Tanjung Selor.

    Kondisi cuaca serupa juga berpeluang terjadi di Kota Gorontalo dan Manado, Ambon, Ternate, Manokwari, Jayapura dan Merauke

    Suhu udara rata-rata antara 16 hingga 34 derajat celsius dengan tingkat kelembaban berkisar antara 38 hingga 99 persen.

    Suhu terendah diperkirakan terjadi di wilayah Jayawijaya dan suhu tertinggi diperkiraan terjadi di wilayah Jambi, Palembang.

    Sementara itu untuk seluruh wilayah Jakarta, cuaca diperkirakan berawan dari pagi hingga malam hari. Demikian juga untuk kota-kota lainnya di Indonesia.

     

  • Cuaca Hari Ini: Dua Kota Ini Berpotensi Hujan Disertai Petir

    Cuaca Hari Ini: Dua Kota Ini Berpotensi Hujan Disertai Petir

    7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi hujan disertai petir melanda dua kota di Indonesia pada Selasa (20/08/2024).

    Dalam laman resmi BMKG, kedua kota yang berpeluang hujan disertai petir tersebut adalah Kota Padang dan Medan.

    Sementara hujan dengan intensitas sedang berpotensi mengguyur Kota Pontianak, Tanjung Selor, Gorontalo, Mamuju, Nabire, Jayapura, Jayawijaya dan Merauke.

    Hujan dengan intensitas ringan diprediksi terjadi di Kota Pekanbaru, Tanjung Pinang, Bengkulu, Samarinda, Banjarmasin, Palangkaraya, Manado, Palu, Ternate, Ambon, Sorong dan Manokwari.

    Suhu udara berkisar antara 16 hingga 34 derajat celsius dengan tingkat kelembaban udara antara 37 hingga 100 persen.

    Suhu terendah diperkirakan terjadi di Kota Jayawijaya serta suhu tertinggi diperkirakan terjadi di Kota Palembang, Serang, Makassar

    Sedangkan untuk kota-kota lainnya termasuk DKI Jakarta cuaca cerah, berawan dari pagi hingga malam hari.

    Tak hanya di daratan, BMKG juga memperkirakan hujan dengan intensitas lebat berpotensi terjadi di sejumlah perairan seperti Selat Malaka, Perairan utara Sabang, Perairan barat Aceh hingga Kepulauan Mentawai.

    Selain itu Samudra Hindia barat Aceh hingga Kepulauan Nias, Perairan Riau, Perairan Kepulauan Anambas hingga Kepulauan Natuna, Perairan Halmahera berpotensi hujan lebat.

    Kondisi cuaca seperti ini berpeluang pula terjadi di Perairan Amamapare hingga Agats, Teluk Cendrawasih, Perairan utara Papua Barat hingga Papua, dan Samudra Pasifik utara Papua.

  • Cuaca Hari Ini: Siap Payung, Hujan Disertai Petir Berpotensi Melanda Sejumlah Wilayah

    Cuaca Hari Ini: Siap Payung, Hujan Disertai Petir Berpotensi Melanda Sejumlah Wilayah

    7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan hujan disertai petir berpotensi melanda sejumlah kota pada Jumat (23/08/2024).

    Dalam akun youtube nya, BMKG menyebut Kota Banda Aceh, Padang, Pontianak, Palangkaraya, Tanjung Selor, Samarinda, Mamuju, Jayapura dan Merauke berpotensi diguyur hujan disertai petir.

    Sementara hujan dengan intensitas sedang berpeluang mengguyur Kota Bengkulu, Manado, Ternate dan Nabire.

    Kota Medan, Pekanbaru, Tanjung Pinang, Jambi, Palembang, Pangkal Pinang, Serang, Gorontalo, Manokwari, Jayawijaya, Sorong dan Ambon berpotensi hujan dengan intensitas ringan.

    Sedangkan untuk Kota DKI Jakarta dan kota-kota lainnya BMKG memperkirakan cuaca cerah berawan seharian.

    Suhu berkisar antara 16 hingga 34 derajat celsius dengan tingkat kelembaban antara 39 hingga 100 persen.

    Suhu terendah diperkirakan terjadi di Kota Jayawijaya, sedangkan suhu tertinggi diperkirakan terjadi di Kota Serang, Semarang, Surabaya.

    BMKG juga memperkirakan hujan dengan intensitas lebat terjadi di wilayah perairan, yaitu Perairan barat Sumatra, Selat Malaka, Laut Natuna, Laut Natuna Utara, Laut China Selatan, Selat Karimata, Laut Jawa.

    Kemudian Laut Sulu, Laut Sulawesi, Teluk Tomini, Laut Maluku, Laut Halmahera, Laut Seram, Laut Banda, Perairan utara Papua, dan Laut Arafura berpeluang hujan dengan ntensitas lebat.

  • Cuaca Hari Ini: Musim Kemarau, Sebagian Kota Masih Berpotensi Hujan Disertai Petir

    Cuaca Hari Ini: Musim Kemarau, Sebagian Kota Masih Berpotensi Hujan Disertai Petir

    7cloud.asia – Sebagian kota Indonesia kini telah memasuki musim kemarau. Namun masih ada peluang hujan disertai petir di sejumlah kota pada Minggu (25/08/2024).

    Dalam akun youtube resmi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), hujan disertai petir diperkirakan mengguyur Kota Banda Aceh, Medan, Jambi dan Tanjung Selor.

    Kemudian hujan dengan intensitas sedang berpotensi mengguyur Kota Manado, Mamuju, Kendari, Sorong, Nabire dan Jayapura.

    Hujan dengan intensitas ringan diperkirakan terjadi di Kota Padang, Pekanbaru, Tanjung Pinang, Denpasar, Pontianak, Samarinda, Palangkaraya, Gorontalo, Palu, Makassar, Ternate, Ambon, Manokwari, Jayapura dan Merauke.

    Sementara kota lainnya termasuk seluruh wilayah Jakarta, cuaca diprediksi cerah dan berawan.

    Masih adanya wilayah yang diguyur hujan ditengah musim kemarau, menurut prakirawan BMKG, Nurul Izzah disebabkan oleh beberapa faktor.

    Diantaranya adanya sirkulasi siklonik yang terpantau di wilayah Papua Barat yang membentuk perlambatan kecepatan angin memanjang dari Teluk Cendrawasih hingga ke Papua Barat.

    “Kemudian adanya juga daerah konvergensi yang memanjang di perairan Sumatera Barat kemudian di Laut Arafuru, Lampung, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Selat Makassar, Sulawesi Tengah hingga Laut Sulawesi dan juga di wilayah Papua Selatan,” jelas Nurul.

    Selain itu adanya daerah pertemuan angin atau konfluensi terpanau di Laut Cina Selatan dan di wilayah Filipina.

    “Kondisi tersebut mampu menumbuhkan awan hujan di sekitar wilayah sirkulasi siklonik dan juga di sepanjang konvergensi maupun konfluensi tersebut,” paparnya.

    BMKG memperkirakan suhu udara berkisar antara 16 hingga 34 derajat celsius dengan tingkat kelembaban antara 37 hingga 100 persen.

    Suhu terendah diperkirakan terjadi di Kota Jayawijaya dan suhu tertinggi diperkirakan terjadi di Kota Palembang dan Serang.